The Legend Of Zodiak Girl

The Legend Of Zodiak Girl
Gara-gara steva


__ADS_3

"Pengumuman kepada seluruh siswa zodiak academy,bahwa besok akan ada pertandingan antara murid baru yang bernama stevani gillbert piscessa dan pangeran bryan serta putri sandra,pertandingan akan di mulai pukul 8 pagi"ucap sebuah suara yang datang entah darimana dan membuat semua murid yang ada di kantin menjadi heboh.


"Steva yang mana sih?"


"Bakal seru nih,secara kan dua-duanya juara bertahan"


"Bukannya steva anak kelas diamond"


"Denger-denger dia punya elemen es lho"


Begitulah celotehan para murid yang membuat seisi kantin menjadi heboh seperti ada pembagian sembako gratis.


"Gue yakin sebentar lagi steva bakal jadi most wanted baru di academy ini"celetuk mauryn.


"Itu sih kalo dia bisa ngalahin gue sama bebeb bryan"ucap sandra dengan pedenya.


"Jangan sok deh lo"ucap steva.


"Kita liat aja besok"ucap sandra dengan seringainya.


"Oke,gue pastiin mulai besok lo nggak bakal bisa nunjukin muka songong lo lagi"kata steva dengan tatapannya yang tajam.


■■■


Di kamar sebuah asrama.


"Steva,lo mau mati ya?"tanya aqua.


"Enggak tuh"jawab steva.


"Kalo lo mau mati mending gantung diri aja daripada lo tanding sama putri sandra dan pangeran bryan,itu sama aja nyerahin nyawa lo secara cuma-cuma"kata aqua.


"Bener tuh kata aqua,lagian otak lo kayaknya mulai nggak waras deh,lo itu nggak tau gimana hebatnya mereka berdua"ucap violet.


"Jadi lo ngeremehin kemampuan gue?"


"Bukan kayak gitu steva,coba deh lo pikir secara logis,dari namanya aja udah pangeran sama putri,dari situ kita udah tau kalo mereka itu udah pasti hebat"ucap violet menjelaskan.


"Kalian udah pernah tanding sama mereka?"tanya steva.


"Kalo gue sih pernah tanding sama putri sandra,dia itu kejam banget di pertarungan dan hebatlah pokoknya,gue nih bahkan nggak di beri kesempatan buat nyerang dia"kata maudy.


"Oh,kayak gitu"ucap steva santai.


"Mending sekarang lo latihan deh biar besok nggak mati sia-sia"ucap violet dengan teganya.


"Ngapain juga latihan?buang tenaga aja,mending tidur buat ngumpulin tenaga"ucap steva lalu mengambil posisi berbaring.


"Stevaaa"ucap ketiga temannya.


"Diem atau gue bekuin mulut kalian"ancam steva yang membuat ketiga temannya diam seribu bahasa.


"Nah kek gitu dong,kalo gini kan gue bisa tidur dengan tenang"ucap steva lalu memejamkan matanya.Ketiga temannya hanya bisa menggelengkan kepala mereka mendapati kelakuan steva yang terlalu masa bodo.


"Serah lo deh"pasrah aqua lalu ikut merebahkan dirinya di atas kasur.

__ADS_1


■■■


Pukul delapan kurang lima belas menit,para murid zodiak academy sudah berada di lapangan pertandingan yang sudah mirip gelora bung karno itu.Mereka sangat antusias untuk menonton pertandingan hebat ini,karena ini adalah momen langka yaitu seorang pangeran dan putri menantang seorang murid baru seperti steva.


Sementara itu di kamar asrama steva.


"Steva,cepetan dong pertandingan lo sebentar lagi mau mulai"ucap aqua yang melihat steva masih santai di kasurnya.


"Yang tanding gue yang heboh lo,atau lo mau gantiin gue?"goda steva.


"Ih apaan sih,gini ya walau gue di kasih mobil sport keluaran terbaru,gue nggak bakal mau gantiin lo"kata aqua.


"Mending lo kesana duluan aja,gue bentar lagi kesana kok"ucap steva.


"Tapi kannnn____,ucapan aqua terhenti saat ada teriakan mengganggu dari arah pintu kamar mereka.


"Stevaaa"teriak violet dengan suara cemprengnya.


"Apa?"tanya steva.


"Lo di cariin sama dewan keamanan pertandingan"ucap violet.


"Untuk?"


"Di academy ini sebelum pertandingan harus di kasih pengaman terlebih dahulu supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan"jelas violet.


"Ntar gue kesana,kalian kesana duluan nanti gue nyusul"ucap steva.


"Atau jangan-jangan lo nggak mau di kasih pengaman"tebak aqua.


"OMG,steva,lo beneran mau mati sia-sia?udah nantang juara bertahan dan sekarang nggak mau pakek pengaman,kalo lo mau mati sini gue ajak ke rooftop terus lo terjun bebas aja,itu lebih indah daripada lo mati di terkam harimau betina sama singa jantan"celoteh maudy setengah frustasi akan sikap temannya itu.


"Udah ah kalian kesana dulu,gue nanti nyusul kok"ucap steva.


"Oke deh gue nyerah,pertandingan lo 5 menit lagi"ucap violet lalu menarik tangan aqua untuk keluar dari asrama mereka.


■■■


Pukul 8 pagi,para pangeran dan putri sudah berkumpul di arena pertandingan,mereka sudah tidak sabar untuk menonton pertandingan yang mungkin hanya akan sekali selama berpuluh-puluh tahun.Begitu pun dengan sandra dan bryan,mereka sudah tak sabar untuk menghabisi manusia yang sama yakni steva.


Namun anehnya steva sama sekali tak kelihatan batang hidungnya,padahal ini sudah masuk waktunya untuk melakukan pertandingan,bahkan ketiga temannya itu sudah bolak balik ke kamar asrama yang jauhnya nggak ketulungan itu untuk mencari steva,tapi steva tetap tidak ada di sana.


"Jangan-jangan steva bunuh diri lagi"ucap violet saat dirinya dan kedua temannya kembali lagi ke asrama mereka.


"Kok lo bisa mikir gitu sih?"tanya aqua.


"Apa jangan-jangan dia kepengaruh lagi sama omongan gue tadi,yang nyuruh dia buat terjun bebas dari rooftop"ucap violet was-was.


"Lo parah banget vi,harusnya lo itu kasih semangat bukan jadi provokator"kata maudy.


"Gue tadi cuma bercanda"ucap violet.


"Menurut lo itu cuma bercanda tapi kalo menurut steva,apa dia pikir kalo omongan lo itu cuma bercanda"kata maudy.


"Udah jangan berantem,sekarang mending kita ke rooftop buat mastiin"usul aqua.

__ADS_1


"Bener juga tuh,tapi rooftop itu tinggi dan jauh pake banget,kalo kita kesana sambil lari-lari,gue jamin kita semua bakal mati sebelum sampai di sana"ucap violet.


"Nasib kalo nggak punya sihir teleportasi"ucap maudy miris.


"Udah aha mending kita cepetan kesana"ucap aqua lalu berlari dulu kemudian di susul violet dan maudy.


Mereka bertiga pun berlari dengan kecepatan kilat untuk menuju rooftop,nafas mereka bertiga pun sudah ngos-ngosan,keringat membanjiri wajah mereka dan lebih parahnya saat mereka sampai di rooftop steva tidak ada disana.


Mereka pun menatap satu sama lain dengan pandangan menyalahkan,karena di antara mereka bertiga pasti ada yang memprovokasi.


"Ini semua gara-gara lo"ucap mereka bertiga bersamaan sambil menunjuk satu sama lain,aqua menunjuk violet,violet menunjuk aqua dan maudy menunjuk violet.


"Udahlah daripada saling menyalahkan mending kita ke lapangan lagi"ucap aqua yang di angguki pasrah oleh kedua temannya,mereka bertiga janji jika steva ketemu maka mereka akan langsung memakan steva bagaimana pun keadaannya.


Saat mereka sampai di lapangan mereka langsung di hujan pertanyaan oleh para pangeran dan putri.


"Gimana?steva ada?"tanya mauryn.


"Ketemu nggak stevanya?"tanya ulfa.


"Stevanya ada?"tanya sahila.


"Enggak,nggak ada"jawab violet.


"Terus gimana dong sama pertandingannya?"tanya mahen.


"Gue yakin dia udah kabur karena ketakutan"kata bryan.


"Palingan dia udah putus asa karena dia udah pasti kalah sebelum bertarung"kata sandra dengan senyum kemenangan.


"Kalo kayak gini terus gimana?"tanya mauryn yang agak kecewa karena di rasa gagal menyaksikan pertandingan wow ini.


"Mendingan kita umumin ke semua murid kalo steva udah kalah sebelum bertanding dan dia harus di keluarin dari kelas diamond"ucap sandra.


"Ya nggak bisa kayak gitu juga kali san"ucap mauryn.


"Mauryn lo lupa kalo semua keputusan ada di tangan gue dan pangeran bryan,secara kan gue sama bryan yang ngadain pertandingan ini"ucap sandra.


"Tapi nanti stevanya kasian"ucap mauryn.


"Dia yang bilang mau terus sekarang dia yang ilang,nggak bertanggung jawab banget"ucap sandra.


"Terserah lo deh"kata mauryn.


"Hoiiiii,ini kapan mulainya?"teriak sebuah suara yang berasal entah darimana.


"Suara siapa tuh"ucap violet.


"Kayak kenal sama suaranya"ucap aqua sambil melihat sekeliling.


Tak lama kemudian muncullah sesosok perempuan berambut biru bergradasi hijau laut turun dari sebuah pohon di pinggir lapangan.


Perempuan itu berjalan ke arah pangeran dan putri yang nampak masih terkejut akan kehadirannya.


"Kita mulai sekarang juga"ucap perempuan itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2