The Heroine

The Heroine
Eps. 38 Akhir bahagia, End


__ADS_3

Sebuah pedang akan segera menembus ke tubuh xiao Lei, sedang orang itu sedikit menunduk, sesaat kemudian."suara teriak kesakitan telah menggema, pedang tajam telah menembus ke depan dada, siapapun tidak akan selamat.


Mendengar suara itu semua tatapan orang mengarah padanya, xiao Lei juga ikut berbalik saat ia membantu ibu liang yang jatuh karena ulah liang, ia mendorong ibunya hingga terjatuh. Xiao Lei melihat ke arah penyerang itu dan ia cukup mengenalinya, bahkan orang-orang Wei sangat mengenalnya, dia tuan Leng sang pengkhianat.


Semua orang-orang yang berada di tempat itu kaget, apalagi melihat tuan Leng berani kembali dan hendak menyerang xiao Lei, namun sayangnya ia salah sasaran. "Ayah!"teriak chuan'er histeris dan memeluk ayahnya yang telah terjatuh dan ia memandang putri nya menahan rasa sakit.


"Maafkanlah ayahmu ini tidak bisa memberimu kebahagiaan, maafkan, jangan menangisi penjahat seperti ayah."ucapnya lirih dan terjatuh, chuan'er hanya bisa terus menangis ia tidak bisa berbuat apa-apa.


Teriakan yang sama terjadi lagi, kali ini sebuah panah tajam kembali menancap dari arah belakang menuju ke depan dada, namun yang menjadi korbannya tuan Leng, ia kesakitan dan terjatuh sambil memegang dadanya dan mengeluarkan darah dari mulutnya, dan tidak bernafas lagi.


Semua orang telah memandang ke depan mencari si pemanah, orang itu berjalan mendekati mereka dengan pakaian merah darah, dan masih memegang panahnya lalu membuangnya ke sembarang arah, dan terus berjalan, sinar matahari pagi mengahalau wajahnya sehingga tidak terlalu nampak, saat sudah dekat mereka tidak menyangka jika pangeran liang yang melakukannya.


*Flashback*


Di ruangan tuan liang telah berdiri seorang pengawal. "Tuan hamba membawa informasi penting."ucapnya dengan hormat dan liang memberi isyarat untuk segera mengatakannya.


"Hamba sudah menemukan keberadaan pengawal Qin, sebentar lagi dia akan menuju ke sini tuan!"


"Hum...aku tidak mengijinkan mu pergi lagi bagaimanapun caranya."gumamnya tersenyum kecil.


"Dan ada yang jauh lebih penting tuan, permaisuri! aku melihatnya, dia sudah bebas, ternyata permaisuri di sekap di sekap."


"Kurang ajar, jadi selama ini raja sialan itu pelakunya."sahut liang geram dan mengepal tangannya.


"Tuan!"ucap pengawal itu hendak menyampaikan sesuatu yang sangat penting dan mengerti, liang memajukan kepalanya lalu pengawal itu membisik sesuatu di telinganya."


"Hah...aku akan memberinya pelajaran."


Flashback end


Ibu liang yang tadinya merasa sedih, sekarang baru


sadar jika putranya, berlaku tidak sopan, karena ada maksud lain, dan ia terlihat sedikit lega. "Ibu maafkan Hang'er, aku tidak bermaksud."ucapnya yang sudah memeluknya.


"Tidak, kau tidak salah, ternyata kau masih mengenali ibumu." saat mendengar kata ibu, raja wu liang mendekati kedua orang yang sedang berpelukan dan melihat dengan tatapan bingung, "Yang mulia, tidak mengenali istri lagi, mungkin di hatimu, sudah ada pengganti."ucap ibu liang yang sudah melepas pelukannya, "istri,"ucapnya dengan memegang wajah Chang ruyi dengan kedua tangannya, dan tampak berbinar dan terharu, tanpa berkata lagi ia sudah dalam pelukannya. Dan mereka bertiga berpeluk bahagia.


Sama halnya keluarga bangsawan fan mereka semua juga berpelukan. "fan Xun, maafkan ayah ini, sudah mengambil segala kemewahan mu."ucapnya merasa bersalah.


"Ini semua karena selir ayah."ujar dong fan.

__ADS_1


"Qiao ye, di mana, kurang dia kabur, ayah akan mencarinya."


"Sudahlah ayah, yang penting keluarga kita sudah kembali seperti dulu."ucap istrinya dan ia segera menghentikan langkahnya.


Para prajurit telah membawa kedua mayat itu, sedang chuan'er masih duduk terdiam. Liang baru sadar, kalau sejak tadi dia tidak menghiraukan pengawalnya yang datang dan tidak menyamar lagi.


"Pengawal Qin, kau masih hidup,"ucapnya mendekati xiao Lei dan langsung memeluk tidak tahu malu, "kau sudah tahu aku tuan?"ucapnya kaget dan dibalas dengan mengangguk. Melihat pemandangan itu, dong fan mendekatinya, apa yang kau katakan liang, dia nona xiao Lei dia bukan pengawal mu "ucapnya.


"Dia pengawal Qin."teriak liang, dan tidak terima ia juga berteriak, "bukan ...! dia nona xiao Lei."


Mereka terus berdebat, namun xiao Lei menghentikannya, "hentikan tuan-tuan, aku ini memang xiao Lei, tapi aku juga pengawal Qin."balasnya membuat mereka berdua melotot tidak percaya.


"Hah....itu berarti...."ucapnya dan dong mengerti maksudnya, "tenang saja, aku tidak akan mengambilnya darimu, aku hanya mengaguminya."balasnya sedikit tersenyum dan mengetahui jika liang sudah jatuh cinta sejak dulu. "Tunggu dulu, tapi kan, bukannya kau suka pria."ucapnya dan berhasil membuat semua orang tertawa, dan liang membisik sesuatu ditelinga-nya, dan membuatnya tersenyum kecut, "pantesan, kau suka cari kesempatan," mengingat liang selama ini suka mengambil kesempatan dalam kesempitan mendekati xiao Lei, ternyata itu penyebabnya.


"Xiao Lei, kita akan menikah."memegang kembali kedua tangan xiao Lei.


"Tidak bisa."teriak dong fan.


"Kenapa, bukankah, kau tidak menyukainya."ucapnya tajam.


"Memang benar, tapi kalian tidak bisa menikah sebelum nona xiao Lei menggantikan kantong uangku."sahutnya.


"Kau tenang saja, 10 kali lipat pun aku ganti."balas liang, dan kembali memegang tangan xiao Lei.


"Maukah menikah denganku."xiao Lei melepas tangannya, liang bingung dengan tindakan xiao.


"Kenapa? kau tidak menyukaiku, apakah karena kau sudah memiliki pria lain."sahut liang dengan perasaan tidak tentu.


"Maaf tuan, bukan aku tidak menyukaimu, bukan juga aku memiliki pria lain, tapi memang tidak bisa."


"Apa ada yang salah denganku,"ucapnya namun xiao Lei tidak menghiraukan dan akan pergi namun Liang menarik tangannya, "kau tidak boleh pergi kau jodohku."ucapnya namun nona xiao melepaskan tangan liang, "maaf pangeran, lupakan saja dengan perjodohan kita."dan ia segera pergi, liang merasa sedih karena tidak bisa menahannya.


*****


Di depan danau, ia melamun merasa hidupnya kesepian, sekarang tidak punya rumah apalagi keluarga, "Lei'ir."seseorang datang dan memanggil nama kecilnya, "siapa kau yang be-ra-ni."ia berbalik dan kaget, dan hampir pingsan, namun ia segera ditangkap.


"Kau mengira kami hantu."ucapnya dan xiao Lei memijit-mijit pipi kakaknya, "Yue'ge, apa aku tidak bermimpi."ucapnya dan xiao Yue mengangguk. Xiao Lei berdiri dan mendekatinya ayahnya. "Ayah bagaimana mungkin kalian masih hidup?"tanya xiao Lei tampak bingung karena ia melihat sendiri rumahnya telah hancur.


Flashback

__ADS_1


Saat itu fan Xun tidak sengaja bertemu dirinya saat hendak pergi ke kota dalam tugas sebagai pejabat, fan Xun membisikkan sesuatu padanya dan ia kaget dan syok, segera ia kembali dan menyuruh keluarganya untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan penting, dan ia sengaja mengajak keluarganya berlibur, dan memberitahu orang-orangnya jika akan ada penyerangan dan mengenai rumah yang terbakar itu tak berpenghuni karena semua para prajurit sedang berada di luar kediaman beserta para prajurit. Dan pada akhirnya penyerang datang.


Flashback end.


Xiao Lei menghela nafasnya kasar mendengar cerita ayahnya, ia sudah mengira jika fan Xun benar membantai keluarganya namun semuanya hanya bohong.


"Lalu Yue'ge?"tanyanya menunjuk ke arah xiao Yue, namun kakaknya tidak berada di tempatnya.


"Lebih baik kita pulang."teriaknya yang sudah berada jauh bersama istri ayahnya dan AC hy.


*****


Xiao Lei terbangun dari tidurnya, ke luar dari kamarnya mencari keberadaan keluarganya dan melihat hiasan dekorasi pernikahan di kediamannya, "ayah siapa yang akan menikah?"tanyanya saat tuan xiao mendekatinya.


"Bersiaplah, kau akan menikah dengan tuan Shu."ucapnya dan pergi


"Menikah? aku tidak mau, aku hanya ingin menikah dengan tuan liang."sahutnya tanpa rasa malu, karena tak ingin di nikahkan dengan pria lain.


"Siapa suruh membatalkan perjodohanmu."ujar Yue lewat di depannya, dan xiao Lei melihat kalau gaunnya telah diganti pakaian pernikahan, sebelum


pernikahan benar-benar terjadi xiao Lei kabur dan menuju istana Wei.


Di istana Wei, liang sudah memakai pakaian merah, bertanda dia akan menikah, tidak terimah dinikahkan dengan wanita lain selain wanita yang sudah mengambil separuh jiwanya, ia juga kabur dan berlari keluar dan mereka saling bertemu. Xiao Lei sudah berada di luar istana, liang mendekatinya, "tuan! akan menikah?"


"Kau juga, dengan siapa?"


"Tuan muda Shu."balasnya, namun liang tampak bingung karena tidak ada yang bernama tuan Shu di kerajaannya, apalagi tuan muda.


"Pangeran, kau mencintaiku kan?"ucapnya dan liang mengangguk. Dan mereka akan segera pergi, tapi sayangnya di depan mereka sudah ada keluarga Xiao dan juga di belakang ada keluarga liang dan bangsawan fan, "kita terkepung."ucap liang dengan tangan menggenggam tangan xiao Lei.


"Ibu, ayah aku tidak ingin menikah dengan pilihan kalian."ucap liang.


"Jadi kau tidak ingin menikah dengan wanita di depanmu."ucap nyonya Chang ruyi, dan liang melihat ke belakang xiao Lei namun tidak ada wanita lain, dan ia tampak bingung dan beberapa saat terdiam, dia sadar kalau dirinya sengaja dikerjai, dan membuatnya tersenyum lebar dan langsung menarik xiao Lei masuk pelukannya dan berputar-putar, semua yang melihatnya tertawa bahagia dan melempar bunga ke arah pasangan yang berbahagia, xiao ikut tertawa namun terlihat malu.


*****


Malam hari telah datang, pasangan pengantin baru telah tertidur setelah melakukan aktivitas yang menguras banyak tenaga, keduanya tampak tertidur nyenyak. Udara dingin menerpa dengan angin yang menghembus sedikit lebih kencang membuat jendela kamarnya terbuka, sebuah bayangan telah masuk, dan di dalam sudah berdiri seorang kakek tua, lalu memapah xiao Lei dan membawanya pergi melalui jendela kamar, sebelum pergi ia meletakkan bantal guling sebagai pengganti xiao Lei, saat ia sudah ke luar, jendela pintu tertutup dengan sendirinya, terlihat liang sudah memeluk bantal guling itu.


END (Tamat)

__ADS_1


__ADS_2