The Heroine

The Heroine
Eps. 11 penyamaran terbongkar, ayah sakit


__ADS_3

Mendengar ucapan tetua yuan dan orang-orang tuan Feng tersenyum sendiri.


"Semua, bantuan raja itu hasil dari hasil dari pahlawan kita."


"Hah!!!Kau benar-benar pahlawan."balasnya.


"Tapi kenapa bisa tuan."tanya Pria muda.


"Karena pahlawan kita itu pengawal pribadi pangeran liang."ucap tuan Feng.


"Wah, kau memang orang yang hebat nak."ucap tetua Yuan bangga dan orang-orang.


"Apa yang hebat pak, kalau saya dijadikan pelayan pribadinya juga, tidak ada bagusnya, pangeran itu selalu membuat saya jengkel dan muak."balas xiao merasa kesal dan cemberut.


"Pelayan pribadi, apa itu."tanya anak kecil.


"Sejenis melayani semua perintah atasan."balas tuan Feng.


"Termasuk apapun."sahut pria muda juga ikut bertanya.


Feng. "Yah."


"Pelayan??."ucap tetua Yuan tiba-tiba terlihat kaget sambil melihat seksama wajah xiao lei.


"Ya pak."balas xiao Lei merasa ada yang aneh dengan tatapan tajam tetua Yuan.


"Itu berarti termasuk tidur dengannya.??"tanya tetua yuan yang tatapannya semakin kuat dibalas anggukan xiao Lei.


"Apa saja yang kau lakukan, apa kau melakukan itu...!!?tanyanya menghentikan omongannya dan membuat semua orang bingung dengan kelakuan pak yuan.


"Apa yang bapak katakan, aku hanya memijatnya."balasnya.


"Bagaimanapun kalian harus menikah!!!."Ucap tetua Yuan sontak semua orang kaget dengan ucapan tidak jelas pak yuan, masa pria dengan pria, begitu pikir orang-orang.


"Tidak bisa, aku yang akan menikah dengan pahlawan."sahut gadis kecil yang tadi tidak terima.


"Pak, ada-ada saja."geleng kepala xiao Lei.


"Tuan."

__ADS_1


"Kenapa pak."


"Kau seorang wanita." ucapnya menebak namun tebakannya benar dan membuat xiao tampak gugup.


"Hah bapak ini salah, ada-ada saja."ucapnya tersenyum palsu.


"Kau wanita." ucapnya kembali.


"Tuan, apakah itu betul."sahut orang-orang penasaran dengan ucapan tetua.


"Jika itu betul, aku tidak jadi nikah sama pahlawan. "ujar gadis kecil cemberut.


"Tidak baik berbohong pada orang tua!!! saya tahu betul biarpun kau menyembunyikannya saya bisa membedakan wanita dan pria, sangat jelas dari rona wajah mu."ucapnya lagi seketika pipi xiao Lei memerah.


Xiao menghela nafas, ia ingat perkataan tetua Yuan yang sama dengan perkataan mendiang ibunya. Karena penyamarannya sudah terbongkar dan diketahui, ia tidak bisa lagi mengelak. "Hah!!!Kau betul pak."ucapnya sambil melepas tali rambutnya dan terurai dengan cantik hingga semua orang terbelalak kagum karena ternyata penolongnya selama ini seorang wanita cantik.


"Wah bidadari."ucap pria muda seusia xiao Lei kagum.


"Aku benar-benar tidak jadi menikah dengannya kakek."lagi-lagi gadis kecil berucap dan membuat semua orang tertawa.


"Kalau, begitu biar aku saja."ujar pria muda tersenyum


"Kalau begitu ikut aku ke istana, kita akan melihat Kakak menikah."ucap gadis kecil menarik tangan xiao Lei hendak pergi.


"Anak kecil tau apa tentang pernikahan."ujar xiao Lei menyentil hidungnya dan memeluk gadis itu sambil tersenyum namun hatinya was-was. "Masa aku akan menikah dengan pria mesum itu, tidak bisa dibayangkan."batin Xiao Lei.


"Kalau begitu biar aku saja yang membawamu."tiba-tiba paman Feng berkata.


"Pa-paman Feng, tidak-tidak, tolong aku tidak mau menikah."


"Apa kau ingin seperti diriku belum menikah sampai sekarang, karena ucapannya hari itu, sekarang kau harus menikah."jelas tuan Feng membuat xiao mengingat saat pertama kali mereka bertemu.


"Hah paman ini."


"Ayo bawa pahlawan kita."sahut orang-orang.


"Semua!! itu apa."ucapnya menunjuk disembarang arah, dan saat orang-orang mengalihkan pandangannya dengan cepat xiao Lei kabur.


Terlihat dari balik pohon sepasang mata sedang mengintai tajam, ia tampak tersenyum terlihat dari bibirnya. Senyumnya sangat manis. Namun hatinya jauh lebih tersenyum. Iya melihat jelas ternyata dia seorang wanita pantas saja selama ini pengawalnya berusaha menghindarinya. Saat xiao Lei pergi ia juga kembali ke istana.

__ADS_1


Begitupun xiao setelah dari desa itu entah kenapa ia seperti merindukan ayahnya, ingin rasanya ia menemui ayahnya.


Xiao Lei dulunya gadis manja putri kesayangan Tuan xiao Bai, begitu juga xiao Lei sangat menyayangi ayahnya, namun sejak ibunya meninggal dan ayahnya menikah lagi, kebenciannya tumbuh, tapi hari ini entah kenapa hatinya sedikit gelisah dan khawatir apalagi karena sebelum ke Gudu ia sempat mendapat surat kalau ayahnya sedang sakit. Xiao Lei pulang menuju rumahnya.


*Kediaman Keluarga Xiao*


Melihat kedatangan anaknya sekaligus keponakannya itu, tiamnin berlari kecil menuju kamar suaminya, "Sayang Lei'er pulang."ucap kecil Meili. Mendengar hal itu Xiao Bai tampak merasa senang kedatangan putrinya.


Sebelum xiao menuju kediamannya ia sudah lebih merubah penampilannya kembali, Xiao Lei masuk mencarinya ayahnya, melirik ke sana kemari namun ia tak menemukannya. Iya hanya melihat Xiao Yue sedang duduk membaca buku di taman, iya kakak laki-laki xiao Lei.


Xiao hendak menuju gegenya, namun ia terlalu gengsi dan merasa tidak enak hati, karena selama ayahnya menikah dan xiao Yue tidak mempermasalahkan hal itu, xiao Lei jadi tidak akrab dengan gegenya dan dirinya juga ikut dibenci. Namun mau tidak mau kali ini ia harus melakukannya. xiao Lei mendekat dengan langkah malu-malu, Xiao Yue melihat jelas ekspresi wajah dan tingkah adiknya namun ia pura-pura tak melihatnya dan fokus membaca bukunya.


"Hem."xiao Lei, pura-pura batuk. Karena gegenya tak menghiraukan dirinya ia merasa kesal ingin sekali berteriak, tapi ia bisa berbuat apa. Lalu ia hanya menggoyangkan pergelangan tangan gegenya tampak manja dan malu.


"Yue'ge." xiao Lei kembali tak dihiraukan.


"Sialan."teriak ditelinga gegenya karena tidak bisa lagi menahan.


Xiao Yue melempar keras bukunya, tatapan mata tajam dan marah tertuju padanya.


"Maaf Yue'ge, itu tidak sengaja keluar."ucapnya sambil menyentil bibirnya dan menunduk.


Xiao Yue beranjak pergi meninggalkan adiknya, sedang xiao lei diam mematung tampak matanya berkaca-kaca. "Yue'ge, benar-benar berubah, dia tak sayang aku lagi."batinnya. Hati xiao Lei perih dan sakit, terlihat jelas matanya menitikkan air di pipi mungilnya.


Xiao Lei menghapus air matanya. "Jika tak ada yang mempedulikan aku, lebih baik aku kembali saja, Mereka tak ada yang menyayangi ku, jika ibu ada bersamaku aku pasti bahagia, ah sudahlah mungkin ibu melihatku di surga."ucapnya berusaha tersenyum. Xiao pergi tapi ia lewat dekat kamarnya tanpa sengaja ia mendengar suara orang batuk.


uhuk....uhuk...uhuk...(Suara batuk besar). Lalu mengintip masuk, matanya sedang melihat sosok pria sedang dalam pembaringan dan tiamnin juga disampingnya duduk. Hati xiao sakit karena selama ini ia tak menyempatkan bersamanya ayahnya.


Xiao berlari masuk dan langsung memeluk ayahnya.


"Ayah maafkan lei'er, aku tau aku salah."ucapnya dengan Isak tangis.


Xiao mengusap lembut rambut putrinya dan membangunkan dari pelukannya. Tampak juga Meili terlihat sedih.


Xiao Bai "Jangan sedih ini hanya sakit biasa sebentar lagi sembuh, uhuk...uhuk..uhuk."


Xiao Bai memberi ramuan untuk ayahnya lalu ayahnya tertidur dengan nyenyak, xiao Lei menyelimuti ayahnya dengan kasih sayang seperti dulunya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2