
"Akan ku bunuh kau sekarang juga"ucap raja andika.
Steva,bryan dan gino sudah ingin sekali berlari dari situ saat raja andika berucap demikian,namun kaki mereka terasa kaku saat raja andika menyeringai menyeramkan bagai seorang psikopat.Mereka hanya bisa berdoa dalam hati supaya raja andika tidak benar-benar membunuh mereka.
"Rasakan ini,hiyaaa"ucap raja andika yang membuat ketiganya menutup mata mereka erat-erat.
"Akhirnya aku mendapatkanmu"ucap raja andika yang membuat ketiganya membuka mata kembali,dan di dapatinya raja andika tengah memegang seekor tikus yang sudah tidak bernyawa lagi,melihat itu ketiganya akhirnya bisa bernafas lega,seenggaknya bukan mereka yang dibunuh saat ini.
"Rasakan akibatnya karena sudah berani mencuri ayam gorengku"ucap raja andika sembari tersenyum penuh kemenangan saat pencuri ayam gorengnya berhasil di tangkap.Setelah itu raja andika pun berbalik kembali untuk kembali menikmati makan siangnya yang terganggu oleh tikus itu.
"Untung bukan kita,gue sampek deg-degan"ucap gino sembari mengelus-elus dadanya.
"Tau tuh bikin takut orang aja,gue pikir kita yang bakal di bunuh"kata bryan.
"Kita masih selamat,tapi kita harus cepet supaya kita nggak ketahuan sama raja psikopat itu"ucap steva.
"Oke"ucap bryan dan gino bersamaan.
Mereka bertiga pun kembali berjalan mengendap-endap menyusuri setiap bagian dari istana itu,dan entah mengapa dapurlah yang menjadi tempat singgah mereka saat ini.
"Salah tempat nih kayaknya"ucap bryan.
"Bukan kayaknya lagi,kita emang udah salah tempat,kalo gitu kita nyari di tempat lain aja"ucap steva.
"Tapi bentar deh gue haus,mau minum dulu"ucap gino.
"Nggak usah aneh-aneh deh,ntar kalo ketahuan gimana?"ucap bryan.
"Tapi gue udah haus banget,tenggorokan gue udah kayak padang pasir rasanya"kata gino.
"Yaudah cepetan,awas aja kalo lama"ucap bryan sekaligus mengancam.
"Iya iya"ucap gino lalu mengambil gelas yang ada di dekatnya dan langsung mengisinya dengan air,namun saat dia meneguknya secara kebetulan ada seorang pelayan yang lewat di depannya,sehingga pelayan itu kaget saat mendapati ada gelas melayang di depannya,dan dia pun refleks berteriak,hingga membuat gino yang sedang asyik-asyiknya minum menyemburkan air yang belum di telannya,dan hal itu mengenai wajah pelayan itu,dan detik selanjutnya pelayan itu sudah terkapar pingsan.
"Kaburrrr"ucap steva lalu berlari terbirit-birit dan diikuti oleh kedua temannya,karena dia yakin jika teriakan tadi mampu di dengar oleh banyak orang sehingga berbahaya bagi keselamatan mereka bertiga.
Mereka berlari tidak tentu arah karena banyak prajurit yang berjaga di setiap sisi istana itu hingga membuat mereka kurang leluasa bergerak,hampir saja steva terjerat gaun yang di pakainya namun bryan menahan dirinya agar tidak terjatuh.
"Hati-hati"ucap bryan.
"Iya,kita sembunyi dimana nih?gue takut ketahuan sama mereka dan ini semua gara-gara gino"ucap steva yang setengah kesal karena ulah gino yang haus tidak mengenal waktu.
"Ya maaf,gue udah bener-bener nggak tahan lagi tadi"kata gino.
"Yaudah lebih baik sekarang kita sembunyi,gue yakin banyak orang hebat di istana ini yang bisa melacak kita termasuk raja andika"ucap steva.
"Mending kita sembunyi di dalam kamar ini aja,kayaknya ini udah lama deh nggak di tempati"ucap bryan yang membuat semuanya memandang kamar di samping mereka.
"Gue kok merinding ya,apalagi tempatnya kayak begini,kayaknya kita salah jalur deh"ucap steva sembari mengusap tengkuknya dan melihat sekeliling ruangan istana itu yang nampak kurang terawat.
"Mungkin ini gudang jadi nggak terawat dan kelihatan tua"ucap bryan yang membuat jalan pikiran steva terbuka.
"Tua?jangan-jangan____
"Jangan-jangan apa?"tanya gino pada steva yang menggantung perkataannya.
"Jangan-jangan ini kamar ratu sofya"ucap steva yang membuat mata bryan dan gino membelalak seketika.
"Bisa jadi sih,kalo gitu kita masuk aja"ucap bryan yang diiyakan oleh steva dan gino.
Sebelum masuk mereka bertiga melihat sekeliling,dan setelah memastikan bahwa tidak ada orang yang melihat,mereka bertig pun memasuki kamar tua tersebut.
Hal pertama yang mereka lihat dan rasakan saat memasuki kamar itu adalah tidak terurus,banyak debu,banyak sarang laba-laba,kotor,tua dan sedikit menyeramkan.
"Debunya banyak banget,gue sampek susah nafas"ucap steva sembari mengipaskan tangan di depan wajahnya,untuk menghindari debu itu memasuki hidung dan mulutnya.
"Kayaknya kamar ini udah lama nggak di tempati deh,ornamennya juga kayaknya udah ketinggalan jaman dan tua"timpal gino.
"Kalo menurut gue,mungkin bener deh kalo ini kamarnya ratu sofya"ucap bryan.
"Bisa jadi sih,kalo gitu kita geledah aja kamar ini,mungkin ada peninggalan ratu sofya"ucap steva yang diangguki oleh bryan dan gino.
Mereka pun mulai menyusuri kamar yang tergolong luas itu,tak jarang juga mereka menemui laba-laba,cicak,dan tikus yang membuat mereka semua geli.
"Sumpah,ini kamar kotor banget"ucap steva.
"Namanya juga kamar tua dan nggak berpenghuni"kata bryan.
__ADS_1
"Tapi kalo kotor begini kita jadi susah nyari buktinya,setiap kita buka lemari ada tikus,buka laci ada cicak,gue jadi merinding sendiri"ucap steva,lalu dia pun terduduk di lantai.
"Lagian kenapa juga sih raja andika pakek mengasingkan kamar ini,apa dia nggak sayang sama ratu sofya?"lanjut steva.
"Kalo itu sih gue nggak tau,yang gue denger,dia menutup kamar ini supaya tidak teringat sama ratu sofya"ucap bryan.
"Yaudah kita cari lagi,tinggal lemari itu yang belum kita geledah"ucap steva lalu berjalan ke arah lemari itu dan saat dia membukanya,dia malah terpental ke belakang.
"Steva"ucap bryan dan gino.
"Lemari itu kayaknya ada sesuatu yang melindunginya"ucap steva.
"Bentar gue cek dulu"ucap bryan,dia pun berjalan ke arah lemari itu,dan benar saja,saat dia ingin membukanya seperti ada sesuatu yang melindunginya.
"Ternyata bener,ada sihir pelindung tingkat tinggi yang melindungi lemari itu"ucap bryan.
"Sihir pelindung tingkat tinggi?bukankah itu salah satu sihir yang sulit untuk di pelajari,dan untuk menghancurkan sihir pelindung,perlu energi yang sangat besar"ucap steva.
"Benar,kita harus menyatukan kekuatan kita untuk menghancurkan pelindung itu"ucap bryan yang diiyakan semuanya.
Mereka bertiga pun mengeluarkan elemen masing-masing,steva dengan esnya,bryan dengan apinya dan gino dengan tanamannya,mereka mengarahkan elemen mereka masing-masing ke arah lemari itu,mereka mengerahkan segenap kekuatan mereka agar lemari itu bisa terbuka.
Dan____
Kretekkk
Ctarrrrr
Bunyi yang menandakan bahwa sihir pelindung telah hancur karena kekuatan elemen mereka,dan hal itu membuat mereka bertiga bisa bernafas lega.
"Untung pelindung ini udah lama,jadi terkikis oleh waktu sehingga tidak terlalu sulit untuk memecahkannya"ucap bryan.
"Ayo kita cari,apakah ada sesuatu di lemari itu"ucap steva lalu membuka lemari itu dan kini tidak ada lagi pelindung yang menghalanginya,saat dia membuka lemari itu ada banyak sekali benda yang tersimpan di dalamnya,ada mahkota dan perhiasan lainnya serta benda-benda antik khas kerajaan yang sudah memudar warnanya.Namun ada satu benda yang menarik perhatian steva,yaitu sebuah buku yang nampak sudah tua dan usang.
"Ini buku apa ya?gue penasaran sama isinya"ucap steva.
"Buka aja dulu,tapi gue nggak yakin kalo tulisannya masih ada,secara kan ini udah lama banget"ucap gino.
"Gue buka ya"ucap steva lalu membuka buku itu,dan hal pertama yang di rasakannya adalah debu yang keluar dari buku itu dan membuatnya terbatuk.
Dan dia pun kembali membuka buku itu dan sekarang yang dilihatnya adalah sebuah rentetan kalimat yang nampak sedikit memudar.
"Kita baca aja yuk"ajak gino yang di iyakan semuanya,mereka bertiga pun duduk di atas kasur dan mulai membaca buku itu.
Sofya enkarnata
Aku bukanlah orang yang pandai merangkai kata-kata,aku juga bukan orang yang pandai menulis,namun aku sengaja menulis ini karena ingin menyampaikan sesuatu yang amat penting,dan hal ini mungkin adalah hari terakhir aku menulis.
Satu minggu yang lalu,negeri crystal zodiak diserang oleh hercules si raja kegelapan,bahkan dia berhasil menghilangkan anak emiliano dan calista,bahkan ingin membunuhnya,tapi rupanya ada rahasia besar yang tersembunyi di balik itu.
Aku menulis surat ini untuk mengungkap kebenaran yang menurut orang adalah hal yang sangat sulit di ungkap.Dan surat ini aku tujukan pada anak emiliano dan calista yang saat ini berada dinegeri manusia.
Setelah hercules berhasil mendapatkan putri emiliano dan calista,dia berencana membunuh anak itu dengan memasaknya lalu kemudian di makannya,namun sebelum rencana itu terjalankan,aku sudah lebih dulu membawa anak emiliano dan calista ke dunia manusia.
Saat itu aku mengikutinya seorang diri karena para raja dan ratu zodiak lainnya tengah melawan pasukan kegelapan,secara tidak sengaja aku melihatnya menggendong bayi dan aku yakin jika bayi itu milik emiliano dan calista.
Di tengah perjalanan,entah kenapa dia tiba-tiba meletakkan bayi itu ke tanah,mungkin dia ingin buang air dan saat itu aku tidak menyianyiakan kesempatan untuk membawa bayi itu kembali ke istana pisces.
Namun,belum sempat aku melangkahkan kaki,hercules sudah menghentikan pergerakanku dengan suaranya yang sangat seram itu menurutku.
Dia memaksaku untuk menyerahkan bayi itu jika aku tidak ingin mati di tangannya,aku menolaknya karena bayi tidak berdosa ini,tidak berhak mati di tangan penuh dosa itu.
Dengan segala kekuatan,aku melawan hercules sembari menggendong bayi itu,dan nahasnya aku kalah dan hampir terbunuh jika tidak ada para dewi zodiak yang menolongku,aku berlari menjauhi pertempuran itu,dan tujuanku hanya satu,menyelamatkan bayi ini apapun caranya.
Aku berlari tak tentu arah dan di belakangku ada banyak pasukan kegelapan,dan aku pun sampai di tepi jurang deadsy,atau bisa juga di sebut jurang hidup atau mati yang menghubungkan 13 dimensi satu sama lain.
Merasa tak ada pilihan lagi,aku pun terjun ke jurang itu dengan harapan aku bisa selamat bersama dengan bayi itu.Aku terjatuh dan kini kegelapan menghiasi sekelilingku,entah berapa lama aku berada dalam jurang itu,mungkin sekitar 4 hari jika tidak salah,dan aku pikir aku tidak akan selamat,namun takdir membawa kami berdua ke dunia manusia.
Aku bersyukur karena aku masih selamat,walau aku tahu jika sebentar lagi aku akan mati,hal itu di karenakan aku selalu memberikan energi pada anak emiliano dan calista saat berada di jurang itu,sehingga aku tidak bisa memasang pelindungku dengan baik.
Tanpa berlama-lama lagi,aku mencari manusia yang mau merawat bayi ini untuk sementara waktu,setidaknya setelah aku kembali ke negeri zodiak dan memberitahu yang sebenarnya pada emiliano dan calista,walau aku tahu itu sudah tidak mungkin lagi.
Dan aku melihat jika ada sepasang suami istri yang menginginkan seorang anak,aku menitipkan bayi itu pada mereka,dan mengatakan jika 17 tahun lagi mereka harus mengembalikan bayi itu apapun caranya,karena menurutku itu yang terbaik saat ini,dan aku membiarkan bayi itu menemui takdirnya sendiri.
Setelah menitipkan bayi itu aku pun berencana kembali ke kerajaan zodiak dengan menggunakan sihir teleportasi tingkat tinggi namun sangat beresiko,dan benar saja aku bisa kembali ke kerajaan zodiak namun aku tidak bisa berbicara.Banyak sudah tabib yang mengobatiku namun aku tidak bisa di sembuhkan,merasa tidak punya banyak waktu lagi,aku pun menulis surat ini sebagai bukti jika bayi emiliano dan calista masih hidup.
Sebenarnya aku juga sudah memberitahu emiliano dan calista lewat tulisan,namun tidak ada yang mempercayaiku dengan alasan bahwa mereka sudah melihat bagaimana hercules membunuh dan memakan bayi itu,sehingga mereka mengangapku gila.
__ADS_1
Mungkin ceritaku ini kepanjangan,namun aku harap siapapun yang membacanya bisa menyampaikan ini pada emiliano dan calista.
Aku menyayangi kalian.
Air mata steva mengalir setelah membaca tulisan itu,dia tak menyangka jika memang raja emiliano dan ratu calista adalah orang tuanya,dan dia adalah putri yang hilang itu.
Namun entah mengapa ada rasa kecewa yang mendalam dalam hatinya saat mengetahui fakta bahwa orang tuanya sendiri sudah menganggapnya tiada,bahkan mereka tega mengatakan penyelamatnya gila.
"Ternyata dugaan kalian benar,aku adalah putri kerajaan pisces,tapi apakah orang tuaku akan mempercayainya begitu saja,sedangkan aku sudah dianggap tiada oleh mereka?"ucap steva.
"Kayaknya ada bagian yang belum terselesaikan deh,mengapa para ratu dan raja zodiak menganggap ratu sofya gila?apakah waktu itu mereka lebih percaya pada kegelapan dibanding temannya sendiri?"ucap bryan.
"Nah itu dia yang gue pikirin,kenapa ratu sofya dianggaļp gila?padahal seharusnya mereka lebih mempercayai ratu sofya di banding hercules?"ucap gino.
"Jawabannya hanya satu,raja andika"ucap steva.
"Maksud lo,kita harus tanya gitu sama raja andika?"
"Iya,supaya semua ini jelas"kata steva.
"Yaudah kalo gitu kita pergi ke raja andika sekarang juga"ucap bryan.
"Oke"ucap steva dan gino bersamaan.
Mereka bertiga pun memutuskan untuk keluar dari kamar tua itu dan menemui raja andika untuk meminta penjelasan,karena menurut mereka ini sangat absurd,penjelasan ratu sofya tadi memang sudah jelas,namun mengapa para raja dan ratu tidak mempercayainya.
Mereka kali ini berjalan agak cepat,karena waktu mereka sudah sangat mepet,dan juga mereka bertiga memikirkan nasib tiga perempuan yang mengetahui kemana mereka bertiga pergi,yaitu aqua,violet dan maudy.
Namun karena terlalu terburu-buru,steva tak sengaja menginjak gaun yang di pakainya dan hal itu membuatnya terjatuh dan menimpa salah satu prajurit yang ada di depannya,dan hal itu berakibat pada sihir invisible miliknya yang sudah hilang.
Prajurit yany di timpa oleh steva tersebut pun menjadi kaget karena tiba-tiba ada 3 orang tidak di kenal yang berada di depannya.
"Penyusup"teriak prajurit itu dengan sangat keras sehingga mengundang prajurit lainnya datang kelokasi.
"Mana penyusupnya?"tanya salah seorang prajurit yang baru tiba di tempat kejadian.
Steva,bryan dan gino yang bingung harus apa hanya bisa melotot panik,saat sudah banyak prajurit yang ada di situ.
"Itu"jawabnya,para prajurit itu pun menatap mereka bertiga dengan pandangan sengit seperti seekor harimau yang siap menerkam mangsanya.
"Gue hitung sampai tiga terus kita kabur"ucap bryan yang diangguki oleh steva dan gino.
"Satu"
"Dua"
"Tigaaa"ucap bryan yang membuat mereka bertiga langsung lari terbirit-birit.
"Kejarrr"ucap prajurit itu dan membuat prajurit lainnya langsung mengejar mereka bertiga.
Steva,bryan dan juga gino berlari tak tentu arah,dan hal itu mengakibatkan semakin banyak prajurit yang mengejar mereka,bahkan tak jarang juga mereka merusak barang-barang mewah yang ada di istana itu.
Para prajurit itu saling melemparkan tombak yang mereka bawa dan mengarahkannya pada mereka bertiga,namun hal itu mampu di halang oleh elemen angin steva.
"Pintu keluarnya dimana sih,dari tadi kita muter-muter aja"ucap steva yang lelah berputar-putar di istana itu.
"Gue juga nggak tahu,kita sembunyi aja dulu"ucap gino.
"Ini semua gara-gara lo,lo sih jalannya nggak hati-hati"kata bryan.
"Ya maaf,habisnya gara-gara gaun ini"ucap steva.
"Berhentiiii"teriakan menggema yang datang dari samping mereka.
Mereka bertiga pun menghentikan langkah mereka,dan menoleh kesamping,di dapatinya seseorang yang gagah berwibawa sedang berdiri sambil menatap mereka semua tajam.
Mereka pun sama-sama meneguk ludah mereka sendiri saat orang itu mendekat ke arah mereka.
"Kita dalam masalah besar"ucap bryan.
"Berani sekali kalian memasuki kerajaanku tanpa izin"ucapnya dengan nada tegas yang nampak sangat menakutkan di telinga.
"Angkat wajah kalian dan perlihatkan padaku muka penyusup milik kalian"ucapnya.
"Ini aku raja andika"ucap bryan lalu membuka tudung yang ia kenakan.
"Apa?"
__ADS_1
Bersambung.