The Legend Of Zodiak Girl

The Legend Of Zodiak Girl
Ujian dadakan (2)


__ADS_3

Steva menatap tajam ke arah bryan yang juga menatap tajam ke arahnya,aura ingin menang dari keduanya nampak jelas,apalagi bryan,dia tak ingin kalah untuk yang kedua kalinya karena itu sangat memalukan harga dirinya.


Bryan memfokuskan dirinya sejenak sebelum mengeluarkan senjata andalannya dan juga pendampingnya.


"Blaze sword"ucap bryan lalu muncullah sebuah pedang dengan ukiran kepala singa di gagangnya dan pedang itu nampak berkobar-kobar karena api menghiasinya.


"Leo"ucapnya lagi dan muncullah seekor singa api dengan gagahnya.


'Wah,bener-bener sarap ni orang'batin steva saat melihat bryan mengeluarkan senjata dan pendampingnya sekaligus.


Steva pun tak mau kalah,dia juga akan mengeluarkan senjata dan juga pendampingnya,kalau perlu semuanya deh.


"Pisces sword"ucap steva lalu muncullah sebuah pedang dengan logo pisces di gagangnya dan ukiran yang indah pada bilah pedangnya yang mengeluarkan cahaya biru pudar.


'Da-darimana dia mendapatkan pedang legenda itu,siapa dia sebenarnya?'batin bryan kaget saat melihat steva mengeluarkan pedang itu.


Bukan hanya bryan saja yang kaget,tapi seluruh murid yang ada di situ juga kaget termasuk mrs.jessica,karena pedang yang di pegang steva adalah pedang legenda kerajaan pisces yang sudah hilang sekitar 17 tahun yang lalu bertepatan dengan hilangnya putri kerajaan pisces.


Steva yang melihat semua orang menatapnya dengan pandangan yang menurutnya aneh,tentu saja merasa bingung,pasalnya hal itu terjadi saat ia mengeluarkan pedang itu,sebenarnya ada apa dengan pedang yang ia pegang saat ini?tak mau berpikir panjang,dia pun langsung mengeluarkan pendampingnya.


"Pegi"ucap steva lalu muncullah seekor pegasus berambut pelangi dan berekor pelangi,dan sayapnya yang bersinar-sinar.


'Pegasus rainbow?bukankah itu sudah punah?tapi kenapa dia bisa memilikinya?gue ngalah aja kali ya,tanpa bertarung juga kekalahan gue udah di depan mata'batin bryan begitu miris.


"Ngapain lo bengong sama buka mulut kaya gitu?ilernya udah keluar tuh"ledek steva pada bryan yang terbengong-bengong.


"Nggak usah banyak bacot lo"ucap bryan.


"Hiyaaaaa"ucap steva sambil mengayunkan pedangnya ke arah bryan,bryan pun terpental beberapa meter ke belakang.


'Anjay,pedangnya hebat banget'batin bryan.


Steva tersenyum sinis ke arah bryan,hari ini dia akan mencincang kadal gadungan itu sampai jadi jus kadal.


Kini giliran bryan yang menyerang,dia mengayunkan pedang api ke arah steva sehingga menciptakaan blast api dari pedang tersebut,dengan sigap steva menghindari blast tersebut,dan serangan bryan tadi mengenai dinding hingga dinding itu terbakar.


"Leo serang dia"ucap bryan pada pendampingnya dan singa api itu pun langsung berlari ke arah steva.


"Kayaknya ini bagian lo deh,pegi"ucap steva pada pegasus miliknya.


"Tenang saja,aku akan menghancurkannya dalam sekali kibasan"ucap pegi.


Singa api itu menyemburkan api bercampur lava dari dalam mulutnya,dan itu mengarah ke arah steva,sebelum serangan itu mengenai steva,pegi sudah menangkal serangan itu dengan kedua sayapnya,dan serangan itu berbalik pada singa api milik api.


"Sebenarnya kekuatan lo itu apa sih?"tanya steva.


"Banyak sih,terutama kedua belas elemen zodiak"jawab pegi yang di angguki oleh steva,di dalam pertandingan seperti ini hanya steva yang bisa santai sambil mengobrol dengan pendampingnya.


Bryan kini tak lagi menggunakan singa api itu,dia memilih menggunakan pedang kesayangannya itu untuk menyerang steva.


Tringgg

__ADS_1


Kedua belah pedang sedang beradu,bryan menggunakan keterampilan berpedangnya karena dia yakin jika perempuan seperti steva,mungkin tak terlalu pandai dalam berpedang.


Steva mengakui jika keterampilan berpedang leo sangat mahir,jika bukan dia mungkin orang yang melawan bryan akan langsung kalah telak.


Sringgg


Pedang bryan menggores sedikit lengan steva yang sebelah kanan,ternyata taktik berpedangnya cukup berguna juga.


"Satu goresan"ucap bryan sambil tersenyum senang.


"Nggak usah seneng dulu deh lo,habis ini gue bakal bikin lo jadi jus kadal"ucap steva lalu mulai menyerang bryan lagi,nampaknya kali ini mereka berdua lebih menggunakan kemampuan bertarung mereka daripada elemen.


Steva mengayunkan pedangnya lagi dan hal itu menimbulkan getaran yang cukup kuat dan membuat bryan terpental lagi,terpentalnya bryan membuat singa api yang berada di dekatnya itu menghilang,nampaknya bryan terluka dalam.


"Pergilah pegi,tugasmu sudah selesai"perintah steva pada pegasus miliknya.


"Baik,tuan putri"ucap pegi lalu pergi.


Steva menghampiri bryan yang masih terduduk karena serangannya barusan,dia mengacungkan pedangnya tepat di depan muka bryan.


"Gue kan udah bilang,kalo hari ini lo bakal jadi jus kadal,masih mau lawan lagi"ucap steva datar.


Bryan sebenarnya geram pada steva,karena ucapan steva barusan itu pasti bermaksud meledeknya,saat pertama kali bertarung tadi,bryan sudah tahu kalau dia akan kalah,tapi seenggaknya dia ingin agar tidak kalah secara memalukan.


Tangan bryan sudah berapi-api,dia ingin mengeluarkan blast apinya mumpung saat ini steva sedang gagal fokus,dia mengumpulkan kekuatannya pada blast apinya kali ini,dia ingin mengalahkan steva pada satu kali serangan.


Bwosttt


Steva menghindar secara refleks saat blast api besar itu mengarah ke arahnya,untung tepat waktu,kalau tidak,sudah bisa di pastikan jika steva akan menjadi daging manusia panggang.


"Lo mau main curang dengan nyerang gue di saat galfok"marah steva.


"Ice blast"ucap steva lalu mengarahkan blast itu pada bryan,bryan yang masih belum bisa berdiri tentu saja tidak bisa mengelak dari serangan itu.Badan bryan kini sudah tidak bisa di gerakan sebagian,rasanya sekujur badannya nyaris membeku,kekalahannya sudah di depan pelupuk mata.


"Mau ngalah atau gue habisin saat ini juga?"tanya steva.


Bryan menjawabnya dengan pelototan matanya yang tajam,sehingga membuat steva geram sendiri.Steva mengacungkan pedangnya hendak menebas leher bryan,namun saat pedang itu tinggal satu senti dari leher bryan,steva menghentikan pergerakannya,dia mendadak kasihan melihat bryan yang sudah tidak bisa melawannya.


"Aku sudah selesai"ucap steva lantang.


"Baiklah pertandingan ini di menangkan oleh steva dengan nilai 90"ucap mrs.jessica.


"Kenapa lo nggak habisin gue aja?"tanya bryan.


"Mungkin karena hari ini gue lagi baik"jawab steva.


"Jangan sok deh,lo kasian kan sama gue?"


"Idih,siapa juga yang kasian sama cecunguk macam lo"ucap steva.


"Cecunguk?lo nggak liat muka gue yang tampan ini"ucap bryan.

__ADS_1


"Tampan?muka kayak kerbau habis mandi lumpur di bilang ganteng"kata steva.


"Mata lo aja kebalik"


"Enak aja,otak lo tuh yang udah nggak berfungsi"


"Otak gue masih berfungsi keless"


"Gue nggak percaya tuh"


"Gue kan nggak nyuruh lo buat percaya,dasar cewek jadi-jadian"kata bryan.


"Lo bener-bener minta gue cincang sampai lembut"


"Stoppp"mrs.jessica melerai perdebatan tiada ujung itu.


"Kalian berdua berdiri dilapangan utama sampai pukul 4 sore nanti"ucap mrs.jessica tegas.


"Whattt?"ucap bryan dan steva bersamaan.


"Nggak bisa gitu dong miss,miss nggak liat kondisi saya luluh lantak kayak gini,kalo saya di suruh berdiri di lapangan sampai pukul 4 sore nanti,bisa-bisa saya mati di tempat"protes bryan.


"Miss,disini dia yang salah,terus kenapa saya di ikut-ikutin"protes steva sambil menunjuk bryan.


"Oh begitu ya,baiklah kalo begitu,gino kamu silahkan obatin bryan dan untuk steva karena kata kamu tadi nggak mau ikut-ikutan,saya kasih bonus setengah jam lebih lama dari bryan"ucap mrs.jessica santai namun tegas,bahkan dia tak memedulikan tatapan pias steva yang mengarah padanya.


"Maksud saya bukan begitu miss,maksud saya____


"Kamu mau bilang kalo kamu mau tambah bonus lagi"potong mrs.jessica.


"Tidak miss,yasudah kalo begitu"pasrah steva.


Bryan yang melihat steva mendapat hukuman lebih berat darinya hanya bisa tertawa ngakak di dalam hati,kalau saja dia berani tertawa ngakak sekarang,mungkin mrs.jessica akan menyuruhnya terjun bebas dari rooftop.


"Apakah sudah selesai gino?"tanya mrs.jessica.


"Sudah miss"jawab gino.


"Baiklah kalo begitu,steva dan bryan,kalian silahkan jalani hukuman masing-masing dan untuk kamu steva,jangan sampai lupa bonusnya"ucap mrs.jessica.


"Maaf miss sebelumnya,saya di sini bukan bermaksud membela steva,tapi steva kan baru selesai pertandingan dan pasti tenaganya terkuras,kalau hukumannya seberat itu,apa tidak kasihan stevanya?"ucap gino hati-hati.


"Oh jadi maksud kamu,kamu mau ikut mereka berdua untuk menjalani hukuman,tidak ada satu pun yang bisa membantah perkataan dan hukuman saya,kamu ikut mereka berdua menjalani hukuman"ucap mrs.jessica.


"Tapi miss____


"Tidak ada tapi-tapi,kalau kalian bertiga berani berkata satu kata pun saya akan menambah hukuman kalian"kata mrs.jessica.


"Bbaik miss"ucap mereka bertiga lalu berlari ke lapangan.


Bersambung

__ADS_1


jangan lupa kasih jempol


__ADS_2