
dengan memberi isyarat
kepada Malin Bagindo, Buyung segera mengepung mereka dari
dua arah yang
berlawanan. Malin yang guru silat dari arah depan dan Buyung
yang menyelonong
masuk dari semak. dalam jarak yang sudah agak jauh dari
anak-anak yang latihan
silat itu Malim mulai menampakkan diri pada maling itu
dengan pura-pura saja
lewat disana lalu melemparkan sebuah batu ke tebat sebagai
tanda untuk Buyung
mulai melangkah. Maling itu tak curiga sedikitpun dengan
batu yang di lemparkan
Malin ke dalam tebat. Saat Malin sudah tak ada di sana,
maling-maling itu
mulai menuju rumah yang iya tuju dan mulai menutup wajahnya
dengan kain sarung
seperti ninja serta golok yang sudah di siapkan sebagai alat
untuk beraksi
namun malang!, setengah perjalanan hendak menuju sasarannya
maling itu di
kaget kan oleh anak muda yang sudah berdiri menunggunya hanya
seorang dan
seorang lagi di belakang mereka. Tak lain yang di depan
mereka adalah orang
yang melemparkan batu ke tebat tadi dan di belakang saat
mereka berbalik
ternyata Buyung juga sudah ada di sana. Tak ada jalan lain bagi
maling itu
selain bertarung. golok yang sudah terasah tajam terpaksa
iya keluarkan karena
malang melintang seperti yang sudah-sudah iya tak mau gagal
dengan aksinya
dan mendapatkan dirinya remuk oleh penduduk. Maling itu tak
menyia-nyiakan
waktu sesaat sesudah mengeluarkan golok nya. masing masing
membagi tugas untuk
menyerang yang satu menyerang malin yang menghadang di depan
yang satu lagi
mengejar arah ke arah si Buyung. pertarungan baru saja di
mulai. Serangan
pertama di lakukan maling itu bersamaan saat penyerangan
terhadap si Malin
Bagindo mulai terjadi secara tak jelas dari mana iya
bergerak maju. Malin
sudah berada saja di belakangnya. Maling itu tak peduli iya
melakukan
tendangan belakang seperti jenis gerak sepak belakang dari
aliran silat langkah
empat dan secara terkejut malin mengkibas nya dengan sentakan.
Sentakan yang
iya lakukan seperti jurus sentakan pada silat galenong kabau
gadang atau
__ADS_1
delenog kerbau besar. wajar saja saja Malin Bagindo adalah
guru silat di
kampung itu tak mungkin dia tak tau banyak jurus silat.
setelah itu maling itu
segera berbalik badan dengan segera mengayunkan golok nya
menyamping. dengan
sigap Malin Bagindo mengelakkannya dengan gelek. Gelek adalah
suatu gerakan memutar badan sembilan puluh derajat menggunakan kekuatan bahu
dan kelenturan kaki sedang
kuda-kuda tetap ber posisi tengah. Hanya saja salah satu kaki
agak di tekukan
agar menyeimbang kan posisinya lalu selepas gerakan golok
menyamping yang di
lakukan maling itu iya segera berbalik tangan dengan posisi
pisau seolah akan
menancap di rusuk Malin. Kembali Malin bergerak menggunakan
gerakan erak
langkah mengubah posisi kuda-kuda sambil tangannya berayun
ke depan guna
menahan gerakan pisau atau golok yang hampir menancap
di rusuk nya. untung lah
guru silat ini gesit kalau tidak dia sudah jadi makanan
golok itu akibat tertusuk. belum habis serangan itu di lakukan kini
datang lagi kaki dari arah bawah menendang tepat di arah
************ Malin. bukan main cepatnya kaki itu datangnya.
dengan cepat pula
Malin menurunkan siku nya dan kakinya sebelah di patahkan
untuk segera
yang akan mengenai
jantung betis maling itu. Tapi maling ini bukan maling yang
sembarangan dengan
cepat pula iya melipat tendangan nya. Malin yang sudah berada
di bawah segera
saja menunjang ************ maling itu namun dengan sigap
pula kaki yang di
lipat itu menutupi ************. al hasil maling itu hanya
terdorong ke samping
lalu dengan cepat membuat langkah balabeh serta
me main-maikan golok dan memperlihatkan kilat nya. betapa sangat tajamnya golok
itu kalau di lihat-lihat. sepuluh jurus
pun berlalu antara Malin dan maling ini. Di samping lain Buyung
yang juga
sedang berhadapan dengan maling yang satu lagi dengan
menebaskan golok bersiap
pula untuk menanti serangan serangan golok dengan posisi
lurus ke arah hulu
jantung si buyung. Dengan cepat ia sambar dengan teknik
kuncian silat
harimau nya dengan sedikit memutar arah lalu tangannya
sedikit menahan pisau di
susul tangan kirinya menahan bagian atas persendian dekat
siku. Dengan sigap
iya menyambar leher maling itu dengan tangan yang tadi
__ADS_1
menahan tangan maling
yang memegang golok atau pisau itu. Tangan yang menahan siku
tadi segera
saja melayang seperti sabit menyerang bagian yang fatal
dekat leher maling itu.
dengan cepat maling itu memegang lehernya sebagai bentuk
lapisan agar
leher nya jika terkena serangan itu tidak patah. ketika
serangan Buyung
yang pertama bisa di tangkis tapi itu pula yang menyebabkan
tangannya yang satu
itu ter sambar langsung oleh Buyung. Buyung segera
melumpuhkan salah satu
kuda-kuda maling itu lalu tangan yang masih memegang golok
iya biarkan saja
dan tangan yang menahan serangan ke leher tadi di sambar
cepat lalu menjatuhkan
maling itu ke bawah. Dan sesampai di tanah, lututnya si Bunyung
menyusul tengkuk
maling itu sembari tangan maling satu sudah ter pegang
kemudian tangan yang
memegang golok tadi pergelangan dekat sikut nya iya injak
dengan menapak.
Posisi ini di nama kan dengan gerakan gajah maram dimana
gerakan ini adalah
gerakan duduk mencangkung membentuk garis siku-siku. Dengan
dengan gerakan itulah
dia mengunci mati gerakan maling itu dan segera kain sarung
yang di gunakan
maling itu di lepas nya dengan tangan. Tangan yang satu
lagi yang masih terbebas dari tugas membekuk maling itu. Sarung yang masih
melekat di leher maling itu di tariknya dengan memasukan tangan kedalam lubang
sarung. Lalu memilintir nya dan segera mengejar kaki yang
masih memberontak untuk bisa lepas dari kuncian. Segera saja
pergelangan
kaki si maling di sambar cepat satu persatu oleh si Buyung
dan dengan gerakan
cepat pula melilit kan ke pergelangan kaki kiri dan kaki
kanan si maling.
Akibat nya saat dia memaksa kaki-kaki nya untuk memberontak,
leher nya jadi tertarik sendiri sampai iya terasa leher nya tercekik dan
nafas nya hampir berhenti. di sisi lain Malin yang barusan gagal menghajar
selangkang si maling segara membuat langkah untuk memburu. Kali ini iya yang
mulai melakukan serangan ya dengan menyongsong menggunakan dua jari
mengarah pada mata maling itu. Malin segera tersadar bahwa lawan nya memegang
golok yang siap menebas lengan nya kalau salah perhitungan. Belum habis pikiran
itu di kepala nya kejadian itu langsung terjadi. Benar
sekali, si maling menebaskan golok nya ke lengan Malin.
dengan perhitungan yang matang si Malin segera melakukan jurus gerakan silek Balingka
yang langsung secara cepat tiba di belakang si maling. sikut nya
melayang tepat di leher samping si maling. Akibat nya si maling kalah telak
dan jatuh seperti kuda saat berdiri. Setelah kejadian itu dan setelah melumpuhkan
si maling Buyung dan Malin segera membawa mereka ke suatu tempat di mana tempat
__ADS_1
itu tidak jauh dari mereka menghajar si maling tadi. setelah mereka kedua
terikat dan tersadar. Malin dan Buyung sedang membuat unggun.