The Heroine

The Heroine
Eps. 16 Jadi pengurus bunga


__ADS_3

Pagi yang cerah, sinar matahari mulai menjelma menampakkan cahayanya. Liang hang kembali pada kesibukan seperti biasanya, fokus menatap meja kerjanya.


Setelah bersiap-siap dan membereskan diri, xiao Lei merasa bosan hanya duduk, ia lebih memilih mencari tuannya dan menemukannya di dalam ruang kerja kecilnya dan masuk begitu saja. "Tuan, apakah tidak ada kesibukan hari ini??"tanyanya dibalas singkat oleh liang, "tidak!!!."


Liang mengerti apa yang ada dipikiran pengawalnya."Hum, pergilah, tapi ingat pulang tepat waktu."tegasnya tetap fokus pada kerjanya melihat sebuah kertas.


"Baiklah, tuan terimakasih."balasnya tampak raut wajah berbinar dan berbalik ke luar. "Ingat pulang tepat waktu, kalau tidak ingin terkena amarahku."ucapnya sekali lagi. "Baik tuan."


Sedang dong fan berada di dalam ruangan, entah di mana itu, juga telah ada didepannya seorang pemuda, dia mata-matanya. "Temukan informasi wanita itu."perintahnya mengisyaratkan wanita yang bertemu dirinya kemarin. "Baik tuan."ia pamit undur diri dan segera melaksanakan tugasnya.


Dong fan menghela nafasnya, bagaimanapun caranya ia harus mengetahui identitas yang sudah membuat dirinya merasakan perasaan aneh, entah itu perasaan suka atau hanya sebuah kekaguman. Bukan hanya itu saja tapi ia juga tengah penasaran.


*****


Dengan secepat kilat setelah mendapat izin dari tuannya, ia segera pergi dan tak pula pedang yang selalu menemani nya. Ia sibuk berkelana dan sibuk menikmati udara pagi di kota, karena punya kesempatan banyak ia memanfaatkannya menikmati makanan kesukaannya.


*****


1 bulan telah berlalu


Mata-mata dong fan datang menghadap, menyampaikan segala informasi yang ia temukan, termasuk mengenai ibunya.


"Tuan."ucapnya dengan menunduk dan hormat.


"Saya berhasil mendapatkan informasi mengenai wanita itu, tuan."ujarnya.


"Apa."sahutnya mempersilahkan orangnya menyampaikan.


"Wanita itu berasal dari keluarga Xiao, dia xiao Lei putri tunggal tuan xiao Bai."jawabnya.


"Keluarga Xiao?? itu berarti dia jodoh kecil liang hang!!?.ucapnya suram.


"Betul tuan, dia memang jodoh kecil pangeran liang."Balasnya membetulkan perkataannya.

__ADS_1


"Berarti aku telat."ujarnya.


Lalu bagaimana keberadaan ibuku apa kau menemukannya.


"Maaf tuan, sampai sekarang tidak ada informasi yang saya dapatkan."balasnya.


"Hum ... mungkin ibuku sudah ..."tak melanjutkan perkataannya.


"Tuan, pasti nyonya akan segera ditemukan, tuan jangan berpikir yang tidak-tidak."


"Tapi sampai kapang, Jika ibu masih hidup dia pasti akan datang menemui ku."ucap dong.


"Ahh sudahlah, kamu boleh pergi mempersilahkan orang kepercayaannya. Dan ia pamit undur diri."ucapnya lagi.


*****


Dari pagi sampai sekarang liang hanya sibuk dengan urusannya, ia hanya sekali istirahat jika waktunya untuk makan, bukan hanya karena ia sibuk dengan urusan negara tapi juga ia sedang sibuk menyelidiki terkait hilangnya ibunya di negara


yangzi, ibunya hilang bersama ibu dong saat tengah perayaan pesta lampion terbesar di negara yangzi, saat itu umur Liang dan dong berusia 15 tahun, sekarang umur mereka sudah menginjak 20 tahun itu berarti sudah 5 tahun ia tak bersama ibunya. Sungguh menyedihkan tak bersama selama waktu yang sangat panjang.


Liang pernah curiga jika orang-orang yangzi terlibat terkait hilangnya ibunya, karena beberapa prajurit yangzi sedang berjaga-berjaga, namun dari beberapa mereka ikut menghilang saat ibu mereka juga tidak ada. Namun kecurigaannya tak mendasar karena liang pernah menyelinap masuk tanpa diketahui, ia tak menemukan apapun di dalam penjara yangzi, yang ia hanya temukan sebuah peta milik negara yangzi yang sangat sulit di pecahkan, sudah lima tahun ia mempelajarinya, bukan jawaban yang ia dapatkan namun otaknya yan pusing.


Liang bersikukuh memecahkan masalah peta itu, karena negara yangzi terkenal negara yang kuat dan sangat berpengaruh seperti kerajaan yang ia miliki sekarang. Liang bukan karena ingin menguasai negara itu, tapi ia tengah anti waspada, bukan tidak mungkin negara yangzi ingin menguasai dunia, karena ia termasuk manusia penuh ambisi yang sangat besar, jadi sebelum hal itu terjadi dia sudah punya solusinya, tapi percuma saja ia menyimpannya tak berguna sama sekali, ia lalu membuangnya karena mengira tak penting sama sekali. Lalu kembali fokus pada pekerjaan negaranya.


Sedang xiao Lei hanya terlihat sedang merawat bunga-bunga taman di luar yang tak jauh dari ruangan tuannya.


Dong fan pulang dan tak sengaja melihat apa yang dilakukan xiao Lei, ia tengah menyiram tanaman sambil bernyanyi bersenda gurau, sesekali tersenyum, dong mengerutkan keningnya, ada yang aneh dengan kelakuan pengawal sekaligus pelayan liang hang. "Sejak kapang pria itu suka bunga."gumamnya dalam hati, namun tak menggubrisnya.


Ia terus melangkahkan kakinya tengah matanya sedang terlihat mencari seseorang, dan ia masuk keruangan kamar liang hang dan melihatnya sedang duduk fokus. Ia lalu mendekatinya dan duduk di depannya, dan mencondongkan sedikit tubuhnya, dari geriknya seperti ada hal serius yang ingin ia bicarakan.


"Apa yang kau inginkan.??"ucap liang hang secara cepat, karena ia tahu kalau dong sedang mendekat


karena dari baunya ia sudah tahu.

__ADS_1


"Hem... apa kau dekat keluarga Xiao."tanyanya serius.


"Tidak juga."


"Apa kau mengenal xiao Lei."tanyanya lagi.


"Apa kau menyukainya!!! ambil saja."balasnya.


"Hah....tapi dia jodohmu."


"Apa yang kau katakan, pertanyaan tak penting."


"Apa kau yakin akan melepaskan kan untukku."


"Sangat yakin."


"Baiklah akan mengambilnya, di kemudian hari jangan menyesali, karena aku tidak akan pernah memberi yang sudah kau berikan untukku."jelasnya dan sangat senang.


Xiao Lei sedang berada di luar, tidak sengaja mendengar pembicaraan pemuda itu.


"Apa diriku seperti barang bisa diberikan orang lain, dasar pria sialan."umpatnya.


"Jadi aku jodoh tuan liang hang, tapi kenapa ayah tak pernah memberitahuku!!!." Lalu berpikir sejenak.


"Mungkin Ac hy, dia kan lebih tua dari, jadi seharusnya dia dulu yang punya jodoh."pikirnya mengira saudara sepupunya yang mendapat jodoh.


*****


"Apa kau menyukai Qin Lang???, jadi kau sukarela memberinya padaku."ucapnya menaikkan alisnya dan tersenyum namun tak ada balasan.


Ceklak....!!!pintu terbuka, kedua pemuda itu menoleh secara bersamaan.


"Lihatlah sang pahlawan hatimu datang disaat kau merindukannya."godanya tersenyum.

__ADS_1


"Ya...ampun kenapa aku harus selalu menghadapi wajah jelek mereka berdua, aku ingin kembali namun kakak tidak akan menerimaku, lalu aku harus ke mana???hanya ini tempatku satu-satunya."xiao Lei menghela nafasnya dan masuk lalu menutup pintu. Ia tak memperdulikan kedua pemuda karena hari ini ia sangat lelah sehabis mengurusi bunga seharian.


Bersambung....


__ADS_2