
Dong fan merasa dan geram dengan pelayan warung ini yang tak sopan karena berani menghentikan langkahnya, ia tidak tahu apa sebabnya!!! baru kali ini ada pelayan yang berani seperti ini padanya terlebih lagi xiao sudah jauh. Lalu ia memberontak.
"Lepaskan saya, apa kamu tidak tahu dengan siapa kamu berhadapan."ucapnya sombong dan merasa dirinya besar dengan gelar bangsawan.
"Cih...!mau dirimu anak kuda, anak ular!!! anak harimau sekaligus, aku tidak takut." balasnya berusaha mengejek dong fan.
"Berani sekali kau."tunjuk dong fan yang benar-benar marah sekali.
"Apa!!! apa kau ingin marah, apa kau pikir warung ini milik nenek kamu!!? enak saja makan tanpa bayar...hah..!!"teriak pelayan itu keras dan membuat semua orang tertawa yang sejak tadi melihat pertunjukan seru.
Dong fan terlihat malu sekali karena ulahnya sendiri dan ia sudah bersikap sombong. Ternyata itu sebabnya ia di tahan karena belum membayar, enak saja makan gratis, kalau aku juga mau makan gratis, he...he...he....
"Maaf tuan aku lupa."balasnya dan mengambil uang dan membayarnya.
"Jangan wanita saja yang dipikirkan."balas tajam dan tatapan sinis pelayang itu dan menarik keras uang milik dong fan. Di saat ia sudah keluar ternyata wanita itu sudah menghilang, karena ulahnya sendiri yang mengulur waktu. Tidak menemukan wanita itu hanya malu yang liar biasa yang ia dapatkan hari ini, dan dia memilih kembali ke istana daripada terus di sini tambah membuat dirinya malu, meski ia sudah di luar tetap saja ada tatapan mata yang melihatnya.
"Sungguh memalukan."gumamnya dan pergi.
*Di istana*
Xiao Lei sudah kembali dan masuk ke ruangan liang hang yang cukup besar ia meras sangat lelah dan ingin tidur, tapi sebelum tidur ia menutup pintu ruangan liang hang agar tidak seseorang yang tiba-tiba masuk dan mengganggunya.
Xiao Lei menghempaskan bobot tubuhnya dengan kasar langsung tertidur. Baru beberapa menit berlalu, suara ketukan pintu terdengar. "tok....tok...tok..." membuat tidurnya terganggu, dengan terpaksa ia harus bangun dan membukanya karena Jika kamar ini bukan milik seutuhnya, tapi milik bertiga.
__ADS_1
Melihat wajah yang ia lihat saat pintu terbuka,.wajah itu milik liang hang dengan tatapan aneh. Liang hang langsung menjatuhkan tubuhnya ke dalam dekapan xiao Lei, dengan gerakan cepat xiao Lei melepasnya, ia lalu mundur beberapa langkah lalu diikuti olehnya dan menutup pintu terlebih dahulu. Liang hang maju beberapa langkah seperti langkah xiao Lei.
Melihat tuannya ikut bergerak, xiao Lei semakin memundurkan langkahnya hingga terpojok di sisi ranjang dan duduk terjatuh. Sekali lagi liang mengikuti langkahnya. Baru xiao Lei hendak berdiri liang hang sudah memeluknya dan melingkarkan tangannya di pundak belakang xiao Lei.
"Deg...deg...deg...."irama jantung xiao Lei berubah kencang hanya dalam hitungan detik, aliran darahnya terasa berhenti dan membeku, tapi ia merasa ada perasaan nyaman yang ia rasakan.
"Tuan, apa yang tuan lakukan!!!ini salah tuan,tuan sadar."sahutnya berusaha keras melepaskan pelukan erat tuannya. Namun liang hang tak menghiraukannya ia hanya malah memejamkan matanya, ia ikut merasakan detak jantung xiao Lei.
"Tuan lepaskan, yang mulia bisa marah, Jika tuan menyukai seorang pria, tuan bisa dihukum berat, lebih baik tuan mencari wanita saja, kalau perlu aku kan membantu tuan..bagaimana ...?"sahutnya, lagi-lagi tak ada balasan, ia hanya cerita sendiri seperti orang gila.
"Apa tuan ini sedang mabuk."gumamnya. Namun Sama sekali tak mencium bau arak. "Apa pria sialan ini sengaja, ia ingin melakukan itu padaku."otaknya memikirkan yang tidak-tidak.
"Ah sungguh menjijikkan."pikirnya merasa geli sendiri.
Xiao Lei berhasil melepaskan pelukan tuannya namun tuannya memegang tangan xiao Lei, karena takut dipeluk lagi dan sampai melakukan hal yang tidak diinginkan, ia menendang tuannya. Sehingga terjadi pertarungan di ruangan itu, cukup lama mereka saling melayang tapi tidak ada yang kalah, mereka sama-sama kuat.
Liang hang memikirkan akal licik dan pura-pura linglung dan hampir jatuh pingsan namun xiao Lei bergerak cepat dan menangkap nya, tanpa xiao Lei sadari xiao Lei menangkapnya saat sudah berada di lantai dan....
Bibir mereka saling bertemu, mata xiao Lei membulat sempurna saat tubuhnya berada tepat di atas tubuhnya pria sialan menurutnya. terlebih lagi bibirnya telah menyentuh bibir tuannya. Wajahnya terlihat merah menahan rasa malu. Sedang liang hang tak ada reaksi kaget sekalipun malah ia merasakan hatinya sedang bersorak bahagia, karena berhasil kembali mengerjai pengawalnya.
"Ya Tuhan!!tuan ini telah mengambil segalanya."batinnya. "Jangan sampai dia mengambil hal lainnya lagi." Xiao Lei hendak berdiri namun pintu terbuka, ternyata liang hang lupa menguncinya karena yang ia ingat hanya xiao Lei saja.
Mata dong ikut membulat dengan kelakuan kedua pemuda di ruangan itu, terlebih lagi dia kaget karena Qin Lang juga suka pria, dan pria yang ia dapatkan sangat cocok dengan seleranya, karena ia melihat Qin Lang berada di atas jadi dia mengira kalau Qin Lang juga suka pria.
__ADS_1
"Ternyata pengawal Qin juga doyan pria."godanya dengan tersenyum dan dibalas tatapan marah xiao Lei. "Lebih baik kalian berdua segera menikah, sebelum kalian melakukan hal yang tidak diinginkan."sahutnya kembali tersenyum. Dan xiao Lei sudah berdiri beserta liang.
"Kau kira aku apa!!! lebih baik aku menikah dengan monyet daripada menikah daripada pria mesum ini."balasnya.
"Ini..nih, pantas saja liang lebih tertarik denganmu dari pada saya, karena kamu punya daya tarik tersendiri."ujarnya. Liang hanya tersenyum dan geleng-geleng mendengar Omelan sahabat dan pengawalnya.
"Kau benar dong fan, aku harus segera menikahinya, aku takut jika aku tak bisa menahan diri, kita akan menikah."ucapnya sengaja ingin menggoda dan melihat ekspresi kesal xiao Lei.
"Tuan, tolong aku hanya akan menikah dengan pria ..."ucapnya tak melanjutkan.
"Pria apa? liang juga pria."tanya dong fan.
"Tamatlah aku." . "Maksud aku, pria yang sejenis aku."
"Apa dirimu hewan memiliki jenis pula??."ucap liang tersenyum dibalas senyum kecut xiao Lei.
"Bukan...bukan maksud itu, tapi....pria yang memiliki ukuran yang sama denganku."sahutnya.
Dong fan malas melihat kedua pertengkaran kedua pemuda ini, dia memilih keluar meninggalkan pemuda yang sedang membahas masa depannya.
"Jadi!!!dirimu tidak suka yang besar yah..!??"tanya liang dengan tatapan aneh.
"Mesum!!!."teriak xiao Lei dan pergi tertidur meninggalkan tuan otak aneh. Liang sangat luas hari ini dan berhasil mengerjai pelayan hatinya. Dan juga ikut tertidur dengan arah berlawanan dan tidur mereka terlihat nyenyak tanpa ada gangguan.
__ADS_1
Bersambung....