
Apa ayahmu bernama datuk panglimo gagah dan ibumu si
linduang bulan anak muda? Ucap
sutan itu yang mengagetkan malin bagindo yang tau dengan
kedua orang tuanya.
Dari mana bapak tau saya anak beliau? Ucap malin yang masih
tak percaya.
Dari raut wajahmu anak muda! kau mirip sekali dengan ibumu
LINDUNG BULAN! Ucapnya jelas.
Lama mereka berbincang-bincang dan kini hidangan pun sudah
selei di persiapkan siti.
Siti kini keluar dari pintu dan melihat orang yang bernama
sutan itu masih
berdiri di sana.
Bagaimana siti? Apa sudah siap semua? Ucap ampang limo
Sudah bapak! Dengan nada yang sangat berat dan mata yang sedikit
berbinar melihat dan
memastikan apakah sutan itu benar sutan rajo bujang? Matanya
terus menatap ke
sutan itu. Iya ragu karna raut wajah sutan yang tidak lagi
seperti muda dan di
sekeliling tepi wajah yang sudah beruban hanya saja raut
wajah masih sangat jelas oleh siti. Ampang limo tau apa yang di rasakan siti
kala itu. Melihat pertemuan anak dan ayah yang sudah belasan tahun itu tidak
pernah bertemu.
Kau tak ingin bersalaman dengan sutan itu siti? Ucap ampang
limo yang tahu kalo siti
itu yakin itu adalah sutan rajo bujang ayahnya.
Siapa ini datuk? Kenapa dari tadi tidak datuk kenalkan pada
saya? Ucap sutan yang
heran melihat anak perempuan itu matanya berbinar dan penuh
harapan hanya saja
sutan ini tak tau apa yang di harapkan perempuan itu.
Kau tanyakan sendiri saja sutan! Siti kesinilah nak! Siti
pun menurut.
Siapa nama bapak? Ucap siti dengan mata berbinar.
Orang-orang disana hanya menatap
diam kepada siti dan sutan itu.
Ambo sutan! Sutan rajo bujang!
Siti yang dari tadi sudah yakin itu adalah ayahnya tak kuasa
menahan sebak dan air
matanya kini jatuh, bersamaan dengan jatuhnya pelukan
kebadan sutan. iya
memeluk sutan kuat-kuat sambil terus menangis tampa henti
dan di sela-sela
__ADS_1
tangis itu iya berkata.
Ayah ini aku ayah!!! Ini siti reno bulan yah!! Iya terus
saja menangis.
Sutan rajo bujang yang tak sadar anaknya sudah sebesar itu.
Iya tak percaya kalau itu ada siti reno bulan anaknya yang dulu terakhir kali
berpisah dengannya masih berumur sepuluh tahun. sutan tak kuasa menahan air
mata. Iya ikut menangis bersama siti yang di peluknya itu. Lalu iya lepaskan
pelukannya dan memagang kepala siti dan iya tatap lalu bicara.
Kau sudah besar nak! Kau cantik seperti ibumu! Maafkan ayah
nak tidak bisa menjagamu selama ini. Kemudia iya kembali memeluk anaknya
itu eret-erat.
Malin dan buyung terharu melihat pertemuan itu. Betapa bahagianya
siti iya lihat saat iya bertemu dengan ayahnya. Ayah yang selama ini hilang
ditelan rimba selama belasan tahun. Hati siapa yang tak hanyut melihat sosok
yang selama ini terpisah oleh beratnya ujian hidup kini kembali di pertemukan
dalam keadaan baik-baik saja dan kurang satu apapun. panjul yang sedari tadi
sudah basah matanya karna tak sadar air matanya juga ikut jatuh melihat momen
bahgia itu di depannya. ampang limo sati yang tetap datar tanpa ekspresi
melihat
kejadian itu karna dia sudah biasa menyelamatkan orang-orang
semacam ini dan juga bukan karena hatinya yang membatu. Ampang limo sati adalah
sosok yang berhati lembut tapi air matanya yang sudah kering sejak kecil hingga
sekalipun mungkin wajah bapak tua ini akan tetap datar. kini buyung baru lega!
siti sudah bertemu apa yang dia cari. berati iya sudah bisa pulang kekmpungnya bersama
malin. Dan siang itu adalah siang yang tak terluapakan oleh siti maupun sutan
rajo bujang! dimana sosok ayah dan anak di pertemukan tanpa ada rencana,
sungguh allah maha pengabul doa.
selama ini baik siti dan sutan rajo bujang terhalang jarak
yang sangat jauh. hanya doa yang bisa di panjatkan sambil menunggu waktu
berjalan dan kini akhirnya mereka di pertemukan dalam keadaan anaknya tidak
cacat sedikitpun.
Setelah itu mereka kini masuk kedalam menyantap hidangan
yang telah di siapkan
siti. Siti sangat bahagia iya telah di pertemukan kembali
dengan ayah
kandungnya. ayah yang selama ini hilang di telan rimba hutan
belantara
tapi siti tau selama ini ayahnya masih hidup karna di
selamatkan datu ampang
limo sati yang biasa iya panggi dengan sebutan bapak sejak
pertama kali iya
bertemu di ujung negeri bukit sileh tepanya di dalam warung
inyiak rubiah!
__ADS_1
inyiak yang konon adalah seorang inyiak yang sangat
bersejarah pintar dan
bijak sana dari golongan suku orang malayu. Disanalah
pertama kali harapan itu
hadir kembali dalam diri siti setelah pelarian tak tau
tujuan dari rumah
panghulu basa karana di jodohkan dengan samsudin yang pemain
judi dan suka
berfoya-foya itu.
GOA PERTAPA TUANKU LAREH 1
Datuak hitam menuju puncak bukit timur di tigo lurah
menyelusuri jalan setapak yang
lumayan tinggi. iya berjalan seorang diri menuju puncak
bukit. sesampai di atas iya melihat sebuah lorong berbentuk gua. di samping gua
itu ada obor dari suluh bambu. iya mengambilnya dan masuk kedalam. cukup jauh
kedalam hingga sampai di mulut goa di ujung sana. disana ada tempat untuk
meletakan suluh kemudian iya letakan suluh itu disana dan terus berjalan keluar
dari goa. di ujung goa terlihat terang. iya terus berjalan sampai keluar.
terlihat pemandangan yang indah dan telaga yang lebarnya sekitar tigapuluh kali
empat puluh meter. warna airnya biru dan sekelilinganya di penuhi bunga bunga
yang warna warni
juga burung-burung keci yang beragam. di ujung telaga ada
sebuah air terjun
yang sangat jernih kira-kira tingginya hanya sekitar empat
depa datuk hitam
melewati telaga itu dan menyeruak masuk kedalam air terjun.
ternyata di balik
air terjun itu ada jalan seperti goa, datuk hitam
terus berjalan kedalamnya tanpa menggunakan penerangan obor atau suluh seperti
sebelumnya hingga sampai di atas dan keluar dari goa dibalik air terjun. datuk
hitam sudah sampai di ats puncak. pemandngan yang sangat indah dari sana sangat
terlihat. taman yang di hiasi bunga edelwis bermacam-macam warna dan rupa juga
keheningan yang sangat menambah kesan akan aura yang dingin dan menakutkan.
datuk hitam melirik kian kemari malihat jalan yang akan kembali iya tempuh dan
di ujung sana tepatnya di sebalah taman bunga edelwis lalu iya melangkah pergi
mendekat kedinding batu dan merabanya seolah ada yang dia
cari. Bebrapa saat tangannya diam lalu kemudian batu yang tadi di tempeli badan
yang tak jauh
dari tempat iya meraba tadi kini terbelah seperti pintu
datuk hitam masuk
kedalamnya di ujung sana tepat di arah sinar hari yang masuk
di sela goa
tampak sosok manusia yang bersila di atas hamparan batu yang
runcing lagi tinggi.
__ADS_1