
Mendengar perkataan serupa dan persis dengan ucapan liang hang dan Feng sang perampok ingin rasanya xiao Lei berteriak keras namun ia tidak bisa, hanya hatinya saat ini yang menjerit.
"Kau siapa."
"Aku pengawal tuan liang hang."balasnya Tampa melihat kearah depan.
Mendengar ucapan xiao Lei barusan sontak membuat Liang hang tersenyum kecil dan menutup mulutnya dengan tangan.
"Namamu."
"Aku Qin Lang."balas xiao Lei.
"Aku dong fan, sahabat dekat liang hang."ucap dong fan memperkenalkan diri.
Saat yang bersamaan xiao Lei melihat ke depan wajah mereka temu tatap, xiao Lei terlihat kaget namun ia berusaha menutupinya bukan karena melihat setan tapi melihat pemuda itu, dan sepertinya ia merasa sesak dan jantungnya berdebar kencang.
Ternyata pemuda didepannya mangsa yang ia rampok kemarin dan untungnya xiao Lei menutup wajahnya.
Untuk menghilangkan rasa kagetnya seketika xiao Lei mengambil air milik liang namun ia tak menyadarinya, ia meminumnya hanya dalam sekali minum, ia merasa atmosfer di tempat itu terasa panas.Tatapan tajam kedua pemuda itu tertuju padanya dan xiao Lei menyadari akan hal itu.
"Aku merasa haus."ucapnya dan menyimpan wadah kecil milik liang hang dan tersenyum kecil.
"Apa yang kau lakukan itu air milik ku."ucap liang hang
Xiao Lei tampak kaget dengan mata melotot dan berucap gugup. "Mi-milik tuan."ucapnya, ingin rasanya ia memuntahkan air itu namun sudah terlanjur masuk, tidak ada yang ia bisa perbuat, lalu ia memegang bibirnya. "Itu berarti ciuman pertamaku diambil olehnya."batin xiao Lei sesal.
"Maaf tuan, aku tidak tahu."balasnya.
"Sudah lebih baik kita lanjutkan pembahasan kita kemarin yang sempat tertunda."ucap dong fan.
"Bagaimana ciri pencuri itu."tanya dong fan pura-pura.
Liang hang tampak berpikir.
__ADS_1
"Dia seorang pria namun kecil, namun sangat berani."balasnya.
Pria yang sama, pantas saja ia jadi tukang pencuri karena kurang makan."ucapnya meledek sambil melihat kearah xiao Lei begitupun liang hang tatapannya tertuju pada pengawalnya.
Mendengar hal itu xiao Lei meminum kembali dan menuangkan air di teko dan terus meminumnya, dan ia tampak gugup.
"Pemuda ini sama saja dengan liang, mereka berdua benar-benar menguji kesabaran ku."batin Xiao Lei merasa kesal karena selama ini sering makan banyak hanya saja tubuhnya memang kecil entah apa penyebab nya.
"Bukan begitu Qin Lang!!!."ucap dong fan penuh selidik
"Hah...mana aku tuan, aku belum pernah bertemu pencuri itu."balas xiao Lei.
"Liang aku lihat kau tidak bebas, akhir-akhir ini pasti kau pusing bagaimana kalau waktumu sementara kau gunakan untuk bersenang-senang daripada mengurus pencuri itu namun kau tak berhasil."ucapnya dengan memberi kode pada liang hang.
Liang yang mendengar itu mengerti akan maksud sahabatnya apalagi ia memang ingin rasanya istirahat panjang.
"Bagus juga beberapa hari kita akan bersenang-senang."balasnya.
"Dan kau, jika kau Ingin ketemu keluargamu, silahkan!!."ucap liang hang menunjuk ke arah xiao lei memperbolehkan pergi namun ada maksud lain yang belum xiao Lei ketahui.
Setelah xiao Lei beranjak keluarga tampak kedua pemuda itu sedang asyik berbicara dan merencanakan sesuatu, terlihat dari senyum mereka yang sedikit berbeda.
Liang dan dong berbisik. "Apa kau yakin rencana mu akan berhasil."tanya dong fan.
"Kita lihat saja nanti."
Keraguan mereka berdua bertambah besar apalagi dilihat dari gerak-gerik xiao Lei tadi itu sudah membuktikan jelas kalau xiao Lei pelakunya. Namun untuk bisa menangkap nya harus menjebaknya terlebih dahulu.
Xiao Lei berjalan-jalan ke luar sambil menikmati sebuah manisan ditangannya, wajahnya terlihat sangat imut saat lidahnya merasakan rasa manisan
antara manis dan kecut, hatinya meronta-ronta menunjukkan sifat dan perilaku wanitanya baru kali ini lagi merasakan manisan kesukaan nya manisan tanghulu, karena semenjak ia membantu orang desa ditambah lagi menjadi pengawal pribadi ia tak punya waktu bersenang-senang seperti ini, meski ada waktu, itu hanya sebentar dan ia gunakan untuk mencuri.
Xiao Lei terus berjalan dan berlari kecil hingga pandangannya tertuju pada seorang pengemis anak kecil yang terduduk lemas dan sayu.
__ADS_1
Xiao Lei berhenti berlari namun ia menuju ke arah anak kecil itu.
"Tuan beri aku uang, aku butuh makan."ucapnya.
Xiao Lei mengambil uangnya di pinggang dan memberikan nya pada anak kecil itu, xiao Lei ikut duduk dan ia mengusap kepala anak kecil itu dengan lembut dan ikut merasakan apa yang dirasakan anak kecil itu.
Dong fan mengintip dari arah kejauhan.
"Apa Qin Lang pelakunya, tapi mana mungkin dia terlalu baik, tapi memang dia terlihat mencurigakan."gumam dong fan.
"Terimakasih tuan."ucapnya.
xiao Lei mengangguk dan pergi meninggalkan anak itu tampak air matanya jatuh dan ia mengusapnya.
*****
Langit tampak mulai gelap. Karena merasa cukup waktunya xiao Lei kembali ke penginapan dan melihat kedua pemuda yang selalu membuatnya merasa jengkel sudah tertidur di atas ranjang dan ia terbebas dari tugas-tugas seperti biasanya memijat tuan liang. Ia merasa senang hari ini dia bisa bebas dua kali lipat, dia hendak tidur namun ranjang tidur sudah di kuasai kedua pemuda itu, karena sudah merasa mengantuk dan capek ia langsung saja mencari tempat tidur di kursi kecil.
*****
Hari dimana mereka bersenang-senang tiba, tampak liang hang sudah siap dengan kudanya sedang ditangannya terdapat panah hendak berburu di hutan dengan pakaian senada dan mereka berdua memacu kudanya ke hutan dan setelah beberapa saat di hutan mereka berdua kembali karena sudah merasa cukup dengan waktunya.
Sedang xiao hanya diam saja tidak ada yang ingin ia lakukan, kalau masalah bantuan untuk orang-orang desa dengan uang rampasannya cukup untuk beberapa bulan. Dan untuk bergabung dengan kedua pria itu tidak mungkin yang ada ia akan merasa jengkel dan marah setiap waktunya.
Satu Minggu telah berlalu, liang dan dong fan tidak mendapatkan hasil apapun, ternyata dugaannya salah ia telah mencurigai pengawalnya sendiri yang telah membantu selamat dari perampok di hutan, tampak wajah sesal diantara mereka, maka dengan itu mereka memilih kembali ke istana dan akhir-akhir ini pencuri itu tidak berulah lagi dan mereka memutuskan untuk kembali.
"Kemas pakaian kalian, kita akan kembali." ucap liang.
"Baik tuan." sahut xiao Lei.
Tuan Cha Chu sang pedagang, yang sudah sangat menunggu lama namun tak ada hasil dan dirugikan itu mendengar pangeran liang akan kembali menuju ke istana, ia tak bisa berdiam diri lagi lalu menghadap raja meminta untuk mengganti segala kerugian yang terjadi padanya. Raja wu liang terpaksa menganti agar tuan Cha Chu tidak datang lagi dengan seribu mulut tidak bisa diam. Raja memerintahkan pejabat yang bertugas bagian keuangan, serta bahan dan pangan untuk mengganti kerugian tuan Cha Chu. Dan setelah mendapatkan semuanya, Cha Chu kembali dengan berbagai pengganti di atas kereta yang dikawal prajurit.
"Terimakasih yang mulia."ucapnya tersenyum dan pamit undur diri.
__ADS_1
Bersambung...