
Steva,bryan dan gino kini hanya bisa meratapi nasib mereka yang dijemur di tengah lapangan pada tengah hari buta seperti ini.
Keringat sebesar biji jagung sudah mengucur dari dahi mereka sedari tadi,padahal mereka baru 45 menit berdiri,namun rasa lelah itu sudah mendominasi tubuh mereka,apalagi mereka bertiga baru saja selesai bertarung.
"Ini semua gara-gara lo"ucap bryan tiba-tiba sambil menuding steva.
"Gara-gara lo"sengak steva.
"Kalau lo nggak ngajakin gue debat,pasti nggak bakal kayak gini"ucap bryan.
"Yang ngajakin debat duluan itu lo"bantah steva.
"Kok lo malah nyalahin gue sih"
"Lo duluan yang nyalahin gue"
"Kan emang lo yang salah"
"Di lihat dari sisi manapun,perempuan selalu benar"kata steva.
"Oh ya?berarti kalo lo salah sampai bunuh orang sekalipun,lo tetap benar"kata bryan.
"Ngomong sama lo nggak ada faedahnya"ucap steva.
"Siapa juga yang mau ngomong sama lo"kata bryan.
Gino yang mendengar sekaligus melihat perdebatan mereka hanya bisa geleng-geleng kepala,kelakuan mereka berdua sudah seperti anak kecil jika seperti ini,saling menyalahkan satu sama lain,padahal dua-duanya sama-sama salah.
"Udah deh kalian jangan pada berantem,nanti kita bisa di tambahin hukumannya"ucap gino melerai perdebatan mereka.
"Temen lo tuh yang ngegas duluan"ucap steva dengan nada sengaknya.
"Tapi kan lo yang salah"kata bryan.
"Jangan mulai lagi deh,kepala gue itu udah kepanasan dan sekarang makin tambah panas denger perdebatan kalian yang nggak ada ujungnya"ucap gino.
"Ohh panas,mau gue dinginin?"tawar steva.
"Udahlah nggak usah"kata gino.
"Gue nggak trima pembantahan"ucap steva,lalu dia menurunkan hujan salju kecil di atas kepala gino.
"Gimana udah dingin?"tanya steva.
"Lumayan,tapi nanti rambut gue jadi putih semua dong"ucap gino.
"Biar kayak kakek-kakek"ejek steva.
"Enggak ah,udah deh kalo gitu"ucap gino sambil mengusap rambutnya yang tertimpa salju.
"Sini gue bersihin"ucap steva lalu mengusap rambut gino yang terkena salju.
Degg
Padahal hanya hal sederhana yang steva lakukan pada dirinya,namun itu membuat jantung gino lari marathon 50 km.
__ADS_1
Bryan yang melihat itu jadi panas sendiri,bukan apa-apa sih,hanya saja sekarang suasananya lagi panas dan tambah panas melihat adegan itu.
"Kalo mau pacaran jangan di sini"ucap bryan.
"Iri bilang bosss"kata steva.
"Siapa juga yang iri sama cecunguk kayak kalian berdua"ucap bryan.
"Atau lo kepanasan juga kayak gino?mau gue dinginin?"tanya steva.
"Ihhh najis"kata bryan.
"Udahlah,tinggal ngaku apa susahnya sih"ucap steva lalu menurunkan hujan salju di atas kepala bryan,namun saljunya tidak halus dan lembut melainkan lebih mirip ke arah bentuk kerikil yang lumayan besar.
"Awww"ucap bryan sambil mengelus kepalanya yang sakit karena tertimpa kerikil es tersebut.
Gino yang melihat itu hanya bisa tertawa mendapati kejahilan steva.Sedangkan bryan,dia hanya bisa mengutuk steva dalam hati karena sudah menjahilinya dengan begitu kejamnya.
'Gue kerjain,tau rasa lo'batin bryan saat ide licik terlintas di pikirannya.
"Kepala gue sakit banget,awww"ucap bryan sambil memegangi kepalanya seakan-akan dia benar-benar mengalami sakit kepala,padahal nyatanya tidak sama sekali.
"Alah nggak usah pura-pura deh lo"kata steva tak percaya.
"Gue beneran,ini sakit banget"ucap bryan yang masih menjalani actingnya.
"Yang bener?"pasti steva.
"Iya"
"Mungkin"kata bryan.
Bryan tiba-tiba terjatuh dan terkapar di lapangan seakan-akan dia benar-benar pingsan,dia ingin tahu reaksi steva nanti akan seperti apa.
"Kok malah pingsan sih"ucap steva lalu berjongkok di samping bryan sambil menepuk-nepuk pipi bryan.
"Sadar woiii,gue nggak sengaja"kata steva.
Gino yang sedari tadi hanya menyaksikan,juga ikut berjongkok di samping steva sambil menggoyangkan tubuh bryan.
"Jadi cowok lembek amat sih kayak ingus"ucap gino.
"Sekarang dia mesti kita apain?"tanya steva.
"Entah gue juga nggak tau,kalo kita bawa ke ruang kesehatan nanti hukuman kita gimana?bisa-bisa hukuman kita di tambahin sama mrs jessica"ucap gino yang menurut steva ada benarnya.
"Betul juga sih,tapi nanti kalo dia mati gimana?"tanya steva yang membuat gino berpikir.
Sementara itu bryan jadi kesal sendiri mendapati steva dan gino yang tidak juga membawanya ke ruang kesehatan.
'Tinggal bawa apa susahnya sih,badan gue juga nggak berat-berat amat,kan enak kalo gue di bawa kesana,gue bisa istirahat dan dua cecunguk ini tetep jalanin hukuman'batin bryan.
"Oh ya gue tau,biasanya bryan kalo pingsan itu harus di cium dulu biar cepet bangun"ucap gino.
"Kok lo bisa mikir gitu sih?"tanya steva.
__ADS_1
"Itu cuma pikiran gue aja sih,soalnya bryan itu kan tukang nyosor jadi siapa tahu kalo dia di cium dia bisa bangun"kata gino.
"Ide lo nggak masuk akal banget,daripada gue harus nyium dia,gue lebih milih nyium ketek kambing"ucap steva.
"Hei,siapa juga yang nyuruh lo buat cium dia,gue sendiri yang bakal nyium dia"ucap gino yang membuat steva maupun bryan kaget setengah mati.
Sebenarnya gino sudah tahu kalau bryan hanya pura-pura pingsan,itu karena gino adalah ahlinya dalam hal pengobatan sehingga dia tahu mana yang benar-benar pingsan dan mana yang pura-pura pingsan.
"Lo nggak homo kan?"tanya steva.
"Ya nggak lah,emangnya lo mau nyium dia?"
"Ih ogah banget"ucap steva.
Gino mendekatkan mukanya ke muka bryan dan detik itu juga bryan langsung mengambil sikap berdiri tegak tanpa aba-aba.
"Wihh manjur amat,belum aja di cium udah bangun"kata steva.
"Lo gila ya mau nyium gue"semprot bryan.
"Siapa suruh pura-pura pingsan"ucap gino.
"Oh jadi sate kadal satu ini cuma pura-pura pingsan,minta di hajar ya bang"kata steva.
"Udahlah gue udah capek berantem sama lo"ucap bryan menyerah di awal.
"Hemmm,yaudah deh gue juga capek"ucap steva lalu diam dan mengambil posisi berdiri seperti awal tadi.
■■■
Steva merebahkan dirinya di kasur sambil meregangkan otot-ototnya yang pegal karena hukuman yang barusan menimpanya.
Tiga botol air minum ukuran sedang itu kini juga sudah tidak bersisa karena di teguknya akibat kehausan.
"Nggak lagi deh gue kena hukuman kayak gini lagi"ucap steva.
"Salah sendiri berantem di kelas"kata aqua.
"Kok lo malah nyalahin gue sih,ini tuh salahnya pangeran kadal gadungan tukang nyosor itu"ucap steva.
"Yaudah deh terserah lo,mau gue bikinin makanan?lo pasti laper"tawar aqua.
"Boleh deh,tapi maudy sama violet mana?kok mereka nggak keliatan?"tanya steva.
"Mereka masih diruang kesehatan,violet kan tadi luka gara-gara bertarung sama pangeran gemma"jawab aqua.
"Oh iya-ya,kalo gitu kita kesana aja yuk,gue juga belum jenguk violet tadi"ucap steva.
"Tapi tadi katanya mau makan"
"Ntar aja deh,kita kesana dulu aja"kata steva.
"Yaudah ayo"
Bersambung
__ADS_1
jangan lupa kasih jempol