The Heroine

The Heroine
Eps. 23 Kau tidak becus


__ADS_3

Terlihat xiao Lei menghela nafasnya dengan kasar, kali ini dirinya benar-benar diuji, tapi bagusnya keberuntungan berpihak padanya, "hah, hampir saja."gumamnya dengan memegang dada. Ia segera naik dan memakai pakaiannya lalu keluar.


Di luar tatapan mata tajam milik liang terus melihatnya yang sedang duduk untuk menunggu giliran mandi.


"Apa yang tuan lihat, ada yang salah denganku?"tanyanya sambil melihat dirinya.


"Tidak ada, kenapa orang itu masih saja melihatku,"gumamnya.


Liang segera mengalihkan pandangannya lalu masuk ke ruang mandi.


*****


Malam gelap gulita yang pekat hanya lampu remang-remang yang menerangi tidur ketiga pemuda itu, terlihat sangat lelap, masing-masing hanyut dalam mimpinya.


*****


Esok hari yang cerah ketiga pemuda itu sudah siap untuk menyambut festival lentera di ibu kota yangzi. Di perjalanan sudah banyak warga yang sudah menunggu pergelaran festival yang akan datang. Sambil menunggu acaranya di mulai Liang, dong dan xiao Lei sibuk dengan urusannya masing-masing. Xiao Lei sibuk memakan semua makanan yang ia temui.


Dan menemukan makanan terakhir yang menurutnya super enak. Ia mengunyah dengan pelan, saat semuanya ikut tertelan, matanya seakan membulat. "Wah ini makanan terenak yang pernah aku makan."teriaknya sambil lompat-lompat kegirangan dan melanjutkan memakannya sampai perutnya benar-benar kenyang. Liang hanya menatapnya dengan geleng-geleng dan tersenyum kecil.


Makanan itu merupakan makanan khas Tang Yuan, khusus.untuk perayaan festival.


*****


Di tempat lain di negara yang sama seorang pria berdiri dan membelakangi seorang pria lainnya yang merupakan bawahannya. "Pastikan semuanya selesai malam ini."perintahnya.


"Baik tuan."Balasnya dan pamit undur diri.


"Aku akan jadi penguasa, dan semua yang kuinginkan akan segera terkabul,"terlihat mulutnya sedang berucap dan tersenyum.


*****


Sore hari telah datang, sinar matahari sudah tak terlihat, langit jingga telah mampir, itu tandanya festival lentera sebentar lagi di mulai karena di khususkan festival malam.


Akhirnya pesta lentera tiba semua orang terlihat sibuk memegang masing-masing lampionnya, begitupun xiao Lei yang sudah di nyalakan api nya, dan sekarang waktunya melepaskan. "Ayo tuan, lepaskan dan buat permohonan."teriak xiao Lei dan kedua pemuda itu melepasnya, di ikuti xiao Lei juga melepasnya.


Xiao Lei memejamkan matanya dan membuat permohonan. "Semoga hidupku bahagia selalu dan bebas dari pria sialan itu."ucapnya dalam hati dan tersenyum kecil.

__ADS_1


Xiao Lei membuka matanya dan mendekati liang dengan mata masih terpejam. "Wah, tampan sekali"gumamnya memandangi wajah tuannya.


"Aku memang tampan."sahutnya membuka mata, ternyata ucapan kecil barusan didengar olehnya dan membuat xiao Lei terlihat gugup.


"Hum, tapi! lebih tampan aku tuan!"balasnya dan tersenyum untuk menutupi kecanggungan nya.


"Tidak sama sekali."balas liang, tapi Xiao lei tidak mempermasalahkan hal itu karena memang ia tidak tampan, melainkan cantik menurutnya.


"Tapi cantik."lanjut Liang dalam hatinya dan gemes sendiri.


Tatapan mata xiao Lei melihat ke mana-mana seperti mencari sesuatu. "Tuan."sahutnya.


"Ya."Liang menaikkan alisnya.


"Tuan muda dong di mana?"tanyanya. Liang dan xiao Lei sama-sama bingung karena dong tiba-tiba menghilang begitu saja. Mereka berdua berkeliling di kota besar itu, karena ulah dong yang berhasil membuatnya pusing.


Di malam hari yang hanya ada lampu remang-remang sangat sulit mencari dong apalagi di tempat kerumunan banyak orang, mereka sangat sulit bergerak, cukup sulit untuk bergerak. Dan mereka terus berjalan di tempat yang sepi.


Sebuah pedang panjang dan tajam tiba-tiba datang begitu saja dengan sasaran tubuh liang, melihat penyerang datang, xiao Lei mendorong halus tuannya dan dia mengambil alih dengan pedang yang terus maju, saat liang sudah tak di tempatnya tadi, xiao Lei menggerakkan tubuh dengan lincah dengan secara cepat meleset dan mulai menyerang dan meringkus tangan penyerang itu lalu menendangnya dan berhasil membuatnya terjatuh, bagaimana tidak, karena xiao Lei baru lagi bertarung.


Semuanya menyerang secara bersama tanpa wanti-wanti, dengan sigap xiao Lei berusaha melindungi tuannya, karena dia seorang pengawal pribadi, itu berarti diri dan nyawanya hanya untuk tuannya, ia sudah tahu resikonya.


Tapi baginya ini belum seberapa dibandingkan apa yang pernah iya lewati sebelumya. Liang bersiap untuk menyerang dan berucap, "perlihatkan kekuatan tulang ikan mu! pengawal Qing."ucapnya tersenyum. Xiao lei terlihat kesal, sebab disaat yang darurat tuannya masih sempat mengatainya.


Baru liang hendak menyerang dengan sebuah pedang yang sudah ia pegang, entah dari mana ia mendapatkan nya. Baru ia maju beberapa langkah tapi sudah dihentikan karena semua orang di depannya telah terjatuh.


Sebuah jarum telah menancap pada setiap tubuh orang-orang di depannya dan membuatnya terjatuh.


Dong datang bersama seorang utusan dari kerajaan yangzi.


*****


*Flashback*


Liang tampak asyik sedang melihat-lihat sebuah pedang yang di jual, karena tak membawa uang, dong fan kembali ke tempat ia melepaskan lampion namun tak menemukan xiao lei dan liang, ia berusaha mencarinya namun tak menemukannya, apalagi di tempat yang ramai tidaklah mungkin apalagi dirinya hanya seorang diri dan tak mau ambil pusing, ia datang menemui yang mulia yangzi dan meminta bantuan, apalagi raja wu liang kenal betul dengan raja yangzi, apalagi mereka pernah satu perguruan.


"Salam yang mulia, hamba teman pangeran liang."sahutnya memperkenalkan diri dengan rasa hormat.

__ADS_1


"Kalau begitu dimana Liang?"tanya nya.


"Itu dia masalahnya yang mulia, aku tak menemukan keberadaannya, aku ke sini meminta bantuan yang mulia."


Raja yangzi memerintahkan bawahannya yang menurutnya paling bisa diandalkan dan ikut bersama dong mencari pangeran liang dan pengawalnya, hingga mereka sampai dan mendengar suara keributan dan menelusuri suara itu dan melihat liang dan xiao Lei sedang dikepung.


Bawahan Raja yangzi itupun telah menembakkan jarum beracun ke tubuh penyerang itu. Dia seorang pria yang berusia sekitar 35 tahun.


*Flashback End*.


Liang dan xiao Lei melihat Dong dan orang asing dari arah depan. "Dari mana saja kau?"teriaknya dan mendekati dong.


"Siapa orang itu?"tanya xiao Lei dan merasa ada yang aneh namun ia tidak ingin menilai seseorang hanya dari pemikirannya saja.


"Dia! bawahan yang mulia yangzi."jawabnya.


"Kenapa kalian tiba-tiba ada di sini?'Tanya liang mengintimidasi.


"Aku tadi mencari kalian, tapi aku tidak ingin susah, jadi aku meminta bantuan raja."sahutnya tersenyum.


"Maaf pangeran, hamba terlambat."sahutnya.


"Tidak sama sekali! untung kau datang dan menolong kami, jika tidak daging pengawal ku ini akan jadi santapan."ujarnya dan seketika membuat xiao Lei tampak kesal dan hanya bisa memendam amarahnya.


*****


Di dalam hutan yang gelap gulita, seorang pria Melangkah kakinya mendekati pria yang memakai jubah hitam penutup kepala dan wajahnya tidak terlihat.


Dia adalah ketua pembunuh bayaran yang hendak mencelakai liang, dia tidak maju hanya bersembunyi untuk memantau situasi, dan sekarang datang melapor pada orang yang menyuruhnya.


"Tuan.."hanya itu yang sempat dirinya katakan karena tuan itu menyuruhnya berhenti dengan isyarat tangan. Tatapan marah dari orang berjubah itu terlihat jelas di bawah sinar bulan.


"Kau tidak becus, harusnya kau selesaikan sebelum kedua orang itu datang."


"Pergi!"teriaknya. Ketua pembunuh itu pergi meninggalkan tuan itu yang diselimuti dengan amarah besar karena misinya gagal.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2