THE ANCIENT SILAT

THE ANCIENT SILAT
Episode 18


__ADS_3

Sesampai di ujung lurah ketiga ampang limo sati mulai


terbang rendah dan


kemudian melakukan pendaratan.


kita sudah melewati hutan tigo lurah! Belum habis bicaranya


ampang limo terdengar


buyung yang muntah-muntah


UUWEEEJ!! UUUWEEEK!!!


Hei! Kenapa waang kawan? Ucap malin yang cemas dengan


kawannya ini takut kenapa-napa.


 Aku takut ketinggian


kawan uuuweeek!! Uuuweeek!


Makanya kawan lain kali waang bilang kalau waang tak biasa


ketinggian!


Mana ku tau bapak ini membawa kita terbang selama itu!


Hahahahahaha! Sabar kawan dari pada kita berjalan melewati


lereng lurah ini?


Kau benar juga!


Siti yang takut kenapa-kenapa pada sibuyung langsung


mendekat kearahnya. iya urutkan


pundak buyung agar mualnya bisa hilang.


Siti!


Ya uda!


Kau lahir sungsang ya?


Kenapa uda?


Pintar sekali kau menghilangkan mualku hanya dengan


memijatnya!


Siti yang kesal di becandai itu memilin pusar buyung


 aaaakk!!!


Dia cemas dengan kondisi buyung tapi di candai macam itu.


Dia lalu cemberut dan tak ingin bicara dengan buyung.


Hei..! jangan marah!


Aku tidak marah!Dengan mukanya yang dilipat seperti lepat


segan.


Aku tak bermaksud bercanda siti! terimakasih! Tapi benar, pijatanmu


itu membuat mual di perutku hilang. Lalu buyung mengusap kepala siti, siti jadi


luluh dan


senyumnya kembali teruruai.


Kini mereka melanjutkan perjalanan. perjalanan yang sebenarnya


harus di lewati. katirau yang sedari tadi dalam buntalan kain siti kini keluar


dan menopang di pundaknya lalu entah apa yang iya katakan pada hutan itu


seketika itu keluarlah sosok seperti harimau yang mengeluarkan auman yang


sangat berat yang mendengarnya menegakkan bulu roma, ARRRGHH!!


 Katirau itu segera


melompat kesana lalu dua harimau yang berdiri itu kini menghadap ke


katirau salah satu bahu dari dua ekor harimau yang berjalan


seperti manusia itu di duduki oleh katirau, kali ini katirau yang memimpin


perjalanan bersama


dua ekor sahabatnya. mereka baik malin, buyung, panjul, dan


ampang limo


mengikuti arah katirau itu juga siti yang di sengajakan

__ADS_1


berjalan di


tengah-tengah mereka. Sepermpat hutan itu kini telah di


lewati oleh katirau


bersama rombongannya namun saat hendak kembli berjalan mereka


di halang oleh


orang berpakaian serba hitam dan memiliki tongkat yang tak


lain adalah


ampanglimo kumbang.


BERHENTI!! Ucapnya kepada rombongan itu


PANGLIMO KUMBANG!


Ucap salah sekor harimau itu yang membuat buyung dan malin


serta siti jadi


tercengang mendengar ada binatang yang bisa bicara.


sebenarnya mereka bukan binatang


tapi cindaku. Hanya cindaku yang berjalan dengan dua kaki.


SEBAIKNYA KALIAN


GANTI ARAH JALAN KALIAN! Ucap panglima kumbang yang lebih


dulu mengamati jalan hutan belantara itu.


Baiklah ampanglimo kumbang! Lalu kemana kami harus berjalan?


Ucap ampang limo sati


Berjalanlah kearah utara dari sini, kalian akan berputar


untk melewati ranjau di ujung


sana dan berhati-hatilah sebab di sepan sana para penyamun


yang lebih dari


sepuluh orang sudah menanti kalian. Dan waang KATIMAN,


KATIBIN, dan KATIRAU,


Ampang limo sati menghilang dari sana setelah melewati satu


pohon kayu. tak terlihat


jelas kemana arahnya setelah itu namun perjalanan mesti


harus tetap di tempuh.


kini ampanglimo sati yang memimpin perjalanan di depan dan


di belakang ada


sibuyung, karana dalam keadaan mengancam semacam ini tak


akan kita tau dari


mana arah datangnya musuh. ampanglimo yang kuat dengan indra


penciumannya kini


mulai merasakan bau-bau tak sedap begitupun telinga buyung


yang menangkap


suara kain di hembus angin dari atas pohon. iya yakin sudah


masuk kesarang


penyamun itu lalu dengan badan berputar.


 BRUKK, KRRK seperti


ada tulang yang patah ketika panjul menoleh kebelakang ternyata yang patah itu


adalah tulang leher penyamun yang melompat dari atas kayu yang di sambar cepat


lehernya oleh bunyung. panjul yang terkaget segera mulutnya di tahan oleh


bungsu lalu


mngisyaratkan dengan telunjuknya untuk diam dan berjalan


seperti tak mengetahui


ada orang di hutan itu. Siti yang bersama katirau dan katibin


juga katiman

__ADS_1


sengaja menunci pendengaran dan penglihatannya agar tak


melihat apapun di malam


itu, iya sengaja di lamun oleh katirau guna mencegah


suaranya memki akibat


melihat penyamun yang menyerang. Kini di depan sana bau yang


makin menyengat


di balik pohon makin dekat di rasakan ampanglimo. iya segera


menundukan badan


dan dan seketika itu,


PRAKKK!!! Telur –telur penyamun yang mengnyongsong itu *****


iya tak sempat mengeluarkan suara karna tertahan oleh tendangan yang mematikan


yang langsung merenggut nyawanya. kini dua penyamun sudah tewas di


perkirakan yang lebih dari sepuluh orang itu sudah


berkurang. kini tinggalah sekitar sembilan orang yang siap mendekap kepada


mereka. Panjul yang sesak ingin terkencing segera melompat kearah semak


tumitnya mendarat cepat di semak itu tanpa iya sadari salah seorang penyamun


yang menyamar di semak itu saat iya melompat tepat di daerah mematikan,


GDBUKKK!! Suara itu adalah suara bunyi ***** penyamun yang


patah dan satu telurnya pecah.


Nah disini saja! aku sudah tidak tahan.


Lama panjul terkencing sampai iya tak merasakan bahwa


tumitnya memcah punya orang di bawahnya. Saat iya memperbaiki ikat celana


endongnya iya baru mersakan salah satu tapaknya yang bergeser merasakan


lunak-lunak dan kenyal lalu iya coba memandang kearah kakinya itu dan menatap


sampai keujung arah di terkencing itu. bukan main kagetnya si panjul! tanpa


sadar iya sudah menyudahi nyawa orang dengan tumitnya


di tambah wajah penyamun itu iya kencingi.


sungguh tiada rasa kepripenyamunan


si panjul ini! iya segera naik dan memberi isyrat pada


buyung kalau disana sudah ada yang mati di tumitnya, buyung hampir gelak


terkekeh mendegar panjul menceritakan kejadian barusan, namun di hutan penuh


ancaman itu iya menahan tawanya. Malin yang berada di depan panjul kini


melewati semak –semak. Lengan bajunya tersangkut oleh beberapa akar, iya


mencabut kerambitnya dan memotong akar yang menyangkut itu. akar itu sangat


kuat, hingga malin mengayun kerambitnya dari bawah keatas dengan tenaga yang


kuat karna kesal dengan akar itu tapi sayangnya kerambitnya tersangkut pula di


atas karna dia mendengar


seperti menembus katang pohon yang lapuk. kembali untuk


kedua kalinya malin


mengeluarkan tenaga dengan kesal lalu menarik kuat


kerambitnya kebawah.


AKHKHKH!! Iya kaget dengan suara itu dan sontak melihat di


atas pohon melintang


Itu. ternyata kerambitnya tidak tersangkutt kepohon


seperti yang dia kira melainkan kekerongkongan seorang penyamun yang di tembus


sampai urat lehernya dan mengelinjang seperti ayan sudah di sembelih. malin


yang tak percaya dengan apa yang barusan terjadi terlompat cepat kedepan


menyusul siti yang dia lihat tak mendengar atau pun melihat apa-apa seperti orang


yang kosong pikiran. Bulu kuduk malin kin berdiri suara burung hantu saut


bersaut dan sejenak hening merasuk dalam perjalanan itu.

__ADS_1


__ADS_2