
"Bryan,gue bawa makanan buat lo"ucap gino yang baru saja muncul dari balik pintu.
"Eh gino,yaudah taruh meja aja ntar gue makan"ucap bryan mencoba memaksakan senyumnya di tengah kepanikan yang melanda.Saat ini steva tengah bersembunyi di bawah selimut dan di peluk oleh bryan untuk meyakinkan gino bahwa itu adalah guling,entah kenapa di saat seperti ini,sihir teleportasinya seakan tak berguna,dia bahkan lupa kalau dia memiliki sihir teleportasi.
'Bryan kenapa sih meluknya kenceng banget,gue sampek susah nafas gara-gara dia'batin steva.
"Bryan,jangan kenceng-kenceng dong meluknya,gue susah nafas ini"bisik steva namun masih dapat di dengar bryan.
"Diem dulu ntar ketahuan"bisik bryan pada steva dan hal itu mampu di dengar oleh gino walau sedikit.
"Lo tadi ngomong sama siapa?kok bisik-bisik?"tanya gino.
"Perasaan gue nggak ngomong deh,mungkin lo aja kali yang salah denger"alasan bryan.
"Mungkin gue yang salah"ucap gino.
Namun kali ini keberuntungan tak berpihak pada steva dan bryan,dalam kondisi seperti ini bisa-bisanya steva ingin bersin,dia pun menyumbat hidungnya agar dia tidak bersin namun malah suara batuk rasa bersin lah yang terdengar dari mulutnya.
Tentu saja hal tersebut mengundang kecurigaan gino,bryan yang kalang kabut pun hanya bisa berpura-pura bersin untuk meyakinkan gino.
"Tadi kayak ada suara perempuan bersin"ucap gino.
"Itu kan tadi gue yang bersin"kata bryan.
"Tapi tadi suaranya beda sama lo,atau jangan-jangan lo ngumpetin cewek di kamar ini"ucap gino.
"Enak aja lo nuduh gue sembarangan,nggak mungkin lah seorang pangeran bryan yang terhormat menyimpan cewek di kamarnya"kata bryan.
Gino pun melihat ke sekeliling kamar itu dan pandangannya tertuju pada sesuatu yang di peluk bryan.
"Itu apaan yang lo peluk?"tanya gino.
"Ini guling kesayangan gue"jawab bryan.
"Bukannya guling kesayangan lo ada di samping lo,terus yang lo peluk itu apa?"tanya gino yang membuat bryan kalang kabut.
"Ini guling gue yang satunya"kata bryan.
"Bukannya guling lo cuma ada satu"ucap gino yang menyudutkan bryan.
Steva yang berada di bawah selimut itu sudah bingung harus berbuat apa,gino pasti akan tahu jika dirinya ada di sini,dan kemudian dia di tuduh berbuat macam-macam dengan bryan dan berakhir di keluarkan dari academy,oh tidak!steva tidak mau itu terjadi.
"Ini gue"ucap steva yang tiba-tiba muncul dan membuat gino memelototkan matanya karena kaget.
"Steva?kalian udah ngapain aja di kamar ini?"tanya gino.
"Gue nggak sengaja masuk kesini"jawab steva.
"Mending jujur aja daripada ribet"saran bryan.
"Jujur?jadi bener kalo kalian udah berbuat yang enggak-enggak,gue kecewa sama lo steva"kata gino.
"Bukan gitu maksudnya,tapi____
"Tapi apa?nggak ada alesan yang masuk akal kecuali itu,gue bakal laporin kalian ke mr.herston"ucap gino yang membuat kepanikan steva bertambah.
"Bryan,ini gimana?"tanya steva.
"Kan gue udah bilang,kalo jujur lebih baik,lo tinggal bilang yang sebenarnya"jawab bryan.
"Oke,gue bakal bilang yang sebenarnya,tapi janji jangan kasih tau ini ke siapapun,hanya kita bertiga dan tuhan yang tahu"ucap steva.
"Apa maksudnya?"tanya gino.
"Sebenarnya gue adalah putri kerajaan pisces yang hilang 17 tahun yang lalu"ucap steva.
"Hahhh"
■■■
"Steva kemana ya?kok nggak ada?"ucap aqua yang saat ini bersama dengan violet dan maudy yang tengah mencari keberadaan steva.
"Gue juga nggak tau,padahal kita udah keliling dari tadi"kata maudy.
"Jangan-jangan steva keluar academy"tebak violet.
"Mungkin juga sih,tapi kalo semisalnya iya,dia ngapain coba keluar academy"ucap maudy.
"Nggak tahu juga sih,tapi gue bakal coba mendeteksi steva dengan pendengaran gue"kata violet.
"Emangnya bisa?"tanya aqua.
"Selagi steva dalam keadaan berbicara sih bisa aja"jawab violet.
__ADS_1
"Kalo gitu coba dulu deh,siapa tau berhasil"kata aqua.
"Iya,gue mau konsentrasi dulu"ucap violet lalu memejamkan matanya,dia pun mulai memfokuskan telinganya terhadap bunyi yang ada di sekitarnya.
'Steva,steva,steva'batin violet berusaha mencari keberadaan steva.
Dan____
"Ketemu"ucap violet tiba-tiba.
"Dimana?"tanya aqua dan maudy bersamaan.
"Kalo menurut pendengaran gue sih steva bersama dua orang cowok"jawab violet,yang membuat aqua dan maudy menjatuhkan rahang mereka.
"Yang bener?terus siapa kedua cowok itu?"tanya aqua.
"Gue sih kayak kenal suaranya tapi lupa itu dimana dan siapa"jawab violet.
"Terus sekarang steva ada dimana?"tanya maudy.
"Kayaknya sih sekitar 1km dari sini dan dari arahnya sih arah selatan kayaknya"jawab violet.
"1km dari sini dan arah selatan,kalo menurut gue sih itu arah asrama putra"ucap maudy.
"Emang bener sih asrama putra,tapi kalo emang iya,steva ngapain di sana?"ucap violet.
"Kita kesana aja yuk daripada penasaran"kata aqua.
"Lo mau mati?kalo kita kesana,bisa-bisa kita dihukum gantung sama mr.herston"kata maudy.
"Tapi steva kenapa bisa ada di sana?"
"Itu dia yang gue nggak tau,kalo gitu kita coba kesana aja deh,biasanya kalo libur begini penjagaannya lumayan kendor dan nggak seketat biasanya"ucap violet.
"Tapi nanti kalo ketahuan gimana?"tanya maudy.
"Makanya itu kita harus hati-hati dan jangan sampai ketahuan,kalian setuju nggak?"
"Kalo gue sih setuju aja,karena emang gue udah penasaran banget,tapi kalo maudy nggak tau"jawab aqua.
"Lo setuju nggak?"tanya violet pada maudy.
"Emmm yaudah deh gue setuju,daripada mati penasaran"jawab maudy.
■■■
Di kamar asrama gino dan bryan.
"Kenapa selama ini lo nggak pernah bilang sama gue soal ini?"tanya gino.
"Gue aja baru tau kemarin,waktu bryan ngeprank gue"jawab steva.
"Tapi semua orang perlu tau soal ini,udah sekian lama penduduk negeri ini menanti kedatangan lo steva"ucap gino.
"Tapi nanti gue di sangka penipu dan gue nggak mau kalo sampai itu terjadi,lagian gue juga belum yakin sama identitas gue"kata steva.
"Apa lagi sih?yang buat lo nggak yakin,semua bukti udah ada steva"ucap bryan.
"Kalian berdua pernah mikir nggak?gimana caranya putri kerajaan pisces selamat dari kegelapan?kalo emang bener itu gue dan yang nolongin gue adalah ratu sofya,terus gimana caranya ratu sofya nolongin gue?semua orang aja udah yakin kalo putri pisces meninggal,bahkan orang tuanya pun mungkin juga udah yakin,sampai-sampai mereka mengadopsi sandra"ucap steva yang membuat bryan dan gino terdiam.
"Satu-satunya jalan untuk kejelasan dari semua ini hanyalah ratu sofya,sedangkan kita tahu bahwa ratu sofya udah meninggal,jadi semua ini hanyalah analisa kita semata dan buktinya pun kurang kuat"lanjut steva.
"Kita harus melakukan penyelidikan"ucap gino.
"Gimana caranya?"tanya steva.
"Kita harus pergi ke kerajaan aquarius untuk mengungkap semua ini,karena mungkin di sana ada barang peninggalan ratu sofya yang bisa kita jadiin petunjuk"ucap gino.
"Gimana caranya kita kesana,sedangkan kita masih mengikuti pembelajaran di academy,kalaupun kita kesana,raja andika pasti bakal curiga karena kita nggak sama mauryn"ucap bryan yang ada benarnya.
"Kita kabur diam-diam dari academy ini,karena kalo izin pasti nggak bakal di bolehin dan kita harus ilangin aura kita biar nggak ketahuan,dan setelah sampai di sana kita pakai sihir invisible yang di miliki steva dan kita masuk secara diam-diam ke kamar ratu sofya"rencana gino.
"Boleh juga sih rencananya,gue setuju"ucap bryan.
"Gue sih setuju-setuju aja,tinggal tunggu tanggal mainnya"kata steva.
"Kalo gitu,besok jam empat pagi kita kumpul di gerbang academy dan mulai rencana penyelidikannya"ucap gino yang di angguki oleh bryan dan steva.
"Tapi rencana ini hanya menjadi rahasia kita bertiga,jangan sampai ada yang tahu"ucap steva.
"Oke,kita berdua nggak bakal bocorin ke siapapun sebelum semuanya jelas"ucap bryan.
Brakkk
__ADS_1
Pintu kamar asrama bryan dan gino tiba-tiba terbuka lebar dan menampakkan tiga orang yang tidak asing bagi mereka.Melihat dari wajah mereka,nampaknya mereka sedang dalam kondisi kaget terhadap apa yang baru saja mereka dengar.
"Masalah besar nih"gumam bryan yang sama kagetnya,begitupun dengan steva dan gino yang masih kaget terhadap apa yang baru saja mereka lihat.
"Aqua,violet,maudy,kalian kenapa bisa ada disini?"tanya steva mencairkan suasana yang menegang itu.
"Harusnya kita yang tanya sama lo steva,kenapa lo sembunyiin ini dari kita bertiga?"tanya violet.
"Steva,walaupun kita baru aja berteman,tapi seenggaknya lo ceritain masalah penting ini sama kita"ucap maudy.
"Steva,kita ini udah sahabatan sejak lama,tapi kenapa lo rahasiain ini dari gue,gue tau kalo lo nggak pernah nganggep gue sahabat,tapi seenggaknya masalah kayak gini,lo harusnya cerita sama gue"kata aqua.
"Gue bukannya nggak mau cerita cuma____
"Cuma apa?gue sekarang paham kalo lo nggak pernah nganggep kita teman,atau lo malu temenan sama kita,karena lo itu seorang putri,kita tahu kalo kita ini cuma rakyat biasa dan bukan keturunan bangsawan,tapi seenggaknya lo anggep kita ini ada"kata violet.
"Dengerin gue dulu,sebenarnya____
"Bahkan lo mau kabur dari academy ini tanpa sepengetahuan kita,gue pikir lo itu udah berubah,tapi nyatanya steva yang sekarang masih sama dengan steva yang dulu,lo emang nggak pernah berubah steva,lo selalu aja nganggep gue ini bayangan tanpa menjadikannya nyata"aqua menimpali.
"Gue,violet dan aqua bakal laporin kalian ke mr.herston karena kalian udah mencoba untuk kabur dari academy dan menyembunyikan identitas steva yang sebenarnya"ucap maudy.
Oke,mungkin kali ini steva perlu melakukan sedikit kekerasan untuk menjinakkan ketiga temannya yang mengamuk tanpa alasan yang jelas itu.
"Kalian bisa diem sebentar?atau gue bakal bekuin kalian sampai kulit kalian keriput"ancam steva.
"Lo bahkan selalu ngancem kita dalam hal apapun,harusnya dari dulu gue itu sadar,kalo lo itu nggak akan pernah nganggep gue temen"ucap aqua.
"Diem"ucap steva.
"Gue tau kalo itu kuat dan hebat tapi seenggaknya lo jangan seenaknya ngancem orang,kita emang nggak sekuat lo tapi seenggaknya lo jangan tindas kita"ucap violet.
"Diem"ucap steva masih berusaha sabar.
"Jangan mentang-mentang lo itu anak raja,lo jadi seenaknya sama kita,kalo lo kayak gitu,apa bedanya lo sama sandra"kata maudy yang membuat jiwa kesabaran steva terkikis dan hampir habis.
"Diemmmmm"teriak steva yang membuat angin kencang seketika berhembus dan menerbangkan apa saja yang ada di kamar itu,seketika ketiga temannya yang tadi mengomel terus itu pun menjadi terdiam seribu bahasa.
"Biarin gue bicara dulu atau gue bakal bikin rubuh academy ini"ucap steva dengan mata berkilat yang menandakan bahwa kesabarannya sudah menipis,semua orang yang berada di situ pun hanya bisa meneguk ludah mereka sendiri mendapati ancaman steva tersebut.
"Menurut bryan dan gino,gue ini adalah putri kerajaan pisces yang hilang 17 tahun yang lalu,dan hal itu di dukung oleh beberapa hal termasuk kalung ini,tapi gue sendiri belum yakin soal jatidiri gue yang sebenarnya,karena banyak orang mengira bahwa putri kerajaan pisces sudah musnah ditangan raja kegelapan,dan daripada gue di sangka penipu,gue dan mereka berdua mutusin buat nyelidikin ini lebih dulu"jelas steva.
"Maafin kita steva,kita tadi asal nuduh lo gitu aja,karena kita pikir lo itu udah nggak nganggep kita temen,setelah lo tau kalo lo itu anak dari raja emiliano dan ratu calista"ucap violet mewakili semuanya.
"Iya gue maafin,asal kalian nggak ngebocorin rahasia ini ke semua orang,dan hanya kita berenam yang boleh tau"ucap steva yang di balas anggukan oleh ketiga temannya.
"Steva,kalo emang bener lo putri kerajaan pisces,berarti orang tua lo yang di dunia manusia bukan orang tua kandung lo dong?"tanya aqua.
"Lo aja belum tau perkaranya secara keseluruhan,tapi kenapa lo main marahin gue gitu aja?"tanya steva sedikit sinis.
"Kita tadi cuma kebawa emosi karena lo udah nyembunyiin masalah sebesar ini dari kita bertiga yang notabene adalah temen deket lo"jawab aqua.
"Jadi gini,sebenarnya orang tua gue yang ada di bumi bukan orang tua kandung gue,gue ini cuma anak titipan dan yang nitipin gue ke mereka adalah ratu sofya,itu sih kalo nggak salah"kata steva.
"Kayaknya ini sulit deh,secara kan ratu sofya udah meninggal,tapi yang namanya kebenaran pasti bakalan terungkap"ucap violet.
"Makanya itu kita bertiga besok mau memulai penyelidikan ke kerajaan aquarius"ucap steva.
"Kalian bertiga doang nih,kita nggak di ajak?"tanya aqua.
"Kalian bertiga gue tugasin buat ngawasin apa yang terjadi di academy ini dan kalo sampai kabar ini nyampek ke semua orang,kalian bertiga yang nanggung akibatnya"ucap bryan.
"Baik pangeran bryan"ucap ketiganya kompak.
"Kalo gitu mendingan kalian berempat balik ke asrama kalian,dan untuk steva,jangan lupa untuk besok,karena mungkin perjalanan ini adalah perjalanan yang nggak mudah buat lo"ucap gino.
"Yaudah kalo gitu kita balik dulu ya"pamit steva.
"Oke"ucap bryan dan gino bersamaan.
"Aqua,violet,maudy,kalian pegang tangan gue"ucap steva.
"Buat apa?"tanya aqua.
"Ya buat teleportasi lah"jawab steva.
"Emang lo punya kekuatan teleportasi?"tanya aqua.
"Gue punya semua elemen dan semua kelebihan"ucap steva yang membuat ketiga temannya terbengong.
"Udah nggak usah bengong,cepetan gih,gue udah nggak sabar buat nonton film yang belum sempat gue tonton tadi"ucap steva yang membuat ketiganya langsung memegang tangan steva.Steva pun memfokuskan dirinya dan detik selanjutnya,dia dan ketiga temannya sudah hilang dari hadapan bryan dan gino.
Bersambung
__ADS_1