
“anak dari mana?” Tanya Amak kembali.
“dari kampung sebelah mak.., kebetulan tadi ketemu dengan uda Buyung” Ucap Siti menjelaskan.
“kalau begitu masuklah dahulu nak..!, kita bicara di dalam ya nak.., ayo duduk dahulu, amak bikinin kopi sebntar.” Ujar Amak menegur sapa kembali.
Saat hendak ke dapur Amak segera bergegas keluar dai pintu dapurnya
dan mencari si Buyung. Amak melihatnya di halaman belakang. Amak pun menyusul Buyung
dengan nada berbisik bisik,“Buyuang!, ka calon menantu Amak tu yung? bentuk wang
buruk!, tapi lihat lah calon menantu Amak rancak!, pandai benar wang memilih
nan sesuai dengan kriteria Amak Yung!. ucap amak buyung yang meledek nya.
“Amak....., aku tidak ada hubungan dengannya Mak!.” Belum habis buyung bicara amak segera memutus pembicaraan nya yang berniat ingin menjelaskan duduk masalah kenapa si Siti sampai iya bawa kerumah.
“Alah!, kau selalu begitu!, selalu tertutup dengan segala yang Amak tanyakan. Nanti biar Amak tanyakan langsung sama dia.” Ujar Amak kecewa dengan respon dari buyung.
“Tanyakan saja mak.., aku mana pernah berbohong mak. Ya sudah, aku mandi dulu mak..” Ujar Buyung kembali memutus pembicaraan dengan ibu nya itu yang di panggil dengan sebutan Amak.
Siti ternyata diam diam menguping pembicaraan amak dengan sibuyung dan ketika amak kedapur situ bergegas duduk dtmpatnya kembali lalu amak keluar dari dapur sambil membawakan minuman untuk siti.
“Minum lah dulu! setelah buyuang selesai mandi pergilah kau mandi ke belakang! nanti mak siapkan pakaian untukmu.” Ujar amak kepada Siti.
“iya mak! terimaksih sudah mau di repotkan sama siti mak.” Ujar Siti berbasa basi.
“Ah tidak apa apa. amak senang kau kemari. anggaplah seperti rumah sendiri nak!.” Ujar Amak kepada Siti.
“iya mak! sekali lagi terima kasih ya mak!” Ujar Siti kembali.
setelah beberapa lama siti dan amak di dalam rumah dan sudah saling kenal dengan amak si buyung. Mereka berdua asik saja mengobrol dan tertawa cengengesan tanpa mereka sadari buyuang berdiri dari tadi dekat
pintu.
“Ehm!!” Buyung memberi kode.
“Ada apa mak? ketawa nya kok seperti itu? Siti pergilah kebelakang dan
mandi lah! nanti biar kusuruh adikku mengantarkan pakaian untukmu ke sana.” Ujar buyung kembali.
“baiklah..!” Ujar Siti kepada Buyung.
Setelah Siti ke belakang untuk membersihkan diri.
“amak akan siapkan makan dulu setelah siti selsei mandi dan mengganti pakaian baru kita makan bersama.” tegas Amak pada si Buyung yang sudah tau Buyung itu lapar dan ingin sekali makan masakan Amaknya itu.
siti pun selesai mandi dan mengganti pakaian dan kini iya
bersama dengan amak aminah juga Reno geni makan bersama di dalam rumah yang
cukup lumayan besar itu. Setelah selesai makan bersama buyuang bergegas keluar.
“Kau bergegas sekali Buyuang, tak ang mau melepaskan kenyang
ang dulu!” Ujar Amak menegur si Buyung.
__ADS_1
“Nanti saja lah mak!, aku ingin kesurau ketempat Malin Bagindo.”
Tegas Buyung sambil berjalan keluar rumah.
“Baiklah.., kau memang tak suka diam dirumah nampaknya. ya
sudah hati-hati waang di jalan.”
Buyuang lekas pergi setelah berizin ke Amakn ya. dalam hati nya dia
bingung dengan perempuan yang iya bawa ke rumah nya. Kenapa iya di buru oleh
dua preman itu?, tapi sekilas iya teringat akan janjinya pada Malin Bagindo yang sudah menunggunya di surau lalu iya bergegas pergi.
“Hiak..! hep! Ta!” Suara itu semakin jelas terdengar saat Buyuang
hampir sampai di surau. setelah sampai disana Buyuang langsung menuju ke
halaman belakang.
“assalammualaikum!”
“waalaikum salam!, eh Buyuang. baru datang waang. Anak-anak
sudah latihan dari tadi kenapa waang terlambat datang?, Waang ada masalah kah
di rumah?” Ujar Malin Bagindo bertanya heran.
“Ah tidak malin! aku tadi makan dulu bersama emak dan adikku. Masakan nya enak
sekali sampai aku kekenyangan dan susah berdiri makanya aku
“hahahaha!, waang ada-ada saja. bagaimana caranya melepskan
kenyang? kemana akan waang lepaskan?, Hahahah.” Ujar Malin mencemooh.
“Hahahahahah, gurauan waang selalu di luar nalar Malin!,
hahahahhahah.” Ujar Buyung yang ikut tertawa ulah kawan nya itu.
“Ayo!, Adik-adik fokus pada latihan yang kemarin!, siap!!. Hep!” Latihan kembali di lanjutkan.
Malin yang sedang fokus pada latihan tak sengaja menoleh ke semak-semak.
terlihat ada dua orang sedang mengendap-endap lalu seperti maling. dia meneruskan latiannya dan fokus kepada anak-anak tapi hatinya gelisah dan saat itu latihan di suruh gantikan oleh salah satu dari mereka
sebagai pemandu latihan lalu Malin menarik Buyuang ke dalam surau untuk
memberitahukan apa yang sedang iya lihat tadi.
“Ada apa Malin?”
“Aku punya firasat tak enak! ada orang yang mengendap-endap
masuk ketemapat ini! aku curiga jangan jangan iya mau maling!”
“Husst, bicara apa waang!”
“Aku melihatnya sendiri buyuang!!!, tak biasanya malam seperti ini ada orang asing masuk
__ADS_1
kampung kita.” Ujar Malin dengan berbisik-bisik.
Buyung diam sejenak. “Baiklah! ayo kita cari tau.”
Mereka pun mulai bergerak dari sana mencari jejak orang yang tadi mngendap endap sementara itu dirumah amak dan puti terbangun. ”tok tok tok!”
Pintu pun di buka.
“Eh Uda baru pulang!” Ujar Amak Aminah kepada Ayah Buyung yang bernama Angku Gadang Bahan.
“Ia Minah, mana Reno Geni dan Buyuang?” Ujar Angku Bahan
bartanya.
“Reno Geni sudah tidur dari tadi da!, kalau Buyung sedari
tadi blum pulang.” Ujar Amak Aminah menjelaskan kepada suami nya yang baru
pulang itu.
“Ya sudah, aku ingin istirahat dulu.” Ujar Angku Bahan kepada
istri nya.
Siti yang terbangun keluar dari kamar. Angku Bahan pun terheran.
“Minah! siapa dia?” Ucap Angku Bahan yang tak kenal orang
itu kepada istrinya.
“Dia Siti!, perempuan yang di selamatkan Buyung tadi siang da..! Dia di kejar-kejar
oleh beberapa orang yang tidak di kenal. Jelas nya.., uda
tanyakan saja kepada Buyung besok. sekarang sudah malam!, uda tentu lelah dua
hari dua malam berjalan melewati bukit barisan.” Ujar Aminah yang begitu perhatian
pada suami nya.
Siti yang terdiam hanya tetap berdiri di pandang Anku Bahan. Angku
Bahan mungkin tau dari bentuk dan cara iya melihat tentu dia
bukan orang kalangan biasa tapi karna iya memang sudah letih berjalan
akhirnya iya masuk kekamar untuk beristirahat dan Siti pun juga ikut masuk
ke kamar Reno Geni setelah selesai buang air kecil di kamar mandi belakang
rumah.
Buyung dan Malim Bagindo dengan diam mengawasi orang yang
menyusup di semak-semak pinggir surau. Dengan keadaan tetap tenag Buyuang
menutup kan mata nya dan mulai berkonnsentrasi untuk menangkap suara
langkah orang-orang itu dan kemudian terdengar jelas arah yang di tuju nya.
__ADS_1