
Aqua,violet,dan maudy di buat bingung oleh sikap steva yang sedari tadi bengong saja,biasanya steva yang paling sensitif di antara mereka tapi kini kelakuannya persis seperti steva yang dulu,kalau menurut aqua sih.
"Heh aqua,steva kenapa sih kok bengong aja,kita ngomong juga nggak di tanggepin"ucap violet pelan di samping telinga aqua.
"Gue juga nggak tau,kelakuannya mirip kayak steva yang dulu,maksud gue steva yang sikapnya dingin dan cueknya minta ampun"kata aqua.
"Lo coba tanya deh,gue nggak berani takut di semprot nantinya"ucap violet.
Aqua menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan pelan,perlu keberanian ekstra hanya untuk sekedar bertanya pada steva,karena aqua yakin jika dia salah bertanya maka nyawanya menjadi taruhannya.
"Emmm steva,lo kenapa kok diem aja?"tanya aqua.
"Gue ngerasa bersalah banget sama bryan"jawab steva yang membuat ketiga temannya kaget.
"Emang kenapa?bukannya kalian berdua udah sering berantem ya,tapi kenapa baru sekarang lo ngerasa bersalah?"ucap maudy.
"Gara-gara gue,bryan jadi dihukum begitupun dengan gue"kata steva.
"Oh gara-gara ramuan tadi ya,gue kira itu salahnya bryan tapi ternyata salah lo"ucap aqua.
"Gue tau gue salah,tapi nggak usah salahin gue mulu dong,sekarang itu yang gue pikirin adalah gimana caranya minta maaf sama bryan"ucap steva.
"Oh begitu,kenapa sih lo nggak langsung minta maaf aja sama bryan"kata aqua.
"Kalian tahu kan kalo bryan itu adalah orang tersongong dari yang tersongong,mana mungkin dia mau nerima maaf dari gue gitu aja"kata steva.
"Gimana kalo lo kasih dia coklat atau boneka"usul violet.
"Heh,lo pikir bryan cowok apaan mau dikasih barang-barang kayak gitu"kata steva.
"Gimana kalo lo kasih dia baju atau nggak kasih jam tangan"usul maudy.
"Bryan itu anak raja,barang-barang kayak gitu dia udah punya banyak"kata steva.
"Gimana kalo lo menawarkan diri aja sama bryan"usul aqua yang membuat steva terbengong,menawarkan diri?apa maksudnya?atau jangan-jangan yang di maksud aqua adalah merendahkan harga dirinya sebagai perempuan,oh no!steva tak akan pernah melakukan itu.
"Menawarkan harga diri?apa maksud lo?atau jangan-jangan maksud lo,gue harus nyerahin diri gue secara cuma-cuma gitu sama bryan"ucap steva setengah membentak.
"Bukan gitu steva,maksud gue itu,lo harus minta maaf sama bryan dan kalo dia nggak mau maafin lo,lo harus janji buat ngabulin permintaan dia apapun itu"ucap aqua membenarkan.
"Gimana ya,kayaknya boleh juga tuh,kalo gitu gue pergi ke asramanya sekarang aja,lebih cepat lebih baik"ucap steva,dan setelah itu dia langsung ngacir keluar asrama.
"Kebiasaan deh steva kalo pergi langsung ngacir aja"ucap aqua.
■■■
Steva berjalan di sepanjang koridor sambil memerhatikan sekeliling,nampaknya para murid sedang bersantai di dalam kamarnya,karena biasanya koridor ini ramai tapi sekarang sepi,sunyi kayak kuburan.
"Kayaknya aman nih"gumam steva sambil menengok sana sini,saat di rasa aman dia pun langsung menggunakan sihir teleportasinya menuju asrama bryan,karena tidak mungkin kan dia pergi dengan berjalan kaki menuju asrama pria,bisa-bisa dia di gantung hidup-hidup nantinya.
Karena sudah lama tak menggunakan sihir teleportasinya,hal tersebut berdampak pada pendaratannya yang kurang mulus.
"Awww"ucap steva saat dia mendarat dengan posisi terjatuh tengkurap,untung saja permukaan yang di jatuhinya empuk sehingga tidak menimbulkan sakit berlebihan.
"Kok empuk ya kayak kasur"gumam steva sambil meraba permukaan itu dan matanya membulat sempurna karena dia memang jatuh di sebuah ranjang.
"Ranjang?jangan-jangan"ucap steva lalu membetulkan posisinya dan melihat sekeliling dan keterkejutannya bertambah saat dia tahu bahwa kini dia berada di sebuah kamar,entah kamar siapa itu?.
"Aduh,kayaknya ini gara-gara gue udah lama nggak makek teleportasi,makanya jadi ngawur kayak gini"gumam steva.
Ceklek
Steva refleks menolehkan kepalanya saat dia mendengar pintu kamar mandi di buka,dia menanti dengan perasaan was-was,dia takut jika itu adalah laki-laki maka tamatlah riwayatnya.
"Aaaaaa"keduanya refleks menjerit saat melihat satu sama lain,steva memejamkan matanya saat melihat pemandangan di depannya itu.
Sedangkan laki-laki itu hanya menatap heran pada steva yang tiba-tiba ada di kamarnya.
"Ngapain lo masih di situ,cepet pergi"ucap steva yang masih memejamkan matanya.
"Harusnya gue yang nanya,kenapa lo bisa ada disini?lo mau ngintipin gue ya"tuduh lelaki itu.
"Enak aja,gue tadi cuma salah masuk gara-gara ngantuk doang"alasan steva.
"Kenapa perempuan bisa ada di asrama cowok,perasaan penjagaan disini ketat"ucap cowok itu.
"Tadi gue di kejar guguk,terus gue manjat genteng dan gue jatuh di asrama lo"alasan steva lagi.
"Perasaan atapnya nggak bolong"
__ADS_1
"Udah ah gue mau pergi aja"ucap steva lalu beranjak berdiri.
Belum sempat steva melangkahkan kaki,laki-laki itu sudah menjatuhkan tubuh steva di kasur dan menindihnya.
"Lo mau apain gue bryan"ucap steva takut-takut.
"Lo harus tanggung jawab atas apa yang udah lo perbuat"kata bryan.
"Gue nggak ngapa-ngapain,gue kan udah bilang kalo salah kamar"ucap steva.
"Alesan,lo harus tanggung jawab karena udah ngebikin kita di hukum dan mulai sekarang lo harus jadi pelayan gue selama 2 minggu"ucap bryan yang membuat steva refleks menendang perut bryan dengan kerasnya sehingga membuat bryan terjungkal ke belakang dan jatuh terjerembab ke lantai.
"Sorry,gue sengaja hahaha"ucap steva di iringi dengan tawanya yang riang gembira.
"Dasar psikopat"ucap bryan sambil mengelus bagian bawah tubuhnya yang sakit akibat terbentur lantai.
"Siapa suruh kurang ajar sama gue"kata steva.
"Gue penasaran,gimana caranya lo masuk ke kamar gue?"tanya bryan.
"Emmm,tadi gue minta tolong sama murid yang punya kemampuan teleportasi,dan gue kesini buat minta maaf sama lo karena udah bikin kita dihukum lagi"ucap steva.
"Gue trima permintaan maaf lo asal lo mau trima penawaran gue buat jadi pelayan gue selama 2 minggu"ucap bryan.
"Emmm,yaudah deh gue mau,lagian jadi pelayan juga nggak susah-susah amat,dan sekarang lo harus bantu gue buat keluar dari sini"kata steva.
"Lo bisa masuk tapi nggak bisa keluar"ledek bryan.
"Tadi kan gue di bantuin sama orang,emang lo mau di tuduh yang enggak-enggak gara-gara ada gue di asrama lo"kata steva.
"Gue tinggal bilang kalo lo yang masuk sendiri dan gue nggak ada ikut campurnya"kata bryan.
"Bryan,please"ucap steva sedikit manis.
"Nggak"
"Bryan please"ucap steva lebih manis lagi.
"Nggak"
"Bryan please"ucap steva dengan nada yang sangat manis sehingga membuat bryan gemas sendiri.
"Yaudah deh,nih pakek buat penyamaran"ucap bryan sembari melemparkan topi ke arah steva,steva pun memakai topi itu untui menutupi rambutnya agar dia terlihat seperti laki-laki.
"Kalo pakek ini doang udah pasti ketahuan"gerutu steva.
"Terus lo mau pakek apa lagi?"tanya bryan.
"Pinjemin hoodie kek,pelit amat"ucap steva,bryan mau tak mau pun mengambil salah satu hoodienya dan melemparkannya ke arah steva,dengan segera steva pun memakai hoodie itu dan kini penampilannya sudah cukup meyakinkan.
"Abis lo pakek langsung cuci,awas aja kalo sampai lo nggak cuci"ucap bryan yang terdengar seperti ancaman.
"Iya iya cerewet amat sih"kata steva.
"Mau gue tinggalin di sini?biar lo dihukum gantung sama mr.herston"kata bryan.
"Apaan sih lo,udahlah sekarang lo anterin gue balik ke asrama,eh tapi kapan kita mulai bikin ramuannya?secara kan itu banyak banget"ucap steva sekaligus bertanya.
"Gimana kalo besok aja,besok kan kita pelajaran biasa jadi baliknya agak awal terus kita langsung ke hutan aja buat nyari bahan-bahannya"ucap bryan.
"Boleh deh,kalo gitu sekarang anterin gue balik"ucap steva.
"Yaudah ayo"ucap bryan,lalu mereka berdua pun meninggalkan kamar asrama itu dan melangkah keluar.
Selama di perjalanan steva hanya menundukkan kepalanya takut ketahuan akan penyamarannya,karena jika sampai ketahuan maka habislah riwayatnya saat ini juga.Di tengah perjalanan steva dan bryan berpapasan dengan gino,dia takut jika gino mengenali penyamarannya itu.
"Bryan,siapa tuh?kok gue nggak pernah liat?"tanya gino.
"Dia stevan,anak kelas sebelah,tadi dia minta tolong gue buat ngajarin dia elemen api"jawab bryan.
"Oh,tapi cowok kok bodinya kayak gitar spanyol sih"ucap gino yang membuat steva reflels memelototkan matanya.
'Bryan sama gino ternyata sama aja,otaknya pada ngeres semua'batin steva.
"Mata lo aja yang jereng,bodi rata kayak triplek begini di bilang kayak gitar spanyol"ucap bryan.
'Wah ngeledek nih bocah,mencari kesempatan disaat gue nggak bisa ngebales ledekan dia'batin steva.
"Kalo gitu gue ke kamar dulu ya"ucap gino lalu beranjak pergi,dan hal itu membuat steva bisa bernafas lega.
__ADS_1
"Untung nggak ketauan"ucap steva.
"Setelah ini lo perlu berterima kasih sama gue"kata bryan.
"Jadi maksud lo,lo nggak ikhlas gitu nolongin gue"ucap steva.
"Ikhlas nggak ikhlas sih,tapi yaudah lah,sekali-kali nolongin orang"ucap bryan.
"Yaudah kalo gitu cepetan anterin gue keburu ada yang tahu"kata steva.
"Iya-iya dasar bawel"ucap bryan yang membuat mereka melanjutkan langkahnya.
Bryan mengantar steva sampai ke perbatasan antara asrama perempuan dan asrama laki-laki,karena tidak mungkin bagi bryan untuk mengantar steva sampai ke asrama perempuan.
Tanpa mengucapkan terima kasih,steva langsung melenggang pergi tanpa memedulikan tatapan bryan yang mengharapkan ucapan terima kasih darinya.
"Tenang bryan,permainan baru akan di mulai"gumam bryan di sertai seringainya.
■■■
Saat steva sampai di kamar asramanya,ketiga temannya memandangnya dengan pandangan penuh tanya,steva yang merasa aneh dengan pandangan itu memilih untuk berlalu menuju kamarnya sendiri.
"Steva tunggu"ucap aqua.
Steva yang merasa di panggil pun memutar tubuhnya 180 derajat dan berbalik menatap aqua.
"Apaan?"
"Gimana tadi rencananya?apa berjalan lancar?"tanya aqua.
"Emmm lancar kok,cuma ada sedikit insiden tadi,tapi itu bukan masalah besar"jawab steva.
"Terus bryan mau nerima permintaan maaf lo?"tanya maudy.
"Mau sih tapi ada syaratnya"jawab steva.
"Syarat apaan?"tanya violet.
"Gue harus jadi pelayannya selama 2 minggu"ucap steva yang membuat ketiga temannya kaget.
"Whattt?"ucap ketiganya bersamaan.
"Nggak usah lebay deh,ini cuma perkara kecil dan nggak terlalu susah kok menurut gue"kata steva.
"Jadi itu artinya lo mau jadi pelayan bryan?"tanya violet yang di jawab oleh anggukan kepala oleh steva.
"Emang lo nggak takut di suruh yang aneh-aneh sama bryan?"tanya maudy.
"Kalo gue di suruh yang aneh-aneh,gue bakal tendang dia sampai ke benua atlantis"ucap steva penuh keyakinan.
"Terserah lo deh,tapi kenapa lo pakek hoodie?perasaan tadi lo pakek kaos deh?"tanya aqua yang membuat steva bingung untuk menjawab,kalau dia sampai menceritakan hal yang sebenarnya maka habislah sudah harga dirinya sebagai seorang steva yang galak tak tertandingi.
"Lo salah liat kali,dari tadi gue pakek hoodie tau"ucap steva.
"Steva,mata gue ini masih sehat wal afiat,jadi gue nggak mungkin salah liat"ucap aqua.
"Tadi gue sama maudy juga liat kalo lo pakek kaos bukan hoodie,tapi kenapa sekarang kok berubah?"
"Atau jangan-jangan terjadi sesuatu antara steva dan bryan yang kita nggak tau"ucap maudy yang membuat violet dan aqua tersenyum menggoda.
"Apaan sih kalian,udahlah gue mau masuk ke kamar dulu"ucap steva.
"Tapi kan lo belum jawab pertanyaan kita"ucap aqua yang di hadiahi pelototan mata oleh steva.
"Oke gue diem,silahkan beristirahat tuan putri steva"ucap aqua yang membuat steva jengah.
Tanpa berlama-lama,steva pun masuk ke dalam kamarnya dan membanting pintu dengan sedikit keras.
"Galak amat kayak macan PMS"ucap aqua.
"Steva kan emang gitu,galak bin judes"ucap violet.
"Udahlah jangan ngomongin steva lagi,nanti kalo dia denger habis sudah riwayat kita semua,mending kita nonton drama lagi"ucap maudy yang membuat violet dan aqua mengangguk antusias.
"Oke"ucap aqua dan violet bersamaan.
Bersambung
jangan lupa kasiu jempol
__ADS_1