The Legend Of Zodiak Girl

The Legend Of Zodiak Girl
Perayaan


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi kerajaan pisces dan juga bagi negeri zodiak,hampir semua orang turut berbahagia pada hari ini.Ini adalah hari penyambutan steva sebagai tuan putri asli kerajaan zodiak.


Semua temannya turut hadir pada acara istimewa ini,tak hanya temannya saja melainkan seluruh penghuni zodiak academy juga turut hadir memeriahkan acara penyambutan ini.Jadi tak heran jika halaman depan istana kerajaan pisces sudah di penuhi oleh lautan manusia.


Steva kini tengah mempersiapkan dirinya di kamarnya,dia di temani oleh ibunya yang membantunya berdandan agar terlihat semakin cantik di acara nanti.


"Ibu aku tidak suka jika memakai lipstik berwarna menyala itu,aku lebih menyukai yang berwarna kalem dan tidak terlalu menyala"ucap steva yang seketika menghentikan aktifitas ibunya yang hendak memakaikan lipstik merah di bibirnya.


"Oh baiklah kalau begitu,bagaimana dengan yang ini?"tanya ratu calista sembari memperlihatkan lipstik berwarna peach ke hadapan steva.


"Itu lebih bagus"ucap steva,ratu calista pun memakaikan lipstik itu di bibir steva,walau sebenarnya steva bisa melakukannya namun ibunya bersikeras untuk mendandaninya.


Sementara itu di halaman istana nampak sahabat steva dan para pangeran serta putri sedang berbaur satu sama lain,mungkin kini mereka sudah berdamai setelah kemarin mencaci maki aqua,violet dan maudy.


"Gue udah nggak sabar mau liat steva nantinya"ucap aqua dengan mata yang berbinar-binar.


"Bukannya kita udah liat steva tiap hari ya?"ucap violet.


"Maksud gue tuh gue penasaran liat penampilan steva yang bakal lain dari biasanya"terang aqua memperjelas ucapannya.


"Eh kalian liat deh si sandra mukanya mencetut gitu"ucap maudy sembari menunjuk sandra yang berada tak jauh dari mereka.


"Kok dia bisa ada di sini?bukannya dia masih anggota kerajaan?harusnya kan dia ada di dalem"tanya aqua heran.


"Jangan-jangan dia udah di depak?itu wajar aja sih dia kan sombong terus sok berkuasa,mungkin raja ama ratu udah nggak doyan lagi ama dia"tebak violet.


"Bisa jadi sih,semoga aja iya,biar mampus tu bocah"ucap maudy.


Di tengah perayaan ini dan di tengah kegembiraan yang di rasakan hampir semua orang,ada seseorang yang menyusup di antara mereka semua,dia menyamar menjadi salah satu anggota istana yang penampakannya baru saja di lihat oleh aqua,violet dan maudy.


"Semoga saja tidak ada yang curiga padaku"ucap raja hercules yang kini menyamar menjadi sandra.


Dia lebih memilih menyamar sebagai sandra karena dia mendapat info jika hubungan sandra dan steva tidak terlalu baik dan jika rencananya berhasil untuk meracuni steva maka orang yang di salahkan adalah sandra dan hal itu otomatis membuat perpecahan di kerajaan pisces,sungguh pikiran yang licik!.


"Aku harus segera masuk ke istana itu dan menjalankan misi selanjutnya"ucap raja hercules dan langsung beranjak dari situ,tanpa dia sadari ada seseorang yang melihatnya dan memperhatikan gerak-geriknya,sebenarnya orang itu tidak tahu jika orang itu bukanlah sandra,tapi dia merasa aneh,kenapa sandra berada di luar istana?harusnya dia ikut bersiap-siap di dalam,sungguh aneh!.


Sandra palsu itu pun menyelinap di antara kerumunan orang-orang,dan setelah dia sampai di pintu istana,dia segera masuk tanpa adanya kendala yang berarti.


"Putri sandra,kenapa anda ada di sini?"tanya salah satu pelayan yang kebetulan lewat.Raja hercules yang melihat itu pun sedikit terkesiap,pasalnya dia tak terlalu fokus dengan keadaan sekitar.


"Emm aku hanya keluar sebentar untuk melihat orang-orang"jawab raja hercules dengan menirukan gaya bicara sandra yang terkesan arogan.


"Lagi pun apa urusannya denganmu?"lanjut sandra pada pelayan itu.


"Maaf nona saya tidak bermaksud kurang ajar"ucap pelayan tersebut sembari menundukkan kepalanya.


"Kalau begitu saya permisi"ucap pelayan tersebut lalu melangkahkan kakinya meninggalkan sandra palsu.


Raja hercules hanya menatap kesal kepada pelayan itu karena dia cukup menyita waktunya untuk menjalankan misinya,dengan cepat raja hercules melangkahkan kakinya dan menuju tempat yang sudah di jadikan tujuannya.


■■■


Sandra kini tengah berada di depan cermin sembari menatap pantulan dirinya,kali ini dia berusaha tampil sesempurna mungkin,dia akan membuktikan kepada semua orang bahwa tidak ada yang bisa menandinginya bahkan steva sekalipun.


"Gue bakal buktiin kalo gue adalah yang terbaik dan cuma gue yang pantas jadi penerus kerajaan pisces"gumam sandra.


Sementara itu raja hercules yang kini sedang menyamar sebagai sandra telah berdiri di depan kamar sandra,dia akan mengurung sandra dengan sihirnya dan dengan begitu rencananya akan berjalan mulus.


Segera saja dia mengeluarkan elemennya dan mengunci pintu itu dengan kekuatannya,dia yakin jika bocah ingusan seperti sandra tak akan mampu untuk membuka pintu ini,dan tak hanya itu...dia juga memasang sihir kedap suara agar jika sandra berteriak maka tidak akan ada yang bisa mendengarnya.


Setelah di rasa cukup dia pun meninggalkan tempat itu agar tak ada yang mencurigainya,tanpa dia sadari ada seseorang yang diam-diam mengikutinya dan menatap heran ke arahnya.


"Kenapa sandra mengunci kamarnya sendiri?mengherankan!"gumam orang itu lalu mengikuti kemana sandra gadungan itu pergi.


■■■


Sandra kini telah selesai bersiap dan hendak keluar,namun saat dia menjangkau gagang pintu tangannya terasa panas seperti terbakar,dengan cepat dia pun melepaskan tangannya dari gagang pintu tersabar.

__ADS_1


"Aww,sejak kapan gagang pintu ini menjadi panas?"gumam sandra sembari mengipatkan kedua tangannya.


Dengan cepat sandra mengerahkan elemen airnya dan mengarahkannya ke pintu tersebut,namun nahasnya serangan tersebut malah berbalik ke dirinya dan mengakibatkan baju dan badannya basah kuyup.


"Sial,jadi baju gue yang basah,sebenernya ada apa sih ama pintu ini?"gumam sandra,dia pun kembali mendekati pintu itu namun malangnya dia malah terpental ke belakang.


"Sihir tingkat tinggi?siapa yang berani ngurung gue di sini?gue harus segera keluar"gumam sandra,dia pun bangkit dan mencoba elemennya lagi,kali ini dia menggunakan elemen angin.Dia mengerahkan elemen anginnya ke arah pintu itu namun usahanya nampak sia-sia saat mengetahui bahwa itu tak bergerak sedikitpun.


"Siapapun tolong gueeee"teriak sandra dari dalam kamarnya,hanya saja dia tak tahu jika kamarnya sudah di beri sihir pengedap suara.


"Ada orang nggak yaaaa,tolongin guee,hey jangan main-main ama gue kalo lo nggak mau kena hukuman"teriak sandra yang nampaknya sia-sia.


Dia pun kembali menggunakan elemennya untuk membuka pintu itu,namun bukannya terbuka malah tenaganya yang terkuras habis.


"Tolongin gue,buka pintunyaaa"teriak sandra.


■■■


Terompet mengalun merdu diiringi dengan langkah para raja dan ratu dan juga kedua putrinya menuju alun-alun istana.Tampak sorak sorai para orang memenuhi alun-alun itu,nampaknya mereka sudah tak sabar menanti orang yang sudah mereka tunggu-tunggu selama ini.


Saat mereka tiba di alun-alun sorak sorai yang tadi sempat menggema kini perlahan sirna di ganti dengan tatapan kekaguman para orang-orang yang nampak kagum dengan steva.


"Rakyatku sekalian hari ini adalah hari yang paling bersejarah bagi kita semua,karena di hari ini putri kandungku telah kembali ke negeri ini setelah hilang selama 17 tahun lamanya"ucap raja hercules mengawali pembicaraan.


"Dan kini aku perkenalkan pada kalian semua putriku yang bernama stevani gilbert piscessa yang merupakan penerus tahta kerajaan pisces selanjutnya"ucap raja hercules yang di sambut tepuk tangan oleh semua orang.


"Steva cantik banget tau nggak sih"ucap aqua yang nampak terkagum-kagum dengan steva.


"Iya,baru kali ini gue liat steva secantik itu"timpal violet.


Di tengah perayaan tersebut ada seseorang yang sedang kebingungan dan nampaknya dia sedang mencari keberadaan seseorang.


"Aduh bryan dimana sih?dari tadi nggak keliatan,ini perayaan penting dia malah ngilang"ucap mauryn sembari celingak celinguk mencari keberadaan bryan.


"Mauryn udah deh nggak usah bingung kayak gitu,mungkin bryan lagi ke toilet atau nggak dia keselip ama orang-orang"ucap sahila.


"Bryan udah gede nggak perlu lo cariin entar juga dia balik sendiri,nggak bakal ilang juga"kata sahila.


"Yaudah deh"putus mauryn pada akhirnya.


■■■


Sementara itu bryan kini sedang berada di dalam istana,dia masih mencurigai sikap sandra yang kelihatan sangat aneh menurutnya,sangat berbeda dari sandra yang biasanya.


"Sandra aneh banget,tadi dia di luar sendirian terus masuk dan ngunci kamarnya sendiri?secara logika nggak mungkin kan kalo sandra itu diem aja kayak tadi,dia kan biangnya cerewet"gumam bryan.


Saat dia melewati kamar sandra dia juga merasakan aura yang berbeda di sana,semacam ada sihir hitam yang menyelimutinya,walau dia bukan pendeteksi yang baik namun dia bisa merasakan karena auranya sangat kuat.


"Perasaan gue nggak enak,kenapa gue jadi kepikiran steva?kayaknya ada yang nggak beres"gumam bryan,dia pun menatap pintu kamar sandra dengan seksama,dia pun mengarahkan elemennya ke pintu tersebut namun anehnya pintu itu tak terbuka sama sekali.


"Ternyata bener,ada yang nggak beres di sini"gumam bryan.Dia pun terus mengarahkan elemennya ke pintu tersebut namun lagi-lagi usahanya tak membuahkan hasil.


Dia pun mengeluarkan pendampingnya yaitu seekor singa api dengan elemen api dan lava,dengan cepat pendampingnya menyemburkan api dari mulutnya dan mengarahkannya ke pintu tersebut,setelah berkali-kali semburan pintu tersebut akhirnya terbuka dan menampakkan sandra yang tengah terduduk menangis sembari memeluk kedua lututnya.


"Sandra?"ucap bryan,sandra yang merasa namanya di panggil pun mendongak dan detik selanjutnya kebahagiaan nampak terpancar dari wajahnya saat bryan berada di hadapannya.


"Bryan"ucap sandra lalu bangkit dan hendak memeluk bryan,namun dengan segera bryan menghindar sebelum sandra berhasil memeluknya.


"Sandra,kalo lo ada di sini lalu siapa yang ada di sana?"tanya bryan tanpa berbasa-basi.


"Hah?maksud lo gue ada dua gitu?"tanya sandra yang belum memahami situasi.


"Ini gawat,ada penyusup"ucap bryan lalu bergegas beranjak dari situ sembari menggandeng tangan sandra.


■■■


Sementara itu di sisi steva.

__ADS_1


Steva nampak kelelahan karena sedari tadi dia harus berdiri sembari memamerkan senyumnya pada orang ramai,wajar saja hari ini adalah hari perayaannya jadi dialah bintang utamanya,mungkin mulai saat ini steva harus banyak bersabar.


"Steva,kamu kayaknya lelah sekali,apakah kamu mau minum?"tanya sandra palsu kepada steva.


Steva yang mendengar itu tentu saja merasa curiga,tidak biasanya sandra bersikap sopan seperti ini,apakah dia memiliki maksud tertentu?.


"Gue nggak haus"tolak steva.


"Steva,aku tahu kamu pasti capek jadi kamu harus minum,lagi pun ini adalah langkah awalku untuk menjadi saudara yang baik bagimu"ucap raja hercules yang menyamar menjadi sandra.


"Tapi gue belum haus"ucap steva.


"Padahal aku hanya berusaha menjadi saudara yang baik untukmu,tapi kamu malah menolaknya"ucap raja hercules dengan gaya bicara sandra yang di melas-melaskan.


Steva yang melihat itu entah kenapa jadi sedikit kasihan pada sandra,bukan tandanya dia sudah memaafkan sandra,hanya saja dia jengah jika ada orang yang memohon kepadanya,itu sangat menjijikan!kecuali kedua orang tuanya pastinya.


"Yaudah,kalo gitu mana minumannya"ucap steva yang membuat raja hercules tersenyum senang,dia mengira bahwa rencananya akan segera berhasil.


"Sebentar aku ambilkan"ucap raja hercules dan lalu mengambilkan minuman untuk steva,segera saja dia mengeluarkan botol racun tersebut dan segera menuangkannya pada gelas minuman steva.


'Lihat saja steva,hari ini adalah hari kematianmu dan ramalan sialan itu juga akan musnah seiring dengan kemusnahanmu karena sejatinya sudah menjadi takdirku untuk hidup abadi'batin raja hercules.


Selepas menuangkan racun tersebut dengan segera raja hercules memberikan minuman tersebut kepada steva,steva pun menerimanya tanpa menaruh curiga yang berlebih pada sandra palsu tersebut,baru saja dia hendak meminumnya....ada seseorang yang menghentikannya dan rupanya orang tersebut adalah bryan yang sedang menggandeng sandra?.


"Bryan?sandra?"gumam steva bingung.


"Steva,lo jangan minum minuman itu karena udah di kasih racun sama sandra palsu ini"ucap bryan sembari menuding raja hercules.


'Sial rencanaku gagal dan ini karena pangeran sialan ini'batin raja hercules.


Dengan segera steva melempar gelas tersebut dan menatap tajam raja hercules yang kini juga tengah menatapnya dengan pandangan serupa.


"Siapa kamu?"tanya steva dingin.


Tanpa berkata-kata lagi raja hercules pun kembali ke bentuk asalnya dan hal itu membuat semua yang ada di sana ketakutan bahkan hampir semua orang lari tunggang langgang.


"Hahaha lama tak berjumpa sahabatku sekalian"ucap raja hercules sembari mengedarkan pandangannya dan hal itu membuat para raja memasang sikap waspada.


"Apa maumu hercules?"tanya raja emiliano sembari menatap tajam.


"Mauku?muda saja!aku hanya menginginkan putri cantikmu"jawab raja hercules yang membuat ratu calista memegang steva erat-erat.


"Jangan kau sentuh putriku barang seujung rambut pun dengan tangan kotormu itu"ucap ratu calista.


"Apakah kau berhak melarangku?aku bisa melakukan apapun bahkan hari ini aku bisa mencabut nyawa kalian semua,tapi tenang saja,aku tak akan melakukan itu sekarang,mungkin lain waktu saja kita akan bertemu kembali"ucap raja hercules.


"Apa sebenarnya tujuanmu?"geram raja emiliano.


"Tujuanku adalah membunuh putrimu"jawab raja hercules sembari mengeluarkan aura kegelapan yang menakutkan dan hal itu semakin membuat ratu calista ketakutan,namun lain halnya dengan steva,dia nampak biasa saja,seakan tidak ada ketakutan dalam dirinya.


"Jika itu tujuanmu maka lakukanlah sekarang,aku juga sudah tidak sabar untuk menjajal kekuatanmu raja busuk"ucap steva yang membuat semuanya menatapnya khawatir.


"Gadis cantik,aku bahkan bisa membunuhmu dengan sekali pukulan,jadi jangan coba-coba main-main denganku"ucap raja hercules.


"Sungguh aku tidak percaya dengan hal itu,jika memang benar perkataanmu itu tentulah aku akan mati 17 tahun yang lalu,tapi buktinya?aku jadi berfikir apakah memang kau yang akan mati?"ucap steva.


"Kurang ajar!kau meremehkanku,tapi tak apa!jika kau ingin bertarung mari bertarunglah!tapi tidak untuk hari ini,aku sudah menyiapkan kejutan untukmu"ucap raja hercules sembari menyeringai lebar.


"Tunggu tanggal mainnya gadis cantik"ucap raja hercules,dan sedetik kemudian dia sudah hilang dari pandangan mata,dan hal itu membuat steva geram sendiri.


"Pengecut!"ucap steva sembari tersenyum miring.


■■■


*Bersambung*****


Note author*

__ADS_1


Author cuma mau bilang kalau author ada cerita baru yang judulnya i am is a princess,kalau kalian mau baca tinggal klik profil author ya**:).


__ADS_2