The Legend Of Zodiak Girl

The Legend Of Zodiak Girl
Hemmm (sejujurnya bingung mau kasih judul apa)


__ADS_3

"Tangan lo luka,harus di obatin"ucap bryan yang membuat semua yang ada di situ tercengang termasuk steva.


"Hahhhh?"


"Ah kelamaan"ucap bryan lalu mengambil kotak obat dan mengeluarkan kapas serta obat luka dari dalamnya,dia pun mulai mengobati luka steva.


Steva jadi curiga kalau kelakuan bryan ini mirip sebuah pepatah yaitu ada gajah di balik batu,dia pun membaca pikiran bryan untuk mengetahui rencana apa yang sudah di rancang pangeran gadungan ini.


'Gue bakal bikin lo baper'begitulah kiranya jalan pikiran bryan yang terbaca oleh steva,steva yang mendengar itu langsung geram sendiri,bisa-bisanya dia memakai jalan modal tampang doang demi menghancurkan steva.


'Gue bakal bales lo dasar kadal gadungan'batin steva,setelah bryan mengobati luka kecil steva,dia pun hendak meletakkan kotak p3k tersebut ke tempat yang seharusnya,namun baru satu langkah dia tersandung kaki steva yang sengaja dia julurkan untuk mengerjai bryan.Alhasil bryan terjatuh tersungkur ke lantai.


"Maaf,gue nggak sengaja"ucap steva.


"Nggak papa kok lagian nggak sakit"kata bryan.


Steva pura-pura tak melihat tangan bryan yang masih berada di bawahnya,dengan sengaja dia pun menginjak tangan bryan dengan kerasnya hingga bryan mengaduh kesakitan.


"Ups sorry,gue nggak liat"kata steva,para pangeran dan putri menahan tawa mereka karena mereka tahu jika steva memang sengaja.


"Nggak papa"ucap bryan berusaha menahan kekesalannya.


Detik berikutnya sandra sudah membuka matanya,dan melihat sekeliling,dia langsung menatap benci saat orang yang di lihatnya adalah orang yang telah mengalahkannya dalam pertandingan tadi.


"Sandra kamu udah bangun?"tanya mauryn.


"Iya"jawab sandra bete.


"Guys,balik yuk gue udah nggak mood di sini"ucap steva sengaja memanas-manasi.


"Heh lo,gue belum selesai ya sama lo"ucap sandra dengan logatnya yang khas.


"Oh lo mau tanding lagi sama gue,nggak kapok apa udah kalah"kata steva.


"Gue nggak kalah cuma ngalah aja"kata sandra mengelak.


Steva hanya memutar bola mata malas,kemudian dia meninggalkan ruang kesehatan itu bersama ketiga temannya.


'Gue bakal bales lo nanti'batin sandra.


■■■


Semenjak pertarungan kemarin,sekarang semua murid di academy ini mengenal seorang perempuan yang bernama steva,steva juga selalu mendapat sapaan saat bertemu dengan siswa lainnya,sebenarnya ini sih bukan kemauan dia,tapi mau bagaimana lagi,ini sudah menjadi takdirnya.


Steva dan ketiga temannya memasuki kelas diamond,tempat mereka belajar dan benar saja saat mereka masuk semua murid langsung menyapa steva,steva membalasnya hanya dengan anggukan kepala saja.


"Jadi famous nih ceritanya"ucap violet.


"Gue juga nggak mau kali"kata steva.


"Beruntung banget nasib lo,baru aja beberapa hari disini udah jadi famous"kini maudy menimpali.

__ADS_1


"Gue nggak berharap jadi famous ya"kata steva.


"Kalo kayak gitu,lo bantuin kita buat jadi famous"ucap aqua yang diangguki violet dan maudy.


"Dasar maniak popularitas"ledek steva dan dia pun langsung menuju tempat duduknya tanpa menghiraukan tatapan memelas ketiga temannya.


"Steva plisss,kita kan juga pengen famous kayak lo,seenggaknya lo bantuin kita biar jadi artis sebentar"ucap aqua.


"Iya entar,sekarang pergi"usir steva yang membuat temannya tersenyum sumringah.


"Makasih steva"ucap ketiganya kompak,steva hanya bisa menggelengkan kepalanya mendapati kelakuan temannya yang kekanakan,udah nasibnya dapat teman yang kayak gitu.


Selang 5 menit para pangeran dan putri memasuki kelas tersebut dan mereka langsung mengambil tempat duduk,beda dari biasanya,hari ini bryan tidak mengajaknya ribut,udah insaf kali ya.


"Morning"sapa bryan kepada steva.


Steva hanya mengernyitkan dahinya mendapati perlakuan bryan yang mendadak berubah,apa jangan-jangan dia masih dengan akal bulusnya seperti kemarin?.


"Afternoon"balas steva judes.


Kalau bukan karena misinya untuk menjatuhkan steva,dia tak akan mau bersikap sok manis gini sama steva yang udah kayak nenek lampir.


Tak lama kemudian mrs.jessica yang galak itu pun memasuki kelas dengan tatapan tajam seperti biasanya.


"Selamat pagi anak-anak,hari ini kalian akan pergi ke hutan picksy untuk mencari hewan pendamping"ucapnya dalam sekali tarikan nafas.


Steva yang tak tahu akan dunia absurd ini hanya bisa bertanya dalam benaknya sendiri mengenai hutan picksy dan hewan pendamping itu.


"Hewan pendamping adalah binatang sihir yang akan membantu kalian dalam pertandingan,jenisnya macam-macam tapi ada juga yang masuk dalam legenda contohnya naga zodiak,unicorn zodiak,pegasus zodiak,alicorn zodiak,dewi zodiak elemen,phoenix zodiak,kucing 12 zodiak,griffin zodiak dan masih banyak lagi"ucap mrs.jessica.


"Apakah itu mirip seperti kepunyaan kakak kelas 3?"tanya salah seorang murid lagi.


"Iya itu mirip seperti kakak kelas kalian dan kalian bisa menampungnya sesuai dengan kekuatan dan kemampuan kalian"ucap mrs.jessica.


"Kenapa hewan pendamping ini tidak di berikan saat kita kelas satu?"


"Kemampuan kalian masih belum cukup dan masih perlu di asah karena hewan pendamping tak akan datang pada orang dengan kekuatan lemah"kata mrs.jessica.


Para murid mulai membayangkan hewan pendamping apa yang akan mereka bawa,mereka sih berharapnya yang masuk dalam legenda.


"Sudah sekarang kita segera ke hutan picksy,pejamkan mata kalian dan sebelum saya suruh membuka mata maka kalian tidak boleh membuka mata"perintah mrs.jessica dan langsung di patuhi semuanya.


Saat mereka menutup mata mereka merasa seperti berpindah tempat dan saat mereka membuka mata ternyata mereka sudah berada di hutan picksy,mungkin.


Kesan pertama yang mereka lihat saat pertama kali melihat hutan ini adalah seram dan lumayan gelap.


"Mrs,apakah ini benar hutannya?"tanya salah seorang murid.


"Ya memang benar,kenapa?kalian takut?hutan picksy ini adalah hutan yang paling banyak berisi pendamping dan bahkan pendamping langka ada di sini"ucap mrs.jessica.


"Sekarang kalian akan satu persatu masuk sesuai nomor absen waktu kalian hanya 5 menit dan dapatkan pendamping sesegara mungkin"perintah mrs jessica.

__ADS_1


"Mrs,gimana kalo berkelompok aja biar lebih cepat dan tidak terlalu memakan waktu,lagian jika kita berkelompok maka kita akan punya waktu lebih lama untuk mencari pendamping itu"usul mauryn yang di iyakan oleh semuanya.


"Oke kalo begitu kalian silahkan berkelompok sesuai keinginan kalian dan kalian harus segera masuk ke hutan itu kelompok per kelompok"ucap mrs jessica.


"Mrs,gimana kalo masuknya barengan aja sama kelompok yang lain,terus kita berpencar,secara kan hutan ini luas banget jadi nggak akan jadi masalah kan"usul mauryn lagi.


Mrs.jessica nampak berpikir sebelum akhirnya mengiyakan usulan maury barusan,para murid sesuai kelompoknya mulai memasuki hutan tersebut,begitu pun dengan steva dan ketiga temannya mereka memilih jalur ke arah barat hutan.


"Serem banget hutannya,mana gelap lagi,kayaknya kita salah jalur,kita balik aja yuk"ucap aqua.


"Iya nih serem banget gue takut"cicit violet.


"Kita balik aja yuk,kita ke jalur yang lain aja di sini seremmm"maudy menimpali.


"Kalian lebay banget sih,kalo kalian mau balik yaudah balik aja,gue mau kesana sendiri"kata steva lalu mulai melangkahkan kakinya namun tangannya di cekal oleh aqua.


"Lo gila?di sana tuh gelap banget,lo mau mati?"ucap aqua.


"Kalian aja yang penakut"ucap steva lalu berjalan cepat memasuki hutan itu.


"Steva tunggu"ucap aqua namun steva sudah jauh di depan sana.


"Steva beneran pengen mati"ucap violet.


"Bukannya dia itu emang nggak takut mati ya?"kata maudy.


"Bener juga sih,steva emang nggak takut mati"kata violet.


"Terus kita kemana nih?"tanya aqua.


"Kita jalan pelan-pelan terus jangan sampai ke pisah"ucap violet yang di setujui semuanya,mereka bertiga pun bergandengan tangan sambil berjalan bersama menuju hutan itu.


Di sisi steva.


Dia berjalan sendiri menuju ke dalam hutan yang gelap itu,tak ada rasa takut sedikit pun dalam dirinya sampai akhirnya dia sampai di sebuah jurang yang tidak kelihatan ujungnya.


"Tinggi banget,kalo gue sampai jatuh pasti langsung is dead,mending gue kesana aja"ucap steva bermonolog.


Baru saja dia ingin melangkahkan kaki tiba-tiba ada sebuah akar hidup yang membelit kakinya sehingga dia terjatuh,steva berusaha melepaskan ikatan akar itu dengan kekuatan esnya namun akar itu malah semakin membelitnya.


Akar itu menarik steva ke tepi jurang,steva berusaha berpegangan pada pohon yang bisa ia gapai,namun hal itu tak cukup membantunya.


"Kayaknya ini akhir hayat gue"gumam steva saat akar itu menarik dirinya tepat seinci dari jurang,namun tiba-tiba saja akar itu berhenti membelitnya,steva bisa bernafas lega.


Namun kelegaan itu tak berlangsung lama saat dirinya ingin berdiri namun terpeleset dan steva pun jatuh ke dalam jurang yang sangat dalam itu.


"Aaaaaaaaaa"


**Bersambung


jangan lupa kasih jempol**;)

__ADS_1


__ADS_2