THE ANCIENT SILAT

THE ANCIENT SILAT
Episode 21


__ADS_3

Karapai yang tak bisa bicara sepatahpun hanya mengusap-usap


leher karna tak mungkin


melawan cakap si birin. Orang yang tadi tertegak diam dan


hanya melotot kini


rebah satu persatu dan setiba di tanah mengelinjang seperti


ayam kena bantai


darah menyembur hebat dari leher mereka dan sesaat setelah


itu mati. itulah


salah satu jurus birin yang pamungkas yang di namakan


JINJING BANTAI. Setealah


orang itu tak bergerak samsudin kembali merasakan firasat


ada empat orang


kesana  dari arah semak tak jauh dari


mereka kini berdiri.


Bukan main samsudin! Ternyata anak buah waang begitu pandai


melumpuhkan dan mematiakn


lawan secepat kilat. Ujar seorang dari belakang mereka


berdiri.


Datuak hitam? Ujar samsudin menyambar suara itu dengan cepat


Hahahahahah,


kali ini harus aku akui kalian memang pandeka-pandeka pilih


tanding! dengan


satu anak buahmu saja sudah mampu melumpuhkan tiga panyamun


hebat ini dengan


cepat, apa lagi kau pimpinannya! Siapa waang sebenarnya


samsudin? Kenapa waang


tau dengan mamak tuanku lareh? Sepertinya aku harus terlebih


dahulu menjajalmu


samsudin sebab kau berani menyebut nama itu dan seperti


sudah terbiasa


mendengar namaku!


Mhh!


Apa datuak yakin bisa mendekatiku? Ucap samsudin dengan


tenang dan pasti.


Tak usah waang membual di depan datuk hitam buyung. Kau tak


tau makan tangan ku?


Sudah banyak pandeka yang aku pulang namakan kenegrinya.


Mmhh!


Aku tau! datuak adalah pimpinan panyamun hutan tigolurah


bagian timur ini. tapi


yang datuak hadapi selama ini dan yang pulang nama hanya


segelintir orang yang


mengaku pandeka dan seolah-olah pongah dengan kepandaiannya


yang secuil. Itukah


pandeka-pandeka yang datuk hitam bunuh? Itu sudah patut bagi


mereka! Tapi bagi


diri datuk apa mungkin ammpu menyentuhku? Melawan kawanku


ini saja mungkin


datuk akan berpeluh!


Kata-kata samsudin yang memancing api di dada datuk hitam


rasanya berhasil. seketika


datuk hitam melayang kearah samsudin dengan cepat.


 HIYA’’’’ GDBUKKK!!


 Datuk hitam melosoh


saat mendarat kena hantam lentingan kaki si toek yang berputar amat


cepat dan bertenaga hingga tepat menyentuh perut dan dada


datuk hitam bersamaan

__ADS_1


dan akhirnya membuat datuk hitam melosoh kebawah. toek yang


setelah melenting


itu masih berdiri tegak. iya lihat datuk hitam tepat di


bawah telepak kakinya.


dimana kini leher datu hitam di jadikan alas. belum sempat


datuk itu melenguh


dia sudah muntah darah terlebih dahulu dan kini telapak kaki


toek pula yang


menginjak lehernya. kalo toek mau seketika itu datuk hitam


bisa mati.


Bagaimana datuk! Benarkan kataku! Datuk tak akan mampu


menyentuh sehelai kainpun dariku!


Ucap samsudin yang tenang dan dingin di saksikan anak buah


datuk hitam yang ternganga ulah kepandaian si toek menghajar pimpinannya itu


dengan sekejap lalu melumpunhkannya hanya dengan satu tendangan ganda saja.


Lihat lah diri datuk. yang melosoh makan tanah oleh kawanku


ini! Ujarnya kembali


dengan nada dingin.


Kita apakan dia tuan? Ucap birin yang ada di belakang


samsudin.


Lepaskan saja! Biar dia mengadu pada mamak tuanku lareh


kalau dia kita pecundangi karena


lancang menantang kita.!


Samsudin berujar sambil menatap tajam kearah datuk hitam


yang setiap kata-kata itu,


membuat bulu kuduk datuk hitam merinding. Toek akhirnya


melepaskan datuk hitam


itu dan bersama kawanannya datuk itu melangkah pergi dengan


nyalinya yang


hilang seketika mendengar ucapan samsudin itu yang sambil


” Biar dia mengadu pada mamak tuanku lareh kalau dia kita


pecundangi karena lancang menantang kita.!”


Ucapan yang masih belum hilang di benak datuk hitam.


Iya heran kenapa kata kta itu


membuat bulu kuduk nya merinding? Dan apa sangkut pautnya


dengan mamak tuanku


lareh? Pertanyaan itu seperti menggeranyang di kepala datuk


hitam. Dia tak


habis pikir dengan mudahnya iya di lumpunhkan oleh anak buah


samsudin, padahal


selama ini tak ada yang tidak bertekuk lutut padanya. kali


ini iya memang


menemui lawan yang sepadan atau barang kali jauh di atsnya.


rasanya ingin dia


cepat-sepat ingin menemui mamak tuanku lareh di atas gunung


akan tetapi


perkumpulan panyamun beberapa hari lagi harus di hadiri. Iya


harus menahan diri


dulu rasanya dari hal yang rasanya tidak mendesak itu dan


ikut berkumpul dengan


kelompok penyamun yang lain. mungkin ada hal besar yang di


bicarakan karna dua


hari selang datuk hitam bertemu samsudin sudah terdengar


kabar bahwa sepuluh orang


panyamun di hutan utara mati! Dan ini menimbulakan


pertanyaan besar bagi


pimpinan panyamun tigo lurah. Hari sudah beranjak siang.

__ADS_1


terlihat dari terik


matahari yang sudah menembuskan cahaya kedalam hutan lebat


itu. datuk hitam dan


kwanan sudah hampir dekat ketempat kediaman mereka. Dan


seaat sebelum sampai di


kediaman itu datuk hitam pergi kearah batu besar yang datar


tak jauh dari


kediaman itu hanya berjarak sekitar lima ratus meter saja.


datuk itu


mengasingkan diri kesana. Dan anak buahnya tidak ada yang


berani mendekati,


mungkin datuk hitam butuh sendiri! Melihat apa yang sudah


terjadi pada dirinya


sebelum pulang tadi mereka yakin orang tadi ada hunungan


dengan mamak tuanku


lareh, hanya saja melihat datuk yang berdiam di atas batu


besar di depan air


terjun itu, anak buahnya tak akan berani menganggu mereka


tau datuk hitam yang


tak segan melempar pisau kehulu jantung anak buahnya kalau


iya terusik, itulah


kenapa mereka membiarkan saja saat ini apa yang di kerjakan


datuk hitam itu,


dari pada mereka harus membayar perkerjaan yang sia-sia


dengan nyawanya.


SAMSUDIN MELEWATI LERENG TIGO LURAH


Samsudin toek dan karapai juga birin tiba di puntu hutan.


mereka kini mulai masuk di


lereng lurah pertama, dimana disisni mereka melewati jalan


dari tebing lurah


yang sangat curam dan di penuhi karang karang yang runcing


lagi tajam. iya sesekali


menoleh kebawah terlihat jauh dari bawah sana banyak tulang


belulang dan


daging manusi maupun hewan yang membusuk serta bau yang


sangat menyengat.


Samsudin bergegas melewati lereng itu. berasama birin, toek


dan karapai, iya


menambah kecepatan didinding lereng yang lebar jalanya hanya


sedepa dan


memanjang. mereka tiba di ujung lereng lurah itu dengan


selamat. wajah pocat


dan menggigil si karapi senantiasa tampak bibirnya pasi dan


tangannya dingin


melewati lereng curang itu yang tingginya sepuluh batang


pohon kelapa.


bagaimana kaki tidak akan begetar melewati jalan yang hanya


sedapa dan sangat


licin itu. mereka telah sampai di ujung jalan yang


bebrpapasan kembali


dengan hutan rimba yang mendatar yang sedari tadi hanya


tebing yang melereng


yang mereka lewati sangat lama sekitar dua jam mereka


menempuhnya hingga


sampai di hutan. selanjutnya mereka terus berjalan melawati


semak belukar


dan di penuhi duri serta desiran ular hijau yang sangat

__ADS_1


banyak sekali


bergelantungan di kayu ranting pepohonan.


__ADS_2