The Legend Of Zodiak Girl

The Legend Of Zodiak Girl
Ramuan yang gagal


__ADS_3

Steva sibuk memerhatikan setiap bahan ramuan yang saat ini berada di depannya,sementara bryan,dia malah santai tanpa memedulikan steva yang sibuk membuat ramuan.


Memang setelah kejadian tadi,bryan langsung di obati oleh gino,sehingga lukanya dapat sembuh dengan cepat.


Steva yang kebingungan dalam membuat ramuan itu pun hanya bisa memaki setiap bahan yang ada di sana lalu melemparkannya asal.Bryan yang melihat itu tentu saja jadi geram sendiri,bahan yang sudah dia cari dengan susah payah sampai dia babak belur dan sekarang malah dibuang oleh steva sesuka hati.


"Lo gimana sih,malah di buang semua"sengak bryan.


"Pangeran bryan yang jelek,kalo anda membantu saya,saya tidak akan melakukan ini"ucap steva sok manis.


"Alah nggak usah sok manis,eneg gue ngeliatnya"kata bryan.


"Makanya bantuin dong"bentak steva.


"Ini juga lagi di bantuin steva"ucap bryan.


Steva yang sudah bete bercampur kesal,memilih untuk mendatangi meja aqua dan mahen,jika di lihat aqua dan mahen nampak akrab dan serasi sekali,sangat berbeda dengan steva dan bryan yang sudah seperti tom dan jerry.


"Lo udah selesai?"tanya aqua.


"Selesai apanya,dari tadi yang kerja cuma gue sendiri"jawab steva.


"Terus lo kesini mau ngapain?"tanya aqua.


"Minta bantuan lo lah"jawab steva.


"Steva,gue sama mahen juga lagi ribet jadi bantuinnya entar aja ya"kata aqua yang membuat steva semakim bete tingkat dewa.


Dia pun kembali ke tempatnya dan terlihat bryan yang sedang membuat ramuan dengan seriusnya.


"Lo kemana aja sih,bukannya bantuin malah kelayapan"ucap bryan.


"Lo tadi juga sama,berarti kita impas"ucap steva.


Bryan tidak membalas ucapan steva,dia kembali fokus kedalam ramuannya,steva mengamati gerak-gerik bryan saat membuat ramuan,dan wajah tampan bryan kini sudah memenuhi indra penglihatannya.


'Kalo diliat-liat pangeran kadal gadungan tukang nyosor ini ganteng juga'batin steva,namun dengan segera dia menepis pikiran itu.


"Gue harus ngapain?"tanya steva.


"Lo rebus daun apel raja,terus nanti airnya peras"jawab bryan tanpa mengalihkan perhatiannya dari ramuan yang kini di buatnya.


Steva pun segera melakukan hal yang tadi di perintahkan bryan,sembari menunggu dia mengalihkan pandangannya pada murid-murid yang sedang membuat ramuan,dan pandangannya tertuju pada gino yang sangat telaten dalam membuat ramuan bersama dengan mauryn.


"Bryan,gino itu pinter ya kalo buat ramuan?"tanya steva.


"Hemmm"


"Gue mau kesana dulu ya liat dia sama mauryn,lo tungguin rebusan ini"ucap steva.


"Hemmm"


Setelah itu pun steva langsung ngacir meninggalkan bryan dan berjalan ke arah gino dan mauryn.


"Steva,lo udah selesai?"tanya mauryn.


"Belum sih gue kesini mau liat kalian berdua,soalnya gue perhatiin kalian jago bikin ramuannya"ucap steva.

__ADS_1


"Gue sih nggak terlalu jago,yang jago itu gino,dia ini rajanya ramuan"ucap mauryn.


"Kalo gitu boleh dong kalo lo ngajarin gue"kata steva.


"Boleh kok,entar gue ajarin"ucap gino.


Mereka bertiga pun berceloteh ria sampai-sampai steva lupa kalau dia meninggalkan pekerjaannya yang begitu penting.Dia melupakan itu dan tak mengingatnya sama sekali,sampai ingatannya kembali saat melihat mauryn memeras rebusan daun apel raja.


"Gue balik dulu ya"ucap steva lalu ngacir ke tempatnya semula.


Saat dia sampai di sana terlihat bryan masih mengerjakan ramuan dengan fokusnya,steva melihat kedalam rebusan itu dan betapa terkejutnya dia saat melihat rebusan itu sudah sangat mendidih sehingga menyebabkan daun apel itu lebih lembek dari yang seharusnya.


"Bryan,kenapa lo nggak jaga ini?"tanya steva pada bryan.


"Jaga apaan sih"ucap bryan lalu mengalihkan perhatiannya pada rebusan itu,dan matanya membulat sempurna saat mengetahui bahwa bahan yang paling penting menjadi hancur seperti ini.


"Lo apain daun ini?kok malah jadi kayak gini?"tanya bryan.


"Harusnya gue yang tanya kayak gitu sama lo,tadi gue udah nyuruh lo buat jaga tapi nyatanya lo malah teledor kayak gini"kata steva.


"Lo nyuruh gue?kapan?gue nggak merasa di suruh sama lo"


"Tadi sebelum gue pergi,atau lo mau pura-pura amnesia?soalnya dengan lo pura-pura nggak tahu,lo bisa nyalahin gue"ucap steva.


"Gue nggak nyalahin lo,gue juga nggak merasa di suruh sama lo,dari sini harusnya lo udah tahu kan siapa yang salah"kata bryan.


"Jadi lo nyalahin gue,padahal jelas-jelas kalo lo yang teledor"kata steva.


"Sekarang gini deh,lo kemana aja?kenapa lo limpahin semua tugas sama gue?padahal tugas lo gampang tinggal ngerebus doang"tuding bryan.


SKAK MAT


"Tuh kan lo diem,itu tandanya lo emang salah"ucap bryan.


"Iya gue emang salah tapi seengaknya lo nggak perlu nyudutin gue dong"kata steva.


"Kan lo emang salah,jadi nggak ada alesan buat nggak nyudutin lo"ucap bryan.


"Terus gue harus ngapain?apa perlu gue kehutan lagi buat nyari daun apel raja?"tanya steva.


"Nggak ada yang perlu lo lakuin,semuanya udah gagal dan waktunya tinggal 5 menit lagi"ucap bryan.


"Terus gimana dong?gue nggak mau kalo sampai gue nggak lulus"ucap steva.


"Mana gue tahu,lagian siapa suruh lo ceroboh dengan ninggalin kerjaan begitu aja"kata bryan.


"Maka dari itu kita harus gimana?lo tau kan kalo mr.reinlad itu galaknya minta ampun"kata steva.


"Kita bilang kalo semua ini salah lo"ucap bryan.


"Nggak bisa gitu dong,gue tau gue salah tapi kan ini salah lo juga yang nggak fokus"kata steva.


"Ya gue suruh buat rebus ini siapa?"tanya bryan.


"Gue"jawab steva.


"Yang ninggalin kerjaan siapa?"tanya bryan.

__ADS_1


"Gue"jawab steva.


"Berarti semua ini salah siapa?"


"Gue"ucap steva.


"Tuh kan bener kalo semua ini salah lo"ucap bryan.


"Tau ah terserah lo"


Bryan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya mendapati sikap steva yang keras kepala dan tak mau di salahkan itu,lagian sikap steva ini belum ada apa-apanya dibanding dengan amukan mr.reinald saat mendapati bahwa mereka berdua gagal dalam uji coba kali ini.


"Baiklah murid-murid sekalian,waktu untuk membuat ramuan telah habis dan saat ini kalian akan mempraktekkan ramuan kalian di depan kelas"kata mr.reinald yang membuat bryan dan steva makin gugup.


"Yang pertama adalah pangeran gino dan putri mauryn silahkan maju ke depan"ucap mr.reinald yang membuat mauryn dan gino maju ke depan.


"Siapa kelinci percobaannya?"tanya mr.reinald.


"Saya mister"ucap gino.


Mauryn segera menuangkan ramuan hasil kerja kerasnya dengan gino ke arah kepala gino,dalam hitungan detik gino sudah tidak bisa di lihat oleh mata telanjang lagi,dan hal itu membuktikan bahwa ramuan yang mereka buat telah berhasil.


Segera saja mauryn juga menuangkan ramuan penangkal agar gino dapat di lihat lagi dan ternyata ramuan kedua mereka juga berhasil.


"Kerja bagus,saya beri nilai A+ untuk kalian berdua"ucap mr.reinald yang membuat mauryn dan gino senang bukan main.


■■■


Sudah puluhan murid yang maju kedepan kelas untuk mempraktekan ramuan yang telah mereka buat tak terkecuali mahen dan aqua,mereka berhasil membuat ramuan penghilang diri sekaligus dengan penawarnya dan mereka mendapat nilai yang sama dengan mauryn dan gino,dan sekarang tinggallah steva dan bryan yang hanya bisa meratapi nasib mereka karena telah gagal membuat ramuan tersebut.


"Sekarang adalah giliran pangeran bryan dan steva,silahkan maju ke depan"ucap mr.reinald yang membuat steva dan bryan semakin takut akan nasib mereka ke depannya.Mereka melangkah dengan hati yang setengah tidak ikhlas dan tidak bersemangat.


"Kalau saya perhatikan kalian berdua adalah kelompok yang paling ramai daripada yang lainnya,dan saya jadi penasaran,apakah ramuan yang kalian buat akan sama hebohnya dengan sikap kalian tadi"kata mr.reinald.


"Kalau soal itu kami minta maaf mister,ramuan kami tidak berhasil kami buat"ucap bryan takut-takut.


"Apa?kalian ini benar-benar mengecewakan saya,kalian tau kan kalau saya benci dengan kegagalan,dan saya tidak menerima kegagalan dalam bentuk apapun"ucap mr.reinlad yang membuat bryan dan steva tertunduk.


"Lalu apa yang harus kami lakukan untuk menebus kegagalan kami?"tanya bryan.


Mr.reinald menatap keduanya lekat-lekat,kemudian senyum misterius tercetak di bibir indahnya.


"Kalian buat 10 macam ramuan dalam waktu satu minggu"ucap mr.reinald yang mengagetkan steva dan bryan.


"Apaaa?"ucap keduanya bersamaan.


"Kalian buat 10 macam ramuan dalam waktu satu minggu,kalian nggak denger"sengak mr.reinald.


"Kami dengar mister"ucap bryan dan steva bersamaan.


"Yasudah kalian boleh duduk,mengecewakan"kata mr.reinald.


Steva dan bryan kembali ke tempat duduk mereka,steva jadi merasa bersalah pada bryan,walau bagaimana pun juga ini adalh kesalahannya,jadi dia yang harus bertanggung jawab dan meminta maaf.Dia sudah bertekad untuk meminta maaf pada bryan,karena dia yakin pangeran songong seperti bryan tidak akan menerima permintaan maaf secara cuma-cuma.


'Gue harus minta maaf'batin steva.


Bersambung.

__ADS_1


jangan lupa kasih jempol


__ADS_2