The Legend Of Zodiak Girl

The Legend Of Zodiak Girl
trouble with fake princess


__ADS_3

Pukul 6 pagi di asrama aqua dan steva,mereka nampak bersiap-siap untuk hari pertama mereka mengikuti pembelajaran di zodiak academy,rasanya mereka sangat bersemangat,apalagi pelajaran di academy ini berbeda dengan sekolah biasa,pembelajaran di academy lebih mengutamakan tentang pengasahan elemen setiap zodiak,pelajaran biasa hanya di laksanakan pada hari jumat dan sabtu.


Aqua mengeringkan rambutnya dengan hair drayer,sementara itu steva sibuk memilih seragam yang ada di lemari ukuran raksasa itu.


"Seragamnya yang mana sih?"tanya steva pada aqua.


"Entah,gue pun tak tahu,emang di situ ada berapa seragam?"


"Lima kayaknya"jawab steva.


Aqua berjalan ke arah lemari pakaian itu lalu tangannya menjelajahi setiap seragam yang ada pada lemari itu,senyum manis namun terdengar mengejek keluar dari dalam mulut aqua.


"Steva,sejak kapan lo jadi bodoh kayak gini?"tanya aqua yang membuat steva agak tersinggung,bagaimana tidak?steva itu juara umum saat mereka masih berada dalam athena school,lalu sekarang secara terang-terangan aqua menanyainya dengan hal yang ambigu itu.


"Kenapa?"


Aqua tersenyum sejenak lalu meraih salah satu baju yang ada di sana.


"Nih,di setiap bajunya ada tulisan nama hari dimana baju ini di pakai"ucap aqua sambil menyodorkan baju yang bertuliskan atau lebih tepatnya seperti merk yang ada di leher baju,dengan nama hari senin.


Jiwa kepintaran steva mendadak merosot drastis,memang benar ya kata orang kalau orang pintar itu tak selalu benar.


"Oh,iya"ucap steva.


"Lagian hal sepele gini,kok lo sampai nggak tahu sih"kata aqua.


"Kurang fokus aja"ucap steva.


"Yaudah,kalo kayak gitu buruan ganti baju,habis itu dandan yang cantik"kata aqua.


Steva pun langsung menuju kamar mandi untuk mengganti pakaiannya dengan seragam yang ada di zodiak academy,seragam di sini jauh lebih modis dan cantik di banding dengan sekolahnya dulu,bagaimana tidak?kemeja warna putih lengan pendek dengan di balut rompi garis-garis warna biru laut dan rok selutut warna biru laut (ini untuk pakaian hari senin dan pakaian khusus untuk kelas diamond).


Selesai mengganti bajunya dengan seragam,steva menuju meja rias dan mulai menyisir rambutnya yang agak berantakan,lalu menguncirnya dengan model kuncir kuda,menyapu wajahnya dengan sapuan bedak tipis dan menggunakan pelembab bibir di bibirnya yang tipis dan mungil itu.


Puas dengan dandanannya yang natural dia pun langsung menuju meja di dekat kasur dan memasukkan buku-buku yang akan di gunakan dalam pelajaran hari ini ke dalam tasnya.Pelajaran hari ini adalah elemen,steva mengetahuinya dari jadwal pelajaran milik violet dan maudy yang kebetulan satu kelas dengan mereka.


Selesai dengan kegiatannya itu,steva lalu melirik aqua yang tengah merias diri di meja rias,rasa kesal itu kini menghampirinya saat melihat aqua cukup lama berdandan.


"Aqua cepetan"ucap steva dengan nada memerintah.


"Bentar tinggal pake maskara doang"kata aqua.


"Cepet atau gue bekuin bulu mata lo"ancam steva yang membuat aqua langsung gerak cepat.


Dari luar kamar mereka terdengar ketukan pintu dan panggilan yang menyerukan nama mereka berdua,siapa lagi kalau bukan violet dan maudy.


Steva pun langsung membuka pintu tersebut dan tampaklah violet dan maudy yang tersenyum ke arahnya.


"Bentar nungguin aqua dandan"ucap steva yang mendapat anggukan dari violet dan maudy.


Sementara itu aqua masih dalam kegiatannya memakai maskara,steva kesal sendiri di buatnya,apakah memakai maskara selama itu?.Karena kesal dia pun membekukan maskara yang ada dalam pegangan aqua dan aqua refleks melempar maskara itu,tentu saja hal tersebut menimbulkan gelak tawa violet dan maudy.


"Steva jahat"rajuk aqua yang mendapat pelototan tajam dari steva.


Tanpa aba-aba aqua langsung menyambar tasnya dan berjalan cepat ke arah pintu.


"Kita langsung ke kelas kan?"tanya aqua yang nampak tak sabaran.


"Enggak,kita mesti sarapan dulu"jawab violet yang membuat jiwa semangat aqua menurun drastis.


"Sarapannya di tempat tadi malam?"tanya steva.

__ADS_1


"Enggak,yang semalam itu khusus buat makan malam bersama,kita sarapannya di kantin"jawab maudy.


"Oh begituuuuuu"ucap aqua.


"Kita ke kantin sekarang aja yuk,nanti bisa cepet-cepet ke kelas dan nggak harus ngantri"ajak violet yang mendapat anggukan dari ketiga temannya.


■■■


Steva dan aqua tak henti-hentinya berdecak kagum karena suasana kantin tidak seperti yang mereka bayangkan,mereka pikir kantin di sini akan sama seperti kantin di sekolah mereka tapi ternyata sangat beda jauh,kantin di sini lebih mirip restoran bintang lima daripada sebuah kantin.


"Jangan melongo aja,ilernya keluar tuh"ledek violet.


"Habisnya kantinnya mehong banget,kayak restoran bintang lima ini ma"ucap aqua.


"Ya memang begitulah,mending kita langsung pesen makanan daripada ngantri nantinya"ucap maudy.


Mereka langsung menuju etalase yang berisikan banyak makanan dan langsung melihat makanan enak yang ada di sana.


"Kalian mau apa?"tanya violet.


"Gue mau roti bakar sama coklat hangat"jawab aqua.


"Gue mau kue muffin sama susu hangat"jawab maudy.


"Gue mau sandwich sosis sama air putih"jawab steva.


Violet nampak berbicara dengan perempuan yang mengenakan baju pelayan,lalu menyampaikan pesanan mereka.Tak lama kemudian masing-masing dari mereka sudah membawa nampan berisi pesanan yang sudah mereka pesan.


"Kita duduk di sana aja"ucap aqua sambil menunjuk meja dan kursi yang tak jauh dari mereka.Mereka mulai menikmati makanan masing-masing,namun hal itu di hentikan oleh teriakan para perempuan yang memekakkan telinga.


"Kyaaaaaaaaaa"teriak para perempuan itu.


"Ini ada apaan sih?"tanya steva yang merasa terganggu.


Steva dan aqua mengedarkan pandangan ke arah pintu masuk kantin,dan tampaklah para pangeran dengan wajah tampannya memasuki kantin dan di susul oleh para putri.


Steva lalu membuang mukanya karena tak tertarik dengan para pangeran dan putri itu,sementara itu wajah aqua nampak berseri-seri saat pandangannya jatuh pada salah satu pangeran yang ada di sana.


"Prince mahen"ucap aqua yang membuat ketiga temannya menatapnya.


"Lo suka sama pangeran conod?"tanya violet yang mendapat anggukan dari aqua.


"Dia itu gimana ya?auranya itu lho berseri-seri"ucao aqua.


"Jangan gila"ucap steva berusaha menghentikan khayalan tidak masuk akal aqua.Aqua hanya memanyunkan bibirnya saat mendapat ejekan dari mulut steva.


"Mendingan kita cepet makan dan langsung ke kelas"ucap maudy,dan mereka pun melanjutkan kegiatan makan mereka hingga selesai.


■■■


Mereka berempat berjalan berdampingan di sepanjang koridor,sesekali violet dan maudy menjelaskan tentang academy ini secara keseluruhan agar steva dan maudy lebih cepat beradaptasi di academy ini.


"Kapan sih sampainya?capek tau"gerutu aqua.


"Masih sekitar 15 menit lagi kalau ngebut,tapi kalo pelan-pelan mungkin 25 menitan lah"ucap violet.


"What is the?"ucap aqua.


"Jalanin aja,academy ini emang luas jadi siapin aja kaki kalian,biar nggak patah"ucap maudy.


"Btw,di sini masuknya jam berapa?"tanya steva.

__ADS_1


"Jam 8"jawab violet.


"Oh gitu,tapi sekarang udah pukul setengah lapan"ucap steva yang walau setengah-setengah masih bisa di pahami mereka bertiga.


"Yang bener?lo tau darimana?"tanya maudy sedikit kaget.


"Eeee-gue liat dari matahari tuh"ucap steva.


"Ohhh,gue kira lo punya kelebihan insting yang kuat"ucap maudy yang nampaknya benar.


"Ya nggak lah,kalo gitu kita jalannya lebih cepet yuk biar nggak telat"ucap steva lalu mempercepat langkahnya dan di ikuti oleh ketiga temannya.


Karena tidak terlalu memerhatikan jalan,steva pun menabrak seseorang sehingga membuat orang itu jatuh terduduk di lantai.


"Sandraaaa"pekik salah satu dari mereka.


"Upss,sorry"ucap steva santai seakan tanpa salah dan dosa.


Kedua teman sandra pun membantu sandra berdiri dan sandra menatap steva tajam,ketiga teman steva yang baru sampai di tempat kejadian pun terbelalak kaget saat melihat sandra tengah menatap steva dengan pandangan setajam sillet.


"Steva,lo ngapain sama sandra leccabe?"tanya violet berbisik di telinga steva.


"Sandra leccabe?"heran steva dengan kata cabe di akhir kalimat itu.


"Apa?lo ngatain gue cabe?"tanya sandra dengan nada geram.


"Maaf keceplosan"ucap steva sembari tersenyum remeh.


"Lo tau gue siapa?"tanya sandra setengah berteriak.


"Tau kok,lo itu the fake princess of pisces kingdom"ucap steva yang membuat ketiga temannya merinding hebat,mereka takut jika steva akan mendapat masalah yang besar karena berurusan dengan sandra leccabe.


"Maaf princess sandra,steva ini emang gitu orangnya suka ceplas-ceplos,jadi mohon maafkan dia ya"ucap violet dengan nada memelas saat melihat muka tak bersahabat sandra.


"Kok lo minta maaf sih?gue tadi udah minta maaf kok"ucap steva dengan santainya,seakan tak peduli dengan tatapan geram sandra.


"Permisi nona sandra leccabe saya ingin lewat"ucap steva lalu menyenggol pelan bahu sandra untuk memberinya jalan.


Tanpa di aba-aba dua antek-antek sandra yang bernama pendek tasha dan zoeya,memegang kedua tangan steva dengan kuat,dan sandra menampar pipi steva dengan keras,namun anehnya steva tak kesakitan sama sekali,malahan tangan sandra yang terasa panas.Ketiga teman steva ingin sekali menolong steva,namun apa daya?mereka hanya lah cacing tanah jika di lihat dari mata sandra.


"Putri sandra atas nama kami,teman kami minta maaf,tolong ampuni steva,putri"ucap maudy dengan nada memohon.


"Jangan minta maaf,kita tidak bersalah"tegas steva.


"Lo berani ya sama gue,gue bakal aduin lo sama ayah gue,biar lo di depak dari academy ini"ucap sandra mengancam steva yang nampaknya tak takut sama sekali.


"Silahkan nona,saya juga akan mengadukan perbuatan nona yang semena-mena pada ayah anda"ucap steva dengan nada menantang,selain steva mana ada yang berani menantang tuan putri steva (beri tepukan pada steva).


Untuk kedua kalinya sandra menampar pipi steva dengan keras dan anehnya steva tak merasa kesakitan sama sekali.


"Sebentar lagi tangan kalian akan membeku"ucap steva yang membuat ketiga orang itu (sandra,tasha dan zoeya)mengernyitkan dahi heran.


Dan benar saja dalam hitungan detik tangan mereka bertiga membeku sempurna,seringai kemenangan tercetak di bibir steva.


"Guys,mari ke kelas"ucap steva yang membuat ketiga temannya tersadar dari kebengongan mereka.


Sandra dan kedua temannya menatap kepergian steva dan ketiga temannya dengan pandangan benci,ingin rasanya dia mengoyak wajah steva dengan kuku tangannya sendiri,namun niat itu dia urungkan saat mendapati tangannya mati rasa karena membeku.


Siapa dia?kenapa dia memiliki elemen es?selain ayahku tak ada yang memiliki elemen itu,apakah dia menggunakan mantra?batin sandra bertanya-tanya.Dia sangat penasaran tentang siapa sebenarnya steva itu.


Tunggulah pembalasanku gadis durjana!

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2