
Kedua mata sedang menatapnya serius namun ia tak menghiraukan.
Xiao Lei langsung beralih ke tempat tidur dan menidurkan tubuhnya kecilnya. Di saat ia sedang menidurkan matanya liang hang mengganggunya.
"Siapa yang menyuruhmu tidur???"sahutnya.
"Tuan tidak bisakah, untuk saat ini saya dibebaskan dari memijat."jawabnya karena ia tahu betul jika waktunya memijat.
"Tidak bisa, ini tugasmu, dan kau sudah beberapa hari tak memijat ku, jadi kau harus memijat ku berkali lipat."pintanya.
"Aku lelah tuan, tolong saat ini saja."sahutnya lagi dengan mata tetap terpejam. Liang mendekati xiao Lei yang sedang terbaring dan membisikinya sesuatu. Mata xiao Lei membulat sempurna dan terbangun, ia susah payah menelan Saliva nya, liang melihat itu dan hanya tersenyum. Xiao Lei melirik ke arah liang. "Baik tuan, saya akan memijat tuan sekarang, tapi jangan yang itu."ucapnya merasa geli.
"Benar-benar sifat wanita, baru diancam sudah ketakutan, bagaimana jika aku benar menyuruhnya, dia pasti sudah pinsang."gumamnya dalam hati dan kembali tersenyum.
Liang dan xiao Lei segera masuk ke ruang mandi untuk membersihkan diri tuannya. Setelah selesai melaksanakan tugasnya dari memijat, kedua orang itu keluar, dan liang memerintahkan xiao Lei memakaikan baju untuknya. Xiao Lei berdiri tepat di depan liang, setelah memakaikan celana berlanjut memakai baju, disaat xiao Lei menyatukan kancing baju, liang tiba-tiba memegang tangan xiao Lei.
Deg ....deg....deg...irama jantung xiao Lei kembali terasa kencang, sepertinya ia merasa hampir sesak. "Tu-Tuan."ucapnya.
"Apa kau tidak tahu cara membetulkan kancing baju."sahutnya sambil membantu xiao Lei memakaikan kancing baju untuk dirinya sampai di bawah. Sedang dong fan sudah tertidur duluan tanpa mandi terlebih dahulu, tidak seperti biasanya, mungkin karena terlalu lelah.
*****
Xiao Lei terbangun dari tidurnya dan melirik ke kanan dan ke kiri, tak ada apa yang ia temukan. Pagi-pagi sekali kedua pemuda itu sudah menghilang entah kemana.
Xiao Lei segera bangun membersihkan diri dan membereskan tempat tidur serta membersihkan lantai, tanpa sengaja kakinya menginjak sesuatu di bawah meja kecil. Ia lalu mengambilnya dan melihatnya."Peta."ucapnya lalu melihatnya kembali.
"Peta yangzi?."
"Kenapa peta negara yangzi berada disini???apa hubungannya dengan tuan???. Batinnya berpikir.
__ADS_1
"Ah sudahlah lebih baik aku buang saja."Ucapnya ia merasa tuannya tidak membutuhkannya karena kertas bergambar peta yang temukan sudah kusam dan robek sedikit. Disaat ia hendak membuangnya ia berpikir lagi." Tidak!!! lebih baik aku menyimpannya, mungkin bisa berguna dikemudian hari."gumamnya dan menyimpan peta itu di dalam bungkusan pakaiannya.
*****
Di belahan lain seorang pemuda dengan pakaian hangfu pria berwarna corak merah kental dan cerah, disampingnya telah berdiri beberapa pelayan wanita dengan sebuah hadiah yang hendak di bawah beserta beberapa prajurit yang mengawalnya memakai kereta kuda hingga sampai di sebuah kediaman.
Saat turun dari kereta ia terlihat sangat senang bukan hanya ternyata pemilik rumah telah menyambutnya dengan hiasan rumah yang terlihat cantik, namun ia berpikir kalau kedatangannya tanpa pemberitahuan tapi kenapa seperti ada pesta penyambutan, namun ia tak terlalu memikirkannya karena terlalu bahagia, senyumannya mempesona, matanya tajam. Ia berlalu melangkah menuju ke atas kediaman tuan xiao Bai.
Di dalam ruangan para pelayan dan tuan muda xiao Yue dan bibinya serta saudara sepupunya tengah mempersiapkan sesuatu, terlihat mereka semua senang dan tertawa.
Pemuda itu sudah masuk kekediaman aula tempat keluarga Xiao berkumpul, kakinya telah berpijak sempurna di lantai. Melihat seseorang datang dan banyak hadiah-hadiah yang datang, xiao Yue merasa kaget karena ia tak memasang hadiah dan tak pula mengundang seseorang, tapi kenapa banyak tamu yang datang. Ia memberanikan diri mendekati pemuda itu.
"Anda siapa??tanyanya bingung.
"Saya bangsawan fan!!"Balasnya memperkenalkan diri dan tersenyum.
"Terimakasih atas kedatangan tuan muda, tapi kami merasa tak mengundang orang luar, sekalipun keluarga kerajaan." semua tatapan mata di ruangan itu tertuju padanya.
"Itu karena kami sedang acara keluarga."Tiba-tiba AC hy angkat bicara.
"Berarti aku salah menduga."gumamnya kecil.
"Apa maksud bangsawan muda kesini."tanya Meili.
"Maaf semuanya, aku kesini ingin melamar xiao Lei."ucapnya tersenyum.
"Aku sudah membawa semua kebutuhan pernikahan kami."ucapnya sambil memerintahkan pelayannya maju memberi semua bungkusan hadiah yang ia bawa.
"Maaf tuan muda fan!! xiao Lei tidak ada, lebih baik anda kembali dan yah xiao Lei belum bisa untuk menikah."jelas xiao Yue.
__ADS_1
"Kenapa tidak kami saling mencintai, dan kami akan menikah."sahutnya.
"Yah kami tidak akan percaya jika xiao Lei tidak ada disini."Jelas AC hy.
"Aku akan pulang, dan segera menikah xiao Lei,lihat saja nanti."ujarnya dan memerintahkan pelayan nya mengambil kado yang sempat ia berikan sebagai hadiah lamaran.
*****
Xiao Lei entah kenapa ia merasakan kerinduan yang berat pada keluarganya karena sudah 1 lebih xiao Lei tak pernah kembali ke rumahnya, ia bersikukuh untuk pulang meski ayah ibunya tidak ada, tapi kakaknya masih ada, tidak maslah ia dihukum karena sudah berani pulang. Apalagi umur xiao Lei sudah menginjak 17 tahun, seharusnya hari ini upacara kedewasaan untuknya, dan dia ingin memberitahu kakaknya mengenai hal ini, tampak wajahnya tersenyum.
Xiao Lei segera melangkahkan kaki menuju rumahnya, sebelum ke sana tak lupa ia mampir ke desa Gudu yang akan ia lewati.
*****
Di desa Gudu kekacauan sedang terjadi, warga saling bertarung dengan pihak lawan bertopeng, rumah-rumah warga telah terobrak-abrik. Sudah ada beberapa warga desa yang terkena sayatan pedang tajam karena kondisi desa yang akan kurang senjata.
Xiao Lei sudah hampir sampai di desa. Seorang pengintai yang melihat hal itu segera berlari menaiki kudanya menuju desa Gudu dan memerintahkan orang-orang bertopeng itu mundur, dia bernama fan Xun. Dan semua penjahat itu kabur disaat bersamaan xiao Lei sampai. Sedang penjahat itu menuju target selanjutnya.
Melihat banyak warga yang terbaring dan terdapat banyak darah yang berserakan di tanah, xiao Lei ingin berteriak histeris namun ia tahan, lalu ia berlari menuju orang-orang itu dan membantu mengangkatnya memasukkan ke dalam rumah mereka, untungnya tidak ada korban jiwa namun banyak yang luka berat. Tapi karena pak yuan tahu beberapa pengobatan tradisional, sehingga mereka semua sudah diobati.
"Maafkan saya pak datang terlambat."ucapnya sedih.
"Tidak, untung kau datang tepat waktu, jika tidak pasti orang itu masih akan menghancurkan rumah kami."ujar tuan Feng.
"Dia siapa pak??" mengisyaratkan penyerang tadi.
"Aku tidak tahu, dia datang secara tiba-tiba dan langsung menyerang."balas paman Feng.
"Lain kali, kalian semua harus hati-hati."ujarnya.
__ADS_1
Bersambung....