
Raja xander yang sudah siap dengan pedangnya pun segera menyerang gino,dia mengayunkan pedang besinya ke arah gino,namun hal itu dapat di tangkis oleh pedang beracun milik gino.
Sementara itu bryan kini sedang dihadapkan oleh tiga prajurit yang siap menyerangnya,tiga prajurit itu mengepung bryan dari depan,kanan,dan kiri.Mereka pun menyerang bryan secara bersamaan,namun berkat cambuknya,ketiga prajurit itu sudah terpental sebelum melukai bryan.
Tak mau membuang kesempatan ini lebih lama,bryan pun segera berlari kearah steva untuk menyelamatkannya,dia sangat senang mendapati steva yang masih baik-baik saja dan tidak di lukai oleh raja buaya itu.
"Steva,ayo kita pergi dari sini"ucap bryan lalu menarik tangan bella,namun dengan segera bella menepisnya.
"Aku bukan steva tapi aku bella,jika kau ingin menyelamatkan steva,maka pergilah ke kamar yang bersebelahan dengan ruangan ini,dan aku menyimpannya dalam sebuah peti"jelas bella.
"Benarkah?apa kau tidak berniat menipuku?"tanya bryan.
"Tentu saja tidak,kau bisa mempercayai omonganku,sekarang pergilah dan selamatkan steva"ucap bella.
"Baiklah"ucap bryan,dia pun membalikkan badannya untuk mencari steva,namun di hadapannya kini sudah berdiri lagi tiga prajurit yang dia kalahkan tadi.
"Sebaiknya kau menyerah saja,atau kami akan menghabisimu"ucap salah satu prajurit.
"Tidak akan"ucap bryan lalu mengibaskan kembali cambuknya dan hal itu membuat para prajurit tadi terpental,namun dengan segera mereka bangkit kembali dan menyerang bryan dengan pedang mereka.
Mengetahui serangan itu,bryan segera mengelak agar tidak terkena pedang tersebut,namun nahasnya pedang itu malah mengenai perut bella dan mengakibatkan dia langsung terkapar di lantai istana itu.
Xander yang mengetahui permaisuri barunya terluka itu pun segera berlari menghampirinya,dan saat dia membuka selendang itu,barulah dia tahu jika itu bukan steva melainkan bekas istrinya,bella.
"Sial,dia telah menipuku"ucap xander geram,gino yang melihat itu pun bisa sedikit bernafas lega,karena seenggaknya bukan steva yang mati akibat tertusuk pedang itu.
Bryan pun mengambil kesempatan ini untuk menghampiri gino dan menceritakan yang sebenarnya padanya.
"Gin,steva ada di kamar sebelah dan di taruh dalam peti,gue tadi di kasih tahu sama bella yang mati itu"jelas bryan.
"Oh ya?kalo gitu kita harus cepet selametin steva"ucap gino yang diangguki bryan.Baru saja mereka hendak melangkahkan kaki,raja xander sudah berdiri di hadapan mereka dengan tatapan penuh amarah.
"Dimana kalian sembunyikan istriku?"tanyanya dengan mata yang melotot hampir keluar.
"Walaupun kita tahu,kita nggak bakal kasih tau lo"sinis bryan.
Gigi xander nampak bergemeletuk marah,dan dia pun mengacungkan pedangnya lagi untuk menyerang mereka berdua.
"Kita bagi tugas kayak tadi"ucap bryan yang diangguki gino,setelah itu bryan pun segera mengambil langkah seribu meninggalkan tempat itu.
"Kejar dia"ucap xander pada prajuritnya dan langsung mengejar bryan.
"Aku tidak akan mengampuni lagi"ucap xander pada gino.
"Oh ya?kita lihat saja"ucap gino.
Pertempuran pun terjadi antara keduanya dan nampaknya akan sulit mencari pemenang,karena keduanya nampak imbang.
Di sisi bryan,dia nampak mengibaskan cambuknya berkali-kali untuk melumpuhkan prajurit itu,dan setelah di rasa cukup,dia pun mempercepat langkahnya untuk mencari steva.Namun dirinya kembali di landa kebingungan karena banyak sekali kamar yang berderet di samping ruang pernikahan tadi.
"Steva,lo dimana?"teriak bryan.
Di sisi steva,dia saat ini masih berada dalam peti yang pengap itu dan dia hanya bisa berbaring karena badannya masih kaku,namun tiba-tiba dia mendengar suara teriakan yang mirip dengan suara bryan.
"Jangan-jangan itu bryan"gumam steva lalu mempertajam telinganya dan suara itu kembali terdengar lagi,kali ini dia tak mungkin salah,dia yakin jika itu memang suara bryan.
"Bryan,gue disini"teriak steva dalam harapnya dapat di dengar oleh bryan.
Bryan yang mendengar itu segera mengalihkan pandangannya ke arah sebuah kamar yang berada tak jauh darinya,tanpa membuang waktu,dia pun segera menuju kamar itu dan kebetulan kamarnya tidak di kunci.
"Steva,lo ada disini"ucap bryan dengan suara agak keras.
"Gue disini bryan,dalam peti"ucap steva yang nampaknya dapat di dengar oleh bryan.
Bryan yang mendengar itu pun langsung berjalan ke arah peti yang berada di sudut ruangan itu,dan dia pun segera membukanya dan nampaklah steva yang berbaring disana dengan menggunakan pakaian pengantin.
"Steva,ayo kita harus segera keluar dari sini"ucap bryan lalu membantu steva keluar dari peti itu.
"Ayo gue bantu"ucap bryan sembari menuntun steva,baru saja mereka hendak keluar dari kamar itu,namun tiba-tiba mereka di hadang oleh ketiga prajurit yang tadi.
"Kalian kenapa sih nggak mati-mati,gue males kalo harus berurusan sama kalian"ucap bryan.
"Kami tidak akan membiarkanmu keluar dari sini hidup-hidup"ucap salah satu prajurit itu lalu kembali mengacungkan pedangnya.
"Steva,lo tunggu disini,gue mau habisi dulu para prajurit payah ini"ucap bryan.
"Iya"jawab steva.
__ADS_1
Bryan pun segera mengeluarkan kembali cambuk kesayangannya,dan mengibaskannya kembali,namun para prajurit itu berhasil menghindari serangan itu,prajurit itu kembali mengepung bryan dari berbagai sisi,dan hendak menyerang bryan lagi,dan berkat kelincahannya bryan dapat lolos dari serangan itu.
Namun ternyata prajurit itu hendak main belakang,dan hendak menusuk bryan dengan pedangnya,bryan tidak tahu mengenai hal itu karena dia terlalu fokus pada prajurit yang ada di depannya.
Steva yang mengetahui hal itu pun mencoba untuk menggerakkan badannya untuk menolong bryan,dan rupanya dia dapat bergerak sedikit demi sedikit,mungkin efek ramuannya semakin menipis sehingga dapat membuat steva bisa bergerak kembali walaupun masih sulit.
"Bryan awas"teriak steva saat prajurit itu mengacungkan pedangnya hendak menusuk bryan,bryan yang masih kaget tentu saja tidak sempat mengelak dari serangan itu,namun dengan segera steva mendorong bryan menggunakan kakinya,karena hanya kakinya lah yang bisa di gerakkan saat ini,dan pedang itu pun menggores lengan steva.
"Steva"teriak bryan saat melihat pedang itu menggores lengan steva.
"Awww"ringis steva sembari memegang lengannya yang terkena pedang itu dan detik itu juga dia merasakan tubuhnya yang semula kaku menjadi lemas kembali dan dapat di gerakkan.
"Gue bisa gerak"sorak steva lalu beranjak berdiri dan melompat-lompat,dia bahkan melupakan rasa perih pada tangannya akibat terkena pedang tadi.
"Gue bakal bikin kalian semua mati kedinginan"ucap steva yang nampaknya di remehkan oleh para prajurit itu.
"Penjara es"ucap steva lalu muncullah sebuah penjara es berbentuk balok dan langsung mengurung ketiga prajurit itu.
"Rasakan akibatnya karena sudah berani macam-macam denganku"ucap steva.
"Kalo gitu kita harus segera selametin gino,dia sekarang sedang bertarung dengan raja buaya darat itu"ucap bryan yang diangguki oleh steva,mereka berdua pun segera mempercepat langkah mereka untuk menyelamatkan gino.
Saat mereka berdua sampai di sana,tampaklah gino yang sudah terkapar di lantai istana itu dengan raja xander yang mengacungkan pedangnya tepat di depan wajah bryan.
"Hentikan"teriak steva yang membuat semua perhatian tertuju padanya.
"Rupanya calon istriku,menikahlah denganku atau aku habisi temanmu ini"ancam xander.
"Aku tidak takut dengan ancamanmu,akan ku buat kau mati kedinginan"ucap steva.
"Silahkan saja"tantang xander.Steva pun segera membuat penjara es untuk mengurung xander,xander mencoba untuk mematahkan es-es itu menggunakan pedangnya,namun hal itu tidak berhasil,karena penjara es itu terbuat dari balok es abadi,dan kini xander sudah sepenuhnya terkurung dalam penjara es itu dan dia akan mati secara perlahan karena kedinginan.
"Rasakan akibatnya karena berani main-main denganku"ucap steva,semua yang ada disitu tidak ada yang berani melawan lagi,karena mereka takut bernasib sama seperti xander.
"Sebaiknya kita pergi dari kerajaan ini,gue udah nggak betah"ucap steva yang diiyakan oleh bryan dan gino.
Mereka bertiga pun berenang menuju ke daratan untuk melanjutkan misi mereka yang terganggu karena adanya insiden penculikan ini.
■■■
Mereka bertiga kini sudah berada di daratan dengan nafas terengah-engah karena efek ramuan steva dan efek madu dari kupu-kupu sudah hampir habis,untung saja mereka tepat waktu,kalau tidak maka perjalanan penuh misi ini akan terhenti seketika.
"Iya,kalau nggak kita bisa mati di dalem situ"timpal bryan.
"Sekarang kita mau lanjutin perjalanan atau istirahat dulu?"tanya steva.
"Lanjut ajalah,tapi kalo harus jalan gue nggak kuat lagi"jawab gino.
"Kenapa?kalo nggak jalan kita harus ngapain?teleportasi gitu?hei,teleportasi kita nggak akan cukup buat sampai kesana,yang ada kita malah nyasar ke tempat lain"kata steva.
"Bukan begitu,saran gue nih mending kita naik pendamping aja deh"ucap gino.
"Pendamping?lo mau kita di liat orang banyak,dan terus misi kita terbongkar gitu?"tanya steva.
"Bukan steva,mulai dari sini sampai perbatasan kerajaan aquarius itu daerahnya hutan semua,jadi nggak mungkin ada yang liat kan?ntar kita turun di perbatasan hutannya,dan mulai di situlah kita baru jalan lagi,dan kerajaan aquarius dari situ udah deket banget"jelas gino.
"Emmm lo yakin nggak bakal ada yang liat?"
"Yakin"jawab gino.
"Yaudah kalo gitu kita naik pendamping gue aja"ucap steva yang diiyakan oleh bryan dan gino.
"Pegi,alic,phinix"panggil steva,dan sesaat kemudian muncullah pegasus,alicorn dan phoenix rainbow miliknya yang membuat bryan dan gino terkagum-kagum.
"Yaudah naik"perintah steva yang membuat bryan dan gino segera menaiki hewan itu masing-masing,steva dengan pegasusnya,gino dengan alicorn,dan bryan dengan phoenix.
"Kita jalan sekarang"perintah steva yang membuat ketiga pendampingnya langsung melesat terbang ke angkasa.
■■■
45 menit telah berlalu,dan saat ini steva,bryan,gino telah sampai di perbatasan kerajaan aquarius,mereka bertiga pun segera turun dari punggung pendamping milik steva itu,steva kemudian menyuruh para pendamping itu dan mengucapkan terima kasih.
"Kerajaan aquarius udah deket dari sini,kita tinggal jalan 2 km dan dengan begitu kita bakal nyampe"terang gino.
"Kalo gitu mendingan kita gunain teleportasi aja"saran steva.
"Boleh sih,tapi bukannya itu malah menguras energi ya?energi gue aja belum pulih total"kata gino.
__ADS_1
"Udah gue aja yang teleportasi,lagian kalo kita jalan,yang ada mereka semua pada curiga karena pakaian pengantin gue"ucap steva.
"Gue baru nyadar kalo ternyata lo masih pakek pakaian itu"kata gino.
"Terus kenapa tadi lo nggak ganti?"tanya bryan.
"Baju gue udah terbuang entah kemana,jadi gue nggak tau"jawab steva.
"Yaudah kalo itu mau lo,tapi apa energi lo nggak habis karena bikin penjara es tadi?"tanya bryan.
"Emang sih buat penjara es itu mengeluarkan banyak energi,tapi gue masih kuat kok kalo sekedar teleportasi"ucap steva meyakinkan,dia kemudian memegang tangan kedua lelaki itu,dan hal itu membuat jantung bryan dan gino bertambah cepat dalam sekejap.
'Padahal cuma hal sederhana,tapi gue kok deg-degan gini ya'batin bryan.
'Tenang gino,ini semata-mata hanya untuk teleportasi nggak lebih'batin gino.
"Udah siap?"tanya steva.
"Uudah"jawab keduanya.Dan cling,mereka bertiga kini sudah menghilang dan pergi ke kerajaan aquarius.
■■■
Brukkk
"Awww"teriak ketiganya bersamaan saat pendaratan yang dilakukan steva tidak berjalan mulus dan akhirnya mereka pun jatuh terjerembab.
"Lo bisa gunain teleportasi nggak sih"semprot bryan.
"Ya maaf,soalnya gue jarang ngelatih kekuatan teleportasi gue"ucap steva.
"Gara-gara lo,badan gue sakit semua"ucap bryan setengah jengkel.
"Kan gue udah minta maaf,lagian cuma jatuh sedikit doang"kata steva.
"Udahlah jangan pada berantem lagi,mendingan kita sekarang masuk ke istana ini"kata gino.
"Tapi pintu masuknya dijaga sama prajurit sangar gitu,jangan-jangan mereka doyan daging manusia"ucap steva.
"Tampangnya aja yang sangar tapi mereka nggak makan daging orang kok,jadi lo tenang aja"kata gino.
"Yaudah kalo gitu kita mulai rencananya,gue bakal gunain sihir invisible milik gue buat ngilangin kita"ucap steva.
"Tapi yang bener gunainnya,nanti kita bisa ketahuan"kata bryan.
"Iya iya dasar bawel,tapi ingat!sihir invisible ini bakal ilang saat kita bersentuhan sama orang"kata steva.
"Iya gue juga udah tahu"ucap bryan.
Steva pun memusatkan konsentrasi,karena sihir invisible ini memerlukan konsentrasi tingkat tinggi,setelah konsentrasinya terkumpul,dia pun segera mengeluarkan sihir invisiblenya dan kini mereka bertiga sudah tidak dapat di lihat oleh pandangan mata.
"Kita masuk pelan-pelan"ucap bryan yang diiyakan oleh bryan dan gino.
Mereka pun berjalan mengendap-endap melewati pintu gerbang masuk kedalam kerajaan itu yang dijaga oleh dua prajurit yang nampak sangar,mereka bahkan menahan nafas supaya tidak ketahuan oleh mereka.
Setelah berhasil melewati pintu masuk itu,mereka agak sedikit lega,karena ancaman pertama baru saja mereka lewati dan masih banyak lagi ancaman lain yang menanti mereka di dalam sana.
Dan kini mereka sudah sampai di dalam istana yang mewah itu dengan nuansa serba biru,awalnya steva di buat terkagum dengan bagian dalam istana itu,namun di segera tersadar bahwa mereka sedang dalam misi yang penting.
"Sekarang kita tinggal cari yang mana kamar ratu sofya"ucap gino.
"Mungkin kamarnya ratu sofya sama dengan kamar raja andika,secara mereka kan suami istri"ucap steva.
"Bisa jadi sih,tapi gue pernah denger kalo kamar ratu sofya udah ditutup,dan hal itu di lakukan supaya mauryn dan raja andika nggak terlalu mengingat ratu sofya lagi"jelas bryan.
"Bakal susah nih,soalnya kan udah lama kamar itu nggak di tempati,jadi kemungkinan barang-barangnya udah pada rusak"ucap gino.
"Kita berusaha aja dulu,kalo menurut gue nih kamar ratu sofya pasti yang paling tua di antara yang lain,jadi kemungkinan bakal gampang kita temuinnya"ucap steva.
"Mungkin"ucap bryan.
"Sstt diam,raja andika ada di depan"ucap gino yang membuat bryan dan steva tercekat,karena bertemu raja andika adalah hal paling di hindari saat ini.
Raja andika tampak berjalan mendekat ke arah mereka,dan hal itu membuat mereka bertiga kesusahan nafas,di tambah lagi saat raja andika berdiri tepat di depan mereka sembari tersenyum misterius,dan hal itu membuat mereka bertiga semakin parno,jangan-jangan raja andika bisa melihat mereka.
"Kau pikir kau bisa sembunyi dariku"ucap raja andika yang membuat mereka bertiga menatap satu sama lain dengan pandangan yang mengisyaratkan bahwa mereka sama-sama panik.
"Akan ku bunuh kau sekarang juga"ucap raja andika.
__ADS_1
Bersambung