The Heroine

The Heroine
Eps. 31 Sebuah Surat


__ADS_3

"Apa yang kau inginkan."xiao Lei membekap mulut Cheng yi, karena Cheng sudah diam ia lalu melepasnya.


"Kakak, mana mungkin aku tega menyerang dan membuat mu kesulitan sedang kau pahlawan ku."ucapnya


"Semua senjata itu! aku kumpulkan untuk melawan yangzi sama seperti tujuan mu, tapi sayangnya aku seorang diri."ucapnya dengan mengisyaratkan.


"Hum...kalau begitu ikutlah denganku, kita akan memberontak bersama."


"Iya, kita akan bersama, tapi aku tidak bisa ikut denganmu, aku disini menunggu kakak, sampai waktunya tiba! kapan kau berangkat?"


"Baiklah aku tidak akan memaksamu, 3 bulan ke ke depan."


"Aku akan menunggumu dan berlatih sampai waktu datang."ujarnya.


"Bagus! jaga dirimu, aku akan kembali." ucapnya dan beranjak dan dibalas dengan anggukannya.


*****


3 Bulan telah berlalu, waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, mereka semua terlihat tidak sabar, semua orang telah berkumpul diluar goa, semuanya sudah memegang senjatanya masing-masing, berkat kegigihan selama ini mereka berhasil membuat senjata dan bisa belah diri. Mereka semua telah berangkat, waktu yang mereka tempuh hanya membutuhkan beberapa jam dan telah sampai di kerajaan yangzi.


Namun sayangnya ia tidak bisa masuk karena gerbang istana tertutup rapat. Meski berusaha pun menerobos dengan memanjat itu tidak akan membuahkan hasil.


"Aku datang, untuk kalian."sahut pria muda yang tiba-tiba datang menuju mereka semua.


"Cheng yi!"ucap xiao Lei.


Cheng si bocah yang suka pria menurut xiao Lei telah mengajaknya. "Ikut denganku."ucapnya dan semua kumpulan penyerang itu mengikuti langkahnya hingga sampai di sebuah jalan yang bisa masuk ke istana yangzi tanpa bersusah payah, itu sebuah tembok berlubang yang dibuat ulahnya.


Semuanya telah menginjakkan kaki di istana yangzi, melihat seseorang datang secara berkerumunan dan membawa senjata, semua prajurit berlari dan melakukan penyerangan karena mereka sudah tahu akan ada kemungkinan penyerang atas pemberitahuan tuan song. Semua orang-orang itu menyerang Tampa ampun dan berhasil melumpuhkan prajurit di tempat itu.


Tetua dari desa Gudu tampak bersemangat sekali meski sudah tua, nampaknya ia juga bisa diandalkan karena berhasil prajurit jatuh dengan pedangnya. Paman Feng, Ceng yi, mei an juga berhasil membunuh beberapa prajurit itu semua karena kerja kerasnya selama ini tidak mengkhianati hasil.


Xiao Lei tidak berada bersama mereka namun berada di tempat lain sebuah penjara yang sangat luas dan tertampung banyak manusia di dalamnya, bukan hanya orang tua, namun juga beberapa anak kecil. Xiao Lei bersembunyi dari balik dinding batu, dan melihat prajurit penjaga sedang berjaga.


"Ah..."teriak penjaga itu dan jatuh dengan mulut berdarah, ternyata xiao Lei menembakkan jarum beracun-nya. Xiao Lei mendekat, melihat penjaga itu mati dan seseorang datang dengan pedang ia pegang, membuat semua orang di dalam penjara itu ketakutan dan memundurkan diri ke belakang.

__ADS_1


Xiao Lei memeriksa pakaian penjaga itu dan menemukan sebuah kunci, lalu ia membuka kunci penjara itu, dan semua orang berlarian ke luar, ternyata yang datang seorang penolong, terlihat semuanya bahagia, karena sudah bebas selama bertahun-tahun lamanya di kurung, hanya gelap gulita dan penyiksaan yang selalu menemani hidupnya.


Melihat semua orang telah dibebaskan, paman Feng berteriak. "Ayo mundur."


Sedang di luar sudah ada Ceng yi yang berdiri dengan panah api yang siap diluncurkan.


Semuanya sudah mundur ke luar, kecuali Fan Xun yang terlihat memandangi satu persatu tahanan yang di bebaskan. Ia sama sekali tidak melihat ibunya. Dan semua tahanan itu sudah berada di luar gerbang beserta orang-orang desa, xiao Lei melihat fan Xun tidak bergerak sama sekali, sedang prajurit yang lain sudah datang.


"Ayo pergi."teriak xiao Lei dan berlari ke arahnya dan menarik fan Xun.


"Xiao Lei, ibuku tidak bersama mereka, ibuku masih di dalam."ucapnya nanar dan tidak ingin meninggalkan istana yangzi.


"Kita tidak banyak waktu, kita pergi sekarang, aku janji akan membawa ibumu pulang."ucap xiao Lei berusaha menenangkannya.


"Tapi!"


"Sekarang, jika kau mati, kau tidak bisa menolong ibumu, maka menurut-lah."


Dengan berat hati fan xun ikut bersama xiao Lei, dan di saat bersamaan prajurit itu hampir menjangkaunya, namun gagal karena panah telah meluncur ke arah prajurit itu, melihat ada kesempatan xiao Lei segera pergi membawa fan Xun.


*****


"Hum...tenangkan dirimu."ucapnya dan ikut duduk didekat nya.


"Bagaimana aku bisa tenang, kalau ibuku masih berada di istana yang kejam itu, aku akan ke sana."ucapnya dan hendak beranjak, namun xiao Lei menghentikan dengan menarik tangannya.


"Jangan bodoh, percaya padaku aku akan menyelamatkan ibumu, bagaimanapun caranya, kau tetaplah di sini, tinggal bersama mereka." Xiao Lei bangkit.


"Nona xiao Lei, kau mau ke mana?"tanya fan Xun.


"Aku akan menolong ibumu."ucapnya.


"Kalau begitu aku akan ikut."


"Jangan, Jika kau ikut denganku, aku tidak menjamin ibumu selamat."ucapnya. Sebelum pergi xiao Lei berkata kembali.

__ADS_1


"Jangan katakan pada mereka masalah ini, jika mereka mencari ku katakan saja, kalau aku sedang mengunjungi makam keluargaku."bisik-nya dan segera pergi.


*****


Bawahan datang melapor di dalam ruangan khusus raja yangzi.


"Salam yang mulia, mereka semua berhasil lolos."Ucap bawahan pengintai khusus raja yangzi dengan memberi hormat.


"Termasuk! kedua wanita itu."Ucapnya dengan mengisyaratkan.


"Tidak yang mulia, sebelum mereka sampai, hamba lebih dulu memindahkan kedua wanita itu."Ucapnya memberitahu tuannya.


"Bagus, biarkan saja semuanya bebas, kecuali dua wanita itu."sahut raja yangzi.


"Apa ada lagi yang ingin kau sampaikan?"tanyanya.


"Ada yang mulia, bangsawan fan ikut memberontak."ujarnya dan membuat raja marah besar.


"Kurang ajar."kecamnya dengan memukul keras meja di depannya.


"Pindahkan wanita itu di tempat rahasia."ucapnya dengan mengisyaratkan dan bawahan itu tahu akan maksud tuannya, ia segera pamit undur diri untuk segera melaksanakan perintah.


"Baik yang mulia."


*****


3 hari telah berlalu sejak kejadian itu, dan istana yangzi sudah kembali normal seperti biasanya. dan kedua tahanan itu sudah berada di tempat yang paling aman.


Sebuah surat telah sampai dan di bawah oleh prajurit raja yangzi masuk ke ruangannya dan memberikan gulungan surat itu dan ia membukanya dan melihat surat itu yang berisikan :


...Yang mulia, aku akan mengirim pelayan khusus untuk chuan'er sesuai keinginanmu, yang akan mengurus segala kebutuhannya di Wei, semoga saja dia menyukainya....


Dari nyonya qiao ye


Sebelum memastikan surat itu darinya, matanya tertuju pada stempel bangsawan, dan benar memang dari qiao, sepupunya.

__ADS_1


__ADS_2