
Di tempat lain
"Ha...ha....ha..." suara tawa terus terdengar.
"Tuan lembah, aku telah melakukan semuanya sesuai perintah mu."ucap fan Xun dengan darah di sekujur pakaiannya.
"Dasar bodoh."sahut tuan lembah dan terus tertawa.
Fan Xun terlihat linglung dengan ucapan orang itu, ia tidak mengerti apa maksud tuan lembah.
"Bodoh!"ucap kata yang sama.
"Pantas saja, orang lain memanfaatkan mu karena kebodohanmu!"
"Anda menipu saya."Ucapnya tidak percaya.
"Pengawal bawah pemuda ini, dia bisa menjadi masalah."teriaknya dan seorang bawahan masuk dan membawa fan Xun ke sebuah tempat. Di saat perjalanan bawahan itu, tiba-tiba seseorang memukulnya dari belakang dan membuatnya pingsan.
Fan Xun melihat kalau orang itu terjatuh dan juga telah berdiri seorang pemuda kecil. "Siapa kau, kenapa menolongku."tanya fan Xun.
"Lebih baik tuan pergi sekarang, ini tempat tidak aman."jawab pria muda itu.
"Terimakasih kasih atas bantuan mu."sahut fan Xun dan segera melarikan diri. Begitupun pria muda itu segera meninggalkan tempat itu.
*****
Semburan api merah telah melahap kediaman tuan xiao. Melihat rumahnya hampir habis xiao Lei berusaha berlari menuju rumah yang terbakar itu namun di halangi oleh penjaga kediaman yang masih tersisa. " lepaskan, aku ingin bertemu ayah."ucapnya.
"Jangan nona muda, itu sangat berbahaya, tidak ada yang bisa selamat dari api itu, sekalipun nona menerobos masuk itu tidak akan mengubah apapun, yang ada nona juga akan kehilangan nyawa."ucapnya.
Xiao Lei kembali terjatuh dengan tangis membasahi pipi, "Ayah! kakak!"ucapnya lirih.
"Maafkan Lei'er, tidak menjaga kalian, aku selalu meninggalkan mu tanpa ada waktu, hi...hi..hi..."
beberapa penjaga yang masih hidup membantu mengangkat orang-orang yang sudah mati dengan sebuah pedang karena menghalangi orang yang berusaha membakar kediaman tuan xiao, namun dirinya ikut meregang nyawa.
__ADS_1
Kediaman milik tuan xiao lenyap, dan menjadi abu, xiao Lei meninggalkan tempat itu, tidak ada lagi yang bisa ia harapkan, hidupnya sekarang hancur dan hidup seorang diri. Ia berjalan tertatih-tatih menyusuri setiap jalan, kekuatannya telah habis dan akhirnya ia sampai di hutan lalu duduk bersandar di bawah pohon. "Tidak..."teriaknya dengan meremas kepalanya. teriakan yang sama pula terdengar dari jarak yang dekat, ia melihat kebelakang dan menjumpai sepasang mata yang juga melihatnya, terlihat pria itu juga sedang kacau.
Pemuda itu menatapnya dengan tatapan kaget, tiba-tiba pemuda itu bersujud di depannya. "nona maafkan saya telah membuat mu sedih."
"Ini bukan salahku, aku hanya diperbudak, aku tidak punya pilihan untuk menyelamatkan ibuku."sahutnya menangis.
"Kau pelakunya."ucap xiao Lei marah besar lalu berdiri dan hendak mencabut pedangnya namun tidak jadi, karena tangis laki-laki itu semakin menjadi-jadi. Xiao Lei duduk kembali.
.
"Ibumu? kau hanya memikirkan ibumu, hanya untuk satu orang kau membantai habis satu keluarga, berapa banyak orang yang kau habisi hanya karena keegoisan mi."sahutnya dan air matanya sudah menjadi kemarahan.
"Nona maafkan aku! aku akan melakukan apapun untuk menebus kesalahanku."
"Apa yang bisa kau lakukan! apa kau bisa mengembalikan orang yang sudah mati."ucap tajam xiao Lei.
"Meski aku tidak bisa mengembalikan keluarga nona muda, tapi kita bisa membalas dendam."
Xiao Lei berpikir sejenak, "Siapa yang menyuruhmu melakukan ini semua?"
"Dia tuan lembah ! tuan berjubah hitam, memiliki sejuta jarum beracun."jawabnya secara rinci.
"Tapi bukan cuma itu, raja yangzi juga pernah terlibat akan penyerangan desa Gudu dan kediaman tuan xiao waktu itu."
"Raja yangzi?"
"Ya."
"Kamu siapa? kenapa begitu banyak orang yang menyuruhmu.
"Aku fan Xun nona muda, aku melakukan semua ini karena ibuku sudah lama menghilang dan ternyata ibuku di kurung di istana yangzi bukan hanya ibuku tapi banyak pula warga-warga lainnya, dan mengenai tuan lembah mungkin dia ada dendam dengan nona muda."
"Kurang ajar."geram xiao Lei mengepalkan kedua tangannya.
"Ikut dengan ku."ucapnya lagi
__ADS_1
*****
Keesokan harinya melihat tuan liang sedang berada di meja kerjanya, xiao Lei memberanikan diri mendekati tuan liang dan langsung duduk di hadapannya.
"Maaf tuan." mendengar kata maaf tadinya serius melihat sebuah kertas di mejanya sekarang berpindah melihat xiao Lei dengan tatapan bingung.
"Tuan, mulai hari ini dan seterusnya kita tidak akan bertemu."
"Ada apa denganmu Qin?"
"Maaf tuan, aku mengundurkan diri, aku harus pergi."ucapnya memundurkan diri meski hatinya tidak terima.
"Kenapa? apa Karena gaji mu kurang? aku akan menambah nya dua kali lipat!"
"Bukan itu maksudku tuan, tapi saya memang harus pergi." ucapnya beranjak ke luar. Liang tampak sedih ditinggal pergi oleh pengawal kesayangannya, namun ia juga tidak bisa melarangnya karena itu haknya, dan bisa kapang saja menemuinya karena xiao Lei selalu berada.di desa gudu, begitu pikirnya.
Jika xiao Lei ingin kembali lagi pintu istananya selalu terbuka, apalagi pintu hatinya. Wk...wk...wk...
*****
3 tahun telah berlalu, xiao Lei, fan Xun dan orang-orang desa itu tidak lagi tinggal di desa Gudu namun ia tinggal di dalam goa di dasar jurang yang berlokasi di yangzi agar mereka dengan mudah melakukan penyerangan yang mereka rencanakan, mereka mencari tempat aman untuk mengatur rencananya, 3 tahun ini mereka sibuk dengan berlatih dan membuat berbagai macam senjata dari kayu dan besi. Paman feng mengajari orang-orang berlatih ilmu belah diri, dengan tahun ini sudah cukup baginya mengumpulkan kekuatan.
Fan Xun menghela nafasnya secercah keringat membasahi wajahnya begitupun yang lainnya.
*****
Istana Wei
Semua orang istana telah berkumpul, begitupun liang.
"Salam yang mulia." Semua keluarga Xiao tewas, sulit mengatakan jika masih ada yang hidup sedang semuanya telah menjadi abu, meski tidak ada tanda-tanda mayat, mungkin sudah ikut menjadi abu."
Terlihat wajah Liang sangat suram dan layu seperti tak pernah mandi sama sekali, bukan karena memikirkan keluarga Xiao, namun yang ada di hatinya sekarang mengenai pengawal nya ia sangat merindukan xiao Lei, namun tanda-tanda keberadaannya tidak ditemukan, bawahannya sudah mencari di desa yang ia maksud namun desa itu sepi dan tak berpenghuni, ia tidak tahu lagi di mana ia bisa mencarinya, ia sudah berusaha selama tiga tahun, namun jejak xiao Lei benar menghilang.
"Itu berarti, kita tidak bisa lagi menunggu, pangeran juga harus segera mencari calon permaisuri untuk mendampinginya, kalau tidak semua orang termasuk kerajaan tetangga pasti membicarakan kerajaan ini dan membuat reputasi istana Wei menjadi jelek."ucap penasehat raja.
__ADS_1
"Benar, ini harua disegerakan."balas raja dan mempersilahkan semuanya keluar.
Sedang liang tidak bisa membantah, ia sudah diberi waktu cukup lama untuk membawa kekasih hatinya, namun sampai sekarang ia belum datang juga, ia hanya menghela nafasnya dan juga ikut keluar.