
Xiao Lei terdiam memandangi air sungai dan mencabut rumput-rumput dan melemparnya ke depan, dirinya bagai air yang tenang namun hati menyimpan sejuta luka, "nona xiao Lei,"sahut ibu liang memegang pundak xiao Lei, dan berbalik melihat.
"Nyonya, kau di sini, ini hampir malam kenapa tidak beristirahat."
"Huh...bisa panggil bibi?."ucapnya dan duduk di sampingnya.
"Hum!bibi."
"Gadis baik, tidak salah lagi, xiao Lei, bibi tidak tahu apa kau rasakan sekarang, tapi jika merasa sedih kau boleh bercerita dengan bibi, anggap saja bibi sebagai ibu sendiri."sahutnya dan mengusap rambut xiao Lei.
"Xiao Lei, bagaimana keadaan ibumu."tanyanya karena ia merindukan teman lamanya.
"Bibi, mengenali ibuku?"tanya xiao Lei sebelum menjawab pertanyaan wanita di sampingnya, ia belum mengetahui kalau wanita itu ibu Pangeran liang hang.
"Yah, bahkan melebihi dari sekedar teman, kami seperti saudara."balasnya.
"Ibuku sudah tiada."ucap xiao Lei sendu, dan ibu liang mengerti akan kesedihannya, lalu memeluknya.
"Xiao Lei, sabar nak, semua manusia pastinya akan mati, ibu mu sudah tenang di surga."balasnya berusaha menenangkan xiao Lei, namun ia juga merasa sedih karena tidak bisa lagi bertemu sahabatnya.
"Lalu, keluargamu yang lain."tanyanya lagi.
"Mereka semua meninggalkan aku seorang diri, sekarang aku tidak punya siapa-siapa lagi, mereka semua tewas di bantai."ucapnya lirih dan ibu kaget mendengar cerita xiao Lei.
"Bibi akan ada bersama mu, bibi akan menjagamu, jika kau mau, anggaplah bibi ini sebagai keluarga mu sendiri."
"Terimakasih bibi."ucap xiao Lei mengeratkan pelukannya.
"Hum... siapa yang tega melakukan itu semua, apakah orang yang sama?"tanya ibu liang penasaran.
"Dia memang orang yang sama, tapi yang melakukan semuanya fan Xun."
"Fan Xun? kenapa anak itu bodoh sekali, dia membunuh orang yang tidak bersalah."
"Fan Xun tidak ada pilihan, dia melakukannya demi menyelamatkan ibunya tapi sayangnya ia ditipu, dan dia bergabung denganku, dan aku berusaha menyelamatkan kalian berdua, namun aku harus kehilangan kakakku."ucapnya kembali merasa sedih.
"Maafkan, maafkan bibi, ini semua karena bibi."ucapnya juga merasa sedih.
__ADS_1
"Sudahlah bibi, semua ini adalah takdir tidak ada yang bisa merubahnya, apakah bibi ini ibu fan Xun?"tanya nya.
"Bukan, bibi ini ibu..!"belum sempat menjawab tiba-tiba seseorang datang.
"Kalian tidak mengajakku, aku kesepian, rasanya aku juga menangis."sahut fan Xun ikut duduk dengan mereka berdua.
"Dasar anak nakal, apa yang kau lakukan di sini, bagaimana hubunganmu dengan dong fan?"tanyanya.
"Tidak baik sama sekali, aku merasa masih membencinya, o yah nona terimahkasi telah menyelamatkan ibuku."
"Hum....sama-sama, fan Xun? ada hubungan apa dengan tuan dong?"sahutnya penasaran dan bingung karena ia tadi juga melihat dong fan di goa, xiao lei melihat ke arah fan Xun, sedang fan Xun menatap ke arah sungai.
"Dia kakakku."balasnya.
"Maaf tuan Xun, aku tidak mengenalimu, aku sudah berlaku tidak sopan denganmu."ucapnya merasa kaget, karena ia bingun karena hidup dong bahagia berbeda padanya.
"Hum ...tidak masalah, jangan khawatir."
"Tuan, mengapa hidup anda berbeda dari tuan dong,"
"Itu karena ayah dan kakak mengusirku dari rumah, mengira akulah penyebab ibu hilang, dan aku hidup menderita bertahun-tahun, aku membenci mereka.
"Bibi, raja?"
"Yah, bibi ini ibu Pangerang liang hang."
"Maafkan aku permaisuri."ucapnya dan berulang kali bersujud di depannya.
"Apa yang kau lakukan, bibi melarang mu melakukan ini, bibi akan menghukum mu jika mengulanginya." xiao Lei menghela nafasnya kasar.
Karena langit jingga telah menghilang mereka semua telah kembali, "ayo kembali."ucap bibi menarik tangan xiao Lei dan fan Xun mengikuti langkah mereka.
*****
Pagi telah datang pagi-pagi sekali mereka semua telah bersiap, namun yang akan pergi ke istana Wei hanya beberapa orang saja, dan yang lainnya akan kembali ketempat masing-masing dan memulai hidupnya kembali, membuka lembaran baru, mereka semua telah berangkat sesuai arah tujuan.
*****
__ADS_1
Di istana Wei, persiapan pernikahan telah di atur, semua dekorasi telah dihias dengan warna merah, dan bangsawan fan dan istrinya sudah sampai dari tadi subuh.
Sebuah kereta kuda khusus telah memasuki istana, raja tampak bingung dan seperti mengenali kereta itu, saat seseorang turun dari kereta, raja wu liang tidak percaya namun juga bahagia, karena orang yang sebenarnya ditunggu-tunggu telah datang tanpa pemberitahuan, raja mendekati raja yangzi dan memeluk pundaknya, "apa kabar?, aku kira kau tidak akan menghadiri pesta pernikahan putrimu, karena kau sedang dalam masalah."
"Semuanya baik, aku telah memperkuat penjagaan, semuanya akan baik-baik saja,"
"Di mana putriku?"ucapnya lagi.
"Dia sedang bersiap."
"bisakah aku bertemu dengannya!"
"Tentu saja! silahkan."ucap raja mempersilahkannya dan memanggil penjaga untuk
menunjukkan kamar tuan putri Chuan. Penjaga itu mengantar raja yangzi sampai di depan kamar putrinya, dan ia pamit undur diri dengan hormat, raja yangzi langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, sedang Chuan sibuk didandani oleh para pelayannya.
"Chuan'er."panggil raja yangzi, putri Chuan berbalik dan terbelalak kaget karena ternyata ayahnya datang untuk menghadiri pernikahannya, "ayah kau disini?"sahutnya dan mendekati ayahnya.
"Ayah! akan melihat putri ayah menikah."balasnya, dan ia terlihat celinguk-celinguk, "apa yang ayah cari? chuan'er di sini."
"Di mana pelayan itu?"
Putri chuan pelayan yang dimaksudnya ayahnya, "dia sudah pergi! aku mengusirnya, dia hanya pelayan bodoh yang dikirim bibi."sahutnya dan raja yangzi menghela nafasnya.
"Syukurlah, bagus kalau dia pergi, dia penipu."gumamnya kecil.
"Apa yang ayah katakan?"
"Hah...tidak ada, cepat bersiaplah sebentar lagi upacaranya akan di mulai."ucapnya dan segera ke luar.
*****
Segerombolan orang telah sampai di luar gerbang, melihat siapa yang datang adalah bangsawan dong fan, para penjaga membuka pintu ampa bertanya lagi, dan ia sudah memasuki istana dan melihat semua istana telah di penuhi dengan warna merah, menandakan pernikahan benar akan terjadi, xiao Lei diam mematung dia akan menyaksikan pernikahan pemuda yang telah mengambil hatinya, ia tidak terima namun ia juga tidak bisa berbuat apapun, namun yang lebih membuat hatinya sakit ia tidak bisa lagi melihat keluarganya, meski ia sudah di Wei.
Kedua pasangan telah berada di tempat seharusnya, melihat upacara terakhir akan segera dilakukan, ibu. liang segera berlari dan menghentikannya. "Hentikan, kalian tidak bisa menikah."teriaknya membuat semua orang berada di situ kaget dan tidak yakin dengan wanita biasa dan sedikit tua telah berani menghentikan penyatuan dua kerajaan besar itu. Chuan beralih mendekatinya dengan tatapan marah dan akan melayangkan tangannya hendak menampar wanita yang sudah berani mengacaukan, namun dengan sigap ibu liang menangkapnya dan melempar tangannya kasar.
qioa ye yang berada di dalam ruangan dan berdiri paling belakang, untuk menyelamatkan dirinya ia segera meninggalkan istana lewat pintu belakang tanpa diketahui. Yang jauh lebih kaget adalah raja yangzi karena ia dan qioa ye sudah susah payah menangkap kedua wanita itu, sedang xiao Lei berdiri tepat di belakang raja yangzi untuk menjaga-jaga jika ada pergerakan darinya.
__ADS_1
"Hang'er."sahut ibunya, saat liang mengarah padanya
Sebuah pedang akan segera menembus ke tubuh xiao Lei, sedang orang itu sedikit menunduk, sesaat kemudian."suara teriak kesakitan telah menggema, pedang tajam telah menembus ke depan dada, siapapun tidak akan selamat.