
Air mandi untuk tuan putri sudah disiapkan kan, dan ia segera masuk sambil berendam di kolam, dan xiao Lei melakukan pemijatan atas perintahnya, setelah selesai, tuan putri Chuan menyuruh-nya pergi. "Kau boleh pergi."sahutnya saat selesai memakai pakaian dibantu oleh xiao Lei.
"Baik tuan putri."ucapnya dengan hormat dan pamit undur diri.
*****
Gelap gulita telah datang, semuanya telah tertidur termasuk para pelayan dengan tubuh di tutupi selimut, setiap pelayan memiliki ranjang masing-masing namun dalam satu ruangan. Udara dingin menerpa membuat xiao Lei merasa gelisah, ia mengibaskan selimutnya dan turun dari pembaringan, ia beralih ke jendela dan memandangi taman yang dipenuhi dengan bunga, keindahan bunga itu terlihat jelas meski di saat malam hari, karena di terang-i dengan cahaya bulan, benar-benar sangat indah.
Ia akan menutup jendela namun sesuatu terbang melalui iringan angin, dan menempel tepat di wajahnya, ia melihatnya sebuah kertas dengan gambar sketsa wajah. Xiao Lei terlihat kaget bukan main karena, potret wajah itu mirip dengannya, tidak mungkin ia memiliki wajah yang sama dengan orang lain.
"Dari mana asalnya ini?"gumamnya dan masih terlihat bingung, karena sudah larut malam ia segera menutup jendela dan tidur nyenyak.
Keesokan harinya, xiao Lei kembali pada kesibukan nya untuk mengurusi segala kebutuhan tuan putri.
Suara keras terdengar di luar istana.
"Pangeran mahkota Liang hang tiba."teriaknya terdengar sampai di dalam ruangan tuan putri yang sedang memperbaiki penataan rambutnya yang dibantu oleh xiao Lei. Mendengar kalau liang sudah datang, ia segera menyudahinya dan bergegas ke luar.
"Sudah! ikut denganku."ucapnya segera berlalu.
Di luar Liang sudah memasuki tangga istana. "Hang'er, akhirnya kau datang, aku sangat merindukan-mu."ucapnya mendekati liang dan langsung memeluknya. Sedang xiao Lei tidak sanggup melihat pelukan itu, ia terlihat membuang tatapannya.
"Lepaskan, apa yang kau lakukan."sahutnya berusaha melepaskan pelukan putri yang menurutnya sangat manja.
"Hang'er! apa dirimu tidak merindukan-ku, kita lama tidak bertemu."ucap dengan melepas pelukannya.
"Dan sekarang kau terlihat sangat tampan."ujarnya hendak memegang wajah liang, namun ia menepisnya.
."Apa yang kau lakukan."ucap liang dan segera masuk meninggalkan putri Chuan.
Sebelum pergi sekilas ia melihat wajah xiao Lei.
Melihat tuan putri sedang kesal xiao Lei mendekatinya.
"Tuan putri, lebih baik putri ke kamar, kita akan mempersiapkan kebutuhan pernikahan putri."
"Diam!!tahu apa kamu, dasar pelayan rendahan."umpatnya dan mendorong xiao Lei hingga terjatuh sedang dirinya sudah berlalu meninggalkan pelayannya seorang diri.
__ADS_1
Xiao Lei meringis, dan menggenggam kuat tangannya menahan kemarahan.
Seminggu telah berlalu sejak xiao Lei berada di istana wei, xiao Lei melangkah masuk ke kamar putri Chuan dan di dalamnya sudah ada para pelayan istana untuk mengurusi segala keperluan tuan putri Chuan, menyambut upacara pernikahannya besok. "Aku akan pergi menemui Hang'er."ucapnya tersenyum siap beranjak dari kursi, namun xiao Lei menghentikannya.
"Putri, apa yang putri lakukan, itu melanggar, tidak baik wanita akan menikah berkunjung ke mempelai pria."sahut xiao Lei, dan terlihat putri Chuan marah. Melihatnya sedang marah, Lusi mengambil kesempatan untuk menyingkirkan pelayan baru yang menurutnya bisa menggantikan posisinya.
"Kau pergi saja, kau sama sekali tidak berguna."sindir pelayan Lusi.
"Pergi, aku akan memberimu pelajaran setelah aku kembali ke yangzi."teriak tuan putri. Xiao Lei tidak mengerti kesalahan apa yang sedang diperbuatnya sehingga membuat tuan putri marah.
"Tapi tuan putri..."ucap xiao Lei belum sempat menyelesaikan perkataannya.
"Lebih baik kita masukkan dia ke penjara tuan putri."ujar Lusi memberi saran.
"Hem...aku akan memasukkan mu ke daratan rahasia."ucapnya tiba-tiba ia menutup mulutnya dan sedikit melotot, xiao Lei melihat ekspresi wajah
itu.
"Pergi."teriaknya dan xiao Lei segera ke luar sebelum amukan besar terjadi. Xiao Lei segera pergi, bukan hanya ke luar dari ruangan tuan putri tapi juga segera meninggalkan istana dengan tampak terburu-buru.
Mendengar kata daratan rahasia, ia merasa sedikit aneh dengan tempat itu, apa itu tempat terlarang yang disebutkan tuan song, kalau begitu ia berniat menyelidikinya sekarang juga sebelum semuanya ketahuan.
Lalu meletakkannya di atas batu dan ikut terduduk sambil mengamati peta itu. Sebuah peta milik yangzi yang ia temukan saat ia masih menjadi pengawal tuan liang. Xiao Lei mengamatinya dengan seksama dan serius setiap titik yang ia lihat, dan matanya tertuju pada titik tempat yang sedikit berbeda dari yang lainnya, "sepertinya ini daratan rahasia yang disebutkan oleh tuan putri kepadanya tanpa sengaja, dan juga tempat terlarang itu."tunjuk-nya. Xiao Lei terlihat tersenyum karena menemukan sebuah cara dan jalan untuk sebuah penyelamatan.
Sebuah peta yang ia temukan ternyata bisa berguna, ia hampir saja memberikan pada liang waktu itu namun untungnya ia lupa. Ia menyimpan kembali peta itu, lalu mengganti dan mengambil pedangnya untuk segera berangkat menuju istana yangzi. Sebelum ia sampai di yangzi ia terlebih dahulu mengirim sebuah gulungan surat menggunakan burung pengirim dan melempar ke atas dan burung itu terbang mencari tuannya.
*Tempat persembunyian di goa*
Semua orang terlihat gelisah terutama paman Feng, ia sama sekali tidak melihat xiao Lei, semua orang yang ia tanya tidak ada yang mengetahui, kecuali fan Xun ia belum bertanya.
"fan!! kau lihat nona xiao?"tanya paman feng, sebelum ia menjawab ia terdiam dan menjawab Tampa melihat wajah paman Feng.
"Tidak!, tapi ia pernah berkata, kalau dirinya akan berkunjung ke makam keluarga."
"Kamu bohong, nona muda tidak berada di sana, aku sudah mengunjunginya, katakan yang sebenarnya di mana dia."bentaknya.
"Hum... baiklah dia sekarang sedang berada di yangzi, dia ingin menolong ibuku yang masih tertinggal."ucapnya datar.
__ADS_1
"Dasar bodoh, kau membiarkannya pergi seorang diri."marah paman Feng.
"Aku memang bodoh karena diriku, ibuku hilang!, masalah nona xiao, aku ingin ikut dengannya namun ia bersih keras pergi tanpa membiarkan aku ikut dengannya, dan dia juga melarang ku memberitahu yang lain, tapi sudahlah aku tidak bisa menyimpannya."
Paman Feng gelisah karena xiao Lei pergi seorang diri. "Ayo kita berangkat."teriak paman feng, dan semuanya mengikuti perintahnya begitupun fan Xun tidak mau tinggal diam ia segera menyusul.
Seekor burung pengantar surat sudah di terima, dan ia membacanya, lalu segera pergi.
*****
Di kota yangzi, seorang wanita berlari menuju istana yangzi namun langkahnya telah di hentikan oleh penjaga istana itu, wanita itu datang dengan pakaian sangat kotor dan bau seperti tidak pernah mandi beberapa hari, namun benar ia sudah seminggu tidak mandi karena ulah seseorang.
"Pergi! dasar pengemis jalan."bentak prajurit itu dan masih menghalau jalan wanita yang bersih keras masuk dan ia menutupi hidungnya karena merasa bau.
"Lepaskan! aku ingin bertemu yang mulai."teriaknya marah.
"Pergi."sahut prajurit itu dan berhasil membuat sang wanita terjatuh.
"Aku harus masuk, yang mulai harus mengetahui hal ini."ucap wanita itu dan bangkit. Cukup lama mereka beradu mulut, dan raja yangzi datang karena mendengar keributan di luar, yang membuat waktu istirahatnya terganggu.
"Apa yang terjadi? Siapa yang berani membuat keributan di istanaku."sahut yang mulia dan melangkah ke arah kedua orang itu.
"Maaf yang mulia, dia hanya seorang pengemis."ucap prajurit itu.
"Kalau begitu beri saja apa yang ia inginkan, dan segera usir dari tempat ini, dia bisa membawa penyakit."ucapan raja membuat siapa saja sakit hati, namun ia tidak menghiraukannya yang penting sekarang mengenai informasi dan nasib yang di alaminya sehingga membuatnya seperti ini, dia juga takut mendapat hukuman dari nyonya Qiao ye.
"Yang mulia maafkan hamba, tapi hamba bukan seorang pengemis, tapi hamba seorang pelayan rumah utusan nyonya qiao ye."ucapnya memberitahu, meski merasa takut.
"Apa yang kamu katakan! apa kau ingin mati berani menipu seorang raja?"ucapnya marah besar.
"Yang mulia, hamba hanya seorang manusia biasa mana mungkin berani membohongi yang mulia, sedang hamba tahu jika datang saja dengan pakaian kotor seperti ini pasti dapat hukuman apalagi kalau berani membohongi raja besar."ucapnya berlutut di kaki raja yangzi, berusaha membuat yang mulia percaya meski ia juga sangat takut jika raja benar tidak mempercayainya, ia sama saja datang mengantar nyawa sendiri, tapi dia tidak mungkin lari dari tugasnya.
"Lepaskan tangan kotor mu!"raja menendang wanita itu hingga terjatuh ke belakang.
Raja yangzi terlihat sedang berpikir, ucapan wanita itu ada juga benarnya, kenapa ia harus datang susah payah. "Tunjukkan tanda pengenal mu."ucap raja. Wanita itu mengambil sesuatu dari tasnya, lalu memperlihatkan pada raja, sebuah batu giok, pelayan khusus dari Qiao ye. Raja terlihat kaget tidak percaya.
"Ini tanda pengenal milik Qiao."ucap raja dengan melihat batu giok milik wanita itu.
__ADS_1
"Lalu, kalau kau pelayan dari Qiao, wanita itu...?"ucap raja tampak marah dan melotot.
Bersambung....