
Steva dan aqua kini sedang terburu-buru pasalnya mereka berdua bangun terlambat pagi ini,begitu pun dengan violet dan maudy.
"Steva,sekarang pelajaran apa?"tanya aqua sembari memasukkan beberapa buku ke dalam ranselnya,tak peduli buku apa saja itu.
"Ramuan dan traveling"jawab steva lalu memasukkan buku tersebut kedalam tas ranselnya.
"Beres,sekarang tinggal berangkat"ucap steva lalu menggendong tas ranselnya ke pundaknya.
"Bentar gue belum dandan"kata aqua lalu berjalan ke meja rias,baru dua langkah steva sudah menghentikan langkah aqua dengan memasang dinding es di depan aqua.
"Berangkat sekarang atau gue kurung lo di penjara es"ancam steva.
Aqua yang takut akan ancaman steva hanya bisa menurut sambil memanyunkan bibirnya.Steva yang tak mau ambil pusing segera menarik tangan aqua untuk keluar dari kamar mereka.
"Violet,maudy,kalian udah selesai belum?"tanya steva.
"Udah kok,kita berangkat sekarang yuk udah nggak keburu buat sarapan"jawab violet.
Mereka berempat pun mengambil langkah seribu dan lari marathon menuju kelas mereka yang jaraknya lumayan jauh dari asrama mereka.
■■■
Hosh hosh hosh
Mereka berempat menetralkan irama nafas mereka yang tak beraturan akibat lari marathon yang baru mereka lakukan.
"Untung masih sempet"ucap maudy yang akhirnya bisa bernafas lega.
"Btw,hari ini kita di ajar sama siapa?biasanya kan sama mrs jessica yang galaknya minta ampun itu?"tanya aqua.
"Kalau ramuan sih kayaknya mr.reinald deh tapi kalo yang traveling gue nggak tau"jawab violet.
"Mr.reinald yang gantengnya minta ampun itu?"tanya aqua.
"Lo udah kenal sama dia,emang sih mr.reinald itu ganteng pake banget tapi kadar kegalakannya bisa melebihi mrs.jessica"kata violet.
"Galak?pertama gue ketemu sama dia,dia ramah kok orangnya"kata aqua.
"Lo belum tau aslinya sih"ucap maudy.
Tak lama kemudian terdengar bunyi sepatu yang mengalun keras dan membuat orang bergidik mendengarnya,karena bagi mereka yang sudah tahu,bunyi sepatu dari orang itu sangatlah menakutkan daripada seekor harimau betina yang sedang PMS.
Keempat remaja yang sedari tadi mengobrol sambil berdiri itu pun langsung mengambil tempat duduk di kursinya masing-masing.
Detik berikutnya sang tuan dari bunyi sepatu yang mengerikan itu pun menampakkan dirinya dan di iringi seringai yang menakutkan bagi mereka yang bermental lemah.
"Pagi murid-murid sekalian"sapa mr.reinald dengan nada yang sangat tegas dan berwibawa sangat beda jauh dengan gaya berbicaranya saat steva dan aqua baru memasuki academy itu.
"Pagi mister"ucap para murid.
"Saya di sini akan mengajar kalian tentang ramuan dan dalam pelajaran saya,saya tidak mengenal kata gagal,sekali coba harus berhasil"kata mr.reinlad yang hanya dibalas anggukan oleh para murid.
"Hari ini kita akan belajar membuat ramuan penghilang diri,bahan-bahan dari ramuan itu bisa kalian cari di hutan thorsy dan saya beri waktu 10 menit untuk mengumpulkan bahan-bahannya"ucap mr.reinald.
"Bahan-bahannya apa saja mister?"tanya mahen mewakili semuanya.
"Ada di buku halaman 24 kalau tidak salah"ucap mr.reinald yang membuat semua murid langsung membuka buku dan mencari halaman yang di sebutkan tadi.
"Dan kali ini kalian akan berkelompok dengan teman sebangku kalian"lanjut mr.reinald yang membuat steva dan bryan mendelik tak percaya dan saling memandang satu sama lain.
"Mister,bolehkan saya mencarinya sendiri dan tidak berkelompok?"tanya bryan.
"Tentu saja boleh tapi dalam mimpimu saja"jawab mr.reinald yang membuat bryan semakin kesal saja karena mau tak mau dia harus berkelompok dengan cewek jadi-jadian yang kini duduk di sebelahnya.
__ADS_1
"Kenapa sih semenjak gue ketemu lo,hidup gue itu sial terus"ucap bryan.
"Lo pikir lo doang yang sial,gue lebih sial daripada lo karena gue udah ketemu sama pangeran kadal gadungan kayak lo"kata steva.
"Dasar cewek jadi-jadian"
"Udah deh jangan mulai lagi,gue nggak mau kena hukuman lagi kayak kemarin"ucap steva.
Bryan hanya membuang muka malas menanggapi ucapan steva barusan,tapi ucapan steva tersebut ada benarnya juga sih,secara kan gara-gara mereka bertengkar kemarin,mereka jadi dihukum dengan begitu kejamnya.
"Baiklah sekarang kita akan pergi ke hutan thorsy,tutup mata kalian sekarang"ucap mr.reinald yang membuat semua murid menutup mata mereka dan tak lama kemudian mereka semua berpindah tempat ke hutan thorsy.
"Sekarang kalian cari bahan-bahannya dan waktu kalian hanya 10 menit saja"ucap mr.reinald yang membuat semua murid lari terbirit-birit masuk ke dalam hutan begitu pun dengan steva dan bryan.
Mereka berdua memasuki hutan di sisi timur,dan mulai mencari bahan-bahan yang di perlukan.
"Kita mencar aja yuk biar cepet"usul steva.
"Boleh deh tapi mitosnya di hutan ini banyak tumbuhan yang bisa makan manusia dan banyak juga tumbuhan yang bisa berubah jadi monster"kata bryan menakut-nakuti steva.
"Lo pikir gue takut,gue sumpahin lo yang dimakan sama tumbuhan itu biar lo musnah dari dunia ini"ucap steva lalu berlalu dari hadapan bryan.
Entah kenapa perasaan bryan menjadi tidak enak,niatnya menakut-nakuti steva tapi dia yang malah takut.
"Gue malah jadi ngeri sendiri"gumam bryan sambil memegang tengkuknya sendiri.
Di sisi steva.
Dia sudah menemukan empat dari lima tanaman yang di perlukan untuk membuat ramuan itu,5 menit sudah berlalu dan kini tinggal satu tanaman yang belum di dapatnya karena tanaman satu ini tergolong langka yaitu daun dari pohon apel, namun daunnya berwarna merah dan batangnya berwarna kuning keemasan.
"Cari kemana lagi ya,tinggal 5 menit lagi"gumam steva sambil melihat sekeliling dan pandangannya tertuju pada pohon yang sedang di carinya dan itu berada tak jauh darinya.
"Yess,akhirnya ketemu juga"sorak steva lalu mendekati pohon itu,namun ternyata pohon itu di kelilingi oleh tanaman duri yang durinya panjang-panjang.
"Ternyata yang dibilang pangeran kadal gadungan tukang nyosor itu bener"gumam steva sambil melihat monster di hadapannya itu.
"Siapa kau beraninya mendekati pohon apel raja?"tanya monster duri itu dengan suara serak dan beratnya yang khas.
"Namaku steva dan bolehkah aku mengambil sedikit daun pohon apel raja itu?"ucap steva.
"Langkahi dulu mayatku"tantang monster duri.
Sebenarnya hari ini steva sedang malas bertarung,jadi dia tak begitu berminat menerima tantangan monster duri itu.Steva pun memutuskan untuk memanggil salah satu pendampingnya yaitu kupu-kupu penjagal yang mampu membuat semua yang dihinggapinya menjadi mati.
"Kupu-kupu penjagal?siapa kamu sebenarnya?kenapa kupu-kupu legendaris itu bisa menjadi pendampingmu?"tanya monster itu.
"Hei monster jelek,bersikaplah sopan pada tuan putri kami,atau kami akan membunuhmu detik ini juga"ucap salah satu kupu-kupu yang berwarna pink hitam.
Monster itu nampak memerhatikan steva dari atas sampai bawah sampai akhirnya dia pun berlutut di hadapan steva.
"Maaf tuan putri aku tidak bermaksud kurang ajar padamu,silahkan ambil daun pohon ini sesuka hatimu"ucap monster itu yang membuat steva bingung,entah kenapa semua makhluk hutan memanggilnya tuan putri,atau jangan-jangan dia ini keturunan tarzan,oh no!.
Steva mengambil beberapa lembar daun dari pohon apel itu dan kemudian dia berlalu dari tempat itu karena waktunya yang sudah sangat mepet.
Saat sampai di sana ternyata pangeran kadal gadungan itu belum sampai,dan baru beberapa murid saja yang sampai.
"Steva,dimana pangeran bryan?"tanya mr.reinald.
"Tadi kami berpencar supaya lebih cepat mister,saya tidak tahu dia kemana tadi"jawab steva.
"Kenapa harus di tinggal,satu kelompok itu harus datang dan pergi bersama-sama,sekarang cari bryan dan jangan kembali sebelum dia ketemu"ucap mr.reinald yang membuat steva ingin mencakar wajahnya yang sok tampan itu.
"Baik mister"ucap steva lalu kembali masuk ke dalam hutan itu.
__ADS_1
Selama perjalanan steva hanya bisa menendang kerikil untuk melampiaskan kekesalannya pada mr.reinald dan juga pada pangeran kadal gadungan tukang nyosor itu.
"Nyusahin dasar pangeran kadal gadungan tukang nyosor"gerutu steva lalu kembali menendang kerikil.
"Tolonggg"teriak sebuah suara.
Steva yang mendengar itu refleks menoleh ke segala arah untuk memastikan asal suara itu.
"Mungkin tadi suara angin"gumam steva saat suara itu sudah tidak terdengar lagi.
"Tolonggg"suara itu muncul lagi.
"Bentar deh,kalo di pikir-pikir suara itu kayak suara bryan ya"ucap steva sambil mempertajam pendengarannya.
"Kayaknya dari sana"ucap steva lalu berlari ke arah suara yang dia yakini suara bryan itu,saat sampai di lokasi,betapa terkejutnya dia mendapati bryan yang sudah tidak berbentuk lagi,bagaimana tidak?celana yang di pakai bryan sudah robek sampai sebatas lutut dan pakaiannya sudah robek sana sini.Dan tersangka di balik semua ini adalah monster tanaman rambat berduri yang saat ini sedang melilit tubuh bryan.
"Lepasin temen gue"ucap steva pada monster itu.
"Hahaha,silahkan lepaskan sendiri kalau kamu bisa hahaha"tantang monster itu.
"Sombong banget"ucap steva lalu mengeluarkan ice blastnya ke arah monster itu,seketika bagian akar yang melilit bryan itu membeku seketika,dan bryan pun lepas dari lilitan monster itu.
Steva mengeluarkan es tajamnya dan langsung memotong tubuh monster itu dengan sekali goresan dan monster itu pun kalah telak melawan steva.Steva mendapati bryan yang masih terduduk tak jauh dari mayat monster itu.
"Kenapa lo nggak ngelawan hah?"tanya steva sekaligus membentak.
"Gue nggak tau,tadi gue lagi fokus nyari tanaman dan monster itu nyerang gue dari belakang dan gue nggak sempet ngelak"jawab bryan.
"Dasar ogeb lo"ledek steva.
"Gue lagi sekarat kayak gini malah lo ledekin"ucap bryan.
"Emang itu sakit ya?"tanya steva sambil melihat luka bryan yang cukup banyak.
"Namanya luka ya udah pasti sakit lah"kata bryan setengah sewot.
"Mau gue obatin?"tawar steva.
"Emang lo bisa"
"Ya bisa lah,kalo nggak percaya sini gue tunjukin"ucap steva lalu mengobati luka bryan dengan kekuatan esnya.Pandangan bryan teralih total ke atah steva yang sedang mengobati luka-lukanya.
'Kalo di liat dari deket begini,steva keliatan cantik banget'batin bryan,namun dengan segera bryan menepis pikiran itu.
"Gimana?masih sakit?"tanya steva.
"Udah nggak terlalu makasih ya"ucap bryan.
"Hemmm ya,mendingan kita segera keluar keburu monsternya datang lagi"ucap steva lalu memapah bryan untuk keluar dari hutan itu.
'Selain galak ternyata dia baik juga,buktinya dia masih mau nolongin gue,padahal gue sama dia sering berantem'batin bryan lagi.
"Lo berat banget sih,lo tiap hari makan batu ya?atau kebanyakan dosa kali"ucap steva meledek bryan,bukan meledek sih tapi memang kenyataannya bryan itu memang berat.
"Lo ikhlas nggak sih nolongin gue,kalo nggak ikhlas mending lo tinggalin gue aja"ucap bryan.
"Heh pangeran kadal gadungan tukang nyosor,walau gue ini sering galak sama lo tapi gue juga masih punya hati nurani,udah deh lo diem aja biar nggak tambah berat"ucap steva yang membuat bryan diam.
Bersambung
hari ini double update
jangan lupa kasih jempol
__ADS_1