
Xiao Lei hendak membuka matanya hendak membangunkan diri, namun tubuhnya terasa berat tidak bisa digoyangkan, seperti sebuah benda berat berada di atas tubuhnya, lalu memperbaiki fokus matanya dan melirik ke arah bawah sebuah lingkaran tangan Koko melingkar dengan nyaman ditubuhnya dan kakinya juga menindih kakinya.
Xiao Lei memegang tangan Liang hang dan ingin melepasnya namun tidak bisa, kekuatan tangan Liang hang terlalu kuat malahan semakin mempererat pelukannya. "Tuan."Bisik xiao Lei ditelinga liang hang, namun tak ada balasan sama sekali.
Xiao Lei merasa geram dengan tuannya, ia merasa sesak nafas karena pelukan liang hang terlalu dalam. Xiao Lei tidak bisa lagi menahannya, xiao Lei memberontak keras namun tetap sama Liang hang semakin melingkarkan kakinya.
"Ya Tuhan, tulang ku bisa remuk."gumamnya. Liang hang tiba-tiba mendekatkan wajahnya di dadanya. Mata xiao Lei melotot dan melirik ke arah dadanya. "tuan ini, apa dia sengaja melakukannya, tapi dia kan tidak tahu kalau aku wanita."batin Xiao Lei.
Liang hang tiba-tiba tersenyum kecil namun tidak sengaja dilihat xiao Lei. "Aneh, Kenapa dengannya!!? Apa dirinya sedang bermimpi."batin Xiao Lei mengerutkan dahinya.
"Pangeran sialan!"teriak tiba-tiba xiao Lei karena benar-benar tidak sanggup lagi, dia gerah dan keceplosan.
Namun yang terbangun bukan liang hang tapi dong
fan. "Siapa pangeran sialan!?."tanyanya dan melihat kearah orang yang sedang berpelukan.
"Wah ternyata liang sukanya pria, pantas saja dia tidak suka pelayan wanita."ucapnya tersenyum dengan ucapan menggoda dan terkekeh.
"Tuan dong, tolong bantu saya bangun, saya bisa mati."ucapnya merasa takut karena tuannya ternyata suka pria. Dong fan hendak melepaskan tangan liang namun liang mencengkeram tangannya.
"Tidak mau, ini bantal guling ku."ucapnya.
__ADS_1
"Auh..."dong fan meringis kesakitan dicengkeram kuat. Disaat yang bersamaan xiao Lei batuk-batuk. "uhuk...uhuk...uhuk..."ia benar-benar tidak bernafas lagi. Melihat xiao Lei hampir tidak bernafas lagi, liang hang sedikit melonggarkan pelukannya dan membuka matanya."Ah...."teriaknya pura-pura dan membangunkan dirinya dan berucap kembali.
"Kau menodai ku."ucapnya tampak marah lalu mendekatkan wajahnya ke wajah xiao Lei.
Xiao Lei terlihat takut apalagi dengan ucapan dong fan barusan kalau tuannya suka pria, Tampa lama xiao Lei sudah mendorong tuannya, namun lagi-lagi liang hang berhasil menggoda xiao Lei dengan memegang tangannya dan berhasil membuat wajahnya memerah dan jelas liang melihatnya, ada kebahagiaan rasanya dihatinya berhasil mengerjai xiao Lei.
"Tuan, lepaskan saya, tulang ku tanpa daging, lebih baik tuan bersama tuan dong fan tubuhnya lebih besar cocok untuk tuan, ."celoteh xiao Lei menunjuk ke arah dong fan dan beranjak meninggalkan xiao Lei.
"Aku tidak mau, kau saja!!!."teriak dong fan. dan berlari ke luar meninggalkan Liang dan mengikuti xiao Lei keluar.
*****
Di sisi lain xiao Lei habis melatih dirinya dan pedang masih ditangannya, tampak keringat membasahi wajahnya. Ia juga merasa kelaparan dan mencari makan.Tapi sebelum ke warung makan ia mengganti pakaian layaknya wanita, karena takutnya liang hang melihatnya dan menganggu selera makannya.
Disaat dong fan sedang asyik mengunyah makanannya, seorang wanita cantik masuk dari balik pintu dan duduk tidak jauh dari dong fan. Terlihat dong fan sangat susah menelan makanannya dan dia tersedak dan langsung mengambil dan minum air. "Uhuk...uh..." matanya tetap fokus pada wanita itu tanpa berkedip. Dahinya berkerut matanya sangat tajam, Ia tak sama sekali memalingkan pandangannya bukan karena wanita itu terlalu cantik melainkan ia merasa wajah wanita itu tidak asing dimatanya, ia berusaha mengingat dan menelusuri ingatannya namun tak ada jawaban yang ia dapatkan.
Dong fan terlalu sibuk dengan pemikirannya sedang xiao Lei sibuk dengan makanannya, banyak sekali makanan yang tersaji didepannya, dia sanggup dan akan memakan semuanya karena energinya terkuras saat berlatih. Banyak tatapan mata yang memandanginya namun ia tak peduli, ia hanya sibuk dengan apa yang ada di depannya, sesekali ia minum untuk melicinkan makanan yang masuk ke perutnya.
Dong fan mendekati xiao Lei dan duduk di sampingnya yang tengah asyik sendiri. Ia tidak menyadari keberadaan dong fan yang tengah memandanginya makan.
"Hem."
__ADS_1
Xiao Lei melirik ke arah suara itu, sepasang bola matanya melotot tajam bertemu dengan bola mata dong fan, ia baru menyadari ternyata dari tadi ada yang memandanginya. Dong fan terlihat tersenyum
kecil.
Sekarang selera makan xiao Lei hilang seketika, ia tidak bertemu dengan tuannya tapi bertemu dengan yang satu ini sama saja. Terlihat wajahnya benar-benar kesal dan menahan amarahnya dengan senyum palsu untung saja semua makanan di meja sudah berpindah dalam perutnya, xiao Lei sebenarnya masih ingin menambah pesanan, tapi orang ini datang, jadi tidak jadi.
"Pria sialan ini, selalu saja datang menganggu, sekarang selera makan ku hilang, dan berdampak buruk pada tubuh ku."batinnya melirik tubuh kecilnya.
"Maaf!!! apa kita saling mengenal!!?."tanya dong, tangan bertumpu pada sikunya, matanya masih tetap pada tatapan tadi. Xiao Lei menggelengkan kepalanya tanda tidak dan sedikit tertunduk untuk menutupi kegugupannya.
"Ah... kalau begitu kita pernah bertemu."sahutnya sangat percaya dan lagi-lagi xiao Lei hanya menggelengkan kepalanya.
"Ah...tidak lagi!!! apa kau yakin!!!?" tanyanya sekali lagi karena benar-benar seperti pernah melihatnya, tampak kebingungan pada dirinya.
Sebelum dong berkata lagi dan mengetahui siapa dirinya, ia segera berdiri dan membayar uang makanannya dan beranjak keluar. Sebelum xiao Lei turun dari tangga xiao Lei berteriak. "mungkin kita pernah bertemu dalam mimpi."sahutnya tanpa berbalik dan ia tidak ingin dong terus memikirkannya dan mendapat jawabannya.
Saat xiao Lei benar-benar turun dan menuruni tangga terakhir, dong fan berteriak karena ia baru sadar kalau wanita itu orang yang menolong liang hang yang hampir tertabrak oleh kudanya, tidak salah lagi!!! pikirnya.
"Hei tunggu dulu."sahutnya dan berdiri hendak mengejar xiao Lei, belum sampai di pintu, tangganya sedang dihalangi dan dipegang kuat oleh tangan seseorang, ia berusaha melepaskannya namun tidak bisa. Dong fan memandangi tajam orang itu, lalu dibalas pula dengan tatapan yang lebih tajam oleh orang itu. Tatapan mereka berdua semakin lama, semakin serius.
Bersambung....
__ADS_1