
*Sampai di istana*
Liang hang masuk bersama dong fan dan pengawalnya dan menghadap ayahandanya.
"Maaf ayah saya tidak berhasil."ucap liang hang dengan hormat diikuti kedua pemuda itu.
"Sudahlah, jangan khawatir, ayah sudah tahu kalau kau tidak berhasil, terlihat jelas dari wajah mu."ucapnya tersenyum kecut. Terlihat liang hang menghela nafasnya.
"Dong fan, kau disini."
"Iya yang mulia."
"sejak kapan kau datang."tanya raja wu Liang.
"Beberapa hari yang lalu yang mulia."balasnya
"Pasti kalian semua lelah dari perjalanan jauh dan tugas, meski tidak berhasil, segeralah beristirahat."ucapnya sedikit mengejek.
"Baiklah."
Mereka bertiga beranjak pergi masuk di kediaman liang dan saat sampai Liang dan Dong fan masuk ke kolam kecil untuk menyegarkan diri.
"Qin."panggilnya bersiap duduk lotus dengan telanjang dada.
__ADS_1
Mendengar namanya dipanggil xiao Lei menuju kedua pemuda yang sedang hendak mandi dan membuka tirai penutupnya dan terpampang jelas dua pemuda.
"Astaga aku telah melihat pria telanjang dua sekaligus, benar tidak tahu malu, sungguh nasibku tak beruntung."batinnya
"Lakukan tugasmu."perintah liang hang dan segera xiao Lei memijat kedua pria itu secara bergantian.
Setelah selesai memanjakan kedua pemuda itu dan keluar, xiao Lei baru juga membersihkan diri seorang diri, setelah selesai ia juga ikut menyusul keluar.
Liang dan dong bergegas naik ketempat tidur, dan melihat xiao Lei sudah keluar ia memanggilnya.
"Qin sini kau ditengah."ucapnya dengan tangan bertumpu pada lutut.
"Tu-tuan aku tidur sendiri saja."ucapnya gugup, karena tidak ingin kejadian memalukan itu terjadi lagi. Apalagi dengan dua pria sekaligus bisa jadi adonan dia nanti.
"Apalagi aku tidak terbiasa tidur ditengah."ucapnya menolak halus. Namun ia juga kaget masa harus tidur dengan dua pria sekaligus, wanita macam apa aku, sungguh menjijikkan. Begitu pikirnya.
"Huh...!baiklah, aku akan tidur."ucapnya terpaksa karena ia tidak ingin jatah makannya berkurang, sebenarnya ia bisa makan banyak tanpa makanan dari liang namun ia malas untuk kembali ke kediamannya karena ia lebih suka bebas.
Lalu xiao Lei menuju ke tempat tidur membaringkan tubuhnya sambil melirik-lirik ke arah mereka berdua, ada rasa geli yang ia rasakan namun berusaha menutupinya.
Melihat hal itu dan xiao Lei menurut lalu
Liang tertidur miring sedang xiao dan dong fan tidur telentang dengan mata tetap terbuka. karena xiao Lei belum tertidur dong dan Lian sudah tertidur duluan sedang xiao masih terjaga menatap langit kamar, rasanya ia seperti terkurung dalam sebuah penjara tidak bisa bergerak bebas, ada dua mata yang mengawasinya.
__ADS_1
Xiao tidak terbiasa tidur telentang tapi jika ia nekat tidur miring kanan atau kiri ia tidak bisa karena dia dihimpit pria sialan karena sudah tidak bisa menahan kantuk ia akhirnya juga ikut tertidur, saat tertidur dong membuka matanya bergantian, dan sedikit melirik ke arah xiao Lei untuk memastikan apakah xiao Lei sudah tidur. Ternyata ia hanya Pura-pura, begitupun liang menyusul mereka berdua beranjak duduk dengan tangan bersiap melakukan aksi sambil memberi kode lalu tersenyum, ternyata mereka berdua sedang merencanakan sesuatu. Ada udang dibalik batu.
Dong sangat penasaran dengan ucapan liang tentang roti sobek milik xiao Lei, dia saja yang jauh lebih besar tidak memiliki roti sobek, malahan dua kali lipat dari tubuh xiao Lei, masa iya tubuh sekecil itu punya roti sobek. Begitu pikirnya. Apalagi liang yang jauh lebih penasaran dan tidak kesabaran dengan bentuk roti sobek milik xiao lei. Dia juga ingin tahu latihan apa saja yang dilakukan pengawalnya sehingga memiliki roti sobek tapi nanti setelah ia melihatnya, Karena Qin Lang bisa menjadi saingannya, bisa jadi banyak wanita yang meliriknya, begitu pikir mereka berdua.
Mereka berdua hendak mengarahkan tangannya di dada xiao Lei, sebelum melakukan aksinya, ia terlebih dulu memastikan apakah xiao Lei benar-benar tidur.
Tampaknya Xiao tertidur pulas sampai ia harus bermimpi. Di pasar xiao Lei hendak mencuri namun ketahuan oleh kedua pria itu, karena ketahuan ia bergegas pergi namun berhasil di hadang, karena tidak bisa kabur lagi mau tidak mau xiao Lei harus bertarung.
Setelah memastikan xiao Lei benar tidur 3 cm lagi tangannya sudah akan membuka benda keramat itu.
Karena xiao Lei tidak membawa sebuah pedang, ia hanya menghajar dengan tangannya dan berhasil mengenainya dan kemudian menendangnya pula dan ia menang, dan disaat bersamaan tangannya bergerak mengenai dan memukul wajah kedua pria dengan otak sialan itu, yang hendak membuka pakaian atasnya, sontak mereka kaget dan hendak berteriak namun ia berusaha menutup mulutnya takut ketahuan.
Pemuda itu tidak menyerah satu kali kena pukulan tidak masalah, ia pantang mundur sebelum kemenangan ditangannya, Lalu hendak kembali melanjutkan aksi tangan nakalnya, tiba-tiba kaki xiao Lei juga ikut bergerak dan berhasil menendangnya (suara tendangan) dan membuat mereka berdua terjatuh, sungguh mimpi buruk itu bisa menyelamatkan hidup sebagian manusia.
Melihat hal itu dong fan sedikit senyum saat melihat liang terjatuh, begitupun liang juga ikut tertawa melihat cara jatuh dong fan yang terjungkal. Mereka berdua bangkit dan melihat kalau medang terjal sudah di kuasa xiao Lei dan tidak ada ketempat untuk mereka berdua, ia kemudian masuk di tempat kamar kecil rahasia. Sedang xiao tampak tersenyum karena di dalam mimpinya ia berhasil melarikan diri.
Hari-hari telah berlalu, pada suatu ketika terdengar suara ribut di depan istana, seseorang hendak masuk namun dihalangi oleh penjaga.
Liang dan dong fan keluar disusul oleh xiao Lei juga ikut keluar karena penasaran, ternyata yang ia temui lagi-lagi pedagang itu, tuan Cha Chu Dia kembali datang untuk meminta kerugian yang menimpanya, mau tidak mau kerajaan harus menggantinya lagi. Lebih parahnya lagi pedagang itu datang lagi menghadap raja bukan hanya satu dua kali saja, tapi setiap Minggu dan ia sudah berada di depan raja menunduk dan berlutut.
Xiao Lei yang melihat hal itu curiga dan bingung karena hanya dia pencuri di pasar, apa ada orang lain, tapi kalau paman itu mana mungkin!!! ia hanya perampok di hutan lalu siapa apa ada permainan di dalamnya, lalu xiao lei berniat menyelidikinya untuk untuk mengungkap rasa curiganya.
"Aku harus mencari paman itu, biar kebenarannya terungkap."batin xiao Lei menatap tajam kearah pedagang itu dengan penuh ragu 1 kali minta rugi masih bisa dimaklumi tapi keseringan, harta negara bisa kekurangan dan bantuan untuk orang-orang tidak tercukupi.
__ADS_1
Raja wu liang sudah mengganti semua kerugian pedagang Cha Chu, dan pedangan itu pamit undur diri.
Dong dan Liang tampak bingung terlihat dari raut wajahnya namun ia juga merasa kesal.