The Legend Of Zodiak Girl

The Legend Of Zodiak Girl
Steva is princess


__ADS_3

"Stevaa!"ucap ketiganya bersamaan,dan langsung berlari ke arah steva.Semua yang ada di situ tentu saja terkejut akan kedatangan mereka yang sangat tiba-tiba itu,apalagi saat melihat ketiga pendamping steva yang sangat mengagumkan itu.


"Steva,akhirnya lo dateng juga"ucap aqua dengan senyum bahagianya.


"Lo nggak papa kan,eh tapi kok lo pakek baju pengantin?"tanya violet.


"Nanti gue ceritain,eh tapi ini ada apa kok rame-rame?"tanya steva.


"Kita mau di hukum,untung aja lo dateng,jadi kita bisa sedikit tenang"jawab maudy.


"Di hukum?kok bisa?".


"Ini gara-gara kalian yang ngilang nggak balik-balik"jawab aqua.


"Itu kan orang tua gue,kok bisa di sini?"ucap gino.


"Ayah ama ibu gue juga ada di sini,ini ada apa sih sebenarnya?jangan bilang kalau mereka semua nuduh steva yang nggak-nggak?"ucap bryan.


"Emang itu kenyataannya,steva di tuduh nyulik kalian dan sekarang kita bertiga juga dalam bahaya"ucap maudy.


"Kita selesaikan ini sekarang juga"ucap steva.


Dengan segera steva,bryan dan gino berjalan ke arah para raja dan ratu yang masih terpaku akan kehadiran mereka,namun saat mereka mendekat kedua orang tua bryan dan gino segera memeluk mereka berdua.


"Kalian nggak papa kan?siapa yang sudah jahat pada kalian?"tanya raja devon.


"Aku dan gino baik-baik saja ayah,kenapa kalian nampak begitu khawatir?"ucap bryan.


"Kalian menghilang tanpa jejak,orang tua mana yang tidak khawatir,terlebih kalian berdua di duga di culik oleh gadis yang bernama steva"ucap raja devon yang membuat steva terkesiap.


"Dan asal yang mulia tahu,dia adalah gadis yang bernama steva"ucap sandra sembari menuding steva dengan senyum penuh kemenangan,dan dia berharap bahwa steva akan di hukum dan di keluarkan dari academy.


"Kau?apakah kau yang sudah menculik putraku?"tanya raja devon geram.


Steva hanya menyinggungkan senyum sinis"saya menculik mereka?untuk apa?di jual saja tidak laku".


"Jaga bicaramu,asal kau tahu,kau sedang berbicara dengan seorang raja"ucap raja devon.


"Tenanglah ayah,dia tidak bersalah,kami hanya menjalankan sebuah misi"ucap bryan.


"Pangeran bryan,apakah kau sudah di guna-guna oleh steva,kau membela seorang penculik?"ucap sandra.


"Hentikan dramamu itu,gue muak denger kalimat sok manis dari mulut lo"ucap bryan tanpa menyaring kata-katanya.


"Bryan,jangan berlaku tidak sopan pada putri sandra,derajat mereka lebih tinggi dari kita"tutur raja devon.


"Tidak mengapa yang mulia,ini bukan salah bryan,ini mungkin adalah pengaruh guna-guna dari perempuan licik itu"ucap sandra.


"Prajurit tangkap dia"perintah sandra pada lima prajurit yang ada di sana,dengan segera prajurit itu menuju ke arah steva dan bersiap menangkapnya.


Merasa dirinya terancam,steva pun mundur sebanyak lima langkah agar bisa menghindari tangkapan prajurit itu,walau sebenarnya steva mampu melawan mereka.


"Menyerahlah nona atau kami akan berlaku kasar"ucap salah seorang prajurit.


"Menyerah tidak ada dalam kamus kehidupanku"ucap steva santai.


"Kalau begitu jangan salahkan kami jika kami berlaku kasar".


"Silahkan saja kalau bisa"ucap steva.


Para prajurit itu segera mengacungkan pedang mereka untuk menyerang steva,dan saat pedang itu mengayun ke arahnya,steva langsung mengeluarkan kekuatannya.


"Ice blast"ucap steva dan semua pedang prajurit itu langsung membeku dan hancur.


Para raja dan ratu tentu saja kaget akan hal itu,bagaimana mungkin?kekuatan es hanya di miliki oleh keturunan asli kerajaan pisces,mereka tidak tau saja,bahwa yang berdiri di hadapan mereka adalah orang yang menghilang 17 tahun yang lalu.


"Mass freeze"ucap steva membekukan kaki para prajurit itu dan kini mereka tidak bisa bergerak dan mematung di tempat.


"Nona sandra,jika kau ingin menghukum diriku,maka tangkaplah aku dengan tanganmu sendiri,apa kau takut melawanku,hingga menyuruh orang lain untuk menangkapku"ucap steva yang sengaja menyulut emosi sandra.


"Jaga omongan lo,lo nggak tau kalo lo lagi ngomong sama tuan putri,dan satu hal lagi,gue nggak pernah takut ama lo"ucap sandra.


"Bukankah kemarin waktu pertandingan nona kalah dengan saya,masih mau mengelak?"ucap steva,dan kali ini sandra sudah terlanjur terbakar emosi,dengan segera dia menuju ke arah steva untuk bertarung.


"Kali ini gue nggak bakal kalah"ucap sandra dan kini di tangannya sudah ada blast angin yang siap di gunakan untuk menyerang steva.


"Wind blast"sandra mengarahkan blast tersebut ke arah steva dan dengan mudah steva menghindari serangan itu.


Pertarungan antara keduanya pun tak terelekkan,sandra terus saja menyerang steva namun steva hanya memilih menghindar saja,lagi pun tidak ada gunanya bertarung dengan sandra,itu hanya membuang tenaga saja.


"Yang mulia,siapa gadis itu?mengapa dia memiliki elemen es?bukankah seharusnya elemen itu hanya di miliki oleh keturunan kita saja?"tanya ratu calista.

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu darimana dia mendapatkan elemen itu,gadis itu sungguh misterius"ucap raja emiliano sembari memperhatikan steva.


"Atau jangan-jangan dia putri kita?"ucap ratu calista.


"Tenanglah calista,kita belum tau asal-usul gadis itu jadi jangan berharap lebih"ucap raja emiliano.


Di sisi steva,dia masih saja menghindari serangan sandra dengan mudahnya,memang jika orang bertarung saat sedang marah akan mudah saja mengalahkannya,karena gerakan mudah sekali untuk di baca.


"Kenapa lo cuma ngehindar?takut?"tanya sandra sembari menjeda serangannya dengan nafas ngos-ngosan.


"Siapa bilang?saya hanya malas membalas serangan anda yang emm tidak beraturan,jadi mudah sekali untuk dihindari"jawab steva.


"Kurang ajar,lo ngeremehin gue?lo bakal dapet balasannya"ucap sandra lalu kembali menyerang steva,sepertinya sandra bersemangat sekali untuk mengalahkan steva,bahkan dengan nafas ngos-ngosan pun dia masih bersemangat seperti ini.Melihat semangat sandra,entah kenapa steva pun ikut bersemangat,kali ini dia tidak hanya menghindar saja tetapi juga membalas serangan sandra.


"Fire blast"ucap steva yang membuat sandra kaget,bagaimana tidak?dia pikir steva hanya memiliki satu elemen saja,tapi nyatanya?dia memiliki lebih dari satu elemen.Dengan sigap sandra pun menghindari api itu dengan elemen airnya.


"Lo?punya dua elemen?"tanya sandra heran namun masih dengan nada sombongnya.


"Menurut anda?"ucap steva.


"Thunder blast"ucap steva mengeluarkan elemen listriknya,kini tidak hanya sandra yang terkaget namun semua orang yang berada di situ,tiga elemen?bukankah itu mustahil?.Steva memainkan elemen listriknya itu di tangannya tanpa berniat menggunakannya untuk menyerang sandra yang masih terbengong.


"Tiga elemen?bagaimana bisa?"ucap sandra terkaget-kaget.


"Nona kenapa anda diam saja,bukankah anda ingin mengalahkan saya,atau serangan saya masih kurang?"ucap steva.


"Solar blast"kini steva mengeluarkan elemen cahayanya,dan mungkin kini jantung sandra tak bisa berdetak sebagaimana mestinya.


"Yang mulia,gadis itu punya 4 elemen,apakah mungkin?"tanya ratu calista.


"Aku sendiri juga bingung calista,siapa sebenarnya gadis itu"ucap raja emiliano.


"4 elemen?ini mustahil!gue nggak terima kalo lo lebih hebat dari gue,gue bakal abisin lo steva"ucap sandra,dia pun memejamkan mata sembari menggerakkan mulutnya,tak lama kemudian muncullah sebuah pedang dengan ukiran indah di setiap sisinya dan gagang pedang yang berwarna biru muda.Pedang itu adalah pedang milik kerajaan pisces,pedang itu bernama pedang alga biru,raja emiliano sengaja mewariskan pedang itu kepada sandra karena dia mengira bahwa putri kandungnya telah meninggal 17 tahun yang lalu.


"Gawat!kenapa sandra menggunakan pedang itu?gadis itu bisa terbunuh,pedang itu adalah pedang kedua terkuat setelah pedang legenda yang telah hilang"ucap raja emiliano.


"Yang mulia,aku khawatir sandra tidak bisa mengendalikan pedang itu dan itu bisa berakibat buruk untuk academy ini"kata ratu calista dengan wajah khawatir.


"Pedang yang sangat indah nona,tapi jangan salah saya juga memilikinya"ucap steva,dia pun mulai berkonsentrasi sembari memejamkan kedua matanya dan tak lama kemudian muncullah sebuah pedang pisces yang tak kalah indahnya dengan pedang milik sandra.


Semua orang yang ada di situ terkesiap saat steva mengeluarkan pedang legenda itu,terlebih raja emiliano,dia tak mengira jika pedang itu masih ada dan berada di tangan steva,siapa sebenarnya steva?.


"Lo bener,kita harus hentiin ini semua"ucap brian yang di angguki gino,mereka berdua pun hendak menghampiri steva namun belum sempat mereka melanglahkan kaki,raja devon sudah menghentikan mereka.


"Mau kemana kalian?"tanya raja devon.


"Kita harus hentikan pertarungan ini ayah,kalau tidak akibatnya bisa gawat"jawab brian.


"Kau benar,tapi siapakah gadis itu?ayah sangat penasaran padanya?"tanya raja devon.


"Dia adalah anak kandung raja emiliano dan ratu calista"jawab brian mantab yang membuat raja devon terkesiap.


"Benarkah?kalo memang benar ini sangat bagus,pantas saja aku merasa ada aura berbeda dari gadis itu"ucap raja devon.


"Benar ayah dan kepergian kami selama beberapa hari adalah sebagai pengumpulan bukti bahwa steva memang benar-benar seorang putri"ucap brian.


"Tapi kenapa kalian tidak mengatakannya sejak awal tadi?"tanya raja devon yang membuat brian dan gino berpandangan satu sama lain.


Mungkin jika mereka mengatakannya sejak awal tadi pertarungan ini tidak akan terjadi,mungkin tadi otak mereka sedang buntu karena terlalu lelah selama perjalanan berhari-hari.


"Sudahlah,lebih baik kita beritahu emiliano dan calista"ucap raja devon yang diangguki keduanya.


Sandra kini tengah bersiap-siap mengayunkan pedangnya,bisa di lihat dari ekspresinya dia nampak kewalahan mengendalikan pedang itu,namun dengan mati-matian dia berusaha mengendalikan pedang itu untuk membuktikan kalau dia lebih unggul dari steva.


Dia pun mengayunkan pedang itu dan sesaat kemudian academy itu nampak bergoyang-goyang seperti terkena gempa besar.Sandra pun membulatkan matanya saat serangan itu tidak mengenai steva melainkan mengenai gedung academy,mungkin keputusannya mengeluarkan pedang itu adalah salah besar,kini sandra tidak bisa lagi mengendalikan pedang itu dan dirinya yang malah di ombang-ambing oleh pedang itu.


"Gawat!jika di biarkan academy ini akan rubuh,aku harus mempertahankan academy ini"ucap steva,dia pun memainkan pedangnya sembari menghindari serangan dari pedang sandra yang sudah nampak di luar kendali.


Sesaat kemudian gedung academy itu nampak membeku karena di bekukan oleh steva,namun pembekuan gedung academy ini bertujuan untuk mempertahankan academy.


"Aku harus membantu gadis itu"ucap raja emiliano lalu membantu steva membekukan academy yang nyaris roboh tersebut.


"Gino,kita mesti bantu steva"ucap brian yang diangguki gino,mereka berdua pun berjalan ke arah steva dan berdiri di samping gadis itu.


"Kalian ngapain kesini?ini bahaya,lebih baik kalian cari tempat berlindung"ucap steva.


"Kita nggak bakal biarin lo dalam bahaya"ucap gino.


"Terserah sih,tapi gimana caranya ngendaliin pedang yang di bawa sandra?"tanya steva.Brian dan gino hanya mengendikkan bahu mereka,sebagai tanda bahwa mereka juga tidak tahu.


Sesaat setelah itu tiba-tiba muncul seekor naga es dari badan steva,naga tersebut merupakan salah satu pendamping milik steva,dan kemunculannya cukup mengejutkan semua orang.

__ADS_1


"Hormat saya tuan putri"ucap naga tersebut sembari menundukkan kepalanya.


"Kenapa kau keluar?aku bahkan tidak memanggilmu?"tanya steva.


"Maafkan saya tuan putri,saya hanya ingin memberitahu jika pedang itu hanya bisa di kendalikan oleh tuan putri,tuan putri cukup mengeluarkan elemen air dan arahkan pada pedang itu"ucap naga tersebut.


"Rupanya begitu,terima kasih"ucap steva.


"Sama-sama tuan putri"ucap naga tersebut dan sesaat setelahnya naga itu sudah hilang dari pandangan mata.


Steva pun menghilangkan pedang miliknya,dia pun mulai berkonsentrasi untuk mengeluarkan elemen airnya,dan setelah elemen itu muncul,dia pun mengarahkannya pada pedang yang masih berada di genggaman sandra,sesaat setelah itu gempa yang sempat mengguncang academy pun mendadak sirna dan kini pedang itu sudah berada di genggaman steva.


"Berhasil!"ucap steva yang membuat brian dan gino bernafas lega dan ketegangan yang sempat terjadi pun kini mendadak hilang.Sandra masih terduduk di tempatnya dengan keringat yang mengucur deras di dahinya karena kehabisan tenaga akibat pedang yang mengombang-ambingkannya.


"Dia bisa mengendalikan pedang itu?jangan-jangan dia memang putri kita?"ucap raja emiliano yang membuat mata ratu calista berbinar.


"Ya memang benar dia adalah anak kalian,brian dan gino yang memberitahuku"ucap raja devon yang membuat perasaan kedua kian bergetar.Segera saja raja emiliano dan ratu calista berjalan ke arah steva dan berhenti tepat di depan gadis itu.


"Kau putriku?"tanya ratu calista dengan mata berkaca-kaca dan di balas senyuman oleh steva.


"Steva memang putri yang mulia yang hilang 17 tahun yang lalu,dan kepergian kami adalah sebagai pencarian bukti,termasuk juga pada kalung dan buku catatan ratu sofya"ucap brian.Segera saja ratu calista melihat leher steva dan memang benar kalung legenda tersebut menggantung indah di leher steva.


Ratu calista dan raja emiliano segera memeluk steva dengan rasa senang yang tak dapar tertahankan lagi,air mata yang keluar bukanlah air mata kesedihan melainkan air mata kebahagiaan.Semua yang ada di situ hanya bisa terbengong mendapati bahwa steva adalah seorang putri,wajah penuh kemenangan juga terlukis di wajah aqua,violet dan maudy,ternyata pengorbanan mereka selama ini tidaklah sia-sia,semua akan indah pada waktunya.


Sementara itu sandra nampak tidak terima dengan kenyataan ini,dari wajahnya dia jelas tidak suka jika harus bersaudara dengan steva,dan dia juga takut posisinya akan terancam sebagai penerus kerajaan pisces,namun membantah pun tak ada gunanya,semua bukti sudah jelas dan jika dia sampai berbuat yang tidak-tidak maka habislah sudah riwayatnya.


"Wah wah wah,sepertinya aku tertinggal sesuatu yang sangat seru di sini"ucap raja andika yang baru saja tiba di sana.


"Kakak,putriku telah kembali"ucap ratu calista kepada raja andika yang ternyata adalah kakak laki-lakinya.


"Iya adikku,aku sudah mengetahuinya,kau tidak tau saja jika putrimu ini telah menyusup ke istanaku dan dia juga dengan mudahnya masuk ke dalam kamar istriku,bahkan dia hampir merobohkan istanaku,tapi aku bangga padanya,dia adalah gadis yang tangguh dan mandiri"ucap raja andika.


"Aku sangat bersyukur kakak akhirnya dia bisa kembali,aku tidak ingin kehilangannya lagi"ucap ratu calista.


"Jaga dia baik-baik calista,dia adalah harta negeri ini"ucap raja andika yang di angguki oleh raja emiliano dan ratu calista.


"Steva,selama beberapa hari ke depan maukah kau ikut bersama ayah dan ibu ke kerajaan?ayah dan ibu ingin menghabiskan waktu bersamamu?"tanya ratu calista.


"Maksud ibu di kerajaan pisces?"tanya steva yang di angguki oleh ratu calista.


"Jika itu permintaan ibu tentu aku tidak akan menolak"ucap steva yang membuat raja emiliano dan ratu calista tersenyum bahagia.


"Ekhem"ucap bryan dan gino bersamaan dan hal itu membuat perhatian raja emiliano dan ratu calista tertuju padanya.


"Oh aku sampai melupakan kedua pahlawan putriku,kalau aku boleh meminta,maukah kalian berdua ikut kami ke kerajaan pisces?anggap saja itu sebagai hadiah dariku dan raja emiliano karena kalian telah menjaga putri kami selama ini?"ucap ratu calista.


"Dengan senang hati ratu calista"ucap keduanya bersamaan.


Di tengah kebahagiaan mereka,ada satu orang yang mungkin sedang tidak berbahagia yaitu sandra,dia sudah muak dengan semua ini,apalagi yang bisa dia harapkan?dia pasti akan di depak dari kerajaan pisces dan dia pasti sudah tidak lagi di segani oleh para siswa di sini.Dia pun melangkahkan kaki meninggalkan tempat itu.


"Sandra?"ucap ratu calista saat melihat kepergian sandra.


"Kenapa bu?"tanya steva.


"Sepertinya ibu harus bicara dengan sandra,sepertinya perasaannya sedang tidak bagus"ucap ratu calista.


"Terserah ibu saja"ucap steva sedikit kesal,bukan berarti steva tidak suka dengan kehadiran sandra sebagai saudara tirinya,hanya saja dia masih jengkel dengan sikap gadis yang sangat suka mengompori orang tersebut bahkan tanpa alasan dia pun menuduh steva penculik,yang benar saja!.


"Kalau begitu ibu akan menemui sandra dahulu"ucap ratu calista lalu beranjak pergi.


■■■


Di taman,sandra menangis tersedu-sedu sendirian,namun ini bukanlah sekedar air mata kesedihan melainkan bercampur dengan kebencian,kenapa steva harus datang dan merusak segalanya?seharusnya steva tak perlu datang agar posisinya sebagai putri kerajaan pisces tak akan terganti!.Itulah yang ada di pikiran gadis manis berambut gelombang itu.


"Gue benci,gue benci ama steva,kenapa dia datang dan merusak segalanya?sekarang nggak bakal ada lagi yang segan ama gue,karena gue adalah seorang anak pungut yang terbuang"gumam sandra.


Di tengah kesedihannya,tiba-tiba ada seseorang yang duduk di sampingnya sembari menatap lembut ke arahnya.


"Ibu?untuk apa ibu kemari?bukankah ibu sudah melupakanku karena putri kandung ibu telah kembali"ucap sandra sedikit ketus.


"Kata siapa?sandra,walau kini putri ibu telah kembali bukan berarti ibu akan melupakanmu,kamu tetaplah putri ibu,tidak mungkin ibu bisa melupakanmu begitu saja,selama 17 tahun ini kamu yang selalu menemani ibu,jadi janganlah berpikir bahwa ibu tidak menyayangimu lagi"ucap ratu calista.


"Ibu memang bisa menerimaku,tapi apakah steva mau menerimaku?aku tidak yakin dengan hal itu,apalagi hubunganku dengan steva kurang baik"ucap sandra.


"Ibu akan membujuknya,ibu rasa steva akan paham jadi tenanglah,kasih sayang ibu tak akan pernah berubah padamu"ucap ratu calista.


Dengan segera ratu calista memeluk sandra dengan erat begitu pun sebaliknya,apakah kalian berpikir sandra akan bertaubat dan memperbaiki tingkah lakunya yang menjengkelkan?tentu saja tidak!.


'Untuk sementara waktu gue bakal pura-pura baik di depan steva,sampai tiba waktunya gue bakal nyingkirin steva apapun caranya!karena ayah dan ibu hanya milikku dan kerajaan pisces adalah milikku juga!tak ada yang bisa mengambilnya barang steva sekalipun!tunggulah pembalasanku steva!'batin sandra menggebu-gebu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2