THE ANCIENT SILAT

THE ANCIENT SILAT
Episode 14


__ADS_3

ikat pinggang yang khas dengan kain


itu di jarakkan simpulnya hingga tersa longgar lalu buyung


kembali menyandukkan


nasi. Bukan main selera si buyung ini! selain tak berbasa


basi saat berjalan


ternyata saat makan pun juga tak ada basa basinya, dasar


anak angku gadang


bahan yang bapaknya saja mampu menghabiskan beras segantang


sekali makan apa


lagi anaknya ini. malin selain ternganga juga


tersenyum-senyum sendiri ulah


buyung ini. Melihat semua yang ada di bikin licin olehnya.


 Buyung.. buyung! Dasar


waang anak angku gadang bahan! kalau masalah makan aku sangat takut dengan mu


buyung! Hahahahahahah ucap malin mengagumi kawannya itu.


DATUAK BARINGIN DAN AMPANGLIMO SATI


Buyung yang masih terperangah setelah menghabiskan makanan


di warung INYIAK RUBUIAH itu kini tersandar di tiang warung. siti hanya


tersenyum saja melihati buyung yang demikian rakusnya menghabiskan makanan.


malin yang sedari tadi menengok keluar tak menghiraukan buyung lagi yang sedang


kekenyangan itu. di luar dari ujung sana ia melihat orang yang sedang berkelahi


namun yang membuat dia tertarik adalah satu orang yang melawan 7 orang itu


adalah cara iya bersilat yang tak pernah di lihat malin selama ini. sepertinya


hanya buyung yang punya silat semacam ini tapi kalo dia lihat kecepatan dan


cara iya bergerak sangat jauh kecepatanya dan ketepatan yang di lakukan dari


buyung. Malin yang sangat tertarik melihat orang itu berkelahi membukak silanya


dan mendekati tempat itu. dimana orang orang tak berani berkerubung kesana. si


buyung yang melihat malin itu keluar dengan tidak memutus sedikitpun


penglihatannya kearah luar membuat buyung juga ikut


Penasaran. buyung yang melihat malin mendekati tempat itu


yang di halangi pandangan punggung beberapa orang mencoba menorobos masuk


secara perlahan kedepan dan kini dia tiba pula di tempat malin.


Ada apa? Ujar buyung yang belum memperhatikan apa yang


terjadi.


Itu lihat! Ucapnya sambil terus mengamati orang yang satu


tadi yang sudah iya tandai dari awal iya di warung melihatnya.


Lihat lah caranya bergerak! Waang lihat kawan! cara ia


bersilat yang tak lazim Itu. iya hanya berjalan saja kelihatanya di tengah


galanggang seperti ini. Tapi siapa yang mendekat langsung saja terbalik atau


rubuh olehnya. kecepatan tangan nya sulit untuk di baca, itu waang lihat lah


dua orang yang sedang memegangi tangannya yang sudah bengak itu.


  Buyung melirik kearah


yg di tunjukan malin lalu melihat bekas tangan itu seperti di pelintir

__ADS_1


kuat-kuat  namun saat dia lihat orang itu


melakukan gerakan menyentuh tangan lawanya, buyung ternganga! ternya bukan


pelintiran yang membuat tangan itu jadi bengkak begitu, melainkan hanya sebuah


geletik saja. sungguh luarbiasa tenaga dalam orang ini hanya sebats mengibaskan


tangan saja semacam itu dan sedikit menyentuhnya orang itu terpekik dan ada


juga yang melenguh.


 lama buyung mengamati


saja perkelahian yang tak sebanding itu antara satu melawan tujuh orang yang


kelihatan kekar dan fasih bersilat namun di hadapan bapak yang mungkin umurnya


sekitar lima puluh tujuh tahun itu. silat mereka tiada arti beberapa kali bapak


itu


menyempatkan mencuri padang kearah mereka dan tertangkap


pandangan itu oleh


buyung dan malin. perkelahian yang masih berlangsung  yang tadi adalah tujuh


lawan satu kini tinggalah satu lawan satu saja. di mana yang


berenam tadi


sudah mengarang kesakitan memegangi tangan mereka yang


membengkak dan


mendenyut-denyut.


TERNYATA UMURMU SUDAH MEMBUAT KAU MAKIN KUAT AMPANGLIMO! AKU


TAK MENYANGKA DUBALANG-DUBALANG KU YANG SUDAH GURU SILAT INI SEMUANYA DENGAN WAKTU


SINGKAT SUDAH KAU LUMPUHKAN.! Mungkin saat ini aku kalah darimu! Tapi kau jangnan


senang hati dulu sutan! Kami akan datang kembali untuk menuntut balas kematian


dan tenang keluar dari seorang pimpinan dubalang itu. iya sangat menaruh dendam


pada seorang yang kini di hadapnya. orang yang memakai tudung dan baju yang


berwarna merah bata serta jangutnya yang agak hitam kepirangan dan


ditumbuhi beberapa helai uban.


Yakin kah kalian aku yang membunuh penghulu kalian? Tapi


seemua percuma aku jelaskan DATUAK BARINGIN! waang ataupun kaum waang tak akan


pernah percaya dengan apa yang akan ku jelaskan! dendam telah membuat waang


buta akan kebenaran yang ada! Ucapnya ampanglimo itu dalam keadaan menundukakn


tudungnya.


Usah kau banyak bicara ampang limo sati! Waang yang sudah


mencabik-cabik dan mematahkan tulang-tulang angku panghulu kami! penghulu kami


sangat hebat! selain waang yang bisa menandingi ilmu silat mendiag! siapa lagi?.


cuman waang yang bisa menyaingi ilmu silatnya. Ucap DATUAK BARINGIN yang sangat


berang pada ampang limo sati itu.


Kalau aku mau! dengan mudah aku menghabisi panghulu waang!


Tapi dia bukanlah lawan yang seimbang denganku BARINGIN! Sadarlah waang! dia


itu muridku! mana mungkin aku


mencelakainya. Ucap ampang limo sati itu mengagetkan buyung


dan malin yang


mendengar pembicaraan mereka.

__ADS_1


ternyata bapak itu adalah guru besar penghulu orang yang


mengeroyok bapak itu, bapak yang terlihat bersahaja itu terlihat tenang saat


ini.BARINGIN yang terkaget mendengar ucapan itu lalu kemabali berujah.


APA?!! Penghulu pucuk adalah murid engkau ampang limo sati?


Bagaimana mungkin.


Selama ini aku yang paling tau dan paling dekat dengan


mendiang, lalu dari mana


kau bisa mengatakan penghulu kami adalah muridmu sutan!!


Baringin masih tak


percaya akan apa yang di sampaikan ampang limo sati


kepadanya.


Sudah kubilang bukan! Waang tak akan percaya dengan apa yang


akan kujelaskan. Pergilah sebelum tangan ku ini menghanguskan ubun-ubunmu.


Ucapan itu di iringi dengan tangan


ampang limo sati yang membentuk cakaran. cakaran itu tidak


biasa. cakaran itu


sampai di pergelangan tangannya memerah dan seketika


menyemburkan api. Buyung


yng melihat tangan itu menjadi takjub! tapi disisi datuak


ampang limo yang juga


melihat dari arah dekat segera saja terseret mundur perlahan


sambil matanya


melotot dan seketika nyalinya ciut. dengan memberi isyarat


melalui tangannya


dubalang itu satu persatu berdiri dan berbalik badan dari


tempat itu dan


kemudian pergi. pergi membawa kekalahan kekampungnya di tigo


lurah.


 


SUTAN RAJO BUJANG


Ampanglimo kini mulai berjalan mendekati warung nasi inyiak


rubiah dimana disana hanya ada seorang wanita saja yang duduk di lantai teras


dia tak lain adalah siti reno


bulan. Siti menyapa bapak itu dengan sedikit mengangguk


karna dia tak tau


siapa bapak itu tapi rasanya pernah dia lihat! Hanya saja


hal itu tak di hiraukannya saat ini. Buyung dan malin juga kembali ketempat


dimana saat ini siti berada dan kembali duduk sejenak.


apa kenyangmu sudah turun buyung? Ayoklah kita lanjutkan


perjalanan kita! Ucap malin setelah sejenak duduk kembali di warung.


Memang berapa jauh lagi tigo lurah dari sini uda? Ucap siti


kepada


buyung yang membelakangi ampang limo sati yang sedang duduk

__ADS_1


menunggu nasi nya.


__ADS_2