
"Kau masih tidak percaya?"tanya steva.
"Sungguh aku masih sulit memercayai ini"jawab raja andika.
"Apa yang bisa membuatmu percaya?atau aku harus menyuruh seluruh pendampingku untuk merubuhkan istanamu?"steva kini sungguh sudah mulai kesabaran memghadapi raja keras kepala satu ini.
"Rasanya semua ini adalah mimpi,kembalinya sang legenda menurut ku dan menurut semuanya sangatlah mustahil,tapi sekarang kau berdiri di depanku dan sungguh aku tak bisa menjelaskannya dengan kata-kata"ucap raja andika.
"Terserah anda yang mulia,jika begitu aku akan kembali ke zodiak academy karena aku sudah terlalu lama berada di sini namun anda tidak memercayaiku"pasrah steva.
"Tuan putri,biar kami yang urus raja keras kepala ini"ucap dragi.
"Iya tuan putri,jika perlu kami akan merubuhkan istanannya"griffin menimpali.
"Sudahlah tidak perlu,percuma juga berbicara dengan dia"ucap steva mencoba berbicara pada para pendampingnya agar tak tersulut emosi.
"Apakah anda akan menyerah sampai di sini saja tuan putri?"tanya dewi pisces.
Steva tertunduk dan diam.
"Kami yang akan menjelaskannya pada raja keras kepala itu"ucap dewi pisces.
"Terserah kalian saja"kata steva.
Kedua belas dewi itu membentuk lingkaran di sekeliling raja andika,raja andika bingung bercampur rasa takut karena para dewi termasuk dalam pendampingnya kuat dan jika kekuatan mereka di satukan maka akan terciptalah kekuatan yang dahsyat.
"Mau apa kalian?"tanya raja andika garang.
"Memberitahumu kenyataan yang sebenarnya"ucap dewi aquarius.
"Kita mulai sekarang"ucap dewi pisces yang langsung di angguki semuanya,mereka pun berpegangan tangan sambil berjalan berputar,seketika itu pandangan raja andika menjadi buram,dia juga merasakan kalau tubuhnya melayang di udara,setelah itu muncullah sebuah titik terang dan yaps,raja andika berpindah dimensi,bukan tubuhnya melainkan jiwanya saja.
Selama berpindah dimensi raja andika bisa melihat kejadian yang sebenarnya di balik 17 tahun yang lalu,dia bisa melihat peperangan itu dan penculikan itu yang sebelumnya belum pernah ia lihat secara langsung.
Matanya membelalak seketika saat mengetahui istrinya sedang berjuang mati-matian menyelamatkam bayi itu,dan sampailah ratu sofya pada jurang deadsy dan terjun ke bumi.Raja andika melihat itu,dia melihat steva di titipkan pada sepasamg suami istri oleh istrinya,seketika air matanya meluruh saat melihat begitu besar perjuangan istrinya menyelamatkan harta paling berharga milik negeri zodiak,sungguh dia menyesal tidak memercayai istrinya dan juga steva.
Kini jiwa raja andika sudah kembali ke tubuhnya,tubuhnya langsung melemas dan terduduk di tanah saat mengetahui fakta yang sebenarnya,dia menatap steva dengan pandangan senang bercampur sesal.
"Maafkan aku karena tidak memercayaimu dan menganggapmu pembohong,maafkan aku steva"ucap raja andika.
"Tidak mengapa raja andika,semua memang memerlukan waktu"ucap steva.
"Kita masuk dan bicarakan ini di dalam"ucap raja andika yang diangguki ketiganya.
"Kalian semua kembalilah,aku berterima kasih pada kalian karena sudah mau membantuku"ucap steva kepada para pendampingnya.
"Sudah menjadi tugas kami tuan putri"ucap semuanya kompak dan sekarang mereka semua sudah hilang dari pandangan mata.
■■■
Kini keempat orang itu sedang duduk sembari menatap satu sama lain dengan pandangan yang sulit di artikan,memang sebelumnya sangat susah bagi raja andika untuk mempercayai ini,sungguh sangat mustahil sekali rasanya putri yang hilang 17 tahun yang lalu bisa kembali dalam keadaan baik-baik saja tanpa kurang suatu apa.
"Steva,mungkin ini memang sudah menjadi tugasmu untuk menyelamatkan negeri ini,ramalan itu ternyata benar"ucap raja andika membuka pembicaraan.
"Ramalan?ramalan apa yang anda maksud?"tanya steva.
"Kalian mungkin belum tahu,bahwa ada sebuah ramalan kuno yang mengatakan bahwa keturunan yang lahir saat gerhana bulan biru akan membawa kedamaian bagi negeri ini"jawab raja andika.
"Apa steva orangnya?"tanya gino.
"Mungkin iya,secara dulu dia lahir waktu gerhana bulan biru,semoga saja itu benar".
"Dimana orang tuaku?"tanya steva tiba-tiba.
"Apakah kau ingin bertemu mereka?"tanya raja andika.
"Tidak juga,tapi aku memang merindukan mereka"jawab steva.
"Kalau kau ingin,aku bisa menyuruh pengawalku untuk ke kerajaan pisces"ucap raja andika.
"Aku ingin kembali ke academy"ucap steva yang membuat bryan dan gino terkesiap.
"Lo udah gila?kita baru nyampe,masak iya sih nggak istirahat dulu"protes bryan.
"Kalo lo mau di sini,yaudah di sini aja,gue mau balik sendiri"bantah steva.
"Ya nggak gitu juga,seengaknya kita istirahat dulu lah,lo kira nggak capek apa".
"Gue khawatir ama maudy,violet dan aqua,takutnya mereka di bully ama temen-temen kalian,secara kan mereka tau kemana kita pergi"ucap steva.
__ADS_1
"Iya juga sih,tapi masak lo mau jalan lagi kesana,nggak capek?".
"Siapa bilang kita jalan,kita bisa naik pendamping milik gue"ujar steva.
"Yaudah deh terserah lo"pasrah bryan pada akhirnya.
"Apa sebaiknya kalian istirahat dulu?"tanya raja andika.
"Tak perlu,saya ingin segera kembali kesana"ucap steva,ya memang sangatlah susah membantah steva,selain keras kepala dia juga pantang di bantah.
"Tapi bagaimana dengan orang tuamu,mereka perlu tau tentang ini bukan?".
"Iya mereka memang harus di beritahu,tapi tidak sekarang,aku sudah terlalu lelah selama perjalanan ini dan juga kau telah menambahi beban ku dengan tidak mempercayai omonganku,jadi aku perlu waktu untuk itu"jawab steva.
"Baiklah,semoga kalian selamat sampai ke academy,doaku menyertai kalian"kata raja andika.
Mereka bertiga pun berjalan keluar istana,walau sebenarnya gino dan bryan agak terpaksa dengan kepulangan ini,secara mereka baru saja tiba di sana dan kini harus kembali lagi ke academy.
Sampai di halaman istana,steva mengeluarkan tiga pendampingnya yakni pegasus,griffin dan juga phoenix,dengan bantuan tiga pendamping itu mereka akan sampai ke academy dengan lebih cepat dan aman tanpa adanya gangguan yang berarti seperti waktu mereka berangkat ke kerajaan aquarius.
"Kami pamit raja andika"ucap bryan mewakili.
"Berhati-hatilah"pesan raja andika,dan setelah itu ketiga pendamping tersebut langsung melesat ke angkasa.
■■■
Di zodiak academy.
Tampak tiga orang gadis yang sedang terduduk di bangku taman sembari menatap ke arah langit.Nampaknya mereka sedang merenungi nasib mereka yang tengah di bully habis-habisan oleh penghuni academy ini,bukan murid saja bahkan para guru pun ikut mengolok mereka bertiga.
"Kapan ya steva bakal balik,gue udah nggak tahan sebenarnya"ucap aqua mengawali pembicaraan.
"Iya,tiap hari kita pasti jadi bahan olokan di sini,mereka nganggep kita ini gila dan halu"timpal violet.
"Tapi kita nggak bisa berbuat apa-apa,sekali mulut sandra terbuka pasti semua langsung mempercayai semua kata-katanya"ucap maudy.
"Kita tunggu steva kembali,gue yakin steva pasti bakal berhasil"ucap aqua penuh keyakinan.
"Semoga aja,eh tapi kalian tau nggak kabar terbaru di sini"ucap violet yang membuat aqua dan maudy menatapnya dengan penuh penasaran.
"Apaan?".
"Beneran?sebenarnya ini kesempatan bagus sih buat ngasih tau mereka kalo anak mereka masih hidup,tapi apa mereka bakal percaya secara kita nggak ada bukti"kata aqua.
"Eh tapi bukannya kehilangan bryan,gino dan steva udah sampai ke telinga raja dan ratu,apa jangan-jangan bukan cuma raja dan ratu pisces yang datang ke sini tapi semua raja dan ratu dari semua kerajaan?"tebak maudy yang membuat aqua dan violet terkesiap.
"Jangan sembarangan deh,kalo mereka semua sampai dateng,nasib kita gimana?kita pasti bakal di hukum atau nggak di kubur idup-idup"ucap violet.
"Udahlah kita positive thinking aja,semoga kita nggak di apa-apain"ucap aqua.
"Pengumuman,bagi semua murid zodiak academy silahkan berkumpul di ruang aula untuk melakukan penyambutan raja dan ratu dari 12 kerajaan zodiak".
Deg,,
Deg,,
Deg,,
Mereka bertiga saling berpandangan satu sama lain setelah mendengar pengumuman itu dengan jantung yang berdetak tak karuan,mereka berpikir bahwa hari ini adalah hari terakhir mereka bernafas.
"Mampus!".
■■■
Semua murid kini berkumpul di ruang aula yang sangat besar itu,bagi mereka yang tak mempunyai masalah hidup tentu saja hal ini menjadi hal yang menyenangkan bagi mereka,namun bagi yang sedang di timpa beban masalah tentu saja hal ini akan menjadi hari sial mereka.
"Gue dah nggak sabar buat ketemu orang tua gue,gue pengen banget ngaduin pengacau yang udah ngaku ngaku jadi putri kerajaan pisces"ucap sandra yang nampak bersemangat.
"Setiap pengacau harus di hukum sih,dan kali ini gue setuju ama lo"ucap syifa.
"Jadi sebelum ini lo nggak pernah setuju ama gue?"tanya sandra sinis.
"Eh engga kok,gue selalu setuju ama lo"ucap syifa.
"Terserah deh,dan gue juga bakal aduin steva yang udah bawa kabur gino sama bryan,dia pasti bakal dapet hukuman yang berat"ucap sandra yang nampak begitu bahagia.
"Sebenarnya gue masih nggak percaya sih kalo steva ngelakuin itu,tapi kita juga nggak ada bukti kalo steva emang nggak bersalah"ucap mauryn.
"Gue sependapat ama lo,dari yang gue liat steva tuh baik sih walau dia judes,tapi kita kan juga belum tau sifat aslinya gimana secara kan kita baru aja kenal dia"kata mahen.
__ADS_1
"Udah deh kalian nggak usah belain steva,orang kalo udah salah ya tetep aja salah,nggak usah di benerin"kata sandra sewot.
Selang beberapa menit suara terompet yang begitu indah mengalunkan di aula itu,menandakan bahwa para raja dan ratu sudah sampai di academy.Saat mereka memasuki ruang aula semua murid dan guru yang ada di situ segera membungkukkan badan mereka sebagai pertanda hormat.
"Selamat datang di zodiak academy yang mulia"ucap mr.herston dengan sopan dan berwibawa.
"Terima kasih atas sambutannya mister"ucap raja emiliano mewakili semuanya.
"Eh kok ayah gue nggak ada sih,dia kok nggak dateng"ucap mauryn dengan nada sedih karena orang tuanya tidak hadir di hari ini.
"Sadar aja sih,lo nggak penting"ucap sandra yang membuat mauryn makin tertunduk sedih.
"Sembarangan banget sih kalo ngomong"tegur mahen.
"Yaudah sih ya,eh gue kasian ama orang tua bryan dan gino,liat aja tuh mereka sedih banget,dan semua ini biang keroknya adalah steva"ucap sandra mulai mengompori.
Dengan penuh percaya diri sandra membelah lautan murid-murid tersebut dan menghampiri para raja dan ratu dengan raut sedih yang di buat-buat.
"Sandra!"seru ratu calista yang nampak senang dengan kehadiran sandra,dengan segera pun ratu calista memeluk sandra dengan penuh kasih sayang,dan jujur saja,ratu calista sangat merindukannya.
"Sandra,untunglah kamu baik-baik saja,ibu sangat khawatir saat mendengar kabar bahwa bryan dan gino hilang bersama seorang murid"ucap ratu calista.
"Sandra,apa kamu tahu kemana hilangnya bryan dan gino?"tanya raja emiliano.
"Maaf ayah aku tidak tahu,maafkanlah aku yang sudah lalai,aku gagal menjaga mereka ayah"ucap sandra dengan nada menyesal.
"Maafkan kami juga paman,kami juga bersalah dalam hal ini"timpal mahen.
"Tidak mengapa,ini bukan sepenuhnya salah kalian,tapi bukankah bryan dan gino hilang bersama seorang murid,siapakah murid itu?"tanya raja emiliano.
"Namanya steva,dia hanyalah murid baru yang kasar dan lemah,dan dia sangat suka sekali mencari masalah denganku dan juga bryan,bahwa dia pernah menyerangku ayah"ucap sandra.
"Benarkah?apa kau tidak papa?"tanya ratu calista panik.
"Benar ayah dia pernah menyerangku dengan elemen esnya sampai-sampai aku tidak sadarkan diri"jawab sandra.
"Elemen es?"ulang raja emiliano.
"Benar ayahanda,memangnya kenapa?"
"Tidak mengapa"ucap raja emiliano dan dari sorot matanya nampak sekali dia sedang memikirkan suatu hal.
"Dan ada satu hal lagi,steva itu dibantu ketiga temannya untuk melakukan penculikan terhadap bryan dan gino"ucap sandra yang membuat para raja dan ratu terkesiap.
"Dimana mereka?"tanya raja devon (ayah bryan)dengan geram,semua mata di situ tertuju pada tiga orang gadis yang tengah gemetar ketakutan,terlebih ketika tatapan mengerikan raja dan ratu terarah pada mereka.
"Kemari kalian"ucap raja devon masih dengan aura yang sama,ketiga gadis itu berjalan dengan ketakutan,mereka berharap hari ini bukanlah akhir dari hidup mereka.
"Dimana kalian menyembunyikan putra kami?".
"Kami,kami tidak tau"jawab aqua ketakutan dengan wajah yang terus tertunduk.
"Jangan bohong"bentak raja devon hingga membuat mereka menangis.
"Air mata palsu,kalian nggak bakal bisa memperdayai kami dengan itu,dan asal kalian semua tau mereka juga menyebar berita bohong bahwa putri ayah dan ibu masih hidup,padahal kita semua tau bahwa dia sudah lama mati"ucap sandra yang membuat ratu calista terkesiap.
Dengan perlahan ratu calista pun menghampiri mereka bertiga,dan memandang wajah mereka yang sedang di aliri air mata.
"Angkat wajah kalian"ucap ratu calista dengan lembut dan hal itu membuat mereka berani mengangkat wajah mereka.
"Apakah putriku masih hidup?kalian tidak bohong kan?jika memang benar,katakan padaku dimana putriku?bagaimana keadaannya?apakah dia baik-baik saja?"tanya ratu calista.
Sebenarnya mereka bertiga takut akan hal ini,namun tatapan lembut ratu calista mampu menambah sedikit keberanian mereka.
"Ya dia masih hidup,waktu itu dia ada bersama kita semua,tapi kini kami tidak tahu dimana dia berada dan bagaimana keadaannya,tapi kami yakin dia baik-baik saja"ucap aqua dengan yakin.
Sandra yang mendengar itu tentu saja telinganya merasa panas apalagi ratu calista kelihatannya sangat mempercayai itu,"heh,kalian nggak usah ngada-ngada,kalo memang dia ada,dimana hah?kalian juga nggak punya bukti,jadi nggak usah nyebar berita bohong kalo nggak mau di hukum".
"Kami memang nggak punya bukti tuan putri,tapi kebenaran pasti bakal terungkap,kami berani mengambil resiko,jika kami berbohong maka kami siap di hukum mati"ucap violet penuh percaya diri.
"Yang mulia,putri kita masih hidup,aku ingin bertemu dengannya yang mulia"ucap ratu calista yang nampak begitu bahagia.
"Tenanglah sayang,kita belum tahu kebenarannya,bisa jadi mereka berbohong untuk menyelamatkan diri mereka dari hukuman,jadi janganlah berharap lebih"ucap raja emiliano yang membuat senyum bahagia ratu calista seketika sirna.
"Kalian jangan pernah berharap untuk membohongi kami,selagi tak ada bukti kalian jangan pernah menyebar berita bohong seperti ini,apalagi ini menyangkut keluargaku,ini adalah pelanggaran besar,dan kalian juga akan mendapatkan hukuman yang berat"ucap raja emiliano yang membuat tubuh mereka bertiga bergetar hebat.
Di tengah kondisi yang menegang itu,tiba-tiba ada sapuan angin yang mengarah ke aula tersebut dan tak lama kemudian muncullah tiga sosok yang sudah sangat di nanti,ketakutan yang sempat melanda violet,maudy dan aqua perlahan sirna,dan kini berganti senyum bahagia penuh kelegaan.Semua yang ada di situ menatap penuh arti pada ketiga sosok yang baru saja muncul setelah beberapa hari menghilang tanpa jejak.
"Stevaaa!".
__ADS_1
Bersambung