
"Sekarang,himpit tubuhnya dengan dua pohon di dekatnya"ucap steva yang mengarah pada gino,gino pun menggerakkan kedua pohon itu agar bisa menghimpit tubuh monster ular itu.
"Gino kita serang sekarang"ucap steva lalu berlari ke arah monster itu dan menebas tubuhnya,begitu pun dengan gino,monster itu gerakannya akan lambat jika dia bertambah besar,oleh karena itu steva menyuruh bryan untuk melakukan serangan pada monster itu supaya dia bertambah besar.
Mereka berdua sama-sama mengayunkan pedang mereka dan menebas tubuh monster itu,karena merasa terancam,monster itu pun menyemburkan racun dari mulutnya,namun mereka bertiga sama-sama bisa menghindari racun dari ular itu.
"Gino,serang dia lagi dengan pedang beracunmu,gue bakal motong ekornya biar dia kalah"ucap steva yang di angguki oleh gino.
Gino pun melakukan serangan lagi dengan pedang beracunnya dan monster itu nampak kesakitan karena racun yang ada di pedang gino,steva pun memanfaatkan kesempatan ini untuk memotong ekor monster itu.
Sringgg
Ular itu nampak menggelempar kesakitan,saat steva berhasil memotong ekornya dengan pedang pisces kesayangannya.Ukuran ular itu nampak semakin mengecil dan akhirnya musnah tak bersisa.
"Yey berhasil"sorak steva saat berhasil mengalahkan ular raksasa itu.
"Ini semua berkat lo steva"ucap gino yang mengapresiasi keberhasilan steva.
"Bukan,ini semua berkat kerja tim kita"kata steva merendah.
"Yaudah kalo gitu kita lanjutin perjalanan,kalo nggak salah setelah hutan ini ada sebuah perkampungan"ucap bryan.
"Oke semakin cepat semakin baik"ucap steva lalu menghilangkan pedangnya dari pandangan mata.
"Kita berangkat sekarang"ajak gino yang diiyakan semuanya.
■■■
Terlepas dari mulut harimau,tapi malah masuk ke kandang buaya,itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan aqua,violet dan maudy saat ini.Bagaimana tidak?gara-gara insiden di kantin tadi,mereka saat ini sedang di interogasi oleh mr.herston,mr.reinald dan mrs.jessica,dan yang lebih parahnya ketiga orang itu sama galaknya seperti singa lapar.
"Mr.herston,ada apa kami di panggil kesini?"tanya violet memberanikan diri.
"Apakah kami melakukan kesalahan?"tanya aqua.
"Begini semuanya,saya selaku pribadi,ingin meminta kalian bicara sejujurnya mengenai kejadian yang terjadi di kantin tadi pagi"ucap mr.herston.
"Meminta jujur untuk apa mister?"tanya aqua.
"Saya sudah mendapat laporan dari para dewan academy bahwa hilangnya bryan dan gino ada kaitannya dengan steva,apakah steva yang menculik mereka?"tanya mr.herston.
"Mohon maaf sebelumnya mister,tapi kenapa semua menuduh steva?padahal jelas-jelas steva juga ikut menghilang?"tanya violet.
"Berdasarkan laporan dari para pangeran dan putri,steva memiliki dendam pribadi pada bryan,dan mereka beranggapan bahwa hilangnya steva terlalu kebetulan jika di kaitkan dengan hilangnya bryan dan gino"ucap mr.herston.
"Tapi apakah dengan itu,kita bisa langsung menjudge bahwa steva adalah pelakunya,tidak ada bukti akurat yang bisa menunjukkan bahwa steva yang bersalah dalam hal ini"ucap aqua.
"Baiklah kalau begitu,tapi coba jelaskan pada kami tentang omongan kalian mengenai putri kandung raja emiliano dan ratu calista"ucap mr.herston yang membuat ketiganya kelabakan.
"Apakah benar jika putri asli kerajaan pisces masih hidup?"tanya mr.reinald.
"Kami memang tidak memiliki bukti akurat mengenai hal itu,tapi kami bisa mempertanggung jawabkan perkataan kami ini"ucap maudy.
"Mempertanggung jawabkan?bagaimana jika hal ini sampai di dengar raja emiliano dan ratu calista?apa kalian ingin membuat mereka berharap lagi?sebelum bicara harusnya kalian berpikir lebih dulu"ucap mrs.jessica.
"Maaf sebelumnya miss,tapi perkataan kami tadi memang bisa kami pertanggung jawabkan,jikalau memang putri kerajaan pisces kembali,bukankah itu adalah pertanda baik"ucap violet.
__ADS_1
"Itu mustahil,harusnya kalian tahu jika itu adalah hal yang mustahil,anak kandung raja emiliano dan ratu calista tidak akan pernah kembali"ucap mr.herston.
"Mungkin kalian benar dan kami salah,tapi kebenaran pasti akan terungkap suatu hari nanti"ucap maudy.
"Bicaralah yang sopan,jangan membuatku malu karena aku adalah wali kelas kalian"ucap mrs.jessica.
"Mohon maaf sebelumnya,tapi apa yang kami katakan adalah kenyataan,kami sedang dalam keadaan 100% sadar,dan kami tidak mengada-ngada"jelas violet.
"Baiklah kalau begitu,kalian silahkan kembali ke asrama masing-masing,mungkin kalian perlu sedikit beristirahat agar otak kalian kembali bekerja"ucap mr.herston.
"Kalau begitu kami permisi"ucap aqua mewakili teman-temannya,dia dan kedua temannya pun melangkahkan kaki meninggalkan ruangan kepala academy itu.
"Semua orang kayaknya nganggep kita ini gila dan nggak waras"ucap aqua.
"Biarin aja lah,yang penting kita ini nggak gila dan masih 100% waras"ucap violet.
"Lagian walau kita bicara jujur,mereka juga nggak bakal percaya"kata maudy.
"Gue takut kalo kita di bully dan di kucilkan"kata aqua.
"Tenang aja,kita masih ada steva,steva pasti nggak bakal bikin kita di rendahin begitu aja"ucap violet.
"Semoga steva cepat kembali supaya semua ini cepat selesai"ucap aqua yang diangguki oleh violet dan maudy.
■■■
Steva memandang jijik pada perkampungan yang saat ini berada di depannya,bagaimana tidak?bau menyengat itu keluar dari setiap cerobong rumah yang menghuni perkampungan itu,di tambah dengan suasana kumuh dan kotor yang membuat perkampungan itu layaknya tak berpenghuni.
"Ini perkampungan apa?kok kotor banget sih?"tanya steva.
"Penyihir?apakah semua penyihir itu jorok?"tanya steva lagi.
"Enggak sih tapi ras penyihir di sini adalah ras penyihir pedalaman,sehingga mereka belum terlalu pintar dan masih menjunjung tinggi adat nenek moyang mereka"jawab gino.
"Apakah penyihir di sini,akan memakan ras zodiak seperti kita?gue jadi takut"ucap steva.
"Kalo makan sih kemungkinan enggak tapi mereka akan cukup galak dengan pendatang seperti kita"jawab bryan.
"Oh kayak gitu,tapi tetep aja gue masih parno"ucap steva.
"Udahlah tenang aja,kan ada kita berdua yang bakal jagain lo"ucap gino yang di balas anggukan oleh steva.
"Kalo gitu kita cari dulu warung terdekat,gue udah laper banget"kata bryan sambil mengelus perutnya.
"Tapi makanan di sini nggak beracun kan?"pasti steva.
"Enggak sih kayaknya"jawab gino.
"Yaudah kalo gitu kita cari dulu yang jual makanan di sini"ucap bryan yang di iyakan steva dan gino.
Mereka pun berjalan di sepanjang perkampungan itu untuk mencari warung yang menjual makanan,karena memang perut mereka sudah minta di isi sedari tadi.Sepanjang perjalanan itu pun mereka bertiga mendapat pandangan sengit dari para penyihir itu,walau pun mereka bertiga sudah memasang senyum sepanjang perjalanan,namun tetap saja para penyihir itu tak menghentikan tatapan tak bersahabat mereka.
Sampai akhirnya mereka sampai di sebuah warung yang cukup ramai dengan pelanggan,semua yang ada di warung itu pun juga menatap tajam ke arah mereka.
"Siapa kalian?"tanya salah satu penyihir yang ada di sana.
__ADS_1
"Kami hanyalah sekelompok pengembara yang kebetulan singgah di sini"jawab gino.
"Apa ras kalian?"tanya salah satu penyihir lagi.
"Kami dari ras zodiak"jawab gino.
"Baiklah,selamat datang ke desa kami"ucapnya.
"Terima kasih"ucap gino dan mereka bertiga pun segera mencari meja dan kursi yang masih kosong.Mereka pun segera memesan makanan dan minuman yang tersedia di sana.
Salah satu penyihir yang ada di sana mendekat ke arah mereka dan mengambil tempat duduk di sebelah steva.Jika di lihat dari tampangnya sih sepertinya umurnya tidak beda jauh dengan mereka bertiga.
"Hai semuanya"sapanya sambil tersenyum ramah.
"Emm hai"ucap mereka bertiga dengan nada yang agak canggung.
"Jangan canggung-canggung,aku tidak akan memakan kalian kok jadi tenang aja"ucapnya.
"Emmm siapa namamu?"tanya steva.
"Oh iya aku sampai lupa,namaku adalah xander,dan aku adalah ketua perkumpulan penyihir muda disini,ngomong-ngomong siapa nama kalian?"jawabnya sekaligus bertanya.
"Namaku steva,yang rambutnya merah ini adalah bryan dan yang berambut hijau daun namanya gino"jawab steva mewakili semuanya.
"Salam kenal,sebenarnya kalian darimana dan mau kemana?kenapa kalian bisa singgah di sini?"tanya xander.
"Kami berasal dari kota dan kami ingin pergi ke wilayah kerajaan aquarius"jawab gino.
"Oh begitu,bukankah kerajaan aquarius masih jauh,dan hari sudah mau malam,apakah kalian tidak keberatan,jika aku menawarkan kalian untuk bermalam di desa ini?"tanya xander.
"Emmm,sepertinya itu bukan penawaran yang buruk,kami juga sedang membutuhkan tempat untuk beristirahat,mungkin kami akan menerima penawaranmu"ucap gino.
"Aku juga setuju dengan penawaranmu,kami memang sangat lelah setelah hampir seharian berjalan"ucap bryan.
"Tapi aku kurang setuju"tolak steva.
"Kenapa?"tanya bryan.
"Aku memiliki firasat tidak enak mengenai hal ini"jawab steva.
"Tenang saja nona,walaupun kami ini penyihir pedalaman,tapi kami tidak akan berbuat macam-macam dengan kalian"kata xander meyakinkan.
"Iya steva,kita berdua bakal jagain lo kok,jadi nggak bakal ada yang berani macem-macem"ucap gino.
"Lagian emangnya kalo lo nggak mau nginep disini,lo mau tidur dimana?lo mau tidur di hutan gitu?"ucap bryan.
"Yaudah deh terserah kalian aja"pasrah steva.
"Kalo gitu aku akan menyiapkan tempat untuk kalian bertiga,kalian silahkan lanjutan kegiatan kalian"ucap xander lalu berlalu pergi dan tak lama kemudian makanan pesanan mereka bertiga pun datang,dan mereka bertiga pun melahap makanan itu sampai habis.
Tak jauh dari situ tampaklah seorang pemuda yang mengawasi mereka sembari menyeringai,dia sungguh tidak sabar untuk memulai permainan yang sebentar lagi akan dia mainkan.
'Tunggulah aku gadis cantik'batinnya sembari tersenyum miring.
Bersambung
__ADS_1