
Setelah mengambil hadiah lamarannya dong fan segera berlalu. Di luar kediaman tuan xiao dia tidak sengaja berpapasan beberapa orang berpakaian hitam dengan gerakan aneh, tapi dong fan tidak melihat wajah orang-orang itu.
Para penjahat itu sampai di depan kediaman tuan xiao.dan langsung menyerang para penjaga di tempat itu. Mendengar keributan tengah berlangsung, tuan xiao Bai keluar dan melihat ada banyak penyerang dengan segera dia memerintahkan para penjaganya menyerang sedang xiao Yue tidak terlihat.
Tuan xiao segera menuju orang itu dan saling bertarung, cukup lama mereka bertarung, tapi xiao Yue belum muncul.
Xiao Yue sedang sibuk di kamarnya mempersiapkan Kado ulang tahun untuk adiknya, selama ini ia tidak membenci adiknya, ia hanya sengaja melakukan sandiwara itu karena ingin memberikan kejutan. Dan mengenai untuk kematian ayahnya semua itu adalah rencana mereka semua.
Di tengah kesibukannya ia mendengar suara pedang yang saling melawan. Ia segera berlari menuju arah suara itu. Ia kaget dan juga sedih melihat kekacauan yang terjadi, kejutan kebahagiaan yang ia rencanakan berganti menjadi air mata kesedihan.
Sudah banyak penjaga yang tergeletak bersimbah darah, sedang ayahnya juga sudah ada beberapa luka sayatan pedang. Melihat hal itu, xiao Yue mengambil pedangnya dan segera ikut bertarung melawan penjahat itu.
*****
Sejak tadi dong fan memikirkan orang itu, hatinya merasa tidak tenang, apalagi orang itu menuju kediaman tuan xiao. Dong fan menyuruh pengawalnya menghentikan kereta kudanya. ia turun dan mengambil salah satu kuda pengawalnya dan melajukan kudanya menuju rumah tuan xiao.
Tuan xiao terjatuh, salah satu penjahat itu hendak menodongkan pedang dan saat ia segera melakukannya, suara teriakan kesakitan telah terjadi, Pedang tajam telah menembus dada, dan ia memuntahkan darah.
Tuan xiao menutup matanya dengan tangannya. Ia mendengar jelas suara itu, namun ia tak merasakan sakit sama sekali. Lalu membuka matanya ternyata yang terkena pedang, penjahat yang berada di depannya. Saat dirinya hendak dirinya ditancap, dong fan dengan cepat menodongkan pedangnya dari belakang.
Begitupun xiao yue berhasil membunuh beberapa penjahat. Namun masih ada tersisa satu orang tapi orang itupun berhasil melarikan diri membawa beberapa luka ditubuhnya, dia fan Xun sang pengintai.
Karena tidak ada lagi kekacauan, semua mayat telah dibereskan begitupun penjaga yang terluka sudah di obati di dalam ruangan, dong fan pamit undur diri, dan tak lupa pula ucapan terimakasih yang besar orang dari keluarga Xiao.
Dong fan pulang dengan raut wajah sedikit senang, karena ia sudah menolong seseorang, ia baru tau rasanya menjadi seorang pahlawan dari banyak orang, tapi sayang ia juga sedang bersedih hati karena lamarannya ditolak, tapi tidak masalah ia akan tetap memperjuangkan cintanya.
*****
Di desa Gudu
Merasa keadaan desa aman dan terkendali, xiao Lei pamit pergi untuk menemui keluarganya.
Xiao Lei sampai. Saat tiba matanya kembali melotot melihat ada banyak darah yang berserakan dan juga beberapa bangunan rumah yang hancur.
__ADS_1
Xiao Lei menangis histeris." Kakak."
Ia tengah berlari dengan cepat menuju kamar kakaknya, dan melihatnya sedang terbaring lemas.
"Kakak."xiao Lei menangis keras dalam pelukan kakaknya yang sedang terbaring.
"Lepaskan."
"Aku tidak mau."
"Lepaskan air kotoran mu telah menodai ku."sahutnya.
Xiao lei terbangun, ingin rasanya ia marah mendengar ucapan kakaknya tapi ia tahan karena kakaknya tengah sakit, tidak baik orang sakit diomelin bisa bertambah parah, pikirnya.
"Kamu masih marah denganku??"tanyanya.
Xiao Yue mengeluarkan tatapan tajam dan dingin, xiao Lei melihat itu takut dan menunduk. tidak ada perkataan lagi dari keduanya hanya helaan nafas yang menderu, xiao Yue ingin sekali tertawa tapi ia menyimpannya, lalu beberapa menit berlalu. "Lihat, aku."teriaknya kecil dan xiao Lei mendongakkan wajahnya dan terlihat matanya berkaca-kaca.
"Hah....kau ini dasar anak cengeng, apa aku sanggup memarahi mu."sahutnya dan mencubit pipi adiknya dengan kedua tangannya, dan tertawa keras.
"Hum.... itu semuanya hanya sandiwara." dan xiao lie tiba-tiba ingin memeluk kakaknya dengan dirinya yang sudah tak lagi menampung air matanya..
"jangan bergerak, tetap disitu." sahutnya. Tiba-tiba suara perut telah berbunyi.
"Apa dirimu sedang lapar."ucapnya dibalas anggukan kepala xiao Yue.
"Baiklah tunggu disini!" Lalu xiao Lei beranjak menuju ke dapur membuat makanan bubur ala xiao Lei. setelah selesai ia kembali ke kamar kakaknya membawa nampan makanan dan air. Ia lalu meletakkannya di nakas dan mengambil bubur itu lalu meniupnya terlebih dahulu. "Akh...Suara orang memberi makanan)". Tampak xiao Yue memakan bubur itu dengan tenang. Setelah habis ia lalu meminum air.
"Lei'er apakah dirimu sudah makan?"tanyanya dibalas dengan ucapan tidak. "Pelayan."panggil xiao Yue memerintahkan membawa makanan ke kamarnya. Beberapa menit kemudian makanan datang dan disajikan di atas meja, dan tiba-tiba perut xiao Lei berbunyi saat melihat banyak makanan enak."Ayo makan segera."
Xiao Lei segera makan benar-benar sampai habis.
"Apa tuan mu, tidak memberimu makan."ucapnya membuat xiao Lei melotot. "Yue'ge kamu tahu tentang diriku."
__ADS_1
"Tentu saja, kenapa tidak!!kamu adik kesayanganku."sahutnya.
"Termasuk penyamaran ku."
"yah."
"yue'ge jangan beritahu siapapun."ucapnya memohon di kaki kakaknya dengan wajah sedih namun imut dilihat.
"Kau ini!!! cepat bangun." xiao Lei duduk di samping kakaknya, ia menatapnya dengan serius.
"Yue'ge, kenapa rumah kita dihiasi, apa dirimu akan segera menikah."tanyanya serius sambil memandangi hiasan-hiasan namun belum dibalas oleh xiao Yue.
"Kalau kau menikah, pasti kamu akan pergi jauh, lalu jika aku menikah, kau tidak akan melihatku."
"Emang dengan siapa kau menikah, apa dirimu sudah memiliki kekasih hati."godanya namun berhasil membuat pipi merah adiknya menonjol.
"Kakak."sahut xiao Lei Langsung berdiri dengan cemberut.
"Baiklah! Baiklah!, yue'ge mu ini akan memberitahumu."
"Perayaan ini sebenarnya, kejutan untuk merayakan kedewasaan mu, tapi kami tidak akan menyangka akan terjadi seperti ini." sambil memandangi ruangan yang telah didekorasi dengan nanar.
"Sudahlah kak tidak masalah, yang penting kakak baik saja."
"Kenapa bisa terjadi kekacauan di rumah kita, siapa pelakunya??."tanyanya serius.
"Entahlah, mereka semua menutup wajah!"
"Mungkin dia orang yang sama menyerang desa Gudu, tapi kenapa bisa?? apa maksudnya menyerang keluargaku."
"Apa mereka musuhku, tapi aku tidak punya musuh, siapa pelakunya, aku harus mencari tahu."gumamnya dalam hati karena keluarga Xiao dan desa Gudu termasuk keluarga dan diserang dalam waktu yang sama.
Cukup lama mereka saling melepas rindu sehingga tidak terasa waktu sudah menjelang sore, langit jingga mulai nampak, xiao hendak pergi.
__ADS_1
Bersambung....