THE ANCIENT SILAT

THE ANCIENT SILAT
Episode 4


__ADS_3

dengan memberi isyarat


kepada Malin Bagindo, Buyung segera mengepung mereka dari


dua arah yang


berlawanan. Malin yang guru silat dari arah depan dan Buyung


yang menyelonong


masuk dari semak. dalam jarak yang sudah agak jauh dari


anak-anak yang latihan


silat itu Malim mulai menampakkan diri pada maling itu


dengan pura-pura saja


lewat disana lalu melemparkan sebuah batu ke tebat sebagai


tanda untuk Buyung


mulai melangkah. Maling itu tak curiga sedikitpun dengan


batu yang di lemparkan


Malin ke dalam tebat. Saat Malin sudah tak ada di sana,


maling-maling itu


mulai menuju rumah yang iya tuju dan mulai menutup wajahnya


dengan kain sarung


seperti ninja serta golok yang sudah di siapkan sebagai alat


untuk beraksi


namun malang!, setengah perjalanan hendak menuju sasarannya


maling itu di


kaget kan oleh anak muda yang sudah berdiri menunggunya hanya


seorang dan


seorang lagi di belakang mereka. Tak lain yang di depan


mereka adalah orang


yang melemparkan batu ke tebat tadi dan di belakang saat


mereka berbalik


ternyata Buyung juga sudah ada di sana. Tak ada jalan lain bagi


maling itu


selain bertarung. golok yang sudah terasah tajam terpaksa


iya keluarkan karena


malang melintang seperti yang sudah-sudah iya tak mau gagal


dengan aksinya


dan mendapatkan dirinya remuk oleh penduduk. Maling itu tak


menyia-nyiakan


waktu sesaat sesudah mengeluarkan golok nya. masing masing


membagi tugas untuk


menyerang yang satu menyerang malin yang menghadang di depan


yang satu lagi


mengejar arah ke arah si Buyung. pertarungan baru saja di


mulai. Serangan


pertama di lakukan maling itu bersamaan saat penyerangan


terhadap si Malin


Bagindo mulai terjadi secara tak jelas dari mana iya


bergerak maju. Malin


sudah berada saja di belakangnya. Maling itu tak peduli iya


melakukan


tendangan belakang seperti jenis gerak sepak belakang dari


aliran silat langkah


empat dan secara terkejut malin mengkibas nya dengan sentakan.


Sentakan yang


iya lakukan seperti jurus sentakan pada silat galenong kabau


gadang atau

__ADS_1


delenog kerbau besar. wajar saja saja Malin Bagindo adalah


guru silat di


kampung itu tak mungkin dia tak tau banyak jurus silat.


setelah itu maling itu


segera berbalik badan dengan segera mengayunkan golok nya


menyamping. dengan


sigap Malin Bagindo mengelakkannya dengan gelek. Gelek adalah


suatu gerakan memutar badan sembilan puluh derajat menggunakan kekuatan bahu


dan kelenturan kaki sedang


kuda-kuda tetap ber posisi tengah. Hanya saja salah satu kaki


agak di tekukan


agar menyeimbang kan posisinya lalu selepas gerakan golok


menyamping yang di


lakukan maling itu iya segera berbalik tangan dengan posisi


pisau seolah akan


menancap di rusuk Malin. Kembali Malin bergerak menggunakan


gerakan erak


langkah mengubah posisi kuda-kuda sambil tangannya berayun


ke depan guna


menahan gerakan pisau atau golok yang hampir menancap


di rusuk nya. untung lah


guru silat ini gesit kalau tidak dia sudah jadi makanan


golok itu akibat  tertusuk. belum habis serangan itu di lakukan kini


datang lagi kaki dari arah bawah menendang tepat di arah


************ Malin. bukan main cepatnya kaki itu datangnya.


dengan cepat pula


Malin menurunkan siku nya dan kakinya sebelah di patahkan


untuk segera


yang akan mengenai


jantung betis maling itu. Tapi maling ini bukan maling yang


sembarangan dengan


cepat pula iya melipat tendangan nya. Malin yang sudah berada


di bawah segera


saja menunjang ************ maling itu namun dengan sigap


pula kaki yang di


lipat itu menutupi ************. al hasil maling itu hanya


terdorong ke samping


lalu dengan cepat membuat langkah balabeh serta


me main-maikan golok dan memperlihatkan kilat nya. betapa sangat tajamnya golok


itu kalau di lihat-lihat. sepuluh jurus


pun berlalu antara Malin dan maling ini. Di samping lain Buyung


yang juga


sedang berhadapan dengan maling yang satu lagi dengan


menebaskan golok bersiap


pula untuk menanti serangan serangan golok dengan posisi


lurus ke arah hulu


jantung si buyung. Dengan cepat ia sambar dengan teknik


kuncian silat


harimau nya dengan sedikit memutar arah lalu tangannya


sedikit menahan pisau di


susul tangan kirinya menahan bagian atas persendian dekat


siku. Dengan sigap


iya menyambar leher maling itu dengan tangan yang tadi

__ADS_1


menahan tangan maling


yang memegang golok atau pisau itu. Tangan yang menahan siku


tadi segera


saja melayang seperti sabit menyerang bagian yang fatal


dekat leher maling itu.


dengan cepat maling itu memegang lehernya sebagai bentuk


lapisan agar


leher nya jika terkena serangan itu tidak patah. ketika


serangan Buyung


yang pertama bisa di tangkis tapi itu pula yang menyebabkan


tangannya yang satu


itu ter sambar langsung oleh Buyung. Buyung segera


melumpuhkan salah satu


kuda-kuda maling itu lalu tangan yang masih memegang golok


iya biarkan saja


dan tangan yang menahan serangan ke leher tadi di sambar


cepat lalu menjatuhkan


maling itu ke bawah. Dan sesampai di tanah, lututnya si Bunyung


menyusul tengkuk


maling itu sembari tangan maling satu sudah ter pegang


kemudian tangan yang


memegang golok tadi pergelangan dekat sikut nya iya injak


dengan menapak.


Posisi ini di nama kan dengan gerakan gajah maram dimana


gerakan ini adalah


gerakan duduk mencangkung membentuk garis siku-siku. Dengan


dengan gerakan itulah


dia mengunci mati gerakan maling itu dan segera kain sarung


yang di gunakan


maling itu di lepas nya  dengan tangan. Tangan yang satu


lagi yang masih terbebas dari tugas membekuk maling itu. Sarung yang masih


melekat di leher maling itu di tariknya dengan memasukan tangan kedalam lubang


sarung. Lalu memilintir nya dan segera mengejar kaki yang


masih memberontak untuk bisa lepas dari kuncian. Segera saja


pergelangan


kaki si maling di sambar cepat satu persatu oleh si Buyung


dan dengan gerakan


cepat pula melilit kan ke pergelangan kaki kiri dan kaki


kanan si maling.


Akibat nya saat dia memaksa kaki-kaki nya untuk memberontak,


leher nya jadi tertarik sendiri sampai iya terasa leher nya tercekik dan


nafas nya hampir berhenti. di sisi lain Malin yang barusan gagal menghajar


selangkang si maling segara membuat langkah untuk memburu. Kali ini iya yang


mulai melakukan serangan  ya dengan menyongsong menggunakan dua jari


mengarah pada mata maling itu. Malin segera tersadar bahwa lawan nya memegang


golok yang siap menebas lengan nya kalau salah perhitungan. Belum habis pikiran


itu di kepala nya kejadian itu langsung terjadi. Benar


sekali, si maling menebaskan golok nya ke lengan Malin.


dengan perhitungan yang matang si Malin segera melakukan jurus gerakan silek Balingka


yang langsung secara cepat tiba di belakang si maling. sikut nya


melayang tepat di leher samping si maling. Akibat nya si maling kalah telak


dan jatuh seperti kuda saat berdiri. Setelah kejadian itu dan setelah melumpuhkan


si maling Buyung dan Malin segera membawa mereka ke suatu tempat di mana tempat

__ADS_1


itu tidak jauh dari mereka menghajar si maling tadi. setelah mereka kedua


terikat dan tersadar. Malin dan Buyung sedang membuat unggun.


__ADS_2