The Heroine

The Heroine
Eps. 19 Undangan festival yangzi


__ADS_3

Karena waktu sudah sore xiao Lei hendak pergi.


"Yue'ge, aku harus pergi."ucapnya.


"Apa kau tidak ingin bertemu ayah."


"Maksud Yue'ge?"ucap xiao Lei bingung dan berbalik ke arah xiao Yue. Xiao Yue menyunggingkan mulutnya, "Kenapa dengan mulutmu, seperti pantat ayam.?"sahutnya tersenyum cengingiran.


"Hum...Ayo berbalik." xiao Lei mengurutkan keningnya. Tapi ia mengikuti perintah kakaknya.


Mata xiao Lei melotot dan gemetaran, terlihat bulir-bulir keringat. "Se-setan."dan jatuh pingsan.


*****


Dong fan sudah sampai di istana sedang liang hang entah ke mana ia tak berada di ruangannya namun berada di tempat lain, sebuah ruangan besar yang tertutup dan rahasia hanya raja, dia dan orang-orang tertentu yang mengetahui tempat itu, tidak termasuk dong fan maupun pengawal Qin.


"Ampuni hamba tuan, rencana kita kali ini gagal."ucapnya dengan hormat dan rasa bersalah.


Liang hang menyuruh bawahannya pergi dengan perintah tangan. Wajahnya terlihat merah berapi-api, matanya seperti tatapan singa.


"Aku tidak akan melepaskan mu, kau harus mati!!"teriaknya.


"Bagaimanapun caranya karena kau orangnya."ucapnya geram dan memukul keras meja di depannya.


*****


Di kediaman keluarga Xiao


Xiao Lei sedang berada di atas pembaringan ranjang, ia mulia sedikit membuka matanya, dan seutuhnya terbuka, matanya melihat setan itu masih berada sedang menunggu di dekatnya dan melihat dirinya.

__ADS_1


"Setan ayah, tolong jangan ganggu aku, maafkan aku ayah."sahutnya beranjak duduk dan menutupi seluruh tubuhnya termasuk kepala dengan selimut, ia terlihat sangat ketakutan. Tuan xiao menarik selimut putrinya dan tertawa-tawa.


"Lei'er."panggilnya.


Di dalam selimut. "Masa setan bisa memanggil, lalu ini kan belum malam."gumamnya dan mulai membuka selimut yang menutupi kepalanya.


"Lei'er, apa kau menganggap ayahmu."tanyanya.


"Ayah, kau masih hidup."ucapnya bingung, dibalas anggukan kepala tuan xiao. Dan mengetahui ayahnya masih hidup ia langsung masuk ke pelukan ayahnya. "Ayah, kau masih hidup, maafkan aku."wajah sudah dipenuhi air mata bahagia ternyata ayahnya selama ini masih hidup.


"Ayah yang harus minta maaf, karena kami sudah membohongimu, tapi rencana kami semua hanya sia-sia saja."ucapnya merasa. Xiao Lei bangun dari pelukan ayahnya dan menghapus sisa butiran yang menempel di pipinya. "Hum...ayah!!!tidak ada kado yang istimewa selain kakak dan ayah." dan tersenyum.


Xiao Lei turun dari tempat tidur. "Ayah xiao Lei harus pergi ini sudah hampir malam."


"Ya, hati-hati." ayahnya sudah tahu kalau putrinya sedang menjadi pengawal pribadi pangeran liang hang, karena xiao Yue yang mengatakannya, dan itu bagus untuk masa depan putrinya apalagi dia jodoh kecilnya. Tuan xiao merasa aman karena putrinya tinggal di lingkup istana, jadi ia tak mengkhawatirkan keselamatan putrinya.


Xiao Lei sudah berada di istana, namun ia tak melihat tuannya berada di istana. Xiao sedang duduk di Gasebo sambil memandangi langit jingga.


*****


Pangeran liang hang masih setia pada tempatnya, kemarahannya sudah mereda dari sekian abad menggebu.


*****


Sinar matahari telah hilang seluruhnya, langit mulai gelap, hanya gemerlap bintang-bintang yang menderu. Sungguh liang hang belum kembali. Xiao


Lei memilih untuk segera beristirahat tanpa menunggu kedatangan tuannya. Jika liang tak kembali itu bagus menurutnya dan ia tak perlu melaksanakan tugas seperti biasanya memijat tuannya, begitu pikirnya. Ia langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang sudah ada dong fan yang tidur duluan. xiao Lei terlihat tidur nyenyak sekali tanpa gangguan orang dan mimpi buruk karena kebahagiannya saat ini sudah kembali.


Xiao sudah terbangun dari tidurnya, tak ada siapapun di sampingnya, entah dong fan lebih-lebih liang hang. Setelah beres-beres, ia melangkah ke luar mencari keberadaan kedua pria itu, baru sepagi ini semuanya sudah menghilang terlebih-lebih lagi istana ini terlihat sepi hanya satu dua orang saja yang terlihat itupun hanya penjaga dan pelayan, dan yang lainnya entah ke mana.

__ADS_1


Xiao Lei terus mengikuti langkah kakinya yang suka kemana saja sesuai perintah hatinya, hingga ia sampai didepan ruangan yang diluar telah dijaga beberapa penjaga, xiao Lei merasa aneh namun ia tak memperdulikannya, ia mencari tempat lalu duduk tidak jauh dari ruangan itu, sambil memperhatikan penjaga itu dengan setianya menjaga tak memperhatikan waktu hanya demi sesuap nasi untuk keluarganya.


*Di ruangan*


Di dalam ruangan itu, Raja wu liang, pangeran liang hang, tuan muda dong fan beberapa orang lainnya tengah serius membahas sesuatu mengenai undangan pesta lampion di negara yangzi yang akan dimeriahkan kembali. Raja hanya memerintahkan pangeran liang hang dan dong fan untuk ikut memeriahkan acara itu, ia juga memerintahkan beberapa prajurit turun andil untuk mengawasi liang dan dong, memastikan keselamatannya.


Raja tak mau terlibat karena tak ingin mengenang masa lalu yang pahit yang akan hanya membuatnya sedih dan marah. "Kalian harus hati-hati, banyak musuh di sana."ucapnya memberitahu. "Tapi kalian jangan khawatir aku juga sudah memberitahu raja yangzi kalau kalian berdua akan datang."ujarnya.


"Baiklah yang mulia."sahut dong fan dan mereka pamit undur diri.


Raja wu Liang, tuan bangsawan fan dan raja yangzi merupakan kawan lama yang tak pernah lagi bertemu.


*Negara yangzi


Seorang prajurit datang melapor kepada raja yangzi. "Tuan, kedua pemuda itu akan datang."


"Bagus, awasi mereka berdua, pastikan jangan sampai ada masalah yang terjadi karena kehadiran mereka berdua."titah raja yangzi.


"Baik yang mulia."ucapnya pamit undur diri dan segera pergi.


*****


Ceklak!!!pintu terbuka dari dalam dan melihat xiao Lei yang sedang tidur duduk dalam suasana yang masih pagi. Liang mendekati xiao Lei hendak membangunkannya.


Karena merasa tak tega ia malah menggendong ke kamarnya. Saat hampir mendekati ranjang dengan otak kejahilannya Dong menghalangi dengan kakinya hingga liang tersandung menuju tempat tidur dan menindih tubuh kecil xiao Lei dan wajah mereka berdekatan setengah jengkal lagi jika tak cepat bertindak ia mungkin sudah menyentuh bibir ranum itu lagi. Untungnya xiao Lei tidak terbangun karena sedang fokus dalam mimpinya.


Mata tajam liang mengarah ke arah dong, "Apa??kau akan marah, harusnya kau berterimah kasih."ucapnya dengan muka menggoda tersenyum.


Liang hendak marah namun mengurungkan karena

__ADS_1


tidur xiao lei baik saja dan tidak terganggu, ia tidak masalah jika dong mengira dirinya suka pria, tapi ia hanya tidur xiao Lei terusik. "Hush..."liang menempelkan tangan ke bibirnya.


Bersambung....


__ADS_2