THE ANCIENT SILAT

THE ANCIENT SILAT
Episode 26


__ADS_3

Apa ayahmu bernama datuk panglimo gagah dan ibumu si


linduang bulan anak muda? Ucap


sutan itu yang mengagetkan malin bagindo yang tau dengan


kedua orang tuanya.


Dari mana bapak tau saya anak beliau? Ucap malin yang masih


tak percaya.


Dari raut wajahmu anak muda! kau mirip sekali dengan ibumu


LINDUNG BULAN! Ucapnya jelas.


Lama mereka berbincang-bincang dan kini hidangan pun sudah


selei di persiapkan siti.


Siti kini keluar dari pintu dan melihat orang yang bernama


sutan itu masih


berdiri di sana.


Bagaimana siti? Apa sudah siap semua? Ucap ampang limo


Sudah bapak! Dengan nada yang sangat berat dan mata yang sedikit


berbinar melihat dan


memastikan apakah sutan itu benar sutan rajo bujang? Matanya


terus menatap ke


sutan itu. Iya ragu karna raut wajah sutan yang tidak lagi


seperti muda dan di


sekeliling tepi wajah yang sudah beruban hanya saja raut


wajah masih sangat jelas oleh siti. Ampang limo tau apa yang di rasakan siti


kala itu. Melihat pertemuan anak dan ayah yang sudah belasan tahun itu tidak


pernah bertemu.


Kau tak ingin bersalaman dengan sutan itu siti? Ucap ampang


limo yang tahu kalo siti


itu yakin itu adalah sutan rajo bujang ayahnya.


Siapa ini datuk? Kenapa dari tadi tidak datuk kenalkan pada


saya? Ucap sutan yang


heran melihat anak perempuan itu matanya berbinar dan penuh


harapan hanya saja


sutan ini tak tau apa yang di harapkan perempuan itu.


Kau tanyakan sendiri saja sutan! Siti kesinilah nak! Siti


pun menurut.


Siapa nama bapak? Ucap siti dengan mata berbinar.


Orang-orang disana hanya menatap


diam kepada siti dan sutan itu.


Ambo sutan! Sutan rajo bujang!


Siti yang dari tadi sudah yakin itu adalah ayahnya tak kuasa


menahan sebak dan air


matanya kini jatuh, bersamaan dengan jatuhnya pelukan


kebadan sutan.  iya


memeluk sutan kuat-kuat sambil terus menangis tampa henti


dan di sela-sela

__ADS_1


tangis itu iya berkata.


Ayah ini aku ayah!!! Ini siti reno bulan yah!! Iya terus


saja menangis.


Sutan rajo bujang yang tak sadar anaknya sudah sebesar itu.


Iya tak percaya kalau itu ada siti reno bulan anaknya yang dulu terakhir kali


berpisah dengannya masih berumur sepuluh tahun. sutan tak kuasa menahan air


mata. Iya ikut menangis bersama siti yang di peluknya itu. Lalu iya lepaskan


pelukannya dan memagang kepala siti dan iya tatap lalu bicara.


 


Kau sudah besar nak! Kau cantik seperti ibumu! Maafkan ayah


nak tidak bisa menjagamu selama ini. Kemudia iya kembali memeluk anaknya


itu eret-erat.


Malin dan buyung terharu melihat pertemuan itu. Betapa bahagianya


siti iya lihat saat iya bertemu dengan ayahnya. Ayah yang selama ini hilang


ditelan rimba selama belasan tahun. Hati siapa yang tak hanyut melihat sosok


yang selama ini terpisah oleh beratnya ujian hidup kini kembali di pertemukan


dalam keadaan baik-baik saja dan kurang satu apapun. panjul yang sedari tadi


sudah basah matanya karna tak sadar air matanya juga ikut jatuh melihat momen


bahgia itu di depannya. ampang limo sati yang tetap datar tanpa ekspresi


melihat


kejadian itu karna dia sudah biasa menyelamatkan orang-orang


semacam ini dan juga bukan karena hatinya yang membatu. Ampang limo sati adalah


sosok yang berhati lembut tapi air matanya yang sudah kering sejak kecil hingga


sekalipun mungkin wajah bapak tua ini akan tetap datar. kini buyung baru lega!


siti sudah bertemu apa yang dia cari. berati iya sudah bisa pulang kekmpungnya bersama


malin. Dan siang itu adalah siang yang tak terluapakan oleh siti maupun sutan


rajo bujang! dimana sosok ayah dan anak di pertemukan tanpa ada rencana,


sungguh allah maha pengabul doa.


selama ini baik siti dan sutan rajo bujang terhalang jarak


yang sangat jauh. hanya doa yang bisa di panjatkan sambil menunggu waktu


berjalan dan kini akhirnya mereka di pertemukan dalam keadaan anaknya tidak


cacat sedikitpun.


Setelah itu mereka kini masuk kedalam menyantap hidangan


yang telah di siapkan


siti. Siti sangat bahagia iya telah di pertemukan kembali


dengan ayah


kandungnya. ayah yang selama ini hilang di telan rimba hutan


belantara


tapi siti tau selama ini ayahnya masih hidup karna di


selamatkan datu ampang


limo sati yang biasa iya panggi dengan sebutan bapak sejak


pertama kali iya


bertemu di ujung negeri bukit sileh tepanya di dalam warung


inyiak rubiah!

__ADS_1


inyiak yang konon adalah seorang inyiak yang sangat


bersejarah pintar dan


bijak sana dari golongan suku orang malayu. Disanalah


pertama kali harapan itu


hadir kembali dalam diri siti setelah pelarian tak tau


tujuan dari rumah


panghulu basa karana di jodohkan dengan samsudin yang pemain


judi dan suka


berfoya-foya itu.


GOA PERTAPA TUANKU LAREH 1


Datuak hitam menuju puncak bukit timur di tigo lurah


menyelusuri jalan setapak yang


lumayan tinggi. iya berjalan seorang diri menuju puncak


bukit. sesampai di atas iya melihat sebuah lorong berbentuk gua. di samping gua


itu ada obor dari suluh bambu. iya mengambilnya dan masuk kedalam. cukup jauh


kedalam hingga sampai di mulut goa di ujung sana. disana ada tempat untuk


meletakan suluh kemudian iya letakan suluh itu disana dan terus berjalan keluar


dari goa. di ujung goa terlihat terang. iya terus berjalan sampai keluar.


terlihat pemandangan yang indah dan telaga yang lebarnya sekitar tigapuluh kali


empat puluh meter. warna airnya biru dan sekelilinganya di penuhi bunga bunga


yang warna warni


juga burung-burung keci yang beragam. di ujung telaga ada


sebuah air terjun


yang sangat jernih kira-kira tingginya hanya sekitar empat


depa datuk hitam


melewati telaga itu dan menyeruak masuk kedalam air terjun.


ternyata di balik


air terjun itu ada jalan seperti goa, datuk hitam


terus berjalan kedalamnya tanpa menggunakan penerangan obor atau suluh seperti


sebelumnya hingga sampai di atas dan keluar dari goa dibalik air terjun. datuk


hitam sudah sampai di ats puncak. pemandngan yang sangat indah dari sana sangat


terlihat. taman yang di hiasi bunga edelwis bermacam-macam warna dan rupa juga


keheningan yang sangat menambah kesan akan aura yang dingin dan menakutkan.


datuk hitam melirik kian kemari malihat jalan yang akan kembali iya tempuh dan


di ujung sana tepatnya di sebalah taman bunga edelwis  lalu iya melangkah pergi


mendekat kedinding batu dan merabanya seolah ada yang dia


cari. Bebrapa saat tangannya diam lalu kemudian batu yang tadi di tempeli badan


yang tak jauh


dari tempat iya meraba tadi kini terbelah seperti pintu


datuk hitam masuk


kedalamnya di ujung sana tepat di arah sinar hari yang masuk


di sela goa


tampak sosok manusia yang bersila di atas hamparan batu yang


runcing lagi tinggi.

__ADS_1


__ADS_2