
"Kau pangeran bryan?kenapa kau datang kesini tanpa memberitahuku?jika kau memberitahuku,aku tidak akan mengira kalian penyusup"ucap raja andika.
"Maafkan kami sebelumnya raja andika,kami tidak bermaksud menyusup dalam kerajaanmu"ucap gino.
"Sudahlah tidak papa,dan siapakah gadis cantik ini?kenapa dia memakai gaun pengantin?apa dia calon istri salah seorang dari kalian?apa kalian hendak nikah lari?"tanya raja andika beruntun.
"Dia adalah steva,dan jika soal gaun yang dipakainya,akan panjang jika di ceritakan"ucap bryan.
"Oh begitu,lalu kenapa kalian datang kesini?dan kenapa mauryn tidak bersama kalian?apa ada masalah?"tanya raja andika.
"Kami bertiga kesini karena ada masalah serius yang ingin kami sampaikan sekaligus kami tanyakan"ucap gino.
"Masalah?apa ini ada sangkut pautnya dengan mauryn?"
"Tidak,tapi ini soal anak raja emiliano dan ratu calista yang masih hidup"ucap bryan yang membuat raja andika tercengang,namun dengan segera dia menetralkan kembali wajahnya.
"Kalian ini jika bercanda suka tidak lucu,semua orang juga sudah tahu kalau anak kerajaan pisces sudah tiada"ucap raja andika.
"Anda salah jika berpikiran begitu,dia masih hidup dan ada di tengah-tengah kita"ucap bryan.
"Kenapa kalian menjadi ngelantur begini?apa kalian di rasuki jin selama perjalanan kemari?"
"Tidak sama sekali,kami punya bukti dan juga saksi"ucap bryan menegaskan.
"Baik kalau begitu,tapi bisakah kalian tunjukkan siapa orangnya?"ucap raja andika.
"Dia"ucap bryan sembari menunjuk steva.
"Dia?apa kalian pikir aku akan percaya?apa buktinya?"ucap raja andika.
"Dia memiliki elemen es,pedang legenda pisces dan juga kalung legenda 12 zodiak"ucap bryan yang membuat raja andika semakin tercengang.
"Apakah benar?aku sungguh masih sulit mempercayai ini"ucap raja andika.
"Kau tidak percaya padaku?apa kau masih mau mengelak jika melihat ini"ucap steva lalu menunjukkan buku yang ada di tangannya.
"Buku apa itu?"tanya raja andika.
"Kau lihat saja sendiri"ucap steva lalu memberikan buku itu pada raja andika,raja andika menerima buku itu dan mulai membukanya.
Matanya membelalak saat tulisan tangan istrinya memenuhi halaman buku itu,dia pun membaca kata demi kata yang ada di situ,matanya melotot saat mengetahui fakta yang tertulis di buku itu.
"Aaapakah ini benar?"tanya raja andika.
"Tentu saja,apakah kau pikir aku berbohong?"ucap steva.
"Tapi istriku mengidap gangguan kejiwaan"ucap raja andika yang membuat ketiganya tercengang.
"Gangguan kejiwaan?maksudnya?"tanya bryan.
"Jadi begini,waktu itu ratu sofya melahirkan seorang anak laki-laki,bilang saja dia adalah kakak mauryn,namun nahasnya bayi pertama kami meninggal di tangan raja kegelapan,karena anak kami yang di ramalkan akan mengalahkan raja kegelapan namun ternyata bukan anakku saja tapi anak dari emiliano dan calista juga,sejak saat itu istriku mudah sekali marah sekali dan apalagi ada hal yang menyinggung perasaannya dia akan langsung marah dan bahkan membunuh"terang raja andika.
"Apakah itu benar?tapi kenapa kita semua tidak pernah tahu?"tanya bryan.
"Mungkin orang tua kalian belum menceritakannya pada kalian,lagi pun istriku sudah tiada jadi apa yang perlu di ceritakan"ucap raja andika.
"Lalu soal putri kerajaan pisces apa kau mengetahui sesuatu?"tanya gino.
"Aku tidak mengetahui apa-apa soal itu,yang ku tau hanya istriku hilang bersama anak itu dan kembali dalam keadaan lemah dan tidak berdaya,dia memang sempat bilang bahwa anak itu masih hidup tapi siapa yang mau memercayai istriku?dia hilang empat hari dan kembali dalam kondisi seperti itu,sangat sulit sekali memercayainya"jelas raja andika.
"Tapi sekarang putri yang hilang itu ada di depan anda,steva adalah putri yang hilang itu"tegas bryan.
__ADS_1
"Apa buktinya?apa hanya karena buku itu?itu tidak cukup untuk bukti"ucap raja andika lalu menatap remeh steva.
Entah kenapa bryan dan gino jadi geram sendiri akan sikap raja andika yang memang sulit memercayai sesuatu jika tidak ada bukti yang kuat.Bryan pun menarik steva agar lebih dekat dengannya dan meraih kalung yang ada di leher steva lalu menunjukkannya pada raja andika.
"Kau masih ingin mengelak setelah melihat ini"ucap bryan sembari memerlihatkan kalung steva pada raja andika.
Raja andika membulatkan matanya saat melihat kalung itu,bukankah kalung itu sudah lama hilang tanpa jejak?tapi kenapa steva bisa memakainya?kira-kira itulah yang ada di pikiran raja andika.
"Bagaimana bisa?"tanya raja andika.
"Tentu saja bisa,karena dia adalah putri kerajaan pisces"ucap bryan.
"Emmm aku belum yakin,bisa saja dia memalsukan kalung itu,kenapa kalian mudah sekali percaya?apakah kalian tidak tahu jika sekarang banyak sekali motif penipuan"ucap raja andika masih berusaha mengelak.
"Apa yang membuatmu bisa percaya?"tanya gino.
"Biarkan dia bertarung denganku satu lawan satu,kalian bilang dia memiliki elemen es,aku ingin mencoba seberapa besar kekuatannya"ucap raja andika yang nampaknya tak di setujui oleh bryan dan gino.
"Raja andika,apakah kau tidak bisa berpikir jernih?kau seorang raja,besar kemungkinan anda untuk menang,sedangkan steva dia masih murid dan masih belajar sama seperti saya,gino dan juga mauryn"ucap bryan menyampaikan pendapatnya.
"Saya sependapat dengan bryan,jika anda hendak bertarung dengan steva kita akan maju bersama sama"kata gino.
"Cih,kalian tidak berani rupanya,dari sini aku semakin yakin jika dia itu fake princess"ucap raja andika.
"Saya berani"ucap steva yang membuat bryan dan gino tercengang.
"Lo serius?"tanya bryan.
"Serius lah gue mana pernah bullshit kek lo"ucap steva sembari meledek bryan.
"Masih sempet-sempetnya lo ngeledek gue"kata bryan.
"Serius"steva memasang muka meyakinkan di hadapan raja andika.
"Baiklah,kita akan bertarung di arena"ucap raja andika.
■■■
Arena pertarungan itu kini telah di isi oleh kedua insan yang sudah siap untuk bertarung,walau memang dari segi penilaian raja andika akan mudah menang tapi steva tak akan mengalah begitu saja.
Selain keterampilan bertarung raja andika yang lebih unggul,pakaian yang di kenakan raja andika pun lebih leluasa untuk bergerak di banding steva yang menggunakan pakaian pengantin yang super ribet itu.
Ingin sekali steva mencopot pakaian pengantin itu,namun apalah dayanya,pakaiannya saja tertinggal di istana buaya.Tentu saja hal itu sangat menyulitkannya karena dia tidak akan leluasa melompat,menendang dan menghindar,namun steva tak akan menyerah sampai di situ saja hanya karena masalah baju.
"Aku sangat tidak suka pembohong sepertimu,walau kau punya elemen es itu belum cukup membuktikan kau adalah anak itu"ucap raja andika menatap steva sinis.
"Terserah anda yang mulia,ingin percaya silahkan,namun jika tidak aku siap mati di pertarungan ini"ucap steva dengan keyakinannya yang kuat.
"Kita mulai sekarang,water arrow"ucap raja andika lalu muncullah puluhan anak panah dari air dengan ukuran besar,steva kaget saat melihat anak panah itu,rupanya kekuatan dan kemampuan raja andika sangat tidak bisa di remehkan.
"Ice arrow"steva berkata demikian,tak lama setelah itu muncullah anak panah dari atas dan berjumlah puluhan meluncur ke arah raja andika,steva lebih memilih menyerang dari atas karena jika dia melawan anak panah raja andika dia akan kewalahan.
Saat anak panah raja andika dan anak panah steva menuju ke arah sasaran masing-masing baik steva maupun raja andika memasang pelindung tingkat tinggi.
Krekkk
Steva membulatkan matanya saat pelindung yang dia buat retak sedikit,memang benar kali ini dia harus bertarung lebih serius lagi,dia pun mengeluarkan sihir anginnya dan melempar balik panah air milik raja andika.
Raja andika yang menyadari serangan itu pun segera terbang melesat ke atas,dan serangan milik steva tersebut mengenai dinding arena pertarungan dan hancur lah dinding itu.
"Dua elemen?gadis ini tak bisa aku remehkan"gumam raja andika,dia pun mengangkat tangannya ke atas dan kemudia terciptaalah lubang besar di langit dan air berputar-putar muncul dari balik lubang itu dengan kapasitas besar.
__ADS_1
"Giant twister"ucap raja andika lalu mengarahkan pusaran itu ke arah steva.
"Steva hati-hati"teriak bryan yang sejak tadi khawatir dengan steva.
"Shadow mode"ucap steva lalu dirinya berubah menjadi bayangan,dia memilih metode ini karena bayangan bisa menembus apapun.
Saat pusaran itu mengarah ke arahnya steva pun bisa dengan mudahnya menembus serangan itu dan akhirnya serangan itu kembali menabrak dinding arena dan runtuh seketika.
"Tiga elemen?apa mungkin benar gadis ini adalah keturunan terpilih itu?aku tidak bisa percaya begitu saja"ucap raja andika.
Steva kini sudah kembali ke bentuk semula dan menatap raja andika dengan pandangan meremehkan.
"Kau masih tidak percaya setelah aku mengeluarkan tiga elemenku?apa yang bisa membuatmu percaya yang mulia?"tanya steva.
Raja andika terdiam.
"Baiklah,jika aku menunjukkan ini apakah kau masih tidak percaya?"steva berucap lalu membentangkan tangan kirinya dan tak lama kemudian muncullah pedang pisces yang sangat memesona itu.
"Ini adalah pedang pisces,aku memilikinya,apakah buktiku kurang kuat?"tanya steva.
"Jika memang benar kau adalah anak itu,bagaimana caramu bisa selamat?"tanya raja andika.
"Aku di selamatkan oleh ratu sofya,tapi semua orang tak memercayainya bukan?17 tahun aku tinggal di dunia manusia dan aku di kembalikan pada takdirku berkat zodiak academy"jawab steva.
"Dunia manusia,memang sudah tidak mengherankan,karena banyak penduduk di sini yang mengungsi kesana saat perang terjadi"ucap raja andika.
"Jadi apakah kau sudah yakin?"pasti steva.
"Hemm sebenarnya aku masih kurang yakin"ucap raja andika yang membuat steva menatap raja andika tajam,sungguh keras kepala sekali orang ini,kira-kira itulah yang ada di pikiran steva.
"Aku harus bagaimana lagi supaya kau bisa yakin?kita bertarung lagi?"tanya steva.
"Tunjukkan padaku bukti yang lebih kuat dan spesifik"ucap raja andika yang membuat steva memutar otaknya mencari bukti yang kuat untuk meyakinkan raja keras kepala itu.Dan steva mendapat satu pencerahan.
"Aku bisa"ucap steva.
"Apa itu?"raja andika mengernyitkan dahinya.
"Kalian semua keluarlah"ucap steva yang nampaknya tak cukup di mengerti oleh raja andika.
Tak lama kemudian muncullah sinar yang terang dari tubuh steva dan setelah itu semua pendampingnya keluar memenuhi arena itu.
Baik raja andika,bryan dan gino,mereka sama-sama membulatkan matanya saat mendapati pendamping steva yang begitu banyak,bahkan para pendamping itu bisa di jadikan pesan paling tangguh.
"I-ini semua pendamping milikmu?"tanya raja andika.
"Tentu saja,apakah perlu aku menyuruh mereka untuk merubuhkan istanamu?"kata steva.
"Tidak tidak perlu"ucap raja andika yang masih kaget.
"Jadi apakah kau masih tidak percaya?"tanya steva.
"Aku____
Raja andika sengaja menggantungkan kalimatnya.
"Aku apa?"tanya steva sedikit geram.
"Tidak"
Bersambung
__ADS_1