The Legend Of Zodiak Girl

The Legend Of Zodiak Girl
Tersisih


__ADS_3

Kerikil tak bersalah itu kini menjadi sasaran kekesalan steva,bagaimana tidak?ada empat orang di depan sana yang kini sedang bercanda tawa dengan begitu riangnya sampai-sampai mereka melupakan kalau steva juga ada di situ.


"Terus aja terus gue di cuekin,mentang-mentang udah ada pasangan sendiri-sendiri gue di lupain"gerutu steva,bukan apa-apa sih karena tugas awal mereka kesini adalah mencari bahan untuk ramuan tapi mereka berempat malah asyik sendiri.


Karena kesal steva pun memutuskan untuk duduk di sana sambil menghilangkan sedikit rasa capeknya sehabis berjalan kesana kemari,dia melihat sekeliling hutan itu dan tampaklah pohon-pohon dengan akar yang besar dan daun yang rimbun,pemandangan begini lah yang di sukai steva daripada harus memandang keempat orang yang sedang bermesraan itu.


Ngomong-ngomong soal empat orang itu,mereka kini sudah hilang dari pandangan steva,mereka bahkan tak sadar jika steva sudah tak bersama mereka lagi.


"Gue sumpahin mereka semua kena serang sama raksasa duri"kutuk steva pada keempat orang itu.


Setelah rasa lelah itu hilang,steva memutuskan untuk kembali berjalan mencari bahan untuk ramuan,bukan berjalan sih lebih tepatnya steva berayun dari satu pohon ke pohon lainnya seperti tarzan,dan hal itu membuat steva berpikir bahwa dia ini adalah seorang keturunan tarzan,membayangkan itu steva hanya bisa tersenyum geli.


■■■


Di sisi keempat orang itu.


Mereka semua asyik berbicara satu sama lain sampai-sampai mereka tak sadar bahwa steva sudah tak bersama mereka lagi.


"Eh bentar deh,steva kemana?"tanya mauryn sebagai orang yang pertama kali sadar bahwa steva sudah tak bersama mereka.


"Bukannya tadi dia di belakang kita ya"kata gino sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling.


"Jangan-jangan steva di serang sama monster"tebak mauryn.


"Tapi bagus juga sih,soalnya kan dengan tidak adanya steva,kepopuleran gue tidak ada yang bisa menandingi"ucap sandra dengan tampang sombongnya.


"Kita cari aja yuk"ajak bryan yang membuat ketiganya terkejut,bukan apa-apa sih,hanya saja steva dan bryan itu sering bertengkar dan tidak pernah akur,lalu sekarang jiwa baik bryan tiba-tiba muncul saat steva hilang.


"Tumben amat biasanya aja lo nggak pernah peduli sama steva"kata gino.


"Gini-gini gue juga hati nurani kali,mana mungkin gue ngebiarin orang mati sedangkan gue masih bisa nolongin dia"jelas bryan.


"Oh kayak gitu,kirain lo suka sama steva"ucap gino.


"Mana mungkin gue suka sama cewek jadi-jadian kayak steva,gue itu sukanya sama cewek yang feminim,nggak galak dan nggak psikopat kayak steva"kata bryan.


"Berarti lo beneran nggak suka sama steva?"pasti gino.


"Ya enggak lah"ucap bryan mantab.


"Bagus deh kalo kayak gitu"kata gino.


"Udahlah jangan pada ngomongin yang nggak-nggak,mending kita sekarang cari steva,keburu dianya kenapa-napa"ucap mauryn yang di iyakan semuanya kecuali si nenek lampir tentunya.


■■■


Sudah sekitar 30 menit mereka mencari steva tapi steva tak kunjung di temukan,mereka jadi berpikir bahwa sudah terjadi apa-apa dengan steva.


"Steva kok nggak ada ya,gue jadi khawatir sama dia"kata mauryn.


"Iya nih,udah setengah jam tapi steva belum juga ketemu"gino menimpali.


"Kayaknya steva udah di makan deh sama monster yang ada di sini"ucap sandra dengan ekspresi senang.Sementara itu bryan sibuk memerhatikan sekeliling untuk mencari keberadaan steva.


Tanpa mereka ketahui,steva saat ini tengah melihat mereka semua dari atas pohon dengan ekspresi yang menunjukkan bahwa dia saat ini tengah bahagia.


"Puas-puas deh kalian nyariin gue,siapa suruh nyuekin gue dan sekarang kalian yang kerepotan nyariin gue"gumam steva sambil melihat keempat orang yang tengah celingak-celinguk itu.


"Gue kerjain aja mereka"gumam steva saat ide licik terlintas di pikirannya.


Dengan sengaja dia menggunakan elemen apinya dan membuat sesosok monster kadal berapi yang besar dan hampir mirip komodo.

__ADS_1


Keempat orang yang fokusnya sedang terbagi itu pun menjadi terkejut dengan kedatangan monster kadal api raksasa itu.


"Monster apaan nih?"ucap bryan mewakili semuanya.


"Gue juga nggak tahu,padahal seharusnya di hutan ini nggak ada monster kayak gini"kata gino.


"Jangan-jangan monster ini yang makan steva"kata sandra.


"Bisa jadi sih tapi steva itu kan hebat jadi dia nggak mungkin kalah semudah itu"ucap mauryn.


Steva yang melihat sekaligus mendengar itu semakin bersemangat untuk melakukan rencana busuknya,saat teman-temannya kewalahan dia akan muncul seperti super hero penyelamat yang menyelamatkan seseorang dari bahaya yang mengancam.


Monster kadal api raksasa buatan steva itu mulai menyerang keempat orang itu dan mereka pun memberi penyerangan balik pada monster kadal itu.


Mauryn dan sandra menyerang kadal itu dengan elemen air mereka dan berusaha untuk memadamkan api yang ada di tubuh monster itu,sementara itu gino menyerang monster itu dengan melilit tubuh monster itu agar tidak memberikan perlawanan lebih,dan untuk bryan,dia diam saja karena elemennya mungkin tidak terlalu berguna saat ini,bagaimana tidak?jika dia mengeluarkan apinya maka air yang di buat mauryn dan sandra akan berubah menjadi uap dan akar-akar gino akan semakin mudah terbakar dengan serangannya.


"Kalo kayak gini keenakan pangeran kadal gadungan tukang nyosor itu dong nggak bertarung sendiri"gumam steva setengah kesal sambil menatap bryan.


Ketiga orang itu kini sedang sibuk melawan monster itu,bahkan mereka sampai kewalahan karena monster buatan steva itu,dan inilah saatnya steva untuk datang bak super hero untuk menolong mereka.Namun karena salah pergerakan,steva menjadi terpeleset batang pohon yang agak bermulut itu pun dan jatuh dari atas pohon itu.


"Aaaaaa"teriak steva.


Mungkin ini karma bagi steva karena dia sudah mengerjai teman-temannya,bryan yang berada di bawah refleks menengok ke atas karena ada suara teriakan tersebut dan matanya membelalak saat melihat ada seorang perempuan cantik yang terjatuh dari atas langit,pikir bryan.


Dia pun menangkap perempuan itu tanpa tahu bahwa itu steva,saat steva jatuh di pelukannya barulah bryan tahu bahwa perempuan itu adalah steva,keduanya menatap satu sama lain dengan jantung yang sama berdetak cepatnya,bahkan otak steva blank seketika saat dia melihat mata bryan,dia pun lupa akan rencana yang sudah dia susun tersebut.


'Jantung gue kenapa dag dig dug ser kayak gini ya'batin steva.


'Jantung gue kayaknya mau copot ini,apalagi steva cantik banget kalo di lihat dari deket kayak gini'batin bryan.


Ketiga orang yang sedang melawan monster itu pun menjadi tidak fokus lagi pada pertarungan,melainkan fokus mereka teralih pada dua insan yang sedang bertatap-tatapan itu.


Gino yang melihat itu mendadak merasakan sesak yang luar biasa di bagian ulu hatinya,entah kenapa hatinya berkata bahwa seharusnya dia lah yang berada di posisi itu bukan bryan.Sementara itu sandra sudah ingin memakan steva hidup-hidup saat melihat adegan itu dan mauryn,entah kenapa dia menjadi iri dengan steva saat ini.


Sementara itu ketiga orang yang melihat adegan barusan seketika kembali mengingat bahwa saat ini mereka sedang dalam situasi genting karena mereka harus melawan monster kadal api itu.


"Biar gue aja yang ngelawan"ucap steva menghentikan ketiga orang itu.


"Mass freeze"ucap steva dan seketika monster kadal itu sudah lenyap dari pandangan mata.


Semua orang yang ada di situ tentu saja terkejut saat steva mengalahkan monster itu dengan begitu mudahnya,sedangkan mereka bertiga harus bersusah payah dan membuang banyak energi untuk menghabisi monster itu.Mereka tidak tahu kalau steva sendirilah yang membuat monster itu sehingga steva mudah mengalahkannya.


"Hebat"puji mauryn.


"Gue nggak hebat kok cuma kebetulan aja"kata steva.


"Ngomong-ngomong lo tadi kemana aja?kita udah nyariin tapi nggak ketemu-ketemu,dan tiba-tiba lo muncul dari atas kayak bidadari jatuh"kata gino.


"Gue tadi kesasar soalnya gue ketinggalan sama kalian tadi"ucap steva beralasan.


"Oh kayak gitu,sekarang kita lanjut aja yuk nyari bahan ramuan keburu sore"ucap gino.


"Males ah gue capek"kata sandra.


"Kalo lo capek mending di sini aja,nggak usah ikut kita"ucap bryan.


"Bryan kok gitu sih,yaudah kalo gitu gue ikut"ucap sandra setengah terpaksa.


Mereka pun melanjutkan langkah mereka untuk mencari bahan ramuan,mereka berjalan ke arah timur hutan karena di situlah tempat tinggal paling banyak tanaman ramuan itu berada.


■■■

__ADS_1


Hari sudah sore dan kini steva beserta ketiga orang itu sudah berhasil mendapatkan bahan-bahan untuk ramuan mereka,dan rencana pembuatan ramuan itu adalah besok dengan di bantu oleh mauryn dan gino.


"Udah sore nih,kita balik aja yuk keburu malem"ajak gino yang di iyakan semuanya.


Mereka berempat pun berjalan beriringan,tanpa mereka ketahui ada beberapa pasang mata yang melihat mereka dari kegelapan.Dari keempat orang itu,steva lah yang paling peka sehingga dia bisa merasakan aura aneh di sekitarnya.


"Tunggu dulu deh"ucap steva yang menghentikan langkah mereka.


"Ada apa steva?"tanya mauryn.


"Kalian ngerasa nggak,kalo ada yang merhatiin kita"kata steva yang membuat keempat orang itu mempertajam semua indra mereka.


"Gue nggak ngerasain apa-apa tuh"ucap mauryn.


"Gue juga"timpal gino.


"Lo aja kali yang halu"ledek sandra.


"Tapi gue ngerasain ada aura yang aneh"kata steva tetap pada pendiriannya.


"Namanya halu yang tetap aja halu,udah deh lo nggak usah nakut-nakutin kita"ucap sandra setengah kesal.


"Tapi kayaknya bener deh omongan steva"bryan menimpali.


"Bryan,lo kok malah belain steva sih"protes sandra merasa tak terima.


"Bukannya kayak gitu tapi coba deh kalian rasain aura angin ini,rasanya tuh beda dan nggak kayak biasanya"ucap bryan yang membuat gino,mauryn dan sandra ikut merasakan aura angin yang berhembus itu.


"Iya emang bener rasanya beda,kayak menusuk-nusuk gitu"ucap gino.


"Tapi siapa yang punya aura nyeremin kayak gini?"tanya mauryn.


"Jangan-jangan hantu"tebak sandra.


"Kayaknya bukan deh soalnya auranya ini lebih kuat"kata bryan.


Detik berikutnya mereka mendengar bunyi ranting di injak dan suara gesekan antara kaki dengan dedaunan yang berserakan di tanah,mendengar itu mereka langsung memasang sikap waspada akan apapun yang terjadi selanjutnya.


"Ini bukan hal baik"ucap gino.


"Kenapa emangnya?"tanya mauryn


"Gue ngerasain ada aura jahat yang mendekat di sekitar sini"jawab gino.


"Gue juga sependapat sama lo"kata steva.


"Kita harus hati-hati"ingat bryan yang di iyakan semuanya.


Angin bertiup semakin kencang dan pohon-pohon itu menimbulkan suara gesekan yang membuat bulu kuduk meremang,di tambah lagi hari sudah menjelang malam,sehingga aura jahat itu tampak semakin terasa jelas.


Semak-semak yang ada di depan mereka bergerak-gerak,menandakan bahwa ada sesuatu di sana.Bunyi suara langkah kaki terdengar di indra pendengaran mereka berlima,sehingga membuat mereka makin waspada,karena mereka sama-sama merasakan ada sesuatu yang tidak baik yang akan terjadi.


"Hallo semuanya,sudah lama kita tidak berjumpa ya"ucap orang yang muncul dari balik semak-semak itu.


"Kamu"ucap bryan,gino,mauryn dan sandra bersamaan.


Steva yang tak tahu menahu soal orang itu hanya bisa diam saat keempat temannya itu sepertinya sama-sama mengenal orang itu.


"Siapa dia?"tanya steva.


"Dia adalah____

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2