
Flashback
Fiwuyuan seorang pelayan yang dikirim oleh nyonya qioa ye untuk mendampingi tuan putri Chuan saat menjelang pernikahannya nanti.
Dalam perjalanan ke yangzi ia diantar melalui kereta kuda, pada waktu itu, kusir kereta sedang mampir di sebuah sungai di dekat hutan untuk buang hajat, dan segera meninggalkan kereta beserta seorang pelayang di atasnya, setelah beberapa saat kusir itu pergi, seseorang lewat dengan memakai kuda, dan tidak sengaja melihat sebuah kereta sedang berhenti dan arah kereta itu menuju yangzi, bukan tidak mungkin kalau di dalamnya seseorang yang akan dikirim ke yangzi.
Xiao Lei berpikir, mungkin cara ini, ia bisa menyelinap masuk dan menemukan keberadaan ibu fan Xun. Xiao Lei turun dari kudanya dan mendekati kereta itu, sebelum melakukan aksinya ia terlebih dulu memastikan keadaan sekitar aman, saat merasa aman tidak ada orang lewat dan kusir itu belum kembali, xiao Lei mengetuk kereta, ia berpura-pura menjadi seorang yang sedang kelaparan.
"Tok... tok... tok." mendengar seseorang memanggil dari luar ia membuka tirai kereta dan melihat seorang pemuda yang nampak kelelahan, "nona tolong saya butuh makan."ucapnya, namun balasan wanita itu terlalu kurang ajar tidak punya perasaan. "Siapa kau, berani meminta makanan padaku, kalau ingin makan kerja."ucapnya, sebelum menutup tirai kembali, xiao Lei lebih dulu memukul tengkuk wanita itu, kemudian mengeluarkan nya dengan susah payah dan membawanya di tempat aman, dibalik semak agar tidak ada yang melihatnya, untuk bisa menggantikan wanita itu, xiao Lei mengambil pakaiannya dan mengganti dengan pakaian wanita itu, jadi mereka berganti baju, xiao Lei juga mengubah sedikit dandanannya, agar lebih mirip dengan wanita yang pukul, jadi tidak ada yang curiga dengan nya.
Untuk lebih aman xiao Lei mengikat tangan dan kedua kakinya, dan untuk memastikannya lagi xiao Lei mengeluarkan sebuah penutup mulut lalu menutup mulut wanita itu, dengan begitu semuanya aman terkendali, "selesai."gumamnya.
Dan segera melangkah ke kereta dan ia tidak lupa mengambil bungkusan pakaian wanita tersebut, xiao Lei naik ke dalam kereta dan duduk dengan santai dan aman. Sesaat kemudian kusir kereta datang, dan kembali mengemudikan kereta kudanya, hingga beberapa saat kemudian kereta kuda pengantar pelayan sampai di istana dengan baik dan tepat waktu.
Flashback end
Mendengar perkataan pelayan yang berada di depannya, raja kaget tidak percaya seseorang telah berani menipunya, dan pelayan itu bisa saja melakukan hal yang tidak-tidak, sebelum semuanya benar-benar terlambat, raja sendiri yang akan datang untuk mengatasi pelayan itu, dia tidak bisa membiarkan putri dalam bahaya, meski situasi kerajaannya sekarang dalam masa sulit tapi dia juga tidak bisa mengambil resiko untuk nyawa putri satu-satunya. Tapi sebelum berangkat ia menyuruh
para bawahannya untuk lebih memperketat penjagaan di istana, terutama di tempat kedua wanita yang disekap, juga menyuruh pengawalnya untuk mempersiapkan keberangkatannya menuju Wei.
"Siapkan keberangkatan ku."teriak raja marah besar seperti akan meledak.
__ADS_1
****
Di tempat lain di fan Utara, keluarga bangsawan fan sudah bersiap untuk pergi ke Wei, menyaksikan
pernikahan pangeran liang dan tuan putri Chuan, menyaksikan dua kerajaan besar bersatu.
Tuan fan dan nyonya Qiao ye sudah berada di atas kursi kereta, sedang dong fan membawa kudanya sendiri, dan ia tidak sabar bertemu dengan liang dan Qin karena lama tidak bertemu. "Ayah aku pergi duluan." teriaknya dan segera meninggalkan kedua orang itu.
Di perjalanan ia semakin mempercepat kecepatan kudanya, (Suara kuda berlari). saat perjalanan matanya melihat sebuah kertas yan tergeletak, dengan kuda kecepatan tinggi ia berusaha menghentikannya melihat sebuah yang bertuliskan ia penasaran dan memutar kembali kudanya yang sudah lewat, lalu turun mengambil kertas itu dan membaca, matanya melotot tidak percaya, besok adalah hari pernikahan besar tapi malah ada yang ingin melakukan pemberontakan di yangzi.
Surat itu bertuliskan, sebuah surat penyerangan yang tertulis : Kumpulkan pasukan segera kita akan menyerang yangzi sekarang.
Seseorang berani melakukan pemberontakan di kerajaan besar, siapa yang berani, dan kertas itu surat tanpa nama, membuat penasaran, ia mengubah arah kudanya yang tadinya tujuan ke Wei sekarang beralih ke yangzi, karena hari pernikahan tuan liang masih lusa, sedang ini jauh lebih penting, dan yangzi juga merupakan kerabat selir ayahnya, meski ia tidak terlalu peduli dengan ibu tirinya itu, tapi ia juga tidak bisa membiarkan hal itu terjadi apalagi sebentar lagi, Wei dan yangzi menjadi besan, dan liang merupakan sahabatnya.
Xiao Lei sudah sampai di istana yangzi, ia menyelinap masuk melalui terowongan dan pada akhirnya ia menemui tempat itu, tempat yang dimaksud tuan putri, pantas saja dinamai daratan rahasia, karena tempat yang tandus dan kering, tidak ada pepohonan yang tumbuh sama sekali, hanya ada bebatuan besar dan tak berpenghuni, siapa saja yang tinggal di tempat itu pasti akan sangat menderita, burung saja enggang untuk mampir apalagi lewat, tidak ada makanan sama sekali.
"ini dia tempatnya."gumam Xiao Lei, namun xiao Lei melihat ada beberapa penjaga di tempat itu, melihat hal itu, xiao Lei menembakkan jarum beracun dan semua penjaga itu terjatuh ke tanah, dan segera melangkah mencari ibu fan Xun yang disekap, cukup lama xiao Lei mencari, ia sudah sejauh mungkin namun belum mendapatinya, ia lalu duduk dan bersandar di sebuah batu dan tiba-tiba tangannya tidak sengaja memencet sesuatu, sehingga suara terdengar. Sebuah pintu dari batu telah terbuka, dan ia sudah menemukannya.
Saat pintu terbuka terlihat dua wanita sedang dalam keadaan lemah dengan pakaian lusuh dan terlihat pucat, mesti pucat tapi terlihat masih muda
dan berwibawa. Kedua wanita itu melihat ke arah luar, dan matanya menemui sesosok wanita bercadar sedang berdiri dan memperhatikannya.
__ADS_1
Kedua wanita itu menatap penuh pertanyaan karena baru kali ini sesosok wanita cantik datang menemuinya. Xiao Lei terdiam, ia mengira hanya ibu fan Xun yang masih disekap, namun ada wanita lain selain dirinya, dan dia sama-sama ditempat yang susah ditemukan, apakah dirinya orang yang penting, kenapa harus di tempatkan di tempat yang berbeda dengan lainnya, pikiran xiao Lei melayang-layang memikirkan hal itu.
wanita itu bangkit dari duduknya dan mendekati xiao Lei yang diam memandangnya, xiao Lei terdiam juga karena memikirkan hal lain, ia merasa kasihan kedua sosok wanita yang sepantaran dengan ibunya, "nona muda."panggil salah satu dari kedua wanita itu, dan xiao Lei baru sadar.
"Nyonya, Kalian berdua mundur."ucap xiao Lei dengan sopan dan mereka menurut. Xiao Lei menarik pedangnya dan memotong tali besi yang mengikat pintu, dan pintu itu terbuka. "Ayo cepat."ucap xiao Lei dan kedua wanita itu ke luar mengikuti langkahnya.
"Nona, siapapun anda, Terimakasih kasih karena menolong kami."ucapnya terlihat sedikit bahagia karena bebas dari penjara yang membuatnya tak memiliki hidup.
."Sama-sama nyonya, aku bahagia bisa menolong kalian berdua."ucapnya tersenyum.
Hari sudah sore, xiao Lei mempercepat langkahnya. "Cepat nyonya, kita harus ke luar sebelum malam."ucapnya berbalik ke belakang memperhatikan ke dua wanita itu, dan terlihat sangat ketakutan, xiao Lei bingung dengan kedua ekspresi wajahnya yang seperti itu, padahal dirinya bukan setan.
Xiao Lei berbalik ke depan, saat matanya melihat ke depan, beberapa orang sudah berada menatapnya dengan tajam, terlebih lagi yang paling depan. "Tuan song."gumamnya.
"Ya, tebakan mu benar, kau sangat pintar, tapi sayang, kali ini kau bodoh."sahutnya. Namun xiao Lei tidak memperdulikan perkataannya.
"Berkat surat yang kau kirim, aku dulu yang menemukannya dan akhirnya kami sampai tepat waktu, bagiamana kau pasti takut."ucapnya tertawa, ha....ha...ha...
"Mundur,"pinta xiao Lei menyuruh wanita itu mundur.
__ADS_1
Bersambung....