The Heroine

The Heroine
Eps. 9 Ulah licik pedagang Chu


__ADS_3

Melihat semua keadaan aman kembali dan pedagang Cha Chu sudah pergi, xiao juga pergi secara diam-diam.


Xiao Lei lalu segera ke hutan dengan pura-pura lewat membawa sebuah bungkusan untuk menarik perhatian tuang Feng. Dan ternyata betul Feng muncul dengan bersama 2 orang yang menemaninya dan berniat mengambil bungkusan milik xiao Lei dan mulai menyerang tanpa bertanya lagi, tapi dengan cepat ia menangkap Feng dengan mudah dan melakukan interogasi.


"kenapa kalian hendak merampokku apa kalian tidak lihat aku hanya seorang pemuda biasa, apa kalian tidak kasihan padaku."ucapnya pura-pura marah.


"Kalau kami kasihan, kami semua tidak akan mendapatkan jatah makanan."balasnya.


"Jadi kalian merampok untuk makan."


"Kau kira untuk apa, kami terpaksa merampok karena orang istana tidak pernah mengirim bantuan sama sekali mereka tidak peduli dengan orang desa seperti kami, raja yg tidak punya hati jika tak ada bantuan dari pemuda kecil kami tidak tahu bagaimana nasib orang-orang desa dan kami semua."ucap diantara mereka, hingga semua merasa sedih.


"Jadi paman dari desa dan seseorang pemuda selalu membantu kalian semua."tanyanya bingung.


"Ya, e kenapa perlu kami memberitahumu!!! hari ini kau mangsa kami."ucapnya.


"Yah, saya mangsa kalian."ucapnya melepaskan tuang Feng dari tangannya sambil melempar kantong uang dari hasil gajiannya, karena xiao Lei baru sadar kalau paman ini juga dari desa yang sering ia bantu dan ia tak bersalah.


Mereka terbelalak, karena baru kali ini ada mangsa yang memberikan barangnya dengan sukarela.


"Apa ini."tanya tuang Feng.


"Lihat saja sendiri."balasnya.


Ia lalu membuka dan ternyata berisi uang, ia terlihat sangat senang matanya berbinar tidak menyangka mendapat uang sebanyak itu.


"Terimah kasih tuan."ucapnya. Tanpa menjawab xiao Lei segera pergi.


"Kenapa dia memberi kita ini sedang kita hendak merampoknya."tanya pria 1 diantara mereka.


"Paman Feng mungkin dialah pahlawan kita."jawab pria yang satu lagi.


"Iya tubuhnya saja kecil seperti orang desa mengatakannya."sahut pria 1.


"Betul kita tidak menyadarinya."


"Ya sudah kita pergi saja."ucap tuan Feng.

__ADS_1


"Ayo."


Sedang xiao Lei mendengar penjelasan Feng, iya ternyata tidak pernah mendapat bantuan dari istana namun ia juga menyadari jika seseorang sedang melakukan kecurangan karena selama di


istana xiao Lei sering melihat prajurit mengirim berbagai macam sembako dan pangan, ada permainan yang tersembunyi namun raja tidak menyadarinya. Xiao Lei bergegas cepat melangkah ke istana takutnya liang hang mencarinya.


Liang ke sana ke mari mencari xiao Lei namun ia tak menemukannya.


Beda halnya dengan Dong fan yang masih terdiam melamun di hutan melihat apa yang terjadi barusan, ternyata dari tadi ia mengintip di hutan itu dan ia tak sengaja melihatnya lalu mengintip nya, dan ia menyadari pemuda tadi itu pengawal pribadi Liang, karena xiao Lei sudah pergi ia juga ikut pergi mencari keberadaan xiao Lei.


Pedagang hanya sekali meminta ganti rugi pada raja namun orang lain telah memanfaatkan keadaan ini dan orang ini juga yang selalu merampas dan mengambil bala bantuan untuk orang-orang mereka mengumpulkan pada akhirnya ia akan menyuruh orang dan menyerang serta menjatuhkan kerajaan dengan apa yang ia miliki sekarang.


Xiao Lei bergegas pergi, diperjalanan tiba-tiba tangannya dipegang dengan erat oleh seseorang, ternyata dong fan pelakunya.


"Kau."ucap xiao lei dengan mata melotot berusaha melepaskan cengkraman tangannya.


"Apa yang kau lakukan disini."ucap xiao Lei.


"Yang sopan panggil aku tuan."ucapnya tanpa ekspresi.


"Cih...tuanku hanya pangeran liang."ucapnya lalu pergi meninggalkan dong fan.


Saat sampai di istana Wajah selidik sedang tertuju pada mereka berdua.


"Dari mana kau."tanya liang hang.


Saat dong hendak menjawab, namun xiao Lei Sengaja menginjak kaki dong untuk menghentikan ucapan yang akan keluar dari mulut dong fan.


"Hah... kami dari latihan tuan."ucapnya berbohong. Ingin rasanya dong tertawa namun menahannya hingga mengeluarkan suara seperti batuk.


"Iya kan tuan."ucap xiao Lei melirik ke arah dong namun dong belum menjawab.


"Betul itu dong."tanya liang.


Xiao Lei lalu sedikit mendekat kearah dong dan mencubit pinggang. "Benar kan tuan."ucap xiao memberi kode.


"Yah benar."dong sadar akan maksud xiao Lei tapi ia sedikit merasa sakit dan kesal masa putra bangsawan menurut sama pengawal, pikirnya.

__ADS_1


"Hah baiklah."hela liang hang.


*****


Liang dan dong sedang mengawasi para pekerja yang sedang menaikkan bahan pangan ke kereta yang akan dibagikan pada keluarga yang kurang mampu. Dan juga sudah ada beberapa pengawal pengantar barang.


Sang raja selalu membantu masyarakatnya dengan bantuan pangan namun dari apa yang ia dengan dan ia saksikan sendiri desa sunyi tidak mendapat bantuan apa-apa dan juga berdasarkan perkataan tuan Feng ia sama sekali tak pernah mendapatkan bantuan apapun. Xiao Lei mendekati Pangerang liang.


"Tuan, apa ini untuk bantuan desa."tanyanya serius.


Liang mengangguk.


"Termasuk untuk desa Gudu."tanyanya lagi.


"Yah, tentu."balasnya.


Setelah semua barang sudah berada pada tempatnya para pengawal sudah bergegas pergi membawa kereta yang berisi bantuan sembako pangan.


Xiao pergi secara diam-diam mengikuti para pengawal yang sudah membawa bahan pangan itu di kereta.


Dong mencari keberadaan xiao Lei namun tidak ada, ia bergegas pergi mencari xiao lei.


Sampai dipertengahan hutan xiao Lei bersembunyi dari balik pohon, tiba-tiba terdengar suara teriakan yang berada tidak jauh darinya, xiao memfokuskan pandangannya dan ia melihat satu persatu prajurit terjatuh dengan sebuah panah ditubuhnya. Dong tiba-tiba muncul dari belakang xiao Lei dan kaget.


Dong yang melihat hal itu hendak menuju para prajurit yang sudah mati, namun xiao Lei menghentikan langkahnya.


"Apa yang kau lakukan disini apa kau ingin celaka jangan gegabah."ucap xiao Lei.


Karena ucapannya dong terdiam, lalu datang beberapa orang bertopeng mengambil alih kereta itu dan membawanya ke suatu tempat.


Xiao mengikutinya dari belakang secara diam-diam begitupun dong hingga sampai di sebuah markas tempat persembunyian di balik tanaman lebat dan tinggi, xiao Lei dan dong bersembunyi dari balik semak-semak dan melihat para orang itu memasukkan barang rampasannya ke dalam persembunyiannya tampak jelas wajah pedagang Cha Chu berada disitu, dan satu lagi pemuda tinggi namun wajahnya juga tertutup, dia pimpinan dari mereka semua.


Dong fan"Jadi ini ulah licik pedagang Cha Chu, dia otak dari semuanya, dia sudah menipu paman"


"Ayo kita tangkap."ucapnya lagi.


"Tuan bisa diam, tuan kalau mau menangkap sendiri, aku tidak ikut!!."ucap xiao Lei dan dong menghentikan langkah kakinya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2