
Bryan tersenyum penuh kemenangan karena berhasil mengerjai steva,bagaimana tidak?dia sudah membuat steva kerepotan di pagi ini dengan menyuruh steva memesankan makanan untuknya kemudian dengan sengaja dia mengganti pesanannya bahkan sampai sepuluh kali.
Jangan tanya bagaimana reaksi steva?dia bahkan melempar setiap makanan yang di pesan bryan,karena dengan sengaja bryan menggonta-ganti pesanannya dan steva juga bahkan menendang salah satu meja yang ada di kantin sampai meja itu tak berbentuk lagi.
"Nih pesanannya,kepiting rebus saus pedas manis dan jus alpukat kurang manis"ucap steva menahan amarah.
"Oke terima kasih pelayanku"kata bryan yang membuat steva ingin melempar wajahnya yang sok ganteng itu dengan sepatunya.
Merasa tugasnya sudah selesai,steva pun hendak beranjak kembali ke mejanya,namun lagi-lagi bryan menghentikan langkahnya.
"Mau kemana pelayanku?sini temenin majikan kamu ini makan"ucap bryan yang menambah kadar kekesalan steva.
Mau tak mau steva pun duduk di meja yang sama dengan bryan,karena kemarin dia sudah berjanji untuk menjadi pelayan bryan dan dia tak mau kalau sampai dia melanggar janjinya sendiri.
Bryan terkikik dalam hati karena harimau betina yang saat ini berada di depannya berhasil dia jinakkan.
"Jangan lupa nanti nyari bahan buat bikin ramuan"ucap bryan.
"Hemmm"ucap steva tak bersemangat.
"Nih makan daripada bete teruss"ucap bryan sambil menyodorkan sisa makanannya pada steva.
"Ogah banget makan sisa mulut lo"tolak steva.
"Nolak perintah majikan nggak baik lho"kata bryan.
"Gue udah kenyang"
"Alah nggak usah bohong,sini gue suapin"ucap bryan sembari menyendok makanannya dan menyodorkannya di depan mulut steva.
"Lebay banget sih,gue nggak mau"tolak steva.
"Buka mulut lo sekarang atau gue suapin dari mulut ke mulut"ancam bryan yang membuat steva memelototkan matanya.Dari mulut ke mulut?apa maksudnya?otak steva jadi blank seketika.
"Gue cuma bercanda,lagian kayaknya lo berharap banget buat gue cium"ucap bryan yang membuat steva refleks menampol muka sok ganteng bryan.
"Apaan sih lo"kata steva.
"Yaudah kalo gitu cepet buka mulut"ucap bryan yang membuat steva mau tak mau membuka mulutnya dan makanan sisa mulut bryan itu pun masuk ke dalam mulutnya.
Sementara itu sandra yang melihat itu mendadak menjadi panas dingin,seharusnya dia yang berada di posisi itu bukan steva.
"Steva kegenitan amat sih sama bryan"ucap sandra.
"Iri bilang bosss"kata gemma.
"Siapa juga yang iri?kan emang kenyataannya steva itu genit sama bryan,liat aja tuh"kata sandra.
"Sandra,jangan berpikiran yang enggak-enggak deh,steva sama bryan itu di suruh buat 10 ramuan sama mr.reinlad makanya mereka bareng terus"ucap mauryn.
"Alah itu cuma alesan dia doang buat deket sama bryan,lagian bryan pasti juga nggak bakal tertarik sama steva"kata sandra.
"Lo salah besar kalo mikir kayak gitu,steva itu cantik,seksi,dan hebat,cowok mana sih yang nggak mau sama dia"ucap manna yang menambah kekesalan sandra.
"Gue juga cantik,gue juga seksi dan gue juga hebat,berarti bryan mau dong sama gue"kata sandra penuh percaya diri.
"Seksi dari mana?badan rata kayak triplek gitu di bilang seksi"ucap gemma yang mengundang gelak tawa para pangeran yang ada disana.
Sandra hanya mencebikkan bibirnya menanggapi ucapan gemma barusan dan melanjutkan kegiatan makannya yang sempat tertunda.
■■■
__ADS_1
Pelajaran matematika adalah pelajaran yang paling menjenuhkan bagi steva,karena di setiap menit pelajaran itu,steva harus berkutat dengan berbagai angka yang membingungkan kepala.Daripada berhitung,steva lebih suka menghafal karena menurutnya menghafal lebih mudah daripada menghitung angka.
Karena efek tidak tidurnya semalam,di sepanjang pelajaran steva menguap tiada henti,matanya sudah sangat ingin di pejamkan,namun keadaan memaksanya untuk tetap terbuka lebar.
"Steva,lo catet apa yang di tulis di papan ke buku gue,gue lagi males nulis"perintah bryan.
"Lo punya tangan buat apa?kalo nggak ada gunanya mending lo patihin aja tangan lo itu"kata steva.
"Tangan gue ini masih banyak kegunaannya,lagian itu cuma dikit doang"kata bryan yang membuat steva mau tak mau harus menurutinya.
Dengan malas steva meraih buku itu dan mulai mencatat apa yang ada di papan tulis,karena efek ngantuknya,apa yang dia tulis menjadi ngawur dan berantakan,dan detik selanjutnya dia sudah terlelap karena sudah tidak kuat menahan kantuknya.
"Gimana udah seles____
Ucapan bryan terhenti saat melihat steva tertidur pulas di sampingnya.
"Payah banget sih,di suruh nulis malah tidur,dasar *****"ucap bryan,lalu dirinya berniat untuk mengambil bukunya yang di tiduri oleh steva,namun niat itu di urungkannya saat melihat steva tidur dengan begitu pulasnya sehingga dia menjadi tidak tega untuk membangunkannya.
"Ternyata kalo tidur begini jadi makin cantik,secara kan dia nggak bisa ngamuk-ngamuk kayak harimau betina"gumam bryan sambil memandang wajah steva yang begitu damai saat tidur,tanpa sadar dirinya menyingkirkan anak rambut yang menutupi hampir sebagian wajah steva dan dengan begitu,kecantikan steva dapat terlihat jelas.
Merasa sadar akan apa yang barusan dia lakukan,bryan memalingkan wajahnya dan mengalihkan pandangannya ke arah papan tulis lagi.
"Gue kenapa sih?kok gue bisa-bisanya mengagumi macan betina kayak steva"gumam bryan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
■■■
Steva dan bryan kini sudah berada di hutan thorsy untuk memulai proyek mereka membuat 10 ramuan.
"Kita sebenarnya mau buat ramuan apa sih?"tanya steva.
"Kita nyari bahannya aja dulu,habis itu baru kita pikirin mau buat apa"jawab bryan.
"Gue juga nggak tahu sih sebenarnya,secara kan gue nggak terlalu pandai kalo soal ramuan"ucap bryan.
"Dasar payah,dari pada kayak gitu,mending kita minta tolong sama mauryn dan gino,soalnya kan mereka itu pinter kalo buat ramuannya"ucap steva.
"Kayaknya boleh juga,kalo gitu kita samperin mereka sekarang aja"ucap bryan.
"Terus kita harus jalan lagi kesana buat nyamperin mereka?"
"Ya iyalah,lo pikir kita bisa terbang gitu"kata bryan.
"Kenapa sih nggak makek teleportasi aja,gue capek kalo harus jalan lagi"gerutu steva.
"Udahlah jalanin aja,lagian ini juga salah lo"kata bryan.
"Salahin aja gue terus,kayak lo udah bener aja"ucap steva.
"Kan lo emang salah"
"Iya iya gue tau,udahlah mending kita sekarang nyamperin mauryn sama gino"ucap steva.
"Yaudah ayo"ucap bryan,keduanya pun berjalan beriringan sambil menatap lurus kedepan.
■■■
Setelah lelah berjalan kesana kemari,akhirnya steva dan bryan bertemu juga dengan mauryn dan gino,kebetulan sekali mereka bersama,jadi steva dan bryan tidak perlu susah payah mencari mereka satu per satu.
"Akhirnya gue ketemu ama lo berdua"ucap bryan.
"Emang ada apa nyariin kita?"tanya mauryn.
__ADS_1
"Kita mau minta tolong sama kalian buat bantuin kita nyari bahan ramuan"jawab bryan.
"Emmm boleh deh,gue juga lagi boring"ucap gino.
"Syukur deh kalo kalian mau bantuin kita,secara kan nggak mungkin gue ngandelin cecunguk satu ini"ucap steva sambil menunjuk bryan.
"Heh cewek jadi-jadian,lo ngomong kayak gitu kayak lo bisa aja bikin ramuan,rebus daun aja nggak bisa"ledek bryan.
"Gue tuh bisa tau,cuma gue lagi kurang fokus aja"ucap steva.
"Hemm terserah deh,kalo kayak gitu kita langsung berangkat aja biar cepet"ucap bryan yang di iyakan semuanya.
Belum sempat mereka melangkahkan kaki,terdengar teriakan seseorang yang sangat memekakkan telinga.
"Bryan,tungguin gueeee"teriak sandra yang membuat semuanya refleks menutup telinga mereka dengan telapak tangan.
"Nenek lampir sudah datang"ledek steva saat sandra mendekat,sandra yang di katai begitu refleks memelototi steva dan di balas oleh tatapan tajam oleh steva yang membuat nyali sandra menciut.
"Bryan,lo mau kemana?gue ikut ya?"ucap sandra dengan nada bicara di manis-maniskan.
"Kalo mau ngikut ya ngikut aja dan nggak usah teriak-teriak,telinga gue mau jebol"ucap bryan yang membuat steva keberatan,pasalnya jika sandra ikut maka bryan tidak akan bisa fokus karena terus di gelayuti oleh sandra dan proyek ramuan mereka akan gagal total dan mr.reinald akan menghukum mereka dengan hukuman yang lebih berat lagi,kira-kira itulah yang berkecamuk di pikiran steva.
"Gue keberatan kalo nenek lampir ini ikut"ucap steva.
"Apa maksud lo hah?bryan aja ngijinin,jadi lo nggak ada hak buat ngelarang gue"kata sandra.
"Sandra yang buruk rupa,kalo lo ngikut tugas gue bukannya selesai tapi malah nambah,soalnya lo itu kan keganjenan sama bryan jadi nanti bryan nggak bisa fokus nyari bahannya"ucap steva.
"Bilang aja kalo lo itu cemburu sama kedekatan gue dengan bryan"
"Siapa juga yang cemburu?yang gue pikirin sekarang itu cuman tugas gue nggak ada yang lain"kata steva.
"Ternyata ada itik buruk rupa yang cemburu sama gue"sindir sandra.
"Terserah lo deh mau ngomong apa,tapi yang pasti kalo lo buat kerusuhan,gue bakal kurung lo dalam penjara es selama setahun"ancam steva.
"Lo pikir gue takut sama ancaman lo"tantang sandra.
"Jadi lo nantang gue,oke gue terima"ucap steva yang sudah siap sedia.
"Kalo perlu sekarang aja,soalnya gue juga mau bales dendam atas kekalahan gue waktu itu"
Sandra dan steva saling menatap tajam satu sama lain,mereka seperti hendak menghabisi satu sama lain,sampai seseorang menghentikan adegan itu.
"Stoppp,kita sekarang mau cari ramuan bukan mau berantem"ucap gino menengahi.
Baik steva maupun sandra sama-sama memalingkan muka mereka ke arah yang lain.
"Kita berangkat sekarang dan jangan sampai ada yang buat keributan lagi"kata gino.
"Kalian berdua bisa ngerti kan?"lanjutnya.
"Iya gue ngerti"ucap steva.
"Oke demi sama bryan,gue bakal ngerti"kata sandra yang membuat steva mencebikkan bibirnya kesal.
"Yaudah kita berangkat sekarang"ucap gino yang di patuhi semuanya.
Bersambung
jangan lupa kasih jempol
__ADS_1