
Keempat pemuda itu, beserta tuan song harus kembali bersama mereka dan bermalam di penginapan, suasana sudah semakin malam dan ditambah lagi udara dingin menerpa, mereka berempat tertidur di dalam ruangan yang sama, namun tuan song lebih memilih tidur di kursi kayu dan kecil.
Sinar matahari sudah menampakkan cahayanya, ketiga pemuda itu enggang untuk bangun malah mereka semakin memperbaiki tidurnya dan menutupi tubuh dan kepalanya dengan selimut. Beda halnya tuan song yang sudah keluar dari kamar mandi dan bersiap-siap.
Karena melihat ketiga pemuda itu, tuan song malah membuka jendela dan cahaya matahari masuk menerpa ketiga pemuda itu, mau tidak mau mereka bertiga terpaksa bangun.
"Maaf tuan, jika saya membangunkan kalian."sahutnya.
"Ah, tidak masalah tuan, justru bagus!"ujar xiao Lei beranjak masuk kamar mandi dan langsung menutupnya, agar tidak ada orang yang bisa masuk.
Beberapa saat kemudian mereka semua sudah bersiap. Sebenarnya hari ini mereka sudah harus kembali ke kerajaan Wei wu, tapi tidak baik tampa mengunjungi terlebih dahulu raja yangzi, terlebih lagi bantuan yang sudah ia dapatkan tadi malam. Dan liang berencana akan melanjutkan perjalannya setelah dari kediaman raja.
Mereka berempat sudah duduk menikmati makanan yang terhidang di meja lantai bawah. Setelah selesai liang membayarnya dan segera bergegas keluar.
Di luar sudah ada 3 kuda yang menunggu mereka, kuda itu di bawah oleh prajurit perintah raja yangzi, karena raja yangzi tahu jika pastinya pangeran liang akan mampir terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanannya.
Mereka semua mengambil kuda dan menaikinya, tak lupa pula mereka membawa bungkusan pakaiannya. Tuan song dan tuan dong sudah mengambil kudanya, dan hanya tersisa 1 kuda, lagi-lagi xiao Lei dan liang hang satu kuda, tak pernah pisah, entah sengaja atau bagaimana. Melihat hal itu xiao Lei hanya menghela nafasnya lagi.
Tapi kali ini liang hang yang memacu kuda. "Pengawal Qin, ayo pegangan."sahutnya.
"Baik tuan."
Semua kuda itu telah meninggal tempat itu menuju kediaman raja yangzi. Tampak xiao Lei berpelukan erat, karena baru kali ini, dia berada di belakang dan tak terbiasa. Jelas liang hang merasa ada tumpukan besar yang menyentuh punggungnya dan tampak ia tersenyum kecil.
Setelah beberapa saat menempuh perjalanan yang lumayan, mereka akhirnya sampai di depan kediaman kerajaan yangzi dan segera turun dari kudanya dan melangkah masuk ke ruangan raja yangzi. Tampak raja yangzi sedang duduk di kursinya dan menunggu kedatangannya.
Mereka semua sampai di ruangan raja dan membungkuk dengan hormat.
"Salam yang mulia."hormat liang diikuti dengan yang lainnya. Dan mereka dipersilahkan duduk.
__ADS_1
"Pangeran liang, akhirnya kau datang."ucapnya.
"Tidak terasa kau sudah dewasa sekarang,"sahutnya tersenyum dan dibalas senyum
oleh liang.
"Bagaimana di kota, ini apa kamu menyukainya?"tanyanya.
"Sangat suka yang mulia, di kota ini asri dan sejahtera."balasnya.
"Bagus kalau begitu, o yah masalah kemarin, maafkan raja ini karena lupa mengantarkan pengawalan untuk kalian."ucapnya dengan rasa bersalah.
"Hah... itu bukan kesalahan yang mulia tapi karena tuan dong menghilang entah kemana, jadi kami terpaksa mencarinya, jadi terjadilah hal yang diinginkan, untungnya orang yang mulia datang tepat waktu."ucapan xiao Lei panjang lebar dan membuat raja merasa terkesima.
"Siapakah kau, wahai anak muda?"tanya yang mulia yangzi.
"Hamba pengawal pangeran liang hang, yang mulia."balasnya dengan hormat.
Lalu raja melanjutkan pembicaraannya dengan raja mengenai masa kecilnya, dan terlihat tertawa saat mengenang waktu itu. Karena melihat pembicaraan antara dua orang yang sudah sejak lama tidak bertemu, xiao Lei pamit undur diri begitupun dengan tuan song dan tuan dong, raja tidak terlalu memperhatikan bangsawan dong karena ia hanya fokus pada liang, dan mereka juga memang tidak saling mengenal.
Xiao berjalan dengan santai sambil menikmati suasana di istana itu, suasana yang segar dan nyaman yang ia rasakan saat ini. Ia memandangi setiap inci dari sudut tempat itu. Lalu matanya menelusuri dan berjalan ke belakang istana, tanpa sadar ia sudah berada jauh dari istana utama. Sangat sulit untuk memahami istana yang cukup luas ini, lalu pandangannya tertuju pada sebuah pohon yang cukup lebat, seperti sesuatu sedang berada di atas sana.
Xiao Lei merasa penasaran dan berjalan hendak memeriksa pohon tersebut, namun seseorang menghentikan langkahnya dengan memegang tangannya. "Jangan ke sana, itu tempat larangan!"ucap tuan song tiba-tiba datang dan mengagetkan xiao Lei.
"Tapi tuan, aku hanya..."belum sempat melanjutkan ucapannya sudah dipotong.
"Sudah! lebih baik kita ke depan."sahutnya, tatapan mata xiao Lei masih pada pohon itu. Tapi tuan song telah menariknya menjauh dari tempat itu.
*****
__ADS_1
Di atas pohon, seorang pria sedang tertidur, dia dong fan, dia mencari tempat yang nyaman untuk tidur tanpa gangguan apapun.
Baru-baru beberapa langkah, xiao Lei bergerak, sesuatu terjatuh. Terdengar jelas di telinganya, lalu membalikkan tubuhnya, benar saja seorang pria telah terjatuh, xiao Lei melepaskan tangan song yang sejak tadi menempel, lalu mendekati pria itu dan melihatnya. "Tuan dong apa yang tuan lakukan, di pohon itu?"tanya xiao Lei, dan tampak dong memendam kesakitan dan hanya meringis.
"Aku sedang tertidur, namun semut jahat telah menggigitku."jawabnya. Tampak xiao Lei terkekeh.
"Tuan, ada-ada saja, salah siapa tidur di atas pohon?"xiao Lei geleng-geleng kepala.
"Kau, bukannya membantu, malah menertawakan ku."sahutnya.
"Hum..sini saya bantu tuan!"ucapnya dan mengulurkan tangannya lalu dong menarik tangan xiao Lei hingga bangkit.
"Tuan telah membuat kesalahan besar, jika yang mulia raja mengetahuinya kalian berdua akan di hukum."ujarnya dan pergi.
*****
Hari sudah sore, tidak terasa mereka cukup lama berada di istana raja yangzi. karena merasa sudah cukup waktunya liang hendak pamit. "Yang mulia, kalau begitu saya pamit pergi."ucapnya hendak beranjak.
"Tunggu liang, kenapa harus buru-buru?, tinggallah beberapa hari."ucap yang mulia terlihat jelas di wajahnya tidak mengizinkan liang kembali cepat.
"Tapi yang mulia, saya..."
Ucapannya telah dipotong yang mulia yangzi, "Tenang liang, agar kau merasa aman, saya akan mengirim surat ke ayahmu."sahutnya dan liang dengan berat hati menyetujuinya. "Baik yang mulia."
Sebenarnya raja yangzi bukan tak menginginkan liang pergi karena masih ingin bercerita tentang masa lalunya, tapi raja yangzi punya maksud lain di hatinya, ia ingin liang bertemu dengan putrinya Shanyue sebelum ia kembali, tapi karena putrinya sedang tidak berada di kediaman dan sedang dalam pelatihan putri kerajaan, raja meminta liang untuk tinggal beberapa hari sampai putrinya Chuan'er pulang 1 Minggu yang akan datang.
Raja lalu memerintahkan bawahannya untuk menyampaikan surat ke kerajaan Wei wu mengenai
putranya yang akan tinggal beberapa hari ke depan dan sudah di terima oleh Raja wu liang. Raja hanya terlihat tersenyum, ia tahu apa maksud dari kawan lamanya itu. Dan dia tidak mempermasalahkan hal itu.
__ADS_1
Bersambung....