
Toek tidak ingin mengakui kesalahan nya saat itu. Dia tau karena kecerobohan nya dan jiwa nya yang bergejolak untuk menyetubuhi wanita itu akhirnya membuat wanita itu menghilang dari tangan nya.
Matahari mulai d atas kepala. perempuan itu mulai siuman dengan pandangan yang msih kabur. “ Hahhh dimana aku?” Ujar perempuan itu saat sadar sudah ada di sana.
“kau sudah aman!” Ujar Buyung dari arah luar pondok.
“Hah!, Kau siapa?” ujarnya yang masih belum percaya iya berada di sana dengan seorang laki-laki yang tak di kenalnya itu.
Wanita itu agak cemas wajah nya saat dia tau pemuda yang tidak dia kenal ini menolong nya. Dalam pikir nya,”jangan-jangan dia juga suruhan ayah!” Ujar wanita itu menerka-menerka.
“aku Buyung!” ucap laki-laki itu memeberi tahu gadis ini. “itulah orang orang memanggilku di sini.”
Ujarnya kembali melanjutkan.
“Buyuang?, Nama yang aneh!. Bukan nya itu panggilan nama pada sebutan anak laki laki diminang?” Ujar wanita itu kepada laki-laki yang menolong nya.
“tak usah banyak bicara! itu makanan! makan lah!, kau pasti lapar. sudah setengah hari kau tak sadarkan diri. ditambah kau di seret oleh dua preman ke tempat itu.
“Sebenarnya kau ini siapa?, Dan apa masalah mu dengan orang orang itu?” Ujar Buyung kembali bertanya heran.
Siti Reno Bulan adalah anak orang paling kaya di kampungnya dan ayahnya mempunyai kedudukan yang sangat di segani d daerahnya itu namun karna pertikaian dan perjodohan secara paksa kepadanya akhirnya iya melarikan diri dan tertangakap oleh Toek dan Karapai hingga jatuh ketangan buyung seperti sekarang.
“Aku Siti!, aku mereka culik untuk dimintai imbalan kepada yang menyuruh mereka! beruntung lah. kau menyelamatkan aku. aku sangat berterimakasih kepadamu!” Ujar wanita itu kepada Buyung.
“masalahnya sekarang kau tak mungkin ku bawa ke rumah..!” Ujar laki-laki itu padanya.
“kenapa?” Tanya Siti kembali.
“karena kau perempuan!, apa pantas seorang lelaki bujang membawa seorang wanita yang belum muhrim nya untuk menginap di rumah nya!?” Ujar Buyung kembali menegaskan.
“lalu bagaimana?” Tanya Siti polos.
“mana ku tahu!, kau pulang saja ke kampung mu kau tau jalan pulangkan?. Setelah menuruni bukit ini kau akan tiba ditempat tadi.” ucap buyung memberi kejelasan pada siti. “Rasanya kau sudah pulih!, aku harus balik
ke sawah sudah setengah hari aku menjaga mu di sini!” ucapnya kembali terhadap gadis yang iya selamatkan itu.
“ kau ingin meninggalkanku? Laki laki macam apa kamu ini?
__ADS_1
Meninggalkan anak gadis orang di atas bukit sendirian!!!” Ujar Siti itu saat hendak ber negosisasi dengan Buyung.
“Terserah padamu!. aku ingin ke sawah. kalau kau mau ikut atau tinggal di sini terserah.” ucap Buyung cuek ke padanya.
Tanpa menoleh buyung langsung pergi berjalan menuruni bukit.
siti dengan kekesalan yang belum usai terpaksa menyusul bergegas dari belakang sampai
di tengah perbukitan. “Aduhhh!” Siti tersandung dan terjatuh.
“Hai kenapa kau terus saja. Apa tak ada sedikit pun belas kasihanmu kepadaku di saat seperti ini?, kamu memang tidak punya perasaan!” Ujar wanita itu yang sejak tadi menggerutu dalam hati.
“aku kan tidak memaksa kamu untuk ikut!, kenapa kau bersikeras mengikutiku?, kau seperti anak orang kaya yang tak pernah berjalan di tempat seperti ini. wajar saja kau terjatuh berkali kali.” Ujar Buyung yang meledek
wanita itu.
“Sembarangn!!!, Aku biasa melewati jalan seperti ini di kampung ku.” Ujar Siti yang masih sewot karena tidak di tolong oleh Buyung tapi malah memaki nya dan meledek nya.
Mendengar kata semacam itu Buyung hanya tersenyum dan melanjutkan perjalanan tanpa mengacuhkan
cuek dan tak mau tau si Buyung membuat semua pamor itu tiada arti. iya terus berjalan hingga sampai disawah nya lalu meletakkan tudungnya dan memulai mencakul tepi pematang Siti yang terngos ngosan sampai disana tak henti hentinya bicara dan mengomel dalam hatinya dengan
upatan-upatan.
“Dasar!!!” Ujar wanita itu dari dalam pondok sawah.
Siti hanya menatap diam setelah itu dan hanya melihat pemuda itu yang sedang mencangkul di
sawah. Dia tidak tau ke mana dia harus pergi setelah lepas dari anak buah ayah
nya. Siti hanya memikirkan itu sampai sore. Sesaat iya melihat ke arah Buyung.
“Aku tidak punya pilihan!, aku harus ikut dengan nya. Ke mana saja!, yang penting tidak ke tempat ayah bersama mereka.” Ujarnya berkata-kata sendiri dari dalam pondok itu.
Matahari hampir ingin membenam kan diri. sudah waktunya untuk pulang. Tapi Buyung bingung apa mau gadis itu?, karena sudah sampai sore mengikutinya.
“Hai kau pulang lah ke kampung mu!” Ujar Buyung berseru.
__ADS_1
sambil geleng kepala dan menunduk siti berujar. “Tidak! aku tidak mau!” Ucap nya menolak. “jangn konyol siti! aku tak mungkin membawamu pulang kerumah!” Ujar Buyung kembali memberi tahu.
dengan mata yang sudah berbinar dan ingin menjatuh air mata yang tergenang kemudian siti itu berkata lagi.
“terserah apa katamu!, atau biarkan aku tidur di pondok sawah mu ini!” Ucap nya dengan mata mulai sebak.
Sebenarnya Buyung tidak tau apa yang di inginkan Siti ini. dia hanya heran kenapa nada suaranya berat saat bicara barusan padahal dari tadi iya tidak henti hentinya nyinyir kapada Buyung. Buyung menjadi hiba
melihat demikian. kali ini Buyung di bikin kehabisan akal olehnya.
“Baiklah!” Ujar Buyung kepada nya.
“apa..?” jawab siti yang putus asa.
“Ayo pulang!, Tapi kau harus ingat!, jagalah sopan santun kamu dirumah ku!” Ujar Buyung membawa iya pulang.
“Baik Buy!” Ujar nya sembari kembali tersenyum.
“Buy?, Hei Upik!, kau menyebut nama orang sampai sampailah!!! jangan kau sunat seperti itu.” Ujar lelaki ini yang agak pusing mendengar namanya di singkat-singkat wanita cantik ini.
“hihihi maaf.. bu yu ang! Hihihi” Ucap nya dengan tertawa renyah.
Buyung mengajak Siti pulang ke rumah nya. di sana ada ibunya dan adiknya sedang santai –santainya setelah
selesai beres-beres rumah dan menyapu halaman. sesampai nya buyung dirumah. “Assalamualikum!” Ucap buyung memberi salam pada ibu nya.
“Waalaikumsalam!” Jawab ibu nya dari dalam rumah yang biasa di panggil dengan sebutan Amak. “baru pulang ang nak!” Ucap Amak sembari berjalan keluar.
“Iya mak!, siti ayo masuk!. kenal kan ini Amak ku dan itu
adikku.” Ucap Buyung memperkenal kan keluarga nya kepada Siti.
“Assalammualaikum mak..!!!” Sapa Siti sambil menyalami Amak
Buyung.
“Waalaikum salam..!” Jawab Amak.
__ADS_1