
"Aqua bangun"ucap steva sembari menggoyangkan tubuh aqua yang masih asyik berbaring di atas kasur sambil menutup matanya,bahkan dia tak terganggu sama sekali dengan steva yang sedari tadi membangunkannya.
"Lo tidur apa mati sih,kalo lo nggak bangun gue bakal bekuin lo di balok es sampek kulit lo pada keriput semua"ucap steva sekaligus mengancam,dan hal itu membuat aqua sedikit membuka matanya.
"Apaan sih steva,pagi-pagi gangguin orang tidur"ucap aqua dengan suara yang agak kurang jelas.
"Justru kalo pagi begini itu bagus buat jogging"kata steva.
"Emang ini jam berapa sih?"tanya aqua.
"Jam 5"jawab steva.
"Oh jam 5,kalo gitu gue mau lanjut tidur,selamat berjogging steva"ucap aqua kemudian tidur kembali,steva yang melihat itu sebenarnya ingin mengguyur aqua dengan air,namun niat itu di urungkan karena memang sekarang adalah hari minggu,jadi wajar saja jika aqua masih molor.
"Gue jogging sendiri aja lah"ucap steva lalu beranjak pergi.
■■■
Di kamar asrama gino dan bryan.
Bryan kini tengah mencoba membangunkam gino dengan menggunakan apinya yang di taruh di sekeliling gino agar dia kepanasan,namun hal itu rupanya tidak mampu membangunkan gino yang tidur seperti kerbau itu.
"Woi bangun napa,dasar kebo"umpat bryan yang di balas oleh lemparan bantal dari gino yang mengenai tepat di muka bryan.
"Berisik,gue mau tidur,lo jauh-jauh sono"ucap gino kemudian tidur kembali.
"Dasar kebo beranak,tidur mulu tapi nggak mau bangun,gue sumpahin lo nggak bisa bangun selamanya"kutuk bryan.
"Daripada lo disini dan ngomel-ngomel nggak jelas,mendingan pergi jogging aja sono,siapa tahu nanti ketemu cewek cantik"ucap gino.
"Makanya itu,kita jogging sama-sama,gue lagi pengen jogging ini"kata bryan.
"Males ah,gue lagi mager,lo jogging sendiri aja,gue mau tidur lagi,bye"ucap gino lalu menutupi seluruh badannya dengan selimut.
"Gue sumpahin lo nggak bisa bangun selamanya"ucap bryan kemudian beranjak pergi.
■■■
Steva sudah berjogging selama kurang lebih 20 menit,tapi selama itu juga dia belum menemukan satu orang pun di academy ini,mungkin mereka masih tidur,karena hari ini adalah hari libur.Steva pun berkeliling academy itu mulai dari kamar asramanya sampai ke taman academy yang indah itu,dia terus berkeliling sampai matanya menatap sesosok orang yang tengah berjogging seperti dirinya.
Steva pun menghampiri orang yang berada tak jauh darinya itu untuk mengajaknya berjogging bersama dirinya mengelilingi academy.Saat sudah dekat,barulah dia tahu bahwa orang itu adalah si pangeran kadal gadungan tukang nyosor,biasa steva menyebutnya.
"Ternyata lo,gue kirain siapa"ucap steva.
"Emang lo kira,gue ini siapa?hantu gitu maksud lo"kata bryan.
"Gue kira lo itu cogan yang berhati baik,taunya monster kadal tukang nyosor"kata steva.
"Terserah deh,tapi tumben lo sendiri,biasanya aja sama ketiga temen lo itu?"ucap bryan.
__ADS_1
"Lo juga kenapa sendiri,biasanya sama sandra si nenek lampir itu"kata steva.
"Emang lo pikir,gue mau gitu di tempelin terus sama sandra,sebenarnya gue juga risih tau"ucap bryan.
"Terus kenapa selama ini lo diem aja kalo di tempelin sama tokek itu?"tanya steva.
"Banyak amat sebutan lo buat sandra,tadi nenek lampir sekarang tokek,terus nanti apa lagi?"
"Tau ah,soalnya sandra itu mewakili berbagai spesies menjijikan di dunia ini"ucap steva yang membuat bryan tertawa.
"Kok ketawa sih?emang ada yang lucu?"tanya steva.
"Ya lucu aja saat lo menyebut sandra itu menjijikan,kalo menurut gue nih,sandra itu bagaikan virus corona yang merusak sistem pendengaran gue,lo tau kan,kalo suara cemprengnya itu mampu menjebolkan telinga"ucap bryan.
"Bisa aja lo,eh tapi tumben banget lo nggak ngajak gue berantem"ucap steva.
"Gue juga capek kalo berantem sama lo terus"kata bryan.
"Oh begitu,kalo gitu gue duluan ya mau jogging"ucap steva,belum sempat dia melangkahkan kakinya,bryan sudah mencekal tangannya lebih dulu.
"Kita barengan aja,gue mau ajak lo ke suatu tempat"ucap bryan yang menimbulkan kecurigaan steva.
"Lo mau ajak gue kemana?jangan-jangan lo mau nyulik gue terus buang gue di hutan biar gue di makan harimau,begitu kan"kata steva.
"Apaan sih negative thinking melulu,gue jamin lo pasti suka sama tempat yang ini"ucap bryan meyakinkan steva.
"Tapi bener kan,lo nggak bakal ngapa-ngapain gue,awas aja kalo lo sampek macem-macem"ucap steva.
■■■
Steva di buat kagum oleh pemandangan yang saat ini terpampang di depannya,ternyata halaman belakang academy ini terdapat danau yang begitu indahnya dan airnya berwarna biru kehijauan.
"Ternyata academy ini punya banyak tempat yang indah,gue jadi makin betah tinggal di sini"ucap steva sembari merentangkan tangannya dan menghirup udara pagi yang masih segar dan sejuk itu.
"Setiap pagi gue selalu kesini,gue suka tempat ini karena bisa menenangkan pikiran gue"ucap bryan yang berdiri di samping steva.
"Lo tiap hari kesini tapi nggak pernah ngajak gue"ucap steva.
"Oh jadi lo mau kalo gue tiap hari dateng ke asrama lo secara diam-diam dan gue masuk ke kamar lo buat ngajak lo kesini?"ucap bryan.
"Ya nggak gitu juga kali,maksud gue,kalo lo mau jogging,lo bilang dulu sama gue,biar gue bisa kesini lagi"ucap steva yang di balas anggukan oleh bryan.
Steva pun memutuskan untuk duduk di atas rumput yang masih basah oleh air embun itu,karena menurutnya ini akan memberikan nuansa tersendiri sambil melihat keindahan danau dan matahari terbit,bryan pun mengikuti apa yang di lakukan oleh steva.
"Steva,gue mau tanya sesuatu sama lo"ucap bryan.
"Tanya apa?"
"Lo kan dari dunia manusia,tapi kenapa lo bisa punya elemen es,secara elemen es hanya di miliki oleh raja emiliano dan keturunannya yang telah hilang atau bahkan musnah karena di culik raja kegelapan?"tanya bryan.
__ADS_1
"Gue juga nggak tahu darimana asalnya kekuatan ini,yang gue tahu adalah kekuatan ini udah ada sejak gue lahir"jawab steva.
"Ayah sama ibu lo juga punya kekuatan atau enggak?"tanya bryan lagi.
"Enggak,di keluarga gue cuma gue yang punya kekuatan"jawab steva.
"Itu mustahil steva,setiap kekuatan yang ada pada diri lo itu pasti ada sebab akibatnya,kan nggak mungkin kalo kekuatan lo itu tiba-tiba ada gitu aja"ucap bryan.
"Mana gue tahu,gue kan bukan tuhan yang bisa ngatur segalanya,kalo tuhan sudah berkehendak semua pasti bakal terjadi,jadi nggak perlu ada penjelasan"kata steva.
"Gue jadi curiga kalo lo itu mengikuti aliran sesat untuk mendapatkan kekuatan,karena nggak mungkin kan kalo kekuatan lo bisa ada gitu aja"kata bryan yang membuat emosi steva tersulut.
"Lo pikir gue ini orang apaan,gue masih punya keimanan dan gue nggak mungkin melakukan cara-cara sesat untuk mendapatkan kekuatan,walau pun gue dari dunia manusia,apakah gue nggak boleh punya kekuatan es?apakah orang dari dunia ini doang yang boleh punya kekuatan?"ucap steva menggebu-gebu sambil bangkit dari duduknya dan menuding bryan.
"Kalo lo nggak mau di tuduh,lo harus kasih tau gue siapa diri lo yang sebenarnya,semua orang pasti berpikiran yang sama kayak gue kalo tau orang dari dunia manusia memiliki kekuatan hebat kayak lo"ucap bryan.
"Emang nggak boleh kalo gue punya kekuatan,atau jangan-jangan lo iri ya sama gue"ucap steva.
"Gue nggak bakal iri sama orang beraliran sesat kayak lo,atau jangan-jangan lo di jadiin tumbal sama orang tua lo buat meraih kekayaan dan kekuatan lo itu sebenarnya adalah kutukan"ucap bryan yang membuat darah steva semakin mendidih karena melibatkan orang tuanya.
"Lo nggak usah bawa-bawa orang tua gue segala,mereka nggak mungkin nglakuin cara-cara sesat buat kesuksesan,lo boleh hina gue gunain aliran sesat,lo boleh tuduh gue gunain ilmu hitam tapi jangan sekali-kali lo hina orang tua gue,gue nggak rela kalo lo hina orang tua gue"ucap steva menggebu-gebu.
"Alah itu cuma alesan lo doang buat ngebela diri,lo sama orang tua lo itu sama aja,sama-sama penganut aliran sesat dan orang kayak kalian pantesnya di bakar hidup-hidup"ucap bryan yang membuat darah steva mendidih 1000 derajat celcius.Kali ini dia benar-benar marah tingkat dewa,darahnya sudah naik sampai puncak kepalanya,penghinaan ini tidak bisa di terimanya karena melibatkan kedua orang tuanya.
Aura sejuk yang ada di situ kini berubah menjadi panas,bahkan dedaunan yang ada pada setiap pohon berubah warna menjadi coklat,menandakan bahwa daun itu sudah mengering.
'Ayo steva,tunjukkanlah dirimu yang sebenarnya'batin bryan.
"Gue bakal buat lo menyesal karena udah ngehina orang tua gue"ucap steva,mata birunya kini sudah berubah warna menjadi merah api,begitu pun dengan rambutnya,bajunya kini sudah berubah menjadi dress selutut warna merah menyala dan jangan lupa sebuah pedang dengan api yang berkobar di bilah pedangnya.
"Gue nggak nyangka kalo dia bisa sehebat ini"ucap bryan.
Steva pun mengibaskan pedang apinya dan ledakan yang dahsyat pun terjadi yang mengakibatkan bryan terpental ke belakang,steva kini sudah tidak memikirkan tentang rahasinya yang telah dia jaga selama ini,dia di kuasai oleh amarah sehingga melupakan hal yang sebegitu pentingnya.
Dia berlari ke arah bryan dan mengayunkan pedangnya hendak menebas perut bryan,namun bryan melakukan perlawanan dengan mengeluarkan blaze swordnya,kedua pedang itu saling beradu dan menimbulkan bunyi yang membuat telinga berdengung,sampai akhirnya pedang milik bryan terlepas dari genggaman bryan dan hal itu membuat steva tersenyum senang karena mangsanya sudah tak lagi memiliki senjata.
Dia pun kembali mengibaskan pedangnya dan ledakan supernova kembali terjadi,hingga membuat bryan terpental dan tercebur ke dalam danau itu.Entah malaikat apa yang merasuki tubuh steva,hingga steva kembali seperti semula saat melihat bryan tercebur ke danau itu.
"Bryannnn"teriak steva saat melihat bryan tak kunjung muncul ke permukaan.Tanpa pikir panjang dia pun menceburkan diri ke dalam danau itu dan mencari keberadaan bryan,namun bryan tak ada dimana pun,karena hampir kehabisan nafas,steva pun naik kepermukaan dan terduduk di atas rumput.
"Maafin gue bryan,gue nggak bermaksud celakain lo,gue sakit hati karena lo hina orang tua gue,tapi gue juga nggak sengaja bikin lo celaka,maafin gue bryan"ucap steva sambil menitikkan air mata,dia sadar bahwa tadi dirinya di kuasai oleh api amarah sehingga elemen apinya keluar begitu saja dan membuat bryan celaka,tapi steva melakukannya hanya karena ingin membela diri dan niat awalnya bukan untuk membunuh bryan tapi hanya membuatnya menyesal karena sudah menghina orang tua steva.
"Maafin gue bryan"ucap steva menyesali perbuatannya,detik berikutnya dia merasakan pundaknya di sentuh seseorang dan saat dia membalikkan badan,steva membelalak kaget,karena ternyata orang yang sedang memegang pundaknya adalah orang yang tadi di carinya.
"Bryan?"ucap steva.
"Akhirnya gue tau siapa lo sebenarnya,tuan putri steva"ucap bryan yang membuat steva memelototkan matanya.
"Jangan-jangan____
__ADS_1
Bersambung