The Heroine

The Heroine
Eps. 6 Pengawal Kecil


__ADS_3

Liang hang merasa kesal karena ia tak di hiraukan


"Hum."


Mendengar seseorang liang hang mendongakkan wajahnya ke atas dan benar saja seseorang sedang melihatnya dengan tersenyum menahan tawanya.


"Dong fan."ucapnya sambil melihat kuda yang tadi hampir menabraknya.


"Oo...jadi kau pelakunya."ucapnya marah lalu berdiri.


"jangan marah dulu, bukankah itu bagus kau dapat keuntungan besar."ucapnya tersenyum sambil menaikkan alisnya.


"kau ini, sedang apa kau disini."tanya liang hang.


"Apa kau tidak merindukanku."ucapnya menggoda sambil menunjuk ke dada liang hang dan kembali tersenyum.


"Ayo kita pulang."ucapnya.


"kau ikut denganku."


Dong fan mengikuti langkah liang hang menuju penginapan, kuda yang ia pakai ia titipkan dan mereka berdua masuk dan naik ke atas kamarnya.


"Kenapa kau membawaku kesini."tanya dong fan.


"Duduk dulu."


Dong fan dan liang hang duduk di kursi meja makan di dalam ruang penginapannya.


"Cepat katakan apa yang kau lakukan disini."


"Aku sedang dalam misi penyelidikan kasus pencuri di pasar ini."ucapnya.


"kenapa tidak kau serahkan para prajurit saja."


"Huh....."Liang hang menghela nafasnya.


"Itu masalahnya, sudah banyak prajurit yang dikerahkan namun tak satupun diantara mereka berhasil, jadi ayahku menyuruh aku turun tangan secara langsung, aku kira ini masalah yang sangat mudah, tapi ternyata aku sudah satu bulan tak ada hasil dan ini misi yang sangat sulit, pencuri itu sangat handal, aku kewalahan."ucap liang hang panjang lebar.


"Kau perlu Bantuan ku tidak..!?"tanya dong fan menawarkan diri.


"Aku saja tidak bisa bagaimana denganmu!!!."ucap liang hang.


"Apa kau meragukan ku, aku akan tetap membantumu."


"Yah aku dengar kau punya pengawal baru."tanyanya.

__ADS_1


"Bagaimana kau mengetahuinya."selidik liang hang


"Rahasia."ucapnya lalu tersenyum.


Karena saat itu dong fan sedang berburu namun ia tidak sengaja mendengar keributan dan ia mencari arah suara itu dan ia sedang berada di atas pohon dan secara jelas melihat liang hang sedang dihadang perampok, ia hendak membantunya namun ia keduluan penolong lain.


"Kau tau."ucap liang hang tersenyum.


"Hah pengawal ku aku juga jadikan pelayan pribadiku, aku membodohi nya."ucapnya lagi lalu tertawa besar.


"Kau ini kan, banyak pelayanmu."


"Kau tau sendiri kan."tersenyum kecut.


"Yah...yah!!"


karena liang tidak suka dilayani pelayan wanita jadi dia sengaja membodohi pengawalnya itu.


"Dia lebih aman, dan kekuatan memijatnya lumayan."bisik liang hang terdengar.


"O yah bagaimana perjalananmu...?"tanya liang hang.


"Sedikit hambatan dan kantung uangku hilang."


"Aku dirampok."ucapnya lagi sambil mengingat kejadian yang menimpanya.


Dong fan menggelengkan kepalanya.


"Lalu, apa kau tau ciri-ciri perampok itu."tanyanya.


Dong fan berdiam sejenak sambil mengingat bagaimana bentuk pemuda itu.


"Tatapannya sangat tajam, dia seorang pemuda, rambut sepinggang, bertubuh kecil, namun Sedikit lumayan tidak kurus."


Liang bingung dengan ucapan dong fan namun sangat menghayatinya karena baru juga mengejar pencuri dan memiliki ciri yang sama persis yang merampok dong fan.


"Jangan tunjukan wajah jelek mu itu."


"Aku lagi serius, itu ciri yang sama."


"Maksudmu!!!?."ucap dong fan dengan wajah tampak bingung.


Liang bangkit dari duduknya dan menyilangkan kedua tangannya di dada. "Tadi aku mengejar seorang pria dengan ciri yang sama seperti yang kau ucapkan, tidak salah lagi itu pencuri yang sama, benar-benar nekat."


"Kamu kalah dengan pria kecil itu sedang kau tak terkalahkan."ucap dong fan juga ikut berdiri dan mendekat ke arah liang hang.

__ADS_1


"Cih...kau saja berhadapan langsung kalah apalagi aku."ucapnya meledek.


"Kau belum tau saja kekuatannya, mungkin kau juga akan kalah meski berhadapan langsung."dong fan lalu beranjak pergi istirahat meninggalkan liang hang yang masih berdiri yang masih meneliti tentang pencuri yang memiliki badan kecil dan seorang pria, wajahnya terlihat serius tampak memikirkan sesuatu.


Xiao kembali ke kediamannya di keluarga Xiao


"Dari mana kamu."tanya xiao Bai ayah dari xiao Lei.


Sedang xiao Lei yang ditanya tak menjawab apapun ia hanya berjalan terus dan pandangan fokus ke depan ia hanya menganggap suara itu bagai angin yang berterbangan.


Xiao Bai yang berdiri di luar tampak raut wajah marah, melihat hal itu Meili istri dari xiao Bai mendekatinya dan memegang pundak suami nya.


"Sayang sabar!! kau jangan keras kau tau sendiri kan, sifat xiao Lei keras pasti nanti dia juga akan berubah kalau dia sudah dewasa."ucapnya berusaha menenangkan xiao Bai yang sedang dilanda amarah.


"Iya sayang."


Xiao Bai istri dari meili ayah dari xiao Lei, sejak ibunya meninggal, Meili turun menggantikan kedudukan ibu xiao Lei atas keinginan ibu xiao Lei sendiri, saat dirinya dilanda sakit jadi ia terpaksa menerimanya, meski ia hanya ibu tiri tapi Meili tidak pernah pilih kasih, xiao Lei saja yg tak paham akan hal itu. Jadi semenjak ayahnya menikah lagi pada saat itulah ada tumbuh rasa benci karena ia mengira perlakuan ayahnya akan berubah dan pilih kasih terhadapnya.


Liang hang dari tadi hanya diam mematung dan berpikir, pikirannya mengarah pada xiao Lei, sang pengawal yang memiliki ciri yang sama persis. "Apa Qin Lang pelakunya, tapi bagaimana mungkin, tapi bisa jadi selama ini saat ia pergi pencuri itu muncul, ah tidak Qin Lang baik dia yang menolongku."batin liang hang pusing tujuh keliling.


Dong fan yang melihat itu ingin rasanya iya menendangnya, namun ia beranjak dari pembaringan langsung duduk di kursi dengan berpangku tangan sambil melihat wajah liang hang yang tampak serius lalu ia menarik tangan liang hang hingga terduduk.


"Apa kau memikirkan sesuatu, beritahu aku, apa kau memikirkan seorang wanita tadi."ucap dong fan menggoda.


*****


Keesokan harinya, Xiao Lei bersiap-siap bergegas hendak menemui tuannya menuju pasar, lalu ia beranjak pergi dan ditemani dengan pedangnya. Sedang ayahnya sudah tidak ada karena, ayah xiao Lei sedang sibuk dengan urusan negara dan ia juga tidak tahu ayahnya kerja dimana, dan ia juga tidak mengurusi hal itu, karena dengan begitu dia bisa bebas.


Xiao Lei sampai dan terlebih dahulu mengetuk pintu.


"Masuk."


Xiao Lei masuk melihat liang hang bersama seorang pria asing, namun xiao Lei tidak memperhatikan jelas pemuda itu, ia langsung mendekat ke arah liang hang.


"Tuan."dengan memberi hormat.


"Apa urusanmu selesai?"


"Sudah tuan."


Liang hang menyuruh xiao Lei duduk dengan perintah tangannya lalu xiao Lei ikut duduk bersama mereka semua dengan tampak di meja berbagai macam hidangan makanan dan meletakkan pedangnya disampingnya.


"Jadi ini pengawal mu."


"Aku kira pengawal mu besar ternyata kecil.

__ADS_1


Hati xiao Lei kembali menggebu-gebu dan kesal dengan pemuda barusan.


Bersambung....


__ADS_2