
ikat pinggang yang khas dengan kain
itu di jarakkan simpulnya hingga tersa longgar lalu buyung
kembali menyandukkan
nasi. Bukan main selera si buyung ini! selain tak berbasa
basi saat berjalan
ternyata saat makan pun juga tak ada basa basinya, dasar
anak angku gadang
bahan yang bapaknya saja mampu menghabiskan beras segantang
sekali makan apa
lagi anaknya ini. malin selain ternganga juga
tersenyum-senyum sendiri ulah
buyung ini. Melihat semua yang ada di bikin licin olehnya.
Buyung.. buyung! Dasar
waang anak angku gadang bahan! kalau masalah makan aku sangat takut dengan mu
buyung! Hahahahahahah ucap malin mengagumi kawannya itu.
DATUAK BARINGIN DAN AMPANGLIMO SATI
Buyung yang masih terperangah setelah menghabiskan makanan
di warung INYIAK RUBUIAH itu kini tersandar di tiang warung. siti hanya
tersenyum saja melihati buyung yang demikian rakusnya menghabiskan makanan.
malin yang sedari tadi menengok keluar tak menghiraukan buyung lagi yang sedang
kekenyangan itu. di luar dari ujung sana ia melihat orang yang sedang berkelahi
namun yang membuat dia tertarik adalah satu orang yang melawan 7 orang itu
adalah cara iya bersilat yang tak pernah di lihat malin selama ini. sepertinya
hanya buyung yang punya silat semacam ini tapi kalo dia lihat kecepatan dan
cara iya bergerak sangat jauh kecepatanya dan ketepatan yang di lakukan dari
buyung. Malin yang sangat tertarik melihat orang itu berkelahi membukak silanya
dan mendekati tempat itu. dimana orang orang tak berani berkerubung kesana. si
buyung yang melihat malin itu keluar dengan tidak memutus sedikitpun
penglihatannya kearah luar membuat buyung juga ikut
Penasaran. buyung yang melihat malin mendekati tempat itu
yang di halangi pandangan punggung beberapa orang mencoba menorobos masuk
secara perlahan kedepan dan kini dia tiba pula di tempat malin.
Ada apa? Ujar buyung yang belum memperhatikan apa yang
terjadi.
Itu lihat! Ucapnya sambil terus mengamati orang yang satu
tadi yang sudah iya tandai dari awal iya di warung melihatnya.
Lihat lah caranya bergerak! Waang lihat kawan! cara ia
bersilat yang tak lazim Itu. iya hanya berjalan saja kelihatanya di tengah
galanggang seperti ini. Tapi siapa yang mendekat langsung saja terbalik atau
rubuh olehnya. kecepatan tangan nya sulit untuk di baca, itu waang lihat lah
dua orang yang sedang memegangi tangannya yang sudah bengak itu.
Buyung melirik kearah
yg di tunjukan malin lalu melihat bekas tangan itu seperti di pelintir
__ADS_1
kuat-kuat namun saat dia lihat orang itu
melakukan gerakan menyentuh tangan lawanya, buyung ternganga! ternya bukan
pelintiran yang membuat tangan itu jadi bengkak begitu, melainkan hanya sebuah
geletik saja. sungguh luarbiasa tenaga dalam orang ini hanya sebats mengibaskan
tangan saja semacam itu dan sedikit menyentuhnya orang itu terpekik dan ada
juga yang melenguh.
lama buyung mengamati
saja perkelahian yang tak sebanding itu antara satu melawan tujuh orang yang
kelihatan kekar dan fasih bersilat namun di hadapan bapak yang mungkin umurnya
sekitar lima puluh tujuh tahun itu. silat mereka tiada arti beberapa kali bapak
itu
menyempatkan mencuri padang kearah mereka dan tertangkap
pandangan itu oleh
buyung dan malin. perkelahian yang masih berlangsung yang tadi adalah tujuh
lawan satu kini tinggalah satu lawan satu saja. di mana yang
berenam tadi
sudah mengarang kesakitan memegangi tangan mereka yang
membengkak dan
mendenyut-denyut.
TERNYATA UMURMU SUDAH MEMBUAT KAU MAKIN KUAT AMPANGLIMO! AKU
TAK MENYANGKA DUBALANG-DUBALANG KU YANG SUDAH GURU SILAT INI SEMUANYA DENGAN WAKTU
SINGKAT SUDAH KAU LUMPUHKAN.! Mungkin saat ini aku kalah darimu! Tapi kau jangnan
senang hati dulu sutan! Kami akan datang kembali untuk menuntut balas kematian
dan tenang keluar dari seorang pimpinan dubalang itu. iya sangat menaruh dendam
pada seorang yang kini di hadapnya. orang yang memakai tudung dan baju yang
berwarna merah bata serta jangutnya yang agak hitam kepirangan dan
ditumbuhi beberapa helai uban.
Yakin kah kalian aku yang membunuh penghulu kalian? Tapi
seemua percuma aku jelaskan DATUAK BARINGIN! waang ataupun kaum waang tak akan
pernah percaya dengan apa yang akan ku jelaskan! dendam telah membuat waang
buta akan kebenaran yang ada! Ucapnya ampanglimo itu dalam keadaan menundukakn
tudungnya.
Usah kau banyak bicara ampang limo sati! Waang yang sudah
mencabik-cabik dan mematahkan tulang-tulang angku panghulu kami! penghulu kami
sangat hebat! selain waang yang bisa menandingi ilmu silat mendiag! siapa lagi?.
cuman waang yang bisa menyaingi ilmu silatnya. Ucap DATUAK BARINGIN yang sangat
berang pada ampang limo sati itu.
Kalau aku mau! dengan mudah aku menghabisi panghulu waang!
Tapi dia bukanlah lawan yang seimbang denganku BARINGIN! Sadarlah waang! dia
itu muridku! mana mungkin aku
mencelakainya. Ucap ampang limo sati itu mengagetkan buyung
dan malin yang
mendengar pembicaraan mereka.
__ADS_1
ternyata bapak itu adalah guru besar penghulu orang yang
mengeroyok bapak itu, bapak yang terlihat bersahaja itu terlihat tenang saat
ini.BARINGIN yang terkaget mendengar ucapan itu lalu kemabali berujah.
APA?!! Penghulu pucuk adalah murid engkau ampang limo sati?
Bagaimana mungkin.
Selama ini aku yang paling tau dan paling dekat dengan
mendiang, lalu dari mana
kau bisa mengatakan penghulu kami adalah muridmu sutan!!
Baringin masih tak
percaya akan apa yang di sampaikan ampang limo sati
kepadanya.
Sudah kubilang bukan! Waang tak akan percaya dengan apa yang
akan kujelaskan. Pergilah sebelum tangan ku ini menghanguskan ubun-ubunmu.
Ucapan itu di iringi dengan tangan
ampang limo sati yang membentuk cakaran. cakaran itu tidak
biasa. cakaran itu
sampai di pergelangan tangannya memerah dan seketika
menyemburkan api. Buyung
yng melihat tangan itu menjadi takjub! tapi disisi datuak
ampang limo yang juga
melihat dari arah dekat segera saja terseret mundur perlahan
sambil matanya
melotot dan seketika nyalinya ciut. dengan memberi isyarat
melalui tangannya
dubalang itu satu persatu berdiri dan berbalik badan dari
tempat itu dan
kemudian pergi. pergi membawa kekalahan kekampungnya di tigo
lurah.
SUTAN RAJO BUJANG
Ampanglimo kini mulai berjalan mendekati warung nasi inyiak
rubiah dimana disana hanya ada seorang wanita saja yang duduk di lantai teras
dia tak lain adalah siti reno
bulan. Siti menyapa bapak itu dengan sedikit mengangguk
karna dia tak tau
siapa bapak itu tapi rasanya pernah dia lihat! Hanya saja
hal itu tak di hiraukannya saat ini. Buyung dan malin juga kembali ketempat
dimana saat ini siti berada dan kembali duduk sejenak.
apa kenyangmu sudah turun buyung? Ayoklah kita lanjutkan
perjalanan kita! Ucap malin setelah sejenak duduk kembali di warung.
Memang berapa jauh lagi tigo lurah dari sini uda? Ucap siti
kepada
buyung yang membelakangi ampang limo sati yang sedang duduk
__ADS_1
menunggu nasi nya.