
Steva dan ketiga temannya kini sudah berada di kantin sekolah yang sangat mewah itu,setelah pelajaran yang menguras tenaga dan emosi jiwa itu,cacing di perut mereka berdemo minta di isi.
"Tadi lo hebat banget,stev"ucap violet di sela-sela makannya.
"Biasa aja"ucap steva.
"Iyain aja deh"ucap violet.
"Kalian enak nilainya di atas rata-rata,sedangkan gue,nilai aja pas kkm"ucap maudy.
"Itu mah lo nya aja yang payah"ledek violet.
"Gue nggak payah ya,cuman kurang bisa aja"elak maudy.
"Iyain aja deh biar seneng"ucap violet.
"Violet nyebelin,steva lo mau kan ajarin gue"kata maudy.
"Emmm,gimana ya,elemen gue kan es sedangkan lo cahaya"ucap steva yang dibenarkan oleh semuanya.
"Iya juga sih,tapi di antara kita nggak ada yang elemennya cahaya,terus gue harus belajar sama siapa dong?".
"Gimana kalo lo belajar sama putri dari kerajaan libra"saran aqua.
"Tapi mana mau putri kerajaan kayak mereka ngajarin gue"ucap maudy.
"Coba aja dulu,siapa tahu putri aliva mau"ucap violet.
"Entar deh gue tanyain"ucap maudy lalu mulai melanjutkan kegiatan makannya.
Tak lama kemudian para pangeran dan putri muncul di pintu kantin yang menimbulkan fans mereka berteriak bak orang gila.
"Apa setiap hari mereka teriak-teriak kayak gini?"tanya steva.
"Ini mah masih biasa,kadangan mereka sampai bawa spanduk segala"ucap violet.
"Lebay amat"kata steva.
"Namanya juga fans berat"kata violet.
Steva ingin sekali membekukan mulut mereka agar bisa diam,namun niat itu dia urungkan saat bryan menatap tajam ke arahnya,dan berjalan mendekat ke arahnya.
Brakkk
Bryan menggebrak meja yang di tempati steva dan ketiga temannya sampai makanan yang ada di meja itu tumpah ke lantai.
"Maksud lo apa hah?"bentak steva sambil menatap bryan tajam,sementara ketiga temannya sudah gemetar ketakutan.
"Setelah lo bikin kesalahan sama gue,lo masih tanya apa?dasar cewek nggak waras"ucap bryan sinis.
"Gue ketemu sama lo aja baru tadi pagi,lo tuh yang suka bikin masalah sama gue"ucap steva.
"Cihh,sok polos,lo kan yang nyegel kekuatan gue tadi pagi"bentak bryan.
__ADS_1
"Ohhh,iya emang gue,emang kenapa?"ucap steva dengan tampang watadosnya.
Tangan bryan sudah terkepal kuat dan diantara kedua tangan itu sudah muncul api yang berkilat-kilat.
"Lo mau serang gue?silahkan!lo nggak mau kan reputasi lo hancur gara-gara nyerang cewek nggak berdosa kayak gue"ucap steva santai.
Api yang sempat berkilat tadi kini padam,bryan berusaha mengendalikan emosinya agar tidak menyerang gadis galak di depannya itu.
"Baru di gertak aja udah takut,banci lo"sinis steva.
Brakkk
Bryan menggebrak meja lagi bahkan mejanya kini patah menjadi dua.
"Lo mau sok kuat dengan matahin meja nggak berdosa ini,memang dasar banci gadungan"ucap steva yang kembali menyulut emosi pemuda itu,keduanya kembali melakukan adegan menatap tajam satu sama lain,sampai sebuah teriakan menyudahi tatapan keduanya.
"Yuhuuuuu,princess sandra datang"ucap sandra dengan suaranya yang nyaring dan cempreng.
"Eh,ada bebeb bryan"ucap sandra sambil bergelanyut manja di lengan bryan.
"Satu lalat hijau sudah datang"sindir steva pada sandra.
"Lo ngatain gue lalat hijau"sengak sandra.
"Jadi bener dong kalo lo itu lalat"ucap steva sambil tersenyum miring.
"Lo itu nyebelin banget sih"bentak sandra.
"Udah dong jangan pada berantem,mending kita makan bareng,kita kan juga mau kenal sama steva lebih deket"ucap mauryn dengan suara lembutnya.
"Gemma tolong ambil meja yang baru"ucap mauryn memerintah gemma dan gemma pun langsung melakukan perintah mauryn.Tak lama kemudian para pangeran dan putri memesan makanan dan menyantap makanan yang mereka pesan,steva sesekali menatap tajam bryan sambil menunggu mereka selesai makan.
"Steva,kamu itu beneran dari dunia manusia ya?"tanya mauryn saat dia sudah selesai makan.
"Ya"jawab steva.
"Hebat ya"puji sahila.
"Kenapa?"tanya steva.
"Ya hebat aja,secara kan kamu punya elemen es yang langka itu"jawab sahila.
"Enggak tuh biasa aja"ucap steva.
"Ternyata kamu itu rendah hati ya"puji gino.
"Enggak juga"ucap steva.
Para pangeran dan putri terus saja memuji kehebatan steva,bahkan mereka juga senang akan sikap steva yang rendah hati,sebenarnya bukan rendah hati sih hanya saja dia itu tak suka di puji.Sementara itu bryan dan sandra hanya bisa mengutuk steva dalam hati,karena mereka berdua sama-sama tidak menyukai steva sejak pertama bertemu dan steva pun juga sebaliknya.
"Dia itu nggak ada apa-apa di banding aku"ucap sandra dengan nada sombongnya.
"Ya,saya memang tidak ada apa-apanya dengan anda nona sandra"ucap steva dengan gayanya yang khas.
__ADS_1
"Bagus deh kalo nyadar,tapi gue mau tanding sama lo besok buat buktiin mana yang lebih hebat,sekaligus gue mau buktiin kalo nggak ada seorang pun yang bisa menandingi putri sandra"tantang sandra.
"Oke,saya mau tapi apakah anda yakin kalo anda yang akan menang,anda tidak mau kan memalukan kerajaan tercinta anda nona sandra"ucap steva.
"Gue yakin kalo gue pasti menang"ucap sandra dengan keyakinan yang pasti.
"Gue juga mau tantang lo,cewek galak"ucap bryan tiba-tiba sambil menuding steva.
"Tapi dia kan udah tanding sama sandra,bry"ucap mauryn.
"Tidak papa putri mauryn saya akan baik-baik saja dan saya menerima tantangan dari badak bercula tiga ini"ucap steva.
"Bagus deh kalo gitu,besok lo tanding dulu sama sandra habis itu lo tanding sama gue"ucap bryan.
"Its ok"ucap steva santai sementara itu ketiga temannya takut terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan pada steva.
"Kalo kayak gitu,aku ke dewan pertandingan dulu ya mau daftarin kalian"ucap mauryn lalu beranjak dari duduknya.
"Lo yakin mau tanding sama mereka?"tanya maudy.
"Yakin"jawab steva.
"Gini ya steva,bukannya gue ngremehin kekuatan lo tapi kan putri sandra sama pangeran bryan itu juara paralel 10 besar di academy ini"ucap violet.
"Gue yakin sebentar lagi peringkat itu nggak bakal bertahan setelah mereka ngelawan gue nanti"ucap steva.
Para pangeran dan putri benar-benar mengagumi keberarian steva yang menerima tantangan juara paralel 10 besar di sekolah ini.
"Jangan sok deh lo,spesies kayak lo itu bisanya ngomong doang tapi nggak ada pembuktian"kata bryan.
"Bukannya kebalik ya,seharusnya kata-kata itu cocoknya sama lo dasar kadal monyong panjang"ledek steva.
"Apa kata lo?dasar karang betina"ledek bryan.
"Stop!"kata sahila menengahi.
"Maaf"kata steva lalu memasang tatapan garang pada bryan.
"Kalian jangan suka berantem nanti jadi suka lho"ucap aqua yang membuat steva dan bryan memelototkan matanya.
"Nggak akan"ucap steva dan bryan bersamaan.
"Ngomongnya bareng tuh"kata aliva.
Steva dan bryan saling memberikan tatapan tajamnya lagi,sampai suara kecentilan sandra menghentikan keduanya.
"Bryan,daripada mandang steva mending mandang aku lebih jelas cantiknya"ucap sandra yang membuat steva ingin muntah.
"Udah ah daripada berantem mending kita ngobrol lagi,biar lebih akrab"ucap ulfa menengahi.
Mereka pun kembali melanjutkan acara ngobrol mereka,steva sesekali menatap bryan dengan tatapan yang membunuh tapi kadang kala dia juga sedikit terpesona dengan kegantengan bryan,ingat hanya sedikit!,begitu pun dengan bryan yang kadang kala menatap steva dengan tatapan garangnya,namun tak jarang juga dia mencuri pandang ke arah steva,memang sih steva itu cantik dan bryan mengakui itu,namun kecantikan itu seakan sirna saat steva adu mulut dengannya.
"Pengumuman".
__ADS_1
Bersambung