The Heroine

The Heroine
Eps.10 Terungkap, pengkhianat negara


__ADS_3

Melihat aura tuannya sedang merasa senang karena hasil mereka hari ini jauh lebih banyak dari sebelumnya.


"Tuan apa aku bisa bebas."ucap pedagang Cha Chu.


"Belum kau masih harus membantuku, aku akan memberikan persen untukmu."ucapnya namun berbohong, karena ingin mengambil keuntungan dengan adanya pedagang itu dan ia bisa memanfaatkannya.


Mendengar ucapan tuannya ia lalu menyetujuinya. "Baiklah."


"Ini semua karena pencuri itu, jika bukan dia pasti semua tidak akan seperti ini." ucapnya berusaha menyalahkan.


Mendengar hal itu xiao marah besar lalu ia sengaja menginjak kaki dong dan membuatnya berteriak sontak kaget, xiao langsung menutup mulut dong dengan tangannya karena takut ketahuan (Suara mulut disumpal).


Sedang pemimpin orang itu heran dan kaget tidak ada orang lain selain mereka dan mendengar suara teriakan.


"Temukan suara itu."ucapnya menyuruh bawahannya.


"baik tuan."mereka semua bergegas mencari sumber suara itu. Setelah beberapa saat mencari namun tidak ada Ia kembali.


"Tidak sesuatu ditempat ini tuan."ucapnya.


"Ah mungkin hanya suara Anging lewat."ucapnya.


"Ayo kita pergi."ucapnya lagi dan meninggalkan tempat itu.


Sedang dong melepas kasar tangan Xiao Lei yang menempel di mulutnya. "Huh...asin."hela nafasnya lalu membersihkan bibirnya.


Mata xiao Lei melotot dan membersihkan pakaiannya dan meninggalkan dong sendirian.


*****


Di istana


Keributan terjadi lagi masih tetap orang yang sama tapi bukan hanya pedagang Chu, tapi tuan leng orang kepercayaan raja juga ada di sana, tidak biasanya ia hadir. Tampak pula tuan Feng dari desa Gudu sedang terduduk dengan lutut bertumpu pada lantai, bukan hanya itu yang lebih mengherankan keduanya tangannya terikat.


"Yang mulia dia pelakunya, ternyata selama ini dia pencurinya."ucap pedagang chu dengan tuduhan palsu.


"Jadi selama ini kau pelakunya."ucap liang hang kesal.


"Tidak disangka, orang-orang kerajaan membantu desa kalian tapi begini balasanku."ucap yang mulia wu liang.


"Yang mulia ampuni hamba, hamba bukan pelakunya, hamba tidak tahu menahu tentang musibah yang menimpah pedagang, yah akui hamba memang seorang perampok tapi yang membuat keributan di pasar bukan hamba, itu semua hanya tuduhan palsu, maafkan hamba yang mulia jika hamba mengganggu ketentraman raja, tapi hamba benar-benar bukan pelakunya, mohon kebijaksanaan yang mulia."ucap tuang Feng panjang lebar terlihat takut.


"Mana ada maling yang mau ngaku."tiba-tiba tuan Leng angkat bicara dan menyudutkan tuan Feng dan membuatnya merasa bersalah.


"Tunggu."ucap xiao Lei tiba-tiba muncul dan berlari ke arah keributan itu diikuti oleh dong fan.

__ADS_1


"Maaf tuan, maaf yang mulia jika hamba lancang."ucapnya dengan memberi hormat.


"Bukan dia pelakunya, aku mengenalnya dia dari desa Gudu, dia memang perampok tapi ia bukan perampok di pasar dia hanya perampok di hutan tapi paman ini melakukan untuk orang-orang di desanya, karena tak pernah mendapat bantuan maka dengan terpaksa ia melakukan nya dan mengenai tuduhannya itu palsu."belah xiao Lei.


"Apa jadi sumbangan istana juga tidak sampai."ucap raja sangat marah.


"Betul." ucap dong tiba dan berkata.


"Pasti seseorang memanfaatkan situasi ini."ucapnya lagi.


Tuan Leng juga berkata. "Betul perkataan mu, mungkin ada seorang pengkhianat diantara kita, apa dia sedang mengambil keuntungan atau kamu pelakunya."ucapnya menunjuk ke arah pedagang Chu, sekarang dia lagi yang tersudutkan namun dia juga hanya korban.


"Bukan aku tuan, tuan menuduhku."ucapnya kaget ternyata tuan Leng hanya memanfaatkannya.


Tampak raja wu liang marah sekali.


"Maafkan saya yang mulia, tuan Feng hanya menuduhku."ucapnya.


Baru saja ia akan membongkar yang sebenarnya namun tuang Leng sudah menodongnya dengan pedang, seketika suara teriakan keras terdengar, pedagang cha chu memuntahkan darah.


"Bukan aku tuan." ucapnya lirih dan menunjuk ke arah tuan Leng dan dia terjatuh tak bernafas lagi.


Semua orang kaget dengan kenekatan tuan Leng barusan.


Leng sudah menduga akan terjadi sesuatu yang tak diinginkan jadi dia sengaja menyuruh Chu ikut bersamanya dan menangkap Feng ternyata ia hanya dijadikan tameng.


Leng menyadari kalau dirinya akan di serang ia dengan cepat memberi sebuah tanda dengan siulan pada orang-orangnya untuk menyerang.


Belum sempat xiao Lei menyerang ia sudah lebih dulu diserang pasukan bertopeng masuk dari arah luar dengan pedang menyerang mereka semua.


Melihat orang asing masuk membawa senjata paman Feng berteriak kencang. "Pahlawan awas."teriaknya.


Dan mereka saling bertarung. Xiao Lei, dong, dan liang bertarung dan beberapa prajurit sedang raja wu liang memandangi semua penyerang dengan tatapan tajam namun ia tidak memperhatikan tuan Leng ia hanya fokus pada kemarahannya.


Leng sudah menduga akan terjadi hal seperti ini dan ia sudah menyiapkan persiapan matang dari awal sewaktu-waktu akan terjadi hal ini, iya memundurkan diri lalu pergi dengan cepat meninggalkan istana raja dan berlari menuju hutan dan masuk ke markasnya, matanya terbelalak, dengan amarah karena tak ada apapun di tempat itu, semua kosong harta rampasannya hilang begitupun jabatannya, ia akan dicap sebagai pengkhianat negara tentunya.


*Di istana*


Semua penjahat itu sudah tergeletak dan raja memerintahkan prajuritnya membawa para jenasah itu. Sedang xiao melepaskan pengikat tali feng. "Terimah kasih tuan."


Liang hang mendekat ke arah Feng, "siapa yang kau anggap pahlawan."tanya liang hang penasaran.


"Tuan Qin lang."ucapnya disaat bersamaan xiao Lei memberi kode Feng sadar akan ucapannya barusan.


"Itu maksud hamba tuan dong dan Qin karena dia berhasil mengungkap yang sebenarnya."

__ADS_1


"Oo."ucap liang singkat.


Raja memerintahkan prajuritnya mengantar beberapa bahan pangan untuk desa Gudu.


"Terimakasih!!! bantuan yang mulia."ucapnya dibalas anggukan raja wu liang.


Feng undur diri membawa bantuannya itu diikuti beberapa pengawal penjaga.


"Terimakasih Dong fan, karena kau semuanya jelas."ucap raja tampak senang.


"Ini semua karena pengawal Qin dia yang melakukan semuanya aku hanya mengikutinya."balas dong memuji xiao Lei.


"Ah ..jadi dia,Terimakasih Qin kau pengawal yang hebat, pantas saja liang menginginkan mu jadi pengawal pribadinya."ucap wu liang.


"Terimakasih tuan, itu sudah kewajiban hamba."balasnya.


"Lalu bagaimana dengan tuan Leng."ucap liang hang.


"Tuan, tenang saja, kami sudah mengurusnya."balas xiao Lei.


"Terimakasih Qin!!!sekarang tuan Leng dicap seorang pengkhianat negara, iya tidak dibiarkan kembali ke sini, sebarkan berita ini."titah raja dan para prajurit izin pergi untuk menyampaikan perintah raja.


"Untuk pengawal qin aku beri kebebasan untuk beberapa hari kau bisa istirahat."ucap raja.


"Terimakasih yang mulia!!!dengan senang hati."balasnya.


"Heh!tidak bisa bagaimanapun kau pelayanku, mungkin kau bebas dengan pengawal tapi tidak dengan pelayan."sahut liang tidak terimah dengan keputusan ayahandanya yang hanya main sepihak tanpa persetujuannya.


"Kau tidak membantah keputusan raja."balas yang mulia tersenyum sambil melirik kearah putranya yang terlihat kesal. Mau tidak mau liang hang harus terimah.


*****


Xiao pergi menuju desa Gudu hendak bertemu orang-orang desa.


"Pahlawan!!! pahlawan datang."teriak salah satu anak kecil yang melihat kedatangan xiao Lei.


Xiao Lei datang dengan tidak memaki penutup wajah lagi karna tuan Feng sudah mengetahuinya jika ia pahlawan itu."


Teriakan anak kecil itu terdengar nyaring dan keras sehingga semua orang desa berdatangan dengan raut wajah bahagia bercampur aduk, lalu anak kecil itu memeluk xiao lei. "kakak."Ucapnya dibalas pelukannya oleh xiao Lei.


Feng dan yang lain menyambutnya dan mempersilahkan pahlawan masuk. "Silakan tuan."ucap tuan Feng yang dibalas anggukan dengan senyum.


"Tuan." panggil tetua Yuan, pria paling tua di desanya.


"Tuan anda tidak perlu lagi membahayakan diri mencuri untuk membantu kami karena bantuan sudah datang."ucap tetua.

__ADS_1


"Iya tuan, kami sangat berterimakasih atas segala bantuan tuan selama ini."ucap anak kecil sehingga membuat xiao Lei tersenyum kecil dan mencubit pipinya.


Bersambung....


__ADS_2