The Heroine

The Heroine
Eps. 12 Bonus visual, tuan xiao meninggal


__ADS_3

Contoh visual


*Qin Lang*



*Xiao Lei*



*Liang hang*



*Dong fan*



selamat menikmati.....


semoga syukakšŸ¤—


*Di istana*


Liang hang terduduk di kursi taman kecil sedang melamun, tampak tersenyum bahagia namun terlihat aneh, Pikirannya melayang-melayang ia mengingat saat kejadian ia dan xiao lei tidur bersama. Saat ia bersih keras melindungi dadanya ternyata itu penyebab nya pantas saja. Saat mengingat kata roti sobek iya tertawa keras hingga dong mendengar dan mencari arah suara itu dan melihat ternyata ulang liang hang dan mendekatinya dan melihat wajah Liang tampak merona dengan serius.


"Aneh." gumam dong fan.


Tanpa ia sadari liang hang telah jauh hati pada xiao lei sang pahlawan.


*****


Pagi yang cerah terlihat dong sedang sibuk berlatih pedang memanah sedang liang hang sibuk dengan urusan cinta sibuk memikirkan xiao Lei tidak kunjung datang dari kemarin sampai pagi menjelang siang pun belum datang. Liang berniat mencari pengawalnya namun ia tidak tahu dimana ia tinggal, ia juga tidak mengenal nama aslinya. Sehingga untuk mencari tahu identitasnya sangat sulit.


*Keluarga Xiao"


Xiao Lei menyuapi ayahnya sarapan dengan bubur yang sudah mulai bersandar di ranjang.


"terimakasih, putriku."ucap xiao Bai tersenyum.


Xiao Lei hanya membalas dengan anggukan, ia kembali menyuapi ayahnya. "Sudah, ayah sudah kenyang."balasnya.


Beberapa saat setelah menyantap makanan tiba-tiba xiao Bai pusing dan pingsan. Melihat hal itu xiao kaget.

__ADS_1


"Ayah...ayah kenapa."ucap kaget xiao Lei, namun karena ayahnya tak membalas xiao Lei berteriak kencang memanggil Meili.


"Ibu...ibu!!!,tolong!!."panggilnya.


Meili tiba di kamar. "Ada apa Lei'er???"tanya Meili.


"Ibu, ayah!!."ucap xiao Lei Isak tangis. Meili mendekati suaminya. "Ayah!!sayang, kau kenapa."teriaknya sambil menggoyangkan tubuh suaminya.


"Penjaga."teriak Meili. Penjaga tiba."panggil tabib."


"Baik nyonya."balasnya dan pergi.


"Tenang xiao Lei, ayahmu pasti akan baik saja."


Tabib tiba dengan xiao Yue. "Yue'ge."ucap xiao Lei hendak memegang tangan kakaknya, namun ia melemparnya kasar. Xiao Lei kembali menangis sedang sang tabib meriksa tuan xiao.


"Bagaimana tabib."ucap Xiao Yue saat tabib menyudahi aktifitasnya.


"Maaf tuan, tuan xiao sudah tak bernyawa."balasnya dan pamit undur diri.


"Tidak........tidak!!!ayah jangan tinggalkan Lei'er, aku sayang ayah."ucapnya dengan memeluk ayahnya.


"Ayah bangun!bangun, hanya ayah yang sayang Lei'er, orang disini tidak ada yang menyayangiku."ucapnya lagi berceloteh sambil menangis.


"Maafkan aku kakak, aku tahu ini salahku, tapi tolong jangan marah padaku, aku tidak sanggup."balasnya semakin menangis.


"Lebih baik kau pergi selamanya dari sini."ucap xiao Yue terlihat marah sekali.


Xiao menunduk lemas dan tak berdaya, mata ayahnya tertutup untuk selamanya, ayah yang pernah ia benci namun tidak benar ia membencinya, ia hanya belum siap dengan kenyataan, merasa semua ini kesalahan, sekarang hatinya sudah tenang dan ada waktu hatinya untuk bersamanya ayahnya kembali namun waktu itu tak merestui nya, yang ia dapat hanya kepahitan, Lei'er putri yang sangat dimanja sang ayah sekarang ia tidak dapat lagi merasakan sekarang dan untuk selamanya. Deraian air mata terus menguyur membasahi pipi mungilnya ia biarkan saja tanpa ia pedulikan.


Xiao Bai berlalu keluar tidak tahan dengan semua ini, ia juga tampak sedih namun berusaha menahannya ingin rasanya memeluk adiknya tapi ia berusaha agar tidak terbawa suasana karena ia sedang merencanakan sesuatu dan tak ingin rencananya gagal.


Para pengawal dan orang-orang datang dan membawa mayat tuan xiao, hendak dikebumikan ditempat yang suci. Melihat ayahnya di bawah Lei'er ikut namun dihentikan oleh seseorang.


"Lei'ir."ucap Meili.


"Seorang gadis tidak diperbolehkan mengikuti acara suci ini."ucapnya lagi dan pergi menghadiri upacara terakhir melihat suaminya.


Xiao Lei kaget dan terlihat marah, sesal. Marah karena ucapan Meili, dan sesal karena iya tidak bisa melihat terakhir kali tuan xiao.


Setelah kepergian Meili, Xiao terduduk termenung dipinggir ranjang, pandangan nya kosong, matanya nanar, hati dan pikiran fokus pada kesalahannya. Air mata terus mengalir hanya itu yang bisa ia lakukan sebagai bukti rasa penyesalan nya, ia sering meninggalkan ayahnya dan tak menyempatkan waktu bukan karena ia betul-betul membenci ayahnya hanya saja ia juga ingin hidup bebas setelah kematian ibunya dan ingin membantu orang-orang desa. "Apa kesalahanku."sekian purnama xiao Lei berucap kembali. hi...hi...hi...


Xiao Lei berlari keluar dan menghapus air matanya, bagaimanapun caranya ia harus melihatnya yang terakhir kali meski harus melanggar dan mendapat hukuman dan sampai di tempat upacara suci namun yang ia lihat tempat yang kosong tidak ada apa-apa, ia terlihat heran dan juga bingung, matanya linglung dan melihat ke sana kemari. Seseorang menepuk pundaknya dari belakang. "Apa yang kau lakukan disini."

__ADS_1


"Kau sudah melanggar, ikut aku kau akan mendapat hukuman berat "ucap xiao Yue tegas tanpa rasa sayang.


"Yue'ge, ayah di mana."tanyanya, karena ia tidak melihatnya sama sekali dan orang-orang yang membawa ayahnya juga tidak ada.


"Itu karena kamu."bentaknya.


"Kau pelakunya, sekarang ayah kita dibawah hutan jadi makanan hewan buas, semua karena kamu melanggar peraturan."bentaknya lagi dengan menangis.


Xiao Lei bingung dengan perkataan kakaknya.


"Maksud kakak apa?? Lei'er tidak mengerti kak, tolong jelaskan!!"ucapnya.


"Gadis bodoh, Meili sudah memberitahumu tapi kau melanggarnya."balasnya geram.


"Ha-harusnya aku yang mendapat hukuman, tapi kenapa ayah yang harus dihukum.??"ucap xiao kembali dengan Isak tangis.


"Sudahi air matamu, kau gadis pembawa sial."hardiknya dan meninggalkan xiao Lei sendirian dengan rasa penyesalan besar.


"Apa diriku gadis pembawa sial."ucapnya mengingat ucapan kakaknya barusan. Xiao Lei tidak tahu harus ke mana lagi, kakak satu-satunya kini sangat membencinya, semua orang di keluarga Xiao membencinya, kini dia sendirian tanpa teman.


Xiao Yue datang kembali membawa bungkusan xiao Lei dan membuangnya tepat di depannya.


"Pergi, sekarang kau di keluarkan dari keluarga Xiao, dan jangan kembali!!!aku tidak ingin melihatmu."Ucapnya marah.


Mau tidak mau xiao Lei pergi dan mengambil bungkusan pakaiannya dan menuju istana.


*Di istana*


Melihat xiao Lei datang Liang hang berlari mendekati pelayan yang sudah membuat hatinya berbunga-bunga, liang tersenyum dan memegang pergelangan tangan xiao Lei.


"Darimana saja kau, kenapa baru kembali.??"tanyanya.


"Hamba habis berlatih tuan."sahutnya berbohong. Liang hang memandangi xiao Lei serius dan sangat tajam, xiao Lei bingung dengan tatapan tuannya dan semakin mendekat, xiao Lei sadar akan ketampanan tuannya.


"Tuh-tuan mau apa."ucapnya.


"Apa yang sudah kau lakukan."tanya liang serius dibalas dengan gelengan kepala pelayanannya.


"Kau berbohong."ucap liang hang.


"Tidak tuan."ucap Xiao Lei dan liang menarik tangan xiao Lei menuju kamarnya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2