
Dong fan meninggalkan fan Xun dan mengarah pada xiao Lei yang terdiam, ia mengeluarkan tatapan tidak percaya dan siap melakukannya.
Fan Xun yang berada tidak jauh dari mereka berdua melihat tidak percaya dengan apa yang dilakukan dong fan di depan matanya. Dong fan sudah masuk dalam pelukan xiao Lei, "Ternyata kamu masih hidup!"Sahut dong sangat bahagia dan. juga terharu, sedang xiao Lei masih dalam keadaan diam. Fan Xun terbelalak kaget, karena dong mengenal xiao Lei.
Paman Feng melihat tuan dong berada di tempat dan ia memeluk xiao Lei, tuan Feng berjalan mendekati setelah membunuh prajurit yang menghalanginya. "Tuan dong."ucap paman Feng, dan dong melepaskan pelukannya dan melihat ke arah suara yang memanggilnya, "tuan Feng, kau, apa yang kau lakukan di sini."tanyanya heran.
"Kami..."baru ia akan menjawab tiba-tiba xiao Lei pingsan, dan segera fan Xun menangkapnya, dan tuan paman ingin ikut saat fan Xun hendak membawanya, "paman! aku akan membawa nona xiao pergi, paman tetap di sini."sahutnya dibalas anggukan.
Dong fan bingung, dengan tuan Feng yang saling mengenal, dan jelas sekali kalau mereka sudah kenal lama, "kalian saling mengenal?"tanyanya namun tak seorang pun dari mereka yang menjawab. Melihat fan Xun sudah jauh membawa xiao Lei, ia berlari mengikuti xiao Lei yang di bawah fan Xun pergi. Sedang paman Feng kembali lagi bertarung bersama mereka semua.
*****
Tetua Yuan dan kedua wanita itu sudah sampai di tempat persembunyian dan mereka masuk ke dalam goa itu. Beberapa saat kemudian fan Xun dan dong juga sampai, fan Xun memapah xiao Lei masuk, melihat dong mengikutinya, ia mengeluarkan tatapan tidak suka. Mengetahui dengan ekspresi wajah yang dikeluarkan adiknya, dengan tatapan sinis, ia hanya diam dan tak ingin berdebat karena sekarang ia lebih fokus dengan Xiao Lei.
Fan Xun meletakkannya di atas jerami, "apa yang kau lakukan di sini, lebih baik kau pergi saja."teriak fan Xun.
"Kenapa kau mengusirku, aku datang bukan untukmu, aku kesini karena xiao Lei."balasnya.
Mendengar suara ribut kedua wanita itu berjalan mencari suara itu, dan benar saja seseorang telah berada di dalam goa yang sama, "siapa kalian?"
Kedua pria itu berbalik mendengar suara tidak asing menurutnya, keduanya terdiam sebelum berucap, sedang mata wanita itu terlihat berbinar,
__ADS_1
"Ibu, bibi!"tatapan dong fan tidak percaya, seperti semuanya hanya mimpi namun nyata, saat melihat fan Xun mendekati wanita di depannya, ia juga mengikutinya.
"Ibu."ucap mereka berdua sudah berada di bawah kaki ibunya, dan wanita itu membawa ke dua pemuda itu naik ke dalam pelukannya.
"Ibu, ke mana saja selama ini, aku mencari mu tapi tidak menemukan mu Bu!"sahut dong fan, belum sempat menjawab fan Xun ikut ikut bersuara. "Ibu, apakah Nona xiao Lei yang melepaskan kalian."tanyanya, dan wanita itu mengangguk.
"Nona xiao, apakah wanita ini yang kau maksud?"tanya wanita yang sudah berada di dekat xiao lei. Mendapat jawaban wanita itu terlihat bahagia dan sangat terharu dan langsung memeluknya yang masih pingsan.
"Ibu tinggal di mana selama ini."tanya kembali dong yang belum mengerti, dan lagi-lagi belum terjawab fan Xun berucap kembali, "ibu! dong fan pengkhianat dia melawan kami semua, dia datang sebagai bantuan pengkhianat."
"Apa yang xun'er, katakan itu benar?"tanya ibu mereka yang tidak percaya kalau anaknya malah membantu raja yang telah menyekapnya bertahun-tahun.
"Ibu, aku membantunya! karena sebentar lagi dua kerajaan besar akan bersatu, dan aku tidak ingin semuanya menjadi kacau, kalau mereka berbahagia kita semua juga ikut karena kita semua adalah kerabat."balasnya, sedang tidak terlalu memperhatikan ucapannya, ia sedang sibuk mengurus xiao Lei yang belum juga sadar. Dong fan kembali melanjutkan sebelum ibunya berucap.
"kau, tidak bisa membedakan antara musuh dan kawan, malah kau memberi bantuan pada raja yang telah mengurung ibumu, ibu menderita selama bertahun-tahun dan kau ingin ibu kembali lagi ke tempat yang tak berkehidupan itu!"bentaknya sambil menangis, dong fan ikut menangis ternyata ia salah menduga, orang penyebab ia berpisah dari ibunya, keluarga dari selir ayahnya sendiri, ia terlihat menggenggam keras kedua tangganya. "Ibu maafkan aku tidak mengetahuinya."sahutnya.
"Sudahlah, itu juga bukan kesalahan mu, maafkan ibu membentak mu."sahutnya dan ikut terduduk di dekat wanita itu, xiao Lei sudah terbangun, dan memandangi sekitarnya, ia lalu terbangun dari tidurnya, melihat penyelamat ibunya sudah sadar, fan Xun mendekati xiao Lei dan hendak memeluknya, namun gagal sebelum masuk dong fan sudah menariknya terlebih dahulu. "Apa yang kau lakukan."bentak fan Xun menatap tajam kakaknya, "tidak baik berpelukan dilihat oleh kami."balasnya.
"Tidak baik berpelukan, lalu kau memeluk nona xiao di depan orang banyak, itu apa namanya, sungguh memalukan."ucapnya melotot dan jengkel mengingat kejadian tadi. Xiao Lei berdiri, "aku akan keluar, tolong jangan ganggu, aku ingin sendiri."sahutnya sebelum ada seseorang berucap padanya, dan pergi. Xiao Lei menuju sebuah sungai dan duduk di atas rumput, kedua lututnya ia tengkupkan dan wajahnya ia tenggelam kan masuk ke dalam tengkuk kakinya sambil kedua tangan memeluk betisnya.
"Dong fan, apa yang tadi kau katakan, siapa yang akan bersatu."tanyanya mengingat perkataan tadi yang samar-samar ia dengar.
__ADS_1
"Bibi, dia liang dan tuan putri yangzi."balasnya dan membuat wanita itu kaget tidak terima.
"Tidak bisa dibiarkan, pernikahan mereka tidak boleh terjadi, aku akan menggagalkannya."sahutnya akan segera pergi, namun dong fan menghalangi nya.
"Bibi istirahatlah dulu, kita akan sama-sama menggagalkan pernikahan itu, tapi bukan sekarang, besok pagi kita akan berangkat cepat."ucapnya berusaha menenangkan ibu liang.
"Hum baiklah."
*****
Hari mulai nampak senja bertanda malam akan segera tiba, semua orang telah tiba di tempat persembunyiannya, mereka pulang dengan mengalahkan semua prajurit istana yangzi, namun sayangnya raja tidak berada di sana, dan kemenangan sesungguhnya belum ia dapatkan, tapi dengan kebebasan semua orang sudah cukup bagi mereka semua. Semuanya telah masuk di goa dan mereka beristirahat, banyak yang terluka dan ada juga yang terluka parah namun sudah di obati.
Mei an menyandarkan tubuhnya di dinding batu, ia merasa sangat kelelahan, baru kali ini ia bertarung cukup lama, dan membunuh banyak prajurit, pergelangan tangannya terluka terlihat dari darah yang terus menetes, Cheng yi mendekatinya karena merasa kasihan ia lalu menarik tangan mei an tampa permisi dan meletakkan obat dedaunan di atas tangan mei an, dan terlihat ia meringis dan ia juga terlihat bingung ada seorang pria yang berani memperlakukan seperti ini.
"kenapa kau melihat ku, apakah karena aku tampan."ucapnya sangat percaya diri, namun mei an hanya terdiam menahan rasa perih. Lalu tangan Cheng yi beralih ke pipi mei an yang imut dan sangat manis, siapapun yang memandangnya pasti akan jatuh hati, seperti apa yang sedang Cheng yi rasakan saat ini, ia merasa ada yang aneh dengan jantungnya, tiba-tiba saja berdetak kencang, perasaan yang sama juga terlihat dari raut wajah mei an yang terlihat malu, Cheng yi mengusap darah yang menempel di pipi gadis itu, ia tidak lagi memperhatikan hatinya yang sedang di landa cinta, ia jatuh cinta pada pandangan pertama, ia lalu terlihat bahagia, bisa merasakan jatuh cinta yang sesungguhnya.
"Bisakah aku memelukmu."ucapnya memohon, dan mei an terlihat setuju, karena ia juga tidak mengerti dengan perasaan yang ia rasakan, Cheng yi segera menariknya masuk ke dalam pelukannya, dan terlihat sangat bahagia, ia juga telah merasakan detak jantung mei an yang sama dengannya.
Sedang fan Xun melihatnya tidak suka, "cih....tidak tahu malu berpelukan di depan orang dewasa."
"Kakak iri yah, karena tidak memiliki yang bisa dipeluk, sebentar lagi kami akan menikah."ucapnya sengaja memanasi sedang mei an hanya tertawa kecil melihat ulah pria di depannya.
__ADS_1
"Dasar cabe..."gumamnya dan beranjak dari duduknya.