The Heroine

The Heroine
Eps. 32 Selamat dari amukan


__ADS_3

Sehari setelah surat itu tiba, datanglah sebuah kereta kuda dan berhenti di depan istana, kusir itu meminggirkan keretanya. Sesaat setelah kusir berhenti, sesosok wanita telah turun dari kereta itu, seorang wanita pelayan dengan rambut disanggul layaknya pelayan, senyumnya terlihat manis dan matanya sangat tajam. Terlihat pula seorang pria datang menyambutnya. "Selamat datang apakah kamu seorang utusan dari nyonya qiao ye?"tanya penjaga itu, pelayan itu mengangguk dengan hormat.


"Kalau begitu, ikutlah denganku!"Ucapnya dan mengikuti penjaga itu ke mana akan pergi. Seutas senyum dari bibirnya, dan semuanya terlihat. Penyamaran yang sempurna berjalan dengan baik hingga tiba di istana.


Dengan penyamaran seperti ini siapa yang akan mengenalinya, apalagi dia tidak pernah datang ke istana sebagai wanita, baru kali ini, itupun dia menyamar, hanya tuan song yang mengenali siapa dirinya!. Namun ia tidak berada di istana, mungkin berada di suatu tempat memilihkan tenaganya.


Penjaga yang sudah sampai membuka pintu ruangan dan mempersilahkan xiao Lei masuk. "Ini kamarmu! beristirahatlah sebentar sebelum melayani tuan putri."ucap penjaga itu dan segera pergi.


Xiao Lei melangkah masuk meletakkan kain bungkusannya lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang kecil.


Esok hari telah tiba, seorang pelayan datang mengunjungi kamar xiao Lei. "Fiwuyuan."panggilnya dengan sebutan pelayan dari nyonya qiao ye, sambil mengetuk pintu kamar.


Pintu terbuka dan melihat seorang pelayan sama sepertinya datang. "Segera bersiap, kita akan berangkat."


"Berangkat ke mana?"tanyanya tampak bingung.


"Kamu belum mengetahuinya?"dibalas geleng-geleng kepala xiao Lei.


"Dasar bodoh, pelayan dari luar memang bodoh."gumamnya tidak suka.


"Kita akan menemani dan mempersiapkan segala kebutuhan tuan putri untuk menikah di Wei!"sahutnya lagi.


"Menikah di Wei! dengan siapa?"gumam Xiao Lei kecil. Dan pelayan barusan sudah pergi, tidak percaya dengan pelayan seperti ini yang dikirim oleh nyonya qioa ye. Hanya pelayan bodoh tidak tahu apa, pikirnya.


Xiao Lei terlihat termenung memikirkan perkataan pelayan itu, bukan tentang menikahnya tuan putri di Wei!, meski hatinya gundah yang pastinya pasangan untuk tuan putri seorang pangeran. Tapi otaknya lebih fokus pada misinya untuk menemukan ibu fan xun, ia sudah salah mengambil langkah dengan pelayan yang telah dikirim oleh nyonya Qiao ye, ternyata dirinya utusan


untuk mempersiapkan segala kebutuhan tuan putri saat menjelang pernikahan.


"Harusnya, aku berada di sini!"gumamnya. Karena tidak ingin penyamaran-nya ketahuan, secepat mungkin ia segera menutup pintu dan mempersiapkan diri untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan Perkataan pelayan yang datang menemui nya barusan.


*****


Semuanya telah siap, barang-barang kebutuhan tuan putri telah di naikkan di kereta kuda oleh lara prajurit. Chuan'er telah naik dengan tumpuan kakinya berada di atas punggung xiao Lei yang sedang bersujud, atas perintah pelayan kepala. Xiao Lei tampak menhan kemarahannya, namun ia ia berusaha menutupinya dengan bersikap biasa-biasa saja.

__ADS_1


Dua kereta sudah dipersiapkan, yang satu khusu untuk kereta yang akan akan menjadi tumpangan tuan putri, dan yang satunya untuk para pelayan dan beberapa barang di atas.


Dua kereta kuda itu, sudah meninggalkan istana, terlihat Chuan'er sangat bahagia akan bertemu pangeran liang. "Hang'er aku datang."ucapnya tersenyum.


*****


Di kerajaan Wei


Liang terlihat gusar, dia tidak bisa memberikan pilihan selain menerima pernikahan yang akan dilangsungkan sebentar lagi di istananya, dia juga tidak akan mungkin menolak karena negara Wei dan yangzi seorang kerabat. Dia juga takut jika penolakannya bisa membawa perang besar, nasi sudah menjadi bubur itulah pahit manisnya terlahir menjadi seorang pangeran, semuanya berat.


Cinta pangeran untuk xiao Lei tidak akan tergantikan dengan cinta wanita lain, meski pada akhirnya ia akan menikah dengan orang lain, tapi cintanya tetao abadi sampai sekarang dan selamanya. Ia berharap bisa dipertemukan kembali, lalu mengutarakan perasaannya, itulah keinginan terbesarnya.


"Hah...aku tidak mengenali dirimu dengan jelas, tapi aku sangat merindukanmu."


"Maafkan aku Qin."


"Jika dimasa depan kita bertemu kembali, aku tidak akan memberimu kesempatan untuk pergi dariku lagi, aku akan mengurung-mu meski nantinya kau mencintai pria lain, aku akan merebut mu darinya, cintamu hanya untukku saja."


"Tidak boleh terbagi dengan yang lain."ucapnya lagi.


*****


seorang raja beranak dan sudah tua, tapi dengan anaknya lebih memungkinkan, karena sepertinya mereka seumuran, begitu pikir nya. Xiao Lei terus berdebat dengan hati dan pemikirannya.


Kereta kuda dari yangzi telah tiba dan gerbang istana telah di buka, kereta kuda tuan putri berhenti tepat di depan istana. Melihat Merta kuda khusus, raja wu liang datang dan menyambutnya.


"Selamat datang nak chuan'er, " ucapnya saat Chuan'er turun dari kereta, begitupun lara.lwlayan sudah turun dan barang-barang mereka sudah di bawah masuk oleh penjaga.


"Salam yang mulia."ucapnya dengan hormat dan masuk ke dalam dekapannya raja Wu liang, saat ia senang hati melebarkan kedua tangannya.


"Lama tidak berjumpa, kau sudah dewasa dan semakin cantik."godanya.


"Ah! paman raja juga lebih tampan dari biasanya."balasnya dan tersenyum menutup mulut.

__ADS_1


"O yah paman, kak di mana?"tanyanya sambil mencari keberadaan pangeran liang.


"Dia sedang ada tugas."ucap raja.


"Lebih baik kita masuk, pasti chuan'er lelah."sahutnya dan semua ikut masuk ke dalam mengikuti langkah mereka berdua.


"Apakah tuan putri jodoh yang dimaksud? itu berarti mereka akan menikah di depan mataku."gumam di hati xiao Lei tiba-tiba merasa sakit, entah kenapa bisa seperti itu dia juga tidak mengerti.


"Mengapa? hatiku sakit tidak terima perjodohan mereka, kenapa denganku."gumamnya dan segera pergi menuju kamar pelayan untuk mereka dari yangzi, dan untuk tuan putri kamar yang luas dan juga bagus.


"Pengawal yang telah mengantar mereka,.Kamit undur diri. Dan tuan putri Chuan telah masuk dan duduk di kursi depan meja rias, sambil memandangi wajahnya, "wajah yang sempurna."sambil membelai halus wajahnya.


"Sebentar lagi, putri ini akan bertemu kak hang, pastinya ia semakin tampan setelah tidak bertemu selama bertahun-tahun."Ucapnya tersenyum tidak sabar. Karena merasa lelah, sepertinya ia akan mandi dan memanggil pelayan nya.


"Pelayan."teriaknya dan terdengar di kamar sebelah yang merupakan kamar untuk para pelayannya, agar lebih memudahkan memanggilnya.


"Fiwuyuan."panggil pelayan paling tua kepada xiao Lei yang sedang merapikan pakaiannya.


"Yah!"sahut Xiao Lei mengerti jika nama itu nama pelayan dari nyonya Qiao ye.


"Lakukan tugasmu "namun Xiao lei terlihat diam.


"Apa yang kau pikirkan! apa dirimu ingin mendapat amukan dari tuan putri, dasar pelayan bodoh." ucap


pelayan Lusi dengan ucapan yang sama, saat pertama menemui xiao lei.


"Hah...baik."balasnya dan segera menuju kamar tuan putri. Saat xiao masuk benar tuan putri menatap nya dengan tajam dan langsung memarahi Xiao Lei. "Kenapa lama sekali, apa kamu bosan hidup."teriaknya yang keras bisa membuat gendang telinga pecah.


"Maaf tuan putri, hamba aku salah karena keteledoran hamba, Jika tuan putri ingin menghukum-ku, silahkan, hamba akan menerimanya."ucapnya.


"Tidak usah! untuk saat ini aku maafkan, karena kamu pelayan baru, sekarang buatkan aku air mandi hangat, aku gerah."pintanya.


"Cepat."ucap nya lagi dan xiao Lei segera melakukan tugasnya.

__ADS_1


Di kamar sebelah para pelayan sedang bergosip, "untungnya dia pelayan yang dikirim oleh nyonya qioa ye, jadi selamat dari amukan kali ini."sahut pelayan Lusi.


Bersambung....


__ADS_2